
“Hmm..!! Ada beberapa kelompok lagi yang datang, saat ini mereka lebih kuat dari sebelumnya.”
Bai An merasa ada 1 orang berada di tingkat Dewa Immortal ⭐ 2 Menengah dan satu orang Dewa Immortal ⭐ 1 Ahir.
Bai An tiba-tiba menyeringai licik beberapa saat.
“Menarik, Tu Long kau lawanlah orang yang di arah utara, dan kau Du'er, lawan yang berada di timur, sementara yang lain biarkan aku melawan sisanya,” kekeh Bai An.
Duan Du dan Tu Long langsung merasakan dingin di seluruh tubuhnya saat melihat Bai An menyeringai.
Saat mereka melirik ke arah utara dan timur dan mengedarkan kesadaran mereka, tiba-tiba Tu Long langsung bersemangat.
“Haha,, inilah yang aku tunggu, semoga Dewa Immortal ⭐ 2 itu tidak mengecewakan aku,” teriak Tu Long langsung melesat ke arah ahli kuat tersebut.
Berbeda dengan Duan Du, ia tiba-tiba memasang wajah jelek, karena merasa musuhnya kali ini sangat kuat. Dewa Immortal bukanlah yang mampu Kaisar Immortal hadapi.
Perbedaan Dewa Immortal dengan Kaisar Immortal jauh langit dan bumi.
Tapi Duan Du langsung mengeraskan wajahnya dengan teguh, ia tahu maksud kakaknya ini agar ia bisa menjadi lebih kuat lagi, terlebih Duan Du yakin saat ini kakaknya tidak akan membantu dirinya apapun keadaannya nanti.
“Heng,, baiklah aku akan membuktikan bahwa aku kuat dan tidak akan selalu bergantung kepadamu kak,” dengus Duan Du langsung melesat ke arah timur.
Bai An tersenyum kecil. “Ini aku lakukan untuk kebaikan dirimu sendiri agar berhenti terlalu bergantung kepadaku Du'er, karena aku yakin suatu hari nanti tidak bisa menjagamu terus menerus di saat kita menghadapi situasi sulit, lawan kita mungkin saat ini terbilang lemah, tapi besoknya lawan kita yang akan datang mungkin jauh lebih kuat lagi,” gumam Bai An lalu menghilang dari tempatnya.
Wuss..!!
Bai An muncul di salah satu ahli Dewa Immortal ⭐ 1 Puncak yang sedang bersembunyi, dengan cepat Bai An mencengkram kepalanya.
Blush..!!
Akhh..!!
Teriakan langsung terdengar, saat orang-orang melirik ke arah teriakan, mereka semua tertegun saat melihat tubuh kurus mengering dan pemuda yang mereka cari.
Dengan cepat Bai An menghilang lalu melakukan hal yang sama, Bai An menyerap energi mereka semua, mau energi negatif atau positif, saat ini Bai An tidak pilih-pilih lagi.
Ini juga permintaan Bai Tan agar ia bisa lebih kuat lagi dan melakukan sesuatu yang sampai saat ini tidak di beritahukan kepada Bai An.
Bai An tentu tidak mempermasalahkan hal tersebut karena Bai An merasa, Bai Tan tidak membahayakan nyawanya, jadi ia tidak bertanya lebih banyak lagi tentang masa lalu Energi Semesta atau Bai Tan.
Saat sedang melamun, Bai An mendengar suara ledakan besar di arah utara.
Bom..!!
Duar..!!
“Hahaha,, ayo terus, keluarkan semua kemampuanmu, aku ingin lebih, lebih dan lebih,” teriak Tu Long kini di penuhi oleh luka tebasan.
Sementara lawannya yang berada di Dewa Immortal ⭐ 2 Ahir hanya diam saja sambil tetap memasang sikap waspada.
__ADS_1
Karena saat ini ia sadar jika musuhnya Tu Long ini, walau hanya Dewa Immortal ⭐ 1 Ahir, ia memiliki kekuatan tak lebih lemah dari dirinya.
Orang yang menjadi lawan Tu Long adalah pemuda yang terlihat seusia Tu Long, ia adalah salah satu murid jenius Sekte ternama di Alam Semesta Inti pertama.
“Hmm,, perkenalkan, namaku adalah Jiu Long, dari Sekte Pedang Sejati di Alam Semesta Inti pertama, kau adalah lawan terkuat yang selama ini pernah aku lawan selain guruku, terlebih lagi tingkat kultivasimu jauh di bawahku, maka saat ini aku harus melawanmu dengan serius sebagai bentuk penghormatan,” kata Jiu Long sedikit membungkuk.
Tu Long yang mendengar itu menyeringai, ia lalu berkata. “Perkenalkan, namaku adalah Tu Long, seorang yang akan namanya menggema diseluruh Inti Alam Semesta, dan juga mari kita bertarung serius, keluarkan kemampuan terbaikmu,” kata Tu Long langsung mengeluarkan pedangnya.
Tu Long tanpa basa basi langsung mengubah dirinya ke bentuk sejatinya.
Tubuhnya kini sangat tinggi, mencapai 8 meter, pedangnya juga telah bergabung dengan tangan kirinya membentuk cakar panjang, sisik-sisik di seluruh tubuh Tu Long mengkilat bewarna hitam legam membuat Tu Long terlihat menyeramkan.
Setelah itu Tu Long menatap ke arah Jiu Long yang kini memejamkan matanya, angin berhembus kencang di sekitar Jiu Long.
Blus..!!
Tiba-tiba tubuh Jiu Long keluar aura emas, matanya juga bewarna emas.
“Mari kita mulai,” gumam Jiu Long langsung mengeluarkan pedang dan melesat ke arah Tu Long.
Tu Long juga tak mau kalah, ia melesat ke arah Jiu Long lalu mengayunkan pedangnya.
Wuss..!!
Beberapa bilasan energi tiba-tiba muncul di depan Jiu Long, orang mungkin mengira jika serangan Tu Long itu adalah bercampur dengan Hukum Ruang.
Jiu Long dengan cepat mengayunkan pedangnya satu kali.
Prang prang prang...!!
Semua bilasan energi Tu Long langsung hancur.
Tu Long menyeringai kecil. “Hoho,, matamu itu cukup unik,” kekeh Tu Long.
Tu Long kembali mengayunkan tangan kirinya berkali-kali.
Wuss..!!
Ratusan bahkan hampir ribuan bilasan energi seketika muncul di depan Jiu Long.
“Aku ingin melihat bagaimana kau bisa melawan atau menghindari seranganku, jangan sampai kau membuatku kecewa,” kata Tu Long melihat ke arah Jiu Long dengan santai.
Jiu Long sama sekali tidak panik, matanya malah semakin bersinar saat bilasan energi pedang yang muncul, ia kini terlihat bersemangat.
“Hukum Pedang.”.
“Pusaran Gelombang,” gumam Jiu Long.
Terlihat tangan Jiu Long melambai santai ke kiri dan kanan berulang kali hingga tercipta angin, angin tersebut semakin membesar hingga mengelilingi Jiu Long.
__ADS_1
Bilasan energi pedang Tu Long kini terus menerus mendobrak pusaran angin yang bergelombang, hingga semua bilasan energi pedang Tu Long hancur semua.
Setelah semua serangan Tu Long hancur, Jiu Long menghilangkan pusaran angin yang ia ciptakan.
“Kini giliranku, bersiaplah,” kata Jiu Long dengan nada serius.
Tu Long mengangguk santai.
Jiu Long langsung melesat ke langit lalu mengangkat pedangnya ke atas.
“Hukum Pedang.”
“Pedang Penghancur,” gumam Jiu Long.
Tak lama pedang besar muncul cukup jauh di atas kepala Tu Long.
Melihat Pedang setinggi 1000 kaki dan lebar 200 kaki muncul di atas kepalanya, Tu Long seketika bersemangat.
“Haha,, ayo cepat turun,” teriak Tu Long.
Bertepatan dengan Tu Long selesai berucap.
Pedang besar tersebut langsung melesat ke arah Tu Long.
Tu Long langsung mengayunkan tangan kirinya.
“Tebasan Naga Langit,” teriak Tu Long.
Goar..!!
Teriakan naga seketika menggema, lalu muncul naga energi yang cukup besar di depan Tu Long.
Tanpa basa basi, pedang dan naga langsung melesat.
Goar..!!
Swing..!!
Bom..!!
Ledakan besar akibat kedua benturan pedang dan naga langsung mengguncang Dunia Phoenix Surgawi.
Setelah kejadian ini Bai An yakin jika akan banyak musuh yang akan datang kesini.
Tak lama setelah asap akibat benturan serangan tersebut menghilang.
Tu Long kini berdiri dengan tubuh sedikit terluka, sementara Jiu Long hanya mengeluarkan sedikit darah di bibirnya.
“Kau sangat kuat, ayo bertarung lagi,” teriak Tu Long sambil memperbaiki posisi berdirinya.
__ADS_1