
Sementara sosok yang di lirik oleh Senjata Roh Asura kini muncul.
Sosok ini terlihat berkeringat dingin serta tahu jika ia bisa saja mati oleh Senjata Roh Asura.
“Sial sial sial,,” teriak sosok tersebut memukul tanah hingga membuat ledakan yang mengerikan.
Mata sosok tersebut terlihat sangat memerah, tapi tak lama ia terdiam saat merasakan sosok yang ia kenal datang.
“Sa.. Salam Tuan,” ucap sosok berjubah hitam kepada ruang kosong.
Wuss..!!
“Hem,, aku telah memperingatimu untuk selalu berhati-hati, tapi kau malah mengabaikannya,” ucap sosok berjubah putih dengan wajah pucat dan gigi di sela bibirnya terlihat keluar.
Sosok berjubah hitam terdiam, tubuhnya kini berkeringat dingin. Ingin rasanya ia melarikan dari sini. Tapi kakinya tidak bisa ia gerakkan akibat ketakutannya yang jauh lebih besar.
“Roh yang mendiami senjata itu telah bangkit, walau belum sepenuhnya, kekuatan dari Roh senjata tersebut sangatlah mengerikan. Bahkan aku yang mempunyainya dulu sengaja aku berikan agar bisa membangkitkan sosok Roh yang terikat oleh rantai kepada anak itu. Kau tahu kenapa?”
Sosok berjubah hitam yang tak lain Wing Zhen atau saat ini dalam wujud wajah orang yang Bai An kenal menggelengkan kepalanya.
Sementara sosok yang berjubah putih adalah sosok yang Bai An anggap Guru dan telah menghilang.
“Itulah bodohnya dirimu, jika saja kau tidak melakukan kesalahan dulu, karena obsesimu yang langsung ingin menjalankan perintah dariku. Kau langsung membunuh anak tersebut.”
“Walau mati, Roh dari Senjata itu tidak akan ikut keluar, karena telah terikat, maka ia akan tetap bersama anak itu atau keturunannya. Kau tahu mengapa?” Tanya sosok yang Bai An anggap guru.
Lagi-lagi Wing Zhen menggelengkan kepalanya. “Itu karena anak ini adalah keturunan dari orang yang itu.”
Tubuh Wing Zhen seketika bergetar ketakutan saat mendengar penjelasan gurunya.
“Ba..Bagaimana bisa keturunannya bisa sampai ke Dimensi yang tak terjamah dari kultivator Dewa?” Ucap Wing Zhen tak percaya jika Bai An adalah keturunan sosok yang di segani oleh para Dewa.
“Hmm..!! Kau tak tahu karena kau masih kecil dan hanya setengah Vampire Murni saat orang itu memusnahkan Ras Vampire murni hanya dalam kurun waktu 5 menit. Tapi yang membuatku bingung adalah, mengapa senjatanya ia tinggalkan hingga menjadi bahan rebutan para Kultivator Dewa?”
Para kultivator Dewa saling membunuh demi mengklaim Senjata Roh yang ada di dalam tubuh Bai An. Dan hasilnya sosok yang Bai An anggap Gurulah yang mendapatkannya.
__ADS_1
Setelah mendapatkannya ia langsung bersembunyi di tempat yang tidak pernah di jamah oleh para Kultivator Dewa.
Saat sosok yang Bai An anggap Guru menemukan Ling Bai An dan Ling Bai En. Tentu ia terkejut jika di dalam tubuh Ling Bai An hanya ada ruang kosong tanpa bisa di lihat.
Berbagai cara guru Bai An mencoba mengecek tubuh Ling Bai An sehingga ia secara tak sengaja mengeluarkan Senjata Roh Asura yang membuat senjata tersebut mengalami getaran hebat.
Dari sana Guru Bai An ini menduga jika Bai An adalah keturunan sosok tersebut, niat membunuh terlintah di pikiran Sosok Guru Bai An.
Tapi demi ambisinya untuk membuat Roh yang ada di dalam Senjata Asura ini bisa terbebas, ia langsung mengangkat Ling Bai An dan Ling Bai En menjadi murid.
Setelah di jadikan murid, guru Bai An langsung membawa muridnya Wing Zhen ke Dimensi tak terjamah dan menyuruhnya untuk tetap mengawasi anak tersebut sebelum ia pergi.
Dengan alasan tertentu dan sikap manis guru Bai An memberikan Bai An senjata Roh Asura dan senjata Roh Asura langsung masuk dengan sendirinya ke tubuh Bai An lalu bergabung.
Wing Zhen yang di tugaskan tentu merasa senang, terlebih jika ia memiliki kontrubusi yang besar. Maka ia akan di angkat menjadi murid langsung guru Bai An.
Guru Bai An adalah salah satu Patriak di Sekte jajaran 100 sekte terkuat Di Diemnsi Alam Dewa.
Sementara Wing Zhen adalah dulunya murid luar, tapi karena Wing Zhen memiliki asal usul dari Dimensi Pusat, tempat Ras Vampire ingin menginvasi Rasnya namun musnah oleh sosok yang mereka bicarakan di Dimensi Pusat.
***
“Hmm..!! Aku beri kau kesempatan kedua Wing Zhen, jika kau gagal maka kematian tidak akan bisa membuat amarahku mereda. Tungguh Roh itu bangkit sepenuhnya dan gunakan ini agar Roh itu benar-benar bisa terpisah dari tubuh anak itu.”
Wuss..!!
Sosok berjubah putih langsung menghilang dan meninggalkan sebuah bola cahaya berisi cairan bewarna hijau kemerahan.
Wing Zhen yang melihat itu tak bisa menahan tubuhnya untuk tidak bergetar.
“I..Ini Racun korosi,” ucap Wing Zhen ketakutan saat memegangnya.
Racun korosi adalah racun paling mematikan di Alam Dewa, dan Racun korosi ini adalah racun yang langsung mengerogoti tubuh targetnya. Tidak peduli sekuat apapun mereka jika terkena racun ini maka mereka akan tersiksa cukup lama lalu mati jika terkena Racun Korosi.
Dengan tenang Wing Zhen memasukkan Racun yang di baluti Cahaya itu ke dalam cincin penyimpanannya.
__ADS_1
“Hem..!! Jika begini aku harus merubah wajahku lagi,” gumam Wing Zhen langsung berpikir untuk membunuh siapa lebih dulu untuk ia gantikan.
Tapi tak lama ia menggelengkan kepalanya saat mengingat tatapan Roh tersebut. Wing Zhen merasa berhadapan dengan patriaknya saat di tatap oleh Roh Asura.
“Jika begini aku akan menunggu terlebih dahulu, biarkan mereka tenang dalam waktu tertentu agar bocah ini bisa membangkitkan Roh Asura.” Ucap Wing Zhen menghilang.
Wuss..!!
Tapi tentunya Wing Zhen tidak akan diam dan membuat Bai An curiga jika ia tidak melakukan gerakan untuk menyerang. Terlebih salah satu umpannya Xiong Zai telah mati.
***
Di tempat Bai An.
Saat ini mereka mencari seseorang. “Sialan kemana Fu Jian pergi, di saat kita akan pergi ia malah menghilang,” ucap Tu Long dengan nada kesal.
Bai An dan Duan Du saling melirik, mereka seperti menyadari sesuatu.
Tap tap..!!
Bai An dan Duan Du berhenti di tempat dimana terahir kali Fu Jian menginjakkan kakinya.
“Hmm..!! Kakak, Fu Jian yang asli mungkin telah mati sebelum mencapai Dimensi pusat dan sosok yang selalu bersama kita mungkin mata-mata, dan ini lama-lama bisa memecah belah kita agar kita menganggap Fu Jian adalah pengkhianat,” ucap Duan Du mengeluarkan pendapatnya.
Suara Duan Du yang besar dapat di dengar oleh mereka sekeluarga, mereka pun mengangguk membenarkan ucapan Duan Du.
“Aku tahu, ayo kita berangkat,” ajak Bai An terlihat santai agar semua keluarganya tidak mengalami ketegangan.
Walau terlihat santai, diam-diam Bai An melambaikan tangan seolah memerintahkan seseorang untuk menyelidikinya.
Wuss wuss wuss..!!
Bai An dan keluarganya langsung berangkat menuju perbatasan yang tepat berbatasan langsung dengan Wilayah Inti.
Saat di perjalanan. Bai An kini merenung, ia samar-samar melihat Bayangan Asura di tubuhnya seperti hidup.
__ADS_1
“Apa hanya perasaanku saja atau dia seperti tersenyum tadi?” Gumam Bai An dalam hati.