Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Menyelamatkan Pelayan Sia Yun


__ADS_3

Kini keheningan terjadi di ruangan VVIP no 08. Saking heningnya, suara nafas pun tidak terdengar.


“Maafkan aku jika menyembunyikan ini semua, tidak ada sedikitpun aku berniat untuk memanfaatkan kalian semua,” ucap Pelayan Sia Yun menundukkan kepalanya.


“Aku melakukan ini karena keinginanku sendiri, aku sudah muak dengan sikap-”


Hoek..!!


Pelayan Sia Yun seketika memuntahkan darah, tubuhnya juga terlihat mengeluarkan darah dari setiap kulitnya.


“Nona Yun,” ucap Duan Du langsung melesat ke arah Pelayan Sia Yun.


Tapi lagi-lagi Bai An menghentikan langkah Duan Du. Bahkan Master Xi Juan pun ikut menahan Gurunya.


“Tunggu, kau akan mati jika bersentuhan dengannya Du'er,” ucap Bai An dengan nada serius.


Bai An mengetahui ini karena di beritahu oleh Roh Asura Blood agar jangan berkontak fisik dengan orang-orang Menara jika segelnya aktip. Maka otomatis mereka juga akan langsung ikut terkena segel tersebut.


Urgh..!!


Melihat Pelayan Sia Yun berusaha menahan rasa sakit. Entah mengapa Duan Du seolah ikut merasakan hal tersebut.


“Kakak, apa tidak ada cara untuk membantu Nona Yun?” Tanya Duan Du.


Terlihat dalam kondisi seperti ini, Duan Du mencoba untuk tenang. Ia sadar jika kakaknya juga melakukan hal terbaik bagi kedua pihak saat ini.


“Tunggu, jika melakukannya di tempat ini, akan sangat berbahaya. Banyak musuh yang mengawasi kita. Kakak harap kau mengerti Du'er,” ucap Bai An.


Duan Du pun langsung mengangguk.


Sementara Master Xi Juan kini merenung, ia mencoba mengingat setiap pesan dari Naha Berlian Langit.


“Sial, ayolah otak sialan, ingatlah.” Teriak Master Xi Juan dalam hati.


Saat Master Xi Juan fokus mengingat setiap ucapan dari Naga Berlian Langit.


Bai An yang dari tadi meminta bantuannya tidak di dengar.


“Du'er, sadarkan dia, di saat genting seperti ini, bisa-bisanya ia melamun,” ucap Bai An menghela nafas.


Brak..!!


Duan Du langsung menepuk pundak Master Xi Juan dengan di aliri sedikit energi.


“Apa yang kau pikirkan sehingga tidak mendengar ucapan dari kakak ku Juan'er?” Tanya Duan Du melalui telepati.


“Ah,, Guru, maafkan aku. Ada apa? Apa yang Leluhur katakan tadi?” Tanya Master Xi Juan sedikit canggung.


“Kita gabungkan kekuatan kita untuk membuat perisai, kakak ingin membuat celah ruang agar bisa membawa Nona Yun tanpa di ketahui oleh musuh. Mohon bantuannya,” ucap Duan Du membungkukkan badan dengan tulus.


Master Xi Juan seketika merasakan sedih dan kehangatan. “Baru kali ini aku melihat ekspresi guru, walau hanya bertemu sesaat di masa lalu dan saat ini aku tidak terlalu lama bersama. Tapi aku sadar jika Guru adalah orang yang sangat penyayang, bahkan kelemahannya terlihat saat mengkhawatirkan seseorang.” Gumam Master Xi Juan dalam hati.


“Hemm..!! Ayo kita lakukan,” ucap Xi Juan mengangguk.


“Mundurlah kak, Han'er,” ucap Duan Du kini berdiri di tengah-tengah bersama Master Xi Juan.

__ADS_1


Bai Han dan Bai An pun mundur, Bai An juga mencoba menyelimuti tubuh Pelayan Sia Yun lalu menariknya mundur.


Dret..!!


Tak lama sebuah sinar muncul dalam waktu kurang dari sedetik. Bersamaan dengan itu, muncul energi berbentuk kaca tipis menutupi seluruh ruangan VVIP no 08.


Dret..!!


Bai An langsung mengayunkan lengannya.


Wung..!!


Tak lama muncul celah bewarna hitam keungu'an.


“Tunggu di sini, jika acara lelangnya di mulai, maka bersenang-senanglah.” Ucap Bai An.


Jlep..!!


Tanpa menunggu jawaban dari ketiganya. Bai An lenyap bersama Pelayan Sia Yun.


Wung..!!


Tak lama sebuah celah muncul, lalu keluar dua sosok yang tak lain Bai An dan Pelayan Sia Yun.


Tap tap..!!


“Lalu apa langkah selanjutnya?” Tanya Bai An tanpa basa basi melirik ke arah Roh Asura Blood.


“Tanyakan kepadanya, apakah jiwanya tidak tersegel,” ucap Roh Asura Blood.


Mendengar itu, Bai An seketika tersadar tujuan dari Roh Asura Blood.


Melihat Pelayan Sia Yun hanya mengangguk. Bai An pun menghela nafas.


“Jika dalam 10 menit kau tidak membantunya, maka ia akan langsung mati. Jadi paksa dia bicara.” Ucap Roh Asura Blood.


...


“Dengar Nona Yun, jika kau ingin hidup tanpa kekangan lagi, maka jawab pertanyaanku ini. Apa jiwamu tidak tersegel oleh Menara?” Tanya Bai An.


Namun tidak ada respon.


“Hemm..!! Aku yakin adik ku akan kecewa saat melihatmu menyerah dengan mudahnya.” Ucap Bai An menghela nafas.


“Jika kau benar-benar ingin bersamanya, maka kau tak layak. Karena tekadmu tidak ada.” Sambung Bai An.


Roh Asura Blood yang mendengar ucapan Bai An hanya bisa termangu lantaran Bai An sangat pandai bicara.


Sementara Pelayan Sia Yun tentu mendengar ucapan Bai An. Hal tersebut membuat matanya seketika mengeluarkan tekad.


Walau tubuhnya tidak bisa di gerakkan karena segel di seluruh tubuhnya. Keinginannya untuk berjuang hidup kini membuatnya bisa menggerakkan bibirnya.


“Ti..Tidak.”


Argh...!!

__ADS_1


Pelayan Sia Yun seketika berteriak kesakitan saat mengeluarkan setiap kata. Karena segel tersebut tidak mengizinkan Pelayan Sia Yun bicara hal yang bisa membocorkan masalah tentang Menara.


...


“Hoho,, bocah, aku yakin kau bisa, buktikanlah jika Jiwamu memang benar-benar telah mencapai keabadian tingkat pertama.” Ucap Roh Asura Blood tersenyum lebar.


Entah mengapa, Bai An merasa tidak nyaman dengan senyum Roh Asura Blood. “Huuf baiklah.”


Tanpa menunggu waktu lama. Bai An langsung menghilang.


Dret..!!


Tidak sampai satu menit. Bai An muncul dengan jasad wanita yang baru meninggal sehari yang lalu.


“Maafkan aku jika membawa tubuhmu tanpa izin.” Ucap Bai An meletakkan jasad wanita tersebut di samping Pelayan Sia Yun.


Tak lama kemudian Bai An menggerakkan tangannya untuk membuat segel.


Dret..!!


Energi jiwa dalam jumlah mengerikan seketika mengelilingi tubuh Pelayan Sia Yun.


Argh..!!


Sebuah tangan muncul mencoba menarik jiwa Pelayan Sia Yun.


Bam..!!


Tapi sebelum tangan tersebut berhasil menarik utuh jiwa Pelayan Sia Yun. Terjadi perlawanan dari energi asing.


Uhuk..!!


Bai An seketika memuntahkan seteguk darah. “Aku sudah menduga jika akan seperti ini, beruntung aku lebih dulu membuat segel.” Gumam Bai An tidak biasa dengan hal yang seperti ini, jadi dengan sedikit kecerdasakannya, ia membuat antisipasi terlebih dulu.


“Ayo kita lakukan lagi,” ucap Bai An kini mengerahkan energi jiwa abadi tingkat pertamanya dalam jumlah yang jauh lebih besar.


Dret..!!


Bom..!!


Terlihat Bai An kembali gagal. “Sial, berapa sisa waktunya?” Tanya Bai An melirik Roh Asura Blood yang hanya terbaring santai tanpa berniat membantu.


“7 menit lagi,” jawab Roh Asura Blood menyeringai tipis.


“Masih bisa,” ucap Bai An langsung memejamkan matanya.


Haaaah..!!


Blush..!!


Teriakan bersamaan energi jiwa abadi dalam jumlah mengerikan muncul.


“Ayolah angkat,” teriak Bai An menggerakkan tangannya.


Dret..!!

__ADS_1


Secara perlahan tapi pasti, kini jiwa Pelayan Sia Yun yang di tarik paksa kini keluar. Terlihat juga perlawanan dari energi misterius yang mencoba menyerang jiwa Bai An.


“Kau kira aku akan kalah lagi, jangan harap,” teriak Bai An kembali mengerahkan semua kemampuannya.


__ADS_2