
Bai An langsung membuat spekulasi dan mungkin gurunya juga tahu jika Wing Zhen adalah Ras Demi Humans.
Tapi karena suatu hal, gurunya tidak bisa membunuh Wing Zhen. Atau-
Bai An tiba-tiba sadar jika ini ujian dari gurunya agar dirinya lah yang membunuh Wing Zhen.
“Hmm..!! Tidak mungkin,” gumam Bai An langsung menggelengkan kepalanya.
***
Tap tap..!!
Tatapan Bai An kini mengarah ke kakaknya yang terlihat seperti anak kecil.
“Hehe,, bukan kah tadi kau sendiri menikmati peranmu kakak, jadi jangan tatap aku seperti penjahat.” Kekeh Bai An.
“Heng,, walau aku sudah menyadari jika kau merencanakan sesuatu. Tapi aku tidak menduga jika kau menuduh kakakmu sendiri seorang pengkhianat,” dengus Cen Tian.
Tapi tak lama wajahnya berubah serius. Cen Tian mendapat banyak informasi dari keponakannya Bai Chu Ye mengapa Bai An melakukan ini sehingga ia tidak mempermasalahkannya.
“Hemm.!! Ada apa, kenapa wajahmu tiba-tiba serius?” Tanya Bai An merasa ada sesuatu yang penting.
“Aku tahu mengapa kau menuduhku, ini tentang kematian nenek bukan?” Ucap Cen Tian serius.
Tentu Bai An mencurigai kematian neneknya ada hubungannya dengan kakaknya ini, walau kakaknya ini adalah cucu kandung. Tapi siapa tahu ia hanya menyamar, jadi wajar Bai An berpikir sampai ke sana.
“Long Yuan dan Hei Long, sebelum nenek di kuburkan, aku mencium bau tubuh Naga dari jasad nenek.” Wajah Cen Tian kini sangat serius yang membuat Bai An mencoba mengingat dan mencerna apa yang mencurigakan dari orang yang di tuduh oleh kakaknya.
“Hmm..!! Untuk saat ini lakukan seperti biasa saja, jangan curigai mereka, karena aku memiliki langkah-langkah tertentu untuk mengungkap mereka walau terlihat seperti mengobarkan mereka. Di sini juga aku ingin melihat kesetiaan mereka, apakah mereka benar-benar keluarga atau tidak.” Ucap Bai An terdiam beberapa saat.
“Tentunya aku juga akan menaruh orang-orang yang cerdik seperti dirimu untuk memancing mereka di setiap kelompok yang ingin aku tugaskan,” sambung Bai An.
Bai An lalu memandang ke arah Mei Yin, Ling Sui, Xie'er, Bai Chu Ye. “Hmm..!! Kalian mungkin tidak bisa menyembunyikan diri lagi, terutama Xie'er dan Ye'er. Terlebih 1 dari 4 Jendral Asura yang aku anggap setia ternyata ikut berkhianat.”
Pandangan Bai An mengarah ke Ling Feng yang kini membawa pamannya di masa Ling Xuan.
Wuss..!!
Brak..!!
Tubuh Ling Xuan terjatuh dengan tubuh setengah sekarat, semua jalur energinya di segel oleh Ling Feng.
__ADS_1
“Aku tak menduga jika kau mengikutinya paman Xuan, apa yang membuatmu untuk berkhianat?” Tanya Bai An dengan nada sopan.
Ling Xuan hanya tertawa kecil sambil melirik Bai An dengan tatapan mengejek.
“Kau tahu, dia adalah monster yang sesungguhnya, aku lebih baik berpihak kepadanya dari mata mati mengenaskan karena tetap mengikutimu.” Ucap Ling Xuan.
Mendengar itu Bai An tersenyum dingin. “Kau salah paman, apa kau mengira aku ini orang yang baik,” ucap Bai An menyeringai kejam.
Wuss..!!
Sebuah rantai tercipta dari Roh Senjata Asura. Rantai tersebut langsung mengikat tubuh Ling Xuan lalu menyerap energinya secara perlahan.
Bai An melirik ke arah Bai Chu Ye. “Aku rasa kau tahu apa yang kau lakukan Ye'er,” ucap Bai An tersenyum kejam.
Ye'er mengangguk datar, ia langsung melesat dalam bentuk darah lalu masuk ke dalam tubuh Ling Xuan.
Pandangan Bai An mengarah ke Xie'er, Xie'er pun tersenyum cerah. Sama halnya dengan Mei Yin dan Ling Sui.
Mei Yin bertugas untuk mencabik-cabik jiwa Ling Xuan tanpa henti dan Xie'er bertugas menyembuhkannya.
Sementara Ye'er menyiksa dan menyerap inti darah Ling Xuan.
Ling Sui membuat ilusi agar Ling Xuan di teror terus menerus.
Dua hari berlalu, setelah Ling Xuan mati mengenaskan dan jiwanya di bawa Mei Yin untuk di siksa lagi, karena Mei Yin sangat membenci orang yang tidak tahu rasa terimakasih.
...
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Kenapa kau lama sekali?” Ucap Duan Du langsung protes setelah merasakan kedatangan kakaknya.
“Hmm hmm..!! Tanganku terasa kaku berada di sini. Jadi kapan kita menghancurkan mereka?” Tanya Tu Long mengangguk-angguk bersemangat.
Gou Long dan Gou Han juga ikut muncul, bukan hanya mereka saja, istri, ibu, nenek, paman serta keluarganya yang lain ikut berkumpul.
Bai An pun menjawab dengan polos tanpa ada yang curiga.
Mereka pun mengobrol serta membahas pertarungan Bai An bersama keluarganya.
__ADS_1
Sementara di sisi prajurit pembantai serta pasukan Tu Long kini bersemangat saat mendengar cerita Cen Tian saat menjarah harta musuhnya tanpa tersisa apapun.
Tak lama terdengar suara teriakan dari para prajurit pembantai dan pasukan Tu Long.
“Hidup Dewa Penjarah.”
“Hidup Dewa Pencuri.”
“Hidup Dewa Perampok.”
Berbagai teriakan kini Cen Tian dengar, dengan bangga ia mengangkat kepalanya.
Duan Du yang mendengar nama kakaknya di agung-agungkan langsung mendengus.
“Heng,, apa hebatnya mencuri, menjarah, merampok, seperti orang yang tidak pernah makan saja, bahkan sampai-sampai memungut pakaian,” dengus Duan Du.
“Hem hem..!! Jika harta bisa di bawa mati aku pun ingin melakukan hal yang sama. Tapi sayangnya tidak, jadi itu hanya pekerjaan untuk orang-orang yang sudah tidak memiliki otak saja atau bisa di bilang idiot,” sambung Tu Long menyindir.
Walau Tu Long terdengar tidak nyambung. Tapi orang-orang dapat mengambil makna ucapannya. Tentu saja idiot, bahkan melebihi idiot. Karena hanya orang waras saja yang akan bekerja demi menghasilkan uang yang layak. Itulah makna yang mereka ambil dari ucapan Tu Long.
Cen Tian yang di sindir maupun di ejek langsung terkekeh kecil. “Haha,, kalian dengar, bahkan mereka pun iri, biasanya orang yang iri akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan orang yang tempat mereka iri.”
Tak mau kalah, Duan Du dan Tu Long ingin membalas, tapi tidak jadi saat mendengar suara gerutuan.
Duan Du hanya tersenyum lembut saat melihat putranya yang kini menggerutu sambil tertidur di pangkuannya.
Sementara Tu Long saat ini telinganya di jewer oleh Ni Xian, entah kapan mereka bersama dan jatuh cinta satu sama lain. Bahkan Bai An cukup heran melihat mereka cepat sekali akrab.
...
Satu hari berlalu setelah melakukan obrolan kecil serta melakukan beberapa rencana kecil.
Bai An sengaja memberitahukan rencananya ini kepada semua keluarganya, ini tidak lain untuk memancing apakah ada lagi pengkhianat.
Menurut Bai An dalang utamanya mungkin sudah ia bongkar, yaitu Bai Tan atau setengah dari jiwa Wing Zhen.
Tapi tidak memungkinkan jika Bai Tan mampu menghasut beberapa dari keluarganya dulu saat di dunia Fana.
“Baiklah, setelah berusaha meningkatkan kekuatan serta membuat benteng di Perbatasan Wilayah Inti dan Wilayah Tengah, kita akan lebih dulu melakukan serangan kecil untuk memancing mereka keluar.”
Semuanya mengangguk saat mendengar suara Bai An yang tegas dan jelas di kuping mereka.
__ADS_1
Wuss wuss..!!
Seketika pandangan Bai An dan yang lainnya mengarah ke beberapa orang yang menuju ke tempat mereka berkumpul.