
“Jangan sisakan satupun dari mereka yang memiliki hubungan dengan klan Bai.”
Tanpa menunggu jawaban dari semua orang, Bai An langsung melambaikan tangannya.
Wuss..!!
Seketika semua orang yang ada di sana terselimuti oleh Energi Semesta Bai An, bersamaan dengan itu juga, mereka semua menghilang.
***
Di wilayah yang di penuhi oleh pengunungan yang sangat banyak, terdapat salah satu gunung yang sangat besar layaknya sebuah lembah.
Di sana terdapat banyak bangunan dan lapangan yang telah di ubah dengan sangat indah.
Di beberapa lapangan, banyak sekali para pemuda sedang berlatih, ada yang berlatih memanah, ada yang memperagakan teknik perpedang, ada juga yang latih tanding.
Mereka semua adalah murid-murid Sekte Pedang Sejati, di setiap lapangan selalu di huni oleh para murid yang sedang berlatih.
Dan ada salah satu lapangan paling besar, letaknya di sebuah salah satu puncak gunung, terlihat Jiu Long sedang menatap 5 pemuda seumuran dengannya.
Kekuatan kelima pemuda ini rata-rata berada di Dewa Immortal ⭐ 3 dan ⭐ 4, mereka semua adalah murid salah satu penetua yang menginginkan Jiu Long menjadi muridnya.
Penetua tersebut selalu melakukan segala cara untuk merekrut murid berbakat, bahkan penetua tersebut juga yang menghukum Jiu Long dan mengejar Long Yuan sehingga ia selalu bersembunyi.
“Heng,, senior Jiu, sebaiknya kau menuruti keinginan guru, jika kau masih menolak, jangan salah kan kami jika menghajarmu, walau kau lebih kuat,” dengus salah satu pemuda jenius dan ia yang paling kuat dari mereka berlima.
Mendengar itu, Jiu Long hanya memasang wajah sinis.
“Beritahu guru kalian, jika sampai kapanpun aku tidak menginginkan guru lemah sepertinya,” ejek Jiu Long.
Mendengar itu, amarah pemuda dan keempat yang bersamanya meledak.
“Sombong kau Jiu Long, ketahuilah batasanmu,” dengus pemuda yang paling kuat.
“Heng,, kenapa guru harus repot-repot mengajak orang sombong sepertinya sih, sungguh tak tahu malu,” sambung pemuda sedikit gemuk dengan nada ejekan kepada Jiu Long.
“Jangan banyak bicara, lebih baik kita serang bersama-sama, aku yakin jika kita bersatu, maka ia akan kalah, jadi kita bisa menyeretnya kepada guru, ucap pemuda yang paling kurus.
Mereka berlima seketika saling melirik satu sama lain. Tak lama setelah itu mereka langsung bergerak serempak ke arah Jiu Long.
“Hehe,, sungguh tidak mengetahui batasan,” kekeh Jiu Long dengan nada mengejek.
Tanpa basa basi Jiu Long langsung menghilang, ia muncul di depan yang paling lemah sambil mengayunkan tangan kanannya yang sudah terkepal.
Pemuda yang paling lemah terkejut saat melihat kecepatan Jiu Long, terlebih lagi saat melihat tinju Jiu Long yang mengarah kepada dirinya.
“Sialan kau Jiu Long,” teriak pemuda yang paling lemah, ia langsung menyilang kedua tangannya untuk menahan tinju Jiu Long.
Pemuda tersebut yakin jika kekuatan tubuhnya mampu menahan tinju Jiu Long.
Bom..!!
__ADS_1
Wuss..!!
Duar..!!
Seketika kawah besar tercipta di kaki gunung, bahkan saking kerasnya suara benturan tersebut membuat sebagian orang yang ada di Sekte Pedang Sejati dapat mendengarnya.
Banyak murid maupun penetua luar, bahkan penetua dalam ikut keluar dari tempat mereka untuk melihat apa yang terjadi.
Jiu Long yang tidak tahu akan hal tersebut terlihat tidak peduli, bahkan jika Penetua Wu Sen Zang keluar ia tidak peduli.
Kini tatapan mata Jiu Long mengarah ke keempat murid Penetua Wu Sen Zang, niat membunuh Jiu Long seketika merebes keluar.
“Aku sudah cukup untuk menahan diri, kini aku tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi selanjutnya,” ucap Jiu Long dengan nada dingin.
Blush..!!
Aura Jiu Long seketika melejit membuat area gunung tempat mereka berada bergetar hebat.
Tubuh keempat murud Wu Sen Zang seketika bergetar tak terkendali saat melihat kekuatan sejati Jiu Long.
“De..Dewa Raja Semesta,” ucap pemuda terkuat.
“Lari,, dia bukan lawan kita,” teriak pemuda yang kedua terkuat.
Jiu Long yang mendengar itu seketika menyunggingkan senyum mengejek.
“Apa kalian bisa seenaknya datang dan pergi. Heng,, jika ingin kembali, maka kembalilah ke neraka,” dengus Jiu Long.
Tangan Jiu Long terayun dengan sedikit berat karena kekuatan yang ia kerahkan kini tidak main-main, bahkan saking beratnya membuat uadara dan tanah di sekitar mulai bergelombang dan retak-retak.
Wuss..!!
Pedang pemberian Duan Du saat ini Jiu Long gunakan.
Sementara pemuda tersebut tak bisa untuk tidak mengutuk Jiu Long. “Kurang ajar, mengapa aku harus yang pertama ia datangi,” umpat pemuda tersebut dalam hati.
Dengan cepat ia mencoba mengeluarkan token teleportasi tingkat rendah.
Saat pemuda tersebut akan menghancurkannya, pedang Jiu Long lebih dulu sampai.
Jlep..!!
“Lambat,” dengus Jiu Long.
Bom..!!
Tubuh pemuda tersebut langsung meledak membuat jubah dan wajah Jiu Long di kenai percikan darah.
Jiu Long telah menanamkan Hukum dan elemen api yang ia kuasai sehingga ia juga membuat daya ledak saat serangan mendarat di tubuh musuh.
Ajaran ini Jiu Long dapat dari Bai An yang memanah dan anak panahnya selalu meledak. Tapi Jiu Long menggunakannya dalam persi pedang.
__ADS_1
Tanpa menunggu waktu lama Jiu Long kembali melesat, ia langsung muncul di depan salah satu murid Penetua Wu Sen Zang lagi.
“Mati,” teriak Jiu Long.
Bom..!!
Tubuh pemuda tersebut meledak tanpa bisa melakukan perlawanan, bahkan ia tidak tahu bagaimana dirinya mati saking cepatnya gerakan dan serangan Jiu Long.
Bom..!!
Bom..!!
Seketika 4 murid Penetua Wu Sen Zang mati, kini yang tersisa adalah murid terkuatnya.
Tubuh pemuda tersebut tak hentinya bergetar hebat karena ketakutan, ia juga setiap saat melihat ke belakang karena takut Jiu Long mengincar dirinya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Senyum pemuda tersebut sedikit mengembang saat melihat puncak gunung tempat gurunya tinggal, jejak ketakutan di wajahnya kini sedikit-demi sedikit mulai menghilang.
“Akhirnya aku sedikit lagi akan sampai,” ucap pemuda tersebut dengan teriakan bahagia.
“Awas saja kau Jiu Long, guru akan mencincang tubuhmu karena berani membunuh keempat muridnya,” raung pemuda tersebut berhenti sesaat sambil membalik badannya.
Tatapan pemuda tersebut kini tersenyum licik di sertai dendam.
Wuss..!!
“Hooh,, apa kau berani mengancamku?” Tanya Jiu Long muncul dalam jarak 10 meter di depan pemuda tersebut.
Tubuh pemuda tersebut seketika menegang, dengan cepat ia membalikkan badannya.
“Sialan kau Jiu Long, jika kau berani menyentuhku seujung jari saja, guru dan klan ku tidak akan pernah melepaskanmu,” teriak pemuda tersebut kini mulai meraung tidak jelas.
Jiu Long hanya terkekeh kecil. “Bahkan jika seluruh Alam Semesta Inti menargetkanku, aku tidak akan takut,” suara Jiu Long sangat kecil, tapi itu telah di tambah menggunakan sedikit energinya sehingga seluruh penghuni sekte Pedang Sejati dapat mendengarnya.
Jiu Long yang sudah tidak peduli langsung mengayunkan pedangnya.
Seketika bilasan pedang tercipta dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah tubuh pemuda yang bernama Mha Ling.
Mha Ling yang merasa krisis seketika membalikkan badan sambil mengeluarkan sebuah batu kecil.
Crak..!!
Bom..!!
Bertepatan dengan batu yang Mha Ling hancurkan, bilasan pedang Jiu Long menghantam tempat Mha Ling berdiri.
Asap hitam mengepul kini mulai pudar, mata Jiu Long sedikit melotot saat melihat bayangan orang yang paling ia benci.
__ADS_1