Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Menyelamatkan Jiwa Jiwa Yang Di Tahan Klan Bai


__ADS_3

Ia tidak sadar jika telah masuk jebakan dari Bangsanya sendiri.


Diam-diam Jendral Mo Hung yang mengintai ikut tersenyum. “Sambutlah kematian kalian semua beberapa saat lagi akibat kebodohan kalian sendiri.”


Secara perlahan Jendral Mo Hung berubah menjadi bayangan dan menghilang di kegelapan.


Tepat saat sore harinya, Jendral Gou Ja dan Jendral Gou Ma mendatangi Jendral Mo Chenfu. Mereka datang karena telah mendapat jawaban dari Jendral Chenfu jika ia setuju memberikan plat monumen milik Bangsa Iblis Merah.


Saat ini kembali 8 orang sedang duduk seperti beberapa waktu lalu.


“Hmm..!! Raja setuju dengan permintaan kalian, tapi berapa lama waktu perjanjian kerjasama kita?” Tanya Jendral Chenfu dengan nada serius.


Jendral Gou Ja dan Jendral Gou Ma terdiam sambil saling melirik.


“Kami mau bertanya kepadamu, apa tujuanmu untuk bekerjasama dengan kami?” Tanya Jendral Gou Ja.


“Langsung saja katakan dengan jujur agar kami bisa membantu serta tahu berapa lama waktu yang akan kita janjikan.” Sambung Jendral Gou Ma terdiam sesaat.


“Kau tahu jika tidak mungkin dalam kerjasama kita ini tidak memiliki keuntungan masing-masing.”


Jendral Mo Chenfu terdiam, ia melirik ke arah Jendral Mo Hung sambil menganggukkan kepalanya.


“Hmm,, baiklah, tujuan kami kesini ada dua, pertama kami ingin menginvasi klan Bai karena ingin memperbudak mereka serta menjadikan mereka stok makanan kami. Lalu yang kedua.” Jendral Mo Hung terdiam beberapa saat, kemudian ia melanjutkan.


“Yang kedua tujuan kami ingin mengusai Dimensi Pusat Wilayah Barat, atau setidaknya di takuti oleh tiga Raja Iblis.”


“Kalian tentu tahu jika Bangsa Iblis Merah yang terlemah di Wilayah Barat dalam segi pasukan, sehingga kami selalu di tekan secara diam-diam.”


Jendral Gou Ma dan Jendral Gou Ja kini terdiam dalam waktu yang cukup lama.


“Untuk yang pertama kami bisa membantu, tapi untuk yang kedua kami tidak bisa membantu secara keseluruhan. Kau pasti mengerti maksud ku,” ucap Jendral Gou Ma sambil melirik Jendral Mo Chenfu dan Jendral Mo Hung.


“Hmm..!! Aku sudah menebak hal ini dan kami memang tidak ingin kalian bertindak lebih dulu nanti saat kami memulai perang dengan Bangsa Iblis di dimensi pusat wilayah barat. Kami hanya ingin kalian membantu di saat-saat ahir atau saat kami terdesak saja.” Ucap Jendral Mo Hung tersenyum tipis.


“Sepakat,” sambung Jendral Gou Ja langsung di sertai senyum tipis.


Tak lama, tawa dari Jendral Iblis mulai meledak saat perjanjian kini telah di sepakati.


Jendral Mo Chenfu juga langsung memberikan permintaan Jendral Ras Half Giant Dragon tanpa ragu.


Mereka pun mulai berpesta untuk merayakan jika saat ini mereka telah bersekutu.


***

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


“Eeh kita terlambat ya,” ucap Bai Han sedikit kurang puas.


“Apa kita akan mengejar mereka kak? Aku merasa mereka belum sampai sebulan pergi dari sini,” tanya Duan Du melirik ke arah Bai An.


“Benar Tuan muda, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi tengkorak mereka,” sambung Tu Long dengan semangat, ia juga menampilkan otot-ototnya yang telah menjadi ciri khasnya.


Bai An yang mendengar itu hanya melirik ke kediaman milik klan Bai yang kini telah sepi.


“Hmm..!! Kalian semua pergi lebih dulu, aku akan menyusul nanti. Karena saat ini ada yang ingin aku pastikan lebih dulu di dalam sana.” Ucap Bai An dengan nada serius.


“Eeh,, apa sebaiknya kita berangkat bersama saja ayah? Jika ayah ingin memastikan hanya untuk sebentar maka kami akan ikut sambil menunggu,” tanya Bai Han penuh harap.


Namun Bai An menggelengkan kepalanya. “Kalian berangkat saja lebih dulu, nanti aku dan Xie'er akan menyusul,” ucap Bai An dengan nada tegas.


Duan Du, Tu Long, Bai Han, Bai Chu Ye mengangguk dengan sedikit berat hati.


“Baiklah ayah, jangan lupa untuk cepat menyusul jika apa yang ayah ingin pastikan sudah selesai,” ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.


Bai An hanya mengangguk di sertai senyum tipis, ia juga terlihat mengusap rambut putranya itu.


Sementara Bai An dan Xie'er yang masih tertidur di punggung Bai An kini melesat ke arah kediaman pusat klan Bai. Tepatnya kediaman milik Bai Yu We.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah mencapai pintu, Bai An melambaikan tangannya.


Duar..!!


Pintu kediaman milik Bai Yu We langsung hancur tanpa sisa. Bai An secara perlahan melangkahkan kakinya.


Dari info yang ia dapat dari Dewi Anjani beberapa waktu lalu, ia mengetahui sedikit asal usulnya yang sebenarnya saat ini.


Atau bisa di bilang di Reinkarnasinya yang ke jutaan ini, ia memiliki ibu dan ayah, namun orang tuanya yang sebenarnya telah di sembunyikan oleh patriak klan Bai.


Lalu orang tua Bai An yang dulu sewaktu di Benua Naga adalah setengah palsu.


Tap tap..!!

__ADS_1


Setelah berjalan selama satu jam sambil menyusuri semua kediaman milik Bai Yu We. Langkah Bai An terhenti saat mendengar suara dari putrinya yang baru bangun.


“Ayah, aku merasakan energi ayah memiliki kesamaan dengan yang ada di dalam ruangan sana, aku juga merasakan kehidupan jiwanya mulai melemah.” Ucap Xie'er dengan nada serius.


Tubuh Bai An sedikit bergetar saat mendengar ucapan putrinya.


Xie'er yang merasakan getaran tubuh ayahnya kini sedikit merasakan kegugupan.


Wuss..!!


Duar..!!


Bai An kini melesat ke arah yang di tunjuk Xie'er, seketika tembok yang menghalanginya langsung hancur.


Tap..!!


Bai An menghentikan langkahnya, ia melihat ratusan jiwa yang kini terikat.


Pandangan Bai An mengarah ke jiwa yang familiar baginya.


Tak lama air mata Bai An kembali menetes.


“I..Ibu,” gumam Bai An.


Jiwa Ibu Bai An hanya terdiam, ia memang tidak bisa bicara karena jiwanya yang telah melemah, namun dapat Bai An lihat jika ia tersenyum di balik penderitaan yang selama ini ia rasakan.


Kini tubuh Bai An tak henti-hentinya bergetar hebat, ia maju secara perlahan lalu menyentuh pipi ibunya.


“Ma..Maafkan An'er bu, An'er anak yang tidak berbakti,” ucap Bai An kini sedikit terisak.


Sementara Xie'er sudah menangis sejadi-jadinya saat ayah mulai meneteskan air matanya.


“A..Ayah, apa dia nenek Xie'er?” Tanya Xie'er kini mulai berhenti menangis, ia juga mengusap air matanya menggunakan tangannya.


Melihat ayahnya mengangguk ringan, pandangan Xie'er mengarah ke semua jiwa yang kini masih terikat rantai.


“Ayah, Xie'er bisa mencoba untuk memulihkan jiwa mereka, bahkan bisa menciptakan tubuh mereka kembali, asal tubuh asli mereka harus musnah.” Ucap Xie'er dengan nada serius.


Bai An yang mendengar itu seketika teringat akan Cahaya Peri Ilahi yang menyatu dengan putrinya.


“Hmm..!! Ayo kita bawa mereka semua, kebetulan di dunia jiwa ayah mempunyai tempat khusus bagi jiwa seseorang.”


Tanpa basa basi Bai An menghancurkan semua rantai yang mengikat ratusan jiwa yang ada di sini.

__ADS_1


Setelah itu Bai An memasukkan semuanya kedalam dunia jiwanya, tak lupa ia mengabari semua penghuni jiwa untuk membantu jiwa-jiwa ini.


__ADS_2