Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Perpisahan Bai Han Dan Keterkejutan Chen Long


__ADS_3

“I...Ini, Tu..Tuan muda kau sudah tersadar,” ucap Bo Wuhan dengan cepat memeluk Bai Han.


Dret..!!


Dret..!!


Dalam seperkian detik, Chen Long, Bai Ha, Bai Hu, Bai Da Xing, dan Lan Yuheng tentu saja dapat mendengar suara Bo Wuhan yang mengatakan Bai Han tersadar, sehingga mereka langsung muncul.


“Kakak,” teriak Bai Da Xing langsung mencoba menerjang ke arah Bai Han yang masih di peluk oleh Bo Wuhan.


“Saudara Han,” tak mau kalah, Lan Yuheng, Bai Ha, Bai Hu juga ikut berteriak sambil menerjang ke arah Bai Han.


Bahkan Chen Long pun ikut terbawa suasana yang ada di depannya.


Bruk bruk..!!


“Urgh,, sialan aku tidak bisa bernafas, dan juga, apakah kalian bisa untuk tidak bertingkah seperti anak kecil,” teriak Bai Han dengan nafas tersengal-sengal.


Bukannya merasa iba, mereka semua malah semakin jadi dalam menindih Bai Han.


Krak krak..!!


Brak..!!


Hingga terdengar suara ranjang yang retak lalu roboh.


Hahahaha..!!


Hahahaha..!!


Tak lama setelah robohnya ranjang tempat Bai Han terbaring selama 2 tahun, mereka semua pun tertawa bahagia.


Bai Han yang awalnya kesal, kini terlihat ikut tersenyum bahagia saat ia melihat wajah semua orang di depannya yang terlihat tanpa beban.


Namun tak lama, Bai Han yang mencium bau asap pun langsung berkata. “Eeh,, apa ada seseorang yang tengah membakar sesuatu lalu meninggalkannya?” Tanya Bai Han melirik anggota keluarganya satu persatu.


“Eeh,, kita lupa jika sedang membakar daging di luar,” teriak Bai Da Xing langsung berlari keluar.


Wuss..!!


Setelah keluar, Bai Da Xing pun terdengar berteriak. “Ah sialan, semua dagingnya hangus.”


Mendengar suara teriakan Bai Da Xing. Chen Long dan Bai Ha pun langsung melirik Bai Hu dan Lan Yuheng, karena mereka lah yang bertugas membakar daging tadi.

__ADS_1


“Aah,, aku lupa jika harus memanggil mereka karena saat ini saudara Bai Han telah tersadar,” ucap Lan Yuheng langsung menemukan alasan agar tidak di salahkan.


Dan orang yang di maksud oleh Lan Yuheng adalah kakek, nenek, serta keluarga Bai Han yang berada di Dimensi Alam Surgawi.


Mereka di sana karena sedang mengatur dan membangun ulang Dimensi Alam Dewa yang telah hancur sebagian oleh ulah para anggota Menara.


Wuss..!!


Dengan cepat Lan Yuheng melesat kabur, meninggalkan Bai Hu yang kini menggaruk kepalanya lantaran tidak dapat menemukan ide untuk membuat alasan.


Sementara Chen Long dan Bai Ha kini terlihat meremas jari-jari mereka sambil mendekati Bai Hu.


“Ah kakak, paman, ini salahnya saudara Yuheng, kenapa kalian malah menyalahkanku saja,” ucap Bai Hu kini mundur dengan tubuh merinding ketakutan.


Buugg Buugg..!!


Argh..!!


“A..Ampuni aku kakak, paman,” teriak Bai Hu kini yang langsung di keroyok oleh Bai Ha dan Chen Long.


Bai Han dan Bo Wuhan yang melihat tingkah mereka hanya bisa menggelengkan kepala.


...


Keesokan harinya.


“Han'er, apa kau yakin tidak tinggal selama beberapa bulan atau beberapa hari lebih dulu baru pergi?” Tanya nenek Bai Han yaitu Bai Yu, Bai Yu terlihat sedih saat mendengar Bai Han yang baru saja kemarin malam tersadar, kini akan pergi ke tempat yang jauh dan tidak dapat di pastikan kapan ia akan kembali.


“Maafkan Han'er nenek Yu, bukannya Han'er tidak ingin tinggal lama, tapi Han'er takut jika musuh masih berkeliaran lalu mendatangi tempat dimana keluarga Han'er tinggal. Jika itu terjadi, Han'er nanti akan sangat merasa bersalah.” Ucap Bai Han.


“Han'er harap nenek dan kalian semua dapat mengerti, dan juga, setelah menjemput mereka semua, Han'er mungkin akan datang kesini lagi untuk menitip mereka lalu tinggal selama beberapa tahun, setelah itu Han'er berencana mencari ayah, kakak dan paman yang pastinya Bereinkarnasi di suatu tempat.” Sambung Bai Han sambil menatap semua orang yang berkumpul satu persatu.


Mendengar itu, semua orang hanya bisa mengangguk saja. Karena mereka sadar jika Bai Han sudah menetapkan sesuatu, maka ia tidak akan pernah mau merubahnya.


Sore harinya.


Setelah mengadakan pesta keluarga secara besar-besaran selama sehari semalam. Kini Bai Han, Bai Hu, Bai Ha, Lan Yuheng, Bai Da Xing, Bo Wuhan dan Chen Long pun langsung pamit pergi.


“Paman Gu Sheng, paman Rubah, aku harap kalian semua dapat menjaga Dimensi ini tetap aman selama kepergianku, dan juga nenek dan kakek juga. Kalian harus beristirahat, jangan mencampuri urusan duniawi lagi. Aku ingin kalian bisa hidup bahagia dalam masa tua.” Ucap Bai Han.


Terdengar Bai Han terus mengucapkan salam perpisahan kepada semua anggota keluarganya satu persatu.


“Hati-hati Han'er, ingat untuk tetap berhati-hati, utamakan jangan bertindak di luar kendali dan jaga keselamatanmu bersama yang lain,” ucap Bai Yu dan Ling Yin kini memeluk Bai Han di sertai isak tangis.

__ADS_1


“Nenek tenang saja, Han'er pasti akan menjaga diri dan selalu berhati-hati,” ucap Bai Han.


Sementara Lan Yuheng kini terlihat berpamitan dengan anggota sektenya, yaitu Sekte Kekacauan. Dan juga terlihat Lan Yuheng berencana untuk membawa Li Qian, karena di paksa oleh semua orang yang ada di sana.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tanpa menunggu waktu lama, Bai Han, Bai Hu, Bai Ha, Lan Yuheng, Li Qian, Bai Da Xing, Bo Wuhan dan Chen Long pun langsung melesat pergi.


***


Tap tap..!!


1 Minggu telah berlalu semenjak kepergian Bai Han dan kelompoknya.


Kini Bai Han dan kelompoknya terlihat berhenti di sebuah Dimensi Tanpa Nama.


“Aku sangat merindukan tempat ini, karena di tempat inilah aku terlahir dan bertemu dengan ayah bersama yang lainnya,” gumam Bai Han melirik ke arah kejauhan.


Lokasi pastinya adalah sebuah gubuk kecil dimana Bai Han tinggal bersama pamannya Hu Liu Chen dulu.


Wuss..!!


Dengan cepat Bai Han melesat turun menuju gubuk tersebut.


Melihat Bai Han turun, yang lain pun langsung mengikuti tanpa banyak tanya.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Hem..!! Apakah di sini tempatmu tinggal di masa lalu saudara Han?” Tanya Bai Ha melirik ke arah gubuk kecil tersebut.


“Benar, dulu aku tinggal di sini tidak lama, karena paman Liu membawaku ke tempat ini dengan alasan agar aku bisa menemui ayah dan kedua pamanku,” ucap Bai Han mengangguk dengan penuh kenangan masa lalu.


“Hemm..!! Gubuk ini walau seakan mau roboh, namun aku merasa ada sesuatu yang energi yang menahannya agar tetap kokoh. Namun mengapa aku tidak bisa menebak energi apa itu?” Ucap Chen Long dengan wajah penasaran sambil melangkah ke arah gubuk tersebut.


Mendengar ucapan rasa penasaran Chen Long, yang lain pun ikut penasaran dan mencoba mendekati lalu mengidentifikasi setiap inci bangunan gubuk tersebut.


Hanya Bai Han saja yang terlihat biasa. Itu karena ia tahu siapa yang memperkuat gubuk tersebut dengan menggunakan energinya di masa lalu. Orang tersebut tak lain ayahnya.

__ADS_1


Ayahnya menggunakan energi milik Roh pedangnya atau Spirit Pedangnya.


“I..Ini ini adalah Energi Awal mula atau bisa di katakan energi yang pertama kali tercipta di masa kekosongan, dapat di katakan energi ini telah punah bahkan orang-orang menganggapnya hanya mitos,” teriak Chen Long dengan mata melebar tak percaya.


__ADS_2