
Saat Bai An membalikkan badan, sebuah pukulan keras langsung mengenai dadanya.
Bom..!!
Bai An langsung terlempar sangat jauh, hal itu membuat Hu Liu Chen tersenyum kecil.
“Hmm..!! Sungguh mengecewakan, tidak seperti yang aku bayangkan, ternyata kau sangat lemah kakak ipar,” gumam Hu Liu Chen.
Hu Liu Chen yakin jika Bai An saat ini terluka parah karena pukulannya, karena Hu Liu Chen menggunakan lebih dari setengah energinya.
“Huuff,, tapi setidaknya dia tidak mati, jika dia mati, kakak dan Han'er pasti akan membenciku seumur hidup,” gumam Hu Liu Chen dan langsung pergi ke arah dimana Bai An terlempar.
Sementara Bai An yang terlempar membiarkan dirinya melesat agar menjauh dari Hu Liu Chen, itu adalah permintaan Bai Tan juga agar memiliki kesempatan untuk bicara.
Luka-luka di seluruh tubuh Bai An juga langsung sembuh karena Bai Tan dengan cepat menyelimuti tubuh Bai An dengan energi semesta.
“Jika kau ingin melukai atau menyerangnya, gunakanlah energiku, tapi jangan sampai ia menyadarinya, aku merasa pemuda itu menguasai lebih dari satu Hukum, jadi berhati-hatilah,” kata Bai Tan.
Bai An yang mendengar itu tersenyum kecil.
Dengan cepat ia mengganti jubahnya yang hangus.
“Ronde kedua di mulai,” gumam Bai An langsung menghilangkan kabut tebal akibat serangan ledakan Hu Liu Chen.
Saat Hu Liu Chen akan sampai, ia cukup terkejut. “Mustahil,” gumam Hu Liu Chen. “Bagaimana dia sama sekali tidaka terluka, bahkan jubahnya pun tidak tergores.”
Bai An yang melihat reaksi Hu Liu Chen langsung tersenyum.
Dengan cepat Bai An melesat lalu muncul di samping Hu Liu Chen.
“Jika dalam pertarungan kau harus berkonsentrasi, jika tidak kau bisa terluka parah akibat serangan dadakan musuh, bahkan bisa mati,” bisik Bai An di samping telinga Hu Liu Chen.
Bai An langsung mengayunkan tinjunya yang di selimuti energi semesta yang sangat tipis.
Bom..!!
Tubuh Hu Liu Chen terlempar, kini alur pertarungan terbalik, tadi Hu Liu Chen yang menguasai jalannya pertarungan hingga terlempar, tapi kini Bai An membalas lagi dan terlihat menguasai jalannya pertarungan.
Tanpa basa basi Bai An kembali mengejar Hu Liu Chen.
Bai An muncul di belakang Hu Liu Chen, dengan cepat kaki kanan Bai An terayun ke arah punggung Hu Liu Chen.
Bam..!!
__ADS_1
Lagi-lagi Hu Liu Chen terlempar, hal tersebut berulang kali terjadi hingga ke 56 kalinya Hu Liu Chen di jadikan samsak latihan Bai An.
Saat Bai An ingin meninju Hu Liu Chen.
Hu Liu Chen tersenyum kecil. “Sekarang aku tahu mengapa aku bisa terluka oleh pukulanmu, cukup menarik, kau memiliki kesamaan dengan kakak,” kata Hu Liu Chen.
Bai An mengerutkan keningnya, tapi beberapa saat ekspresi Bai An berubah.
“Hukum Gravitasi,” gumam Bai An.
Bai An saat ini merasa berat, dan tinjunya langsung melambat.
Tapi beberapa saat Bai An langsung tersenyum kecil.
Tangan Bai An langsung berbelok, lalu berbelok lagi layaknya ular yang meliuk-liuk.
Bam..!!
Tinju Bai An dan tinju Hu Liu Chen yang di selimuti api langsung menciptakan daya ledak.
Bai An dan Hu Liu Chen langsung mundur, sebuah keterkejutan terlihat di wajah Hu Liu Chen.
Karena sampai saat ini tidak ada yang bisa tahu titik lemah Hukum Gravitasinya, bahkan ayahnya pun mengakui jika Hukum Gravitasinya tidak ada celah, begitupun dengan dirinya yang sampai saat ini masih tidak tahu dimana titik lemah Hukum Gravitasinya.
***
Jauh di bawah, tepatnya Dunia Phoenix Surgawi, saat ini Duan Du dan Tu Long hanya menganga saja.
Karena mereka berdua tidak dapat melihat gerakan Bai An dan Hu Liu Chen.
“Woah,, mereka berdua sangat kuat, bahkan aku tidak bisa mengikuti siluet mereka,” teriak Duan Du berseru kagum.
“Benar-benar, aku juga ingin kuat seperti Tuan muda suatu hari nanti agar dapat membantunya bertarung,” sambung Tu Long.
Tidak hanya Duan Du dan Tu Long saja yang melihat pertarungan mereka, banyak ahli dari Alam Semesta lain yang berada di Dunia Phoenix Surgawi ikut menonton.
Mereka semua dapat melihat ledakan besar di atas langit, hal itulah yang membuat orang-orang terbang untuk melihat apa yang terjadi.
Mereka semua terpana melihat pertarungan Bai An dan Duan Du, mereka juga tahu jika itu adalah pertarungan ahli yang sangat kuat.
“Sangat kuat, aku yakin mereka setidaknya berada pada puncak Dewa Immortal,” gumam salah satu ahli kuat yang setidaknya berada pada Dewa Immortal ⭐ 2.
“Benar tetua, kita tidak boleh mencari masalah dengan mereka, walau kita dari Sekte no 3 terkuat di Alam Semesta Inti ke 2,” kata salah satu tetua yang berada pada tingkat Dewa Immortal ⭐ 1 Ahir.
__ADS_1
“Hmm..!! Jika salah satu dari mereka yang dapat menemukan 3 pemuda dalam poster, lebih baik kita mundur, karena setidaknya orang di belakang mereka memiliki posisi yang setara dengan Sekte kita,” kata tetua yang pertama kali bicara, setelah itu mereka pergi bersama kelompok mereka, terlihat juga di kelompok tersebut ada 2 pemuda mirip seseorang yang Bai An kenal.
***
Kembali ke pertarungan Bai An dan Hu Liu Chen.
“Dari mana kau tahu kelemahan Hukum Gravitasi?” Tanya Hu Liu Chen dengan nada serius.
Bai An hanya tersenyum kecil. “Kau akan tahu jika dapat mengalahkan aku.” Kata Bai An langsung melesat ke arah Hu Liu Chen.
Hu Liu Chen tanpa basa basi langsung langsung berkata. “Aku menyerah.”
Wuss..!!
Bai An berhenti tepat di depan Hu Liu Chen, ia sedikit tersenyum kecut karena tidak bisa bertarung menggunakan kekuatan penuhnya.
“Di lihat dari niatmu yang hanya ingin mencoba melihat kekuatanku, aku yakin bahwa kau adalah adik dari Qia'er, apakah aku benar?” Tanya Bai An menatap Hu Liu Chen dengan serius.
Hu Liu Chen mengangguk santai. “Benar aku adalah Hu Liu Chen, tapi kesampingkan itu dulu, jawab pertanyaanku, dari mana kau tahu kelemahan Hukum Gravitasi?” Hu Liu Chem berganti menatap Bai An dengan nada serius.
Bai An yang mendengar itu tak tahu harus menjelaskan dari mana, sehingga ia langsung menjentikkan jarinya.
Wuss..!!
Sebuah sinar langsung melesat ke kening Hu Liu Chen, Hu Liu Chen yang melihat itu, sama sekali tidak melawan.
Beberapa saat setelah beberapa ingatan muncul di kepalanya, wajah Hu Liu Chen terlintas keterkejutan yang tidak bisa ia bayangkan.
“Sungguh menakjubkan, kau ternyata bisa juga menguasai Hukum Gravitasi, terlebih itu kau menguasainya lebih sempurna dariku kakak ipar,” kata Hu Liu Chen berseru kagum.
Bai An hanya mengangguk santai, tapi wajahnya mengerut saat mendengar dirinya di panggil kakak ipar, padahal mereka belum menikah.
Melihat kerutan di wajah Bai An.
Hu Liu Chen langsung berkata. “Ikuti aku, aku akan memberikan kejutan untukmu.”
Bai An mengangguk lalu mengikuti Hu Liu Chen yang kini melesat ke arah tertentu.
Saat melesat, tak lupa Bai An mengirim pesan telepati kepada Duan Du dan Tu Long untuk mengejar dirinya.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
__ADS_1
Saat menginjak tanah dan melihat sebuah gubuk kecil di kejauhan, tiba-tiba jantung Bai An berdetak kencang.