
Saat ini Penetua Inti ke 3 rencananya ingin menemui Master Sekte Es Abadi yang saat ini bersama Penetua Inti Pertama dan Penguasa Semesta Inti ke 6.
Mereka bertiga berada di Dunia Buatan milik Penguasa Semesta Inti Ke 6.
Dunia Buatan Penguasa Semesta Inti ke 6 berada di Dunia Inti Pertama.
Letak Dunia buatan Penguasa Semesta Inti ke 6 sangatlah strategis dan selalu di lewati oleh para kultivator.
Namun para kultivator tentu saja hanya mendatangi dan melewatinya saja karena mereka tidak mengetahui jika ada Dunia di dalam sana.
Tepatnya.
Dunia buatan tersebut ada sebuah Paviliun Terbesar yang ada di Alam Semesta Inti ke 6.
Tempatnya adalah di Daratan Pusat yang ada di Dunia Awan Putih.
Dunia Awan Putih atau Dunia Inti Pertama adalah Dunia yang selalu di kelilingi Awan bewarna putih, sehingga Dunia tersebut dinamakan Dunia Awan Putih.
Saat ini Penetua inti ke 3 dengan Dunia Awan Putih masih berjarak cukup jauh.
Wuss..!!
Dengan kecepatan semaksimal mungkin Penetua inti ke 3 melesat. Ia terus menerus mengedarkan kesadarannya, apakah ia saat ini di kejar oleh Bai An, Hu Hong Meng dan Ling Yenrou atau tidak.
Tentu saja penetua inti ke 3 orangnya cukup wasapada.
Tapi setelah terus menerus waspada selama 30 menit, ia kini benar-benar merasa Bai An dan kelompoknya tidak mengejarnya.
Barulah, penetua inti ke 3 menambah kecepatannya lagi. Karena ia tidak mungkin terus menerus mengedarkan kesadarannya, hal tersebut akan menguras energinya jauh lebih besar.
Di tambah lagi, saat ini ia sedang terluka cukup parah akibat serangan Ling Yenrou.
Bahu kanan penetua inti ke 3 terlihat patah dan darah terus menerus mengalir walau ia sudah tutupi menggunakan energinya dan meminum pil penutup luka.
***
Sementara Bai An, Hu Hong Meng dan Ling Yenrou saat ini sedang mengikuti Penetua inti ke 3 dari jarak yang cukup dekat.
Dengan bantuan Energi Semesta, Bai An dan yang lainnya tentu saja tidak akan di sadari oleh Penetua inti ke tiga, kecuali mereka di lihat secara langsung oleh penetua tersebut.
“Hmm..!! Tuan muda, kenapa kita tidak langsung serang aja dia?” Tanya Hu Hong Meng kini agak bingung dengan jalan pikiran Bai An.
Bagaimana tidak, beberapa waktu lalu ia mengatakan akan membunuh Penetua inti ke 3 tanpa menimbulkan suara atau membunuhnya tanpa meninggalkan jejak.
Kini Hu Hong Meng berpikir jika penetua inti ke 3 terus menuju Dunia Awan, maka pasti akan menimbulkan suara pertarungan, terlebih lagi Hu Hong Meng yakin para Penguasa Dunia atau bahkan Penguasa Semesta akan keluar karena suara ledakan.
Ling Yenrou yang mendengar pertanyaan Hu Hong Meng sebenarnya ikut membenarkan, tapi ia yakin jika Bai An mempunyai rencana lain sehingga mengikuti Penetua inti ke 3 sejauh ini.
__ADS_1
Sementara Bai An hanya tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaan Hu Hong Meng.
Hingga Bai An melihat pandangan mata Penetua Inti ke 3 menuju sebuah Paviliun.
Walau Dunia Awan masih cukup jauh, tapi Paviliun mampu di lihat dari luar dunia, di samping besar, Paviliun tersebut mempunyai hal yang lain, yaitu Paviliun itu adalah Harta atau artefak tingkat Saint yang hampir menembus Artefak setengah Dewa.
“Sekarang,” ucap Bai An melalui telepati kepada Ling Yenrou dan Hu Hong Meng.
Dengan cepat Bai An, Hu Hong Meng dan Ling Yenrou menggenggam erat token teleportasi hingga pecah.
Crakk..!!
Wuss..!!
Ketiganya langsung menghilang lalu muncul di depan Penetua inti ke 3.
Bai An langsung membuat perisai untuk menutup jalan bagi Penetua inti ke 3, sementara Hu Hong Meng membuat ilusi agar orang-orang yang mendengar ledakan tidak curiga.
Ilusi yang di buat Hu Hong Meng berbentuk sama seperti awan dan beberapa burung lewat melalui awan tersebut.
Sementara Ling Yenrou langsung menembakkan 3 sinar dari jarinya.
Penetua inti ke 3 yang awalnya senang akan sampai langsung memasang wajah ketakutan.
Tubuhnya saat ini bergetar hebat di penuhi teror dan amarah.
Bentuk Artefak tersebut seperti kulit pohon, dengan cepat Penetua tersebut menghancurkannya.
Bom..!!
Sinar pertama langsung menabrak penghalang dari Artefak tingkat dewa yang kini membentuk kotak persegi.
Bomm..!!
Crak crak..!!
Sinar kedua langsung membuat penghalang tersebut retak hingga hancur.
Melihat penghalang yang ia buat hancur, wajah penetua tersebut seketika menjadi gelap. Apalagi saat melihat satu sinar kini melesat dengan cepat ke arahnya.
“Sialan, terpaksa aku menggunakan harta terahir,” raung Penetua inti ke 3.
Dengan cepat Penetua Inti ke 3 mengeluarkan batu seperti batu biasa. Bahkan batu tersebut tidak mengeluarkan aura sama sekali.
Bai An yang melihat itu langsung merasa familiar.
“Itu Batu Semesta,” seru Bai Tan kini keluar dalam bentuk transparan.
__ADS_1
Dengan wajah bahagia Bai Tan melesat ke arah penetua inti ke 3.
Wuss..!!
Penetua Inti ke 3 kini berniat menggunakan batu pemberian Master Sekte Es Abadi.
Master Sekte Es Abadi memberitahukan jika batu ini sangat beharga dan gunakan saat terdesak saja.
Master Sekte Es Abadi tidak memberitahukan kegunaannya tapi ia memberitahu jika Batu ini lebih beharga dari Artefak Tingkat Dewa level Menengah.
Saat Penetua inti ke 3 ingin mengalirkan energinya.
Ia hanya melihat tangannya yang kini telah kosong.
Saat Penetua inti ke 3 ingin meraung marah, sinar cahaya langsung menembus kepalanya.
Blush..!!
Tubuh Penetua inti ke 3 langsung jatuh, ia mati dengan mata sedikit memicing dan tak terima kematian seperti ini.
Dengan cepat Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng menghilang setelah membunuh dan membawa tubuh Penetua inti ke 3.
***
Sementara Dunia Awan yang merasakan getaran dan guncangan dua kali, kini menjadi heboh.
Getaran dan guncangan tersebut menimbulkan keributan yang bahkan membuat para Penguasa Dunia ikut merasakannya walau Dunia yang mereka kelola jauh dari Dunia Awan.
Saat ini di tempat yang di penuhi cahaya putih.
Duduk tiga orang.
“Hmm..!! Apakah kau sudah menyuruh orang menyelidikinya?” Tanya suara sesikit serak. Ia menggunakan jubah bewarna putih bersih, dan ada lambang bangunan Sekte bernuansa Es di dada kirinya dan di atas gambar tersebut bertulis Es Abadi, di atas lambang sekte ada Mahkota bewarna Emas.
Yaps..!!
Dia adalah Master Sekte Es Abadi Fang Mu atau Master Fang.
“Sudah dan saat ini ia tak lama lagi sampai,” jawab pria berjubah Emas yang di baluti gambar Naga Air sedang terbang.
“Hmm..!! Menurut perkiraanku, tadi itu adalah suara pertarungan. Tapi kita lihat saja dari jawaban bawahanmu, apakah perkiraanku ini benar,” sambung seorang pemuda terlihat seusia Bai An. Namun jangan salah kira, usianya bahkan lebih tua dari kedua orang di depannya.
Pemuda tersebut Terlihat memakai jubah bewarna putih bersih, dan ada lambang bangunan Sekte bernuansa Es di dada kirinya dan di atas gambar tersebut bertulis Es Abadi.
Sementara di dada kanan bertulis nomer 1 yang bewarna Emas.
Tak menunggu lama sebuah bayangan berkelebat masuk.
__ADS_1
Wuss wuss..!!