
Gu Sheng mengangguk dengan wajah bingung. Terlebih ia melihat senyum licik dari wajah Duan Du.
“Benar, memang ada apa? Jangan bilang-” Tanya Gu Sheng sedikit menebak jalan pikiran Duan Du dan Gu Sheng.
“Jangan bingung, anak ini sangat nakal, ia pasti akan menghancurkan beberapa Dimensi yang tidak di tempati oleh mahkluk hidup, lalu memberikanmu Inti Dimensi agar kau semakin kuat.” Ucap Bai An menatap ke arah Duan Du dan Tu Long.
Duan Du dan Tu Long hanya tertawa kecil sambil menggosok hidung serta menggaruk kepala mereka.
“Walau kami butuh waktu untuk pulih, tapi jika menghancurkan Dimensi kosong, serahkan kepada ahlinya.”
Tanpa menunggu jawaban dari Bai An dan Gu Sheng, Tu Long dan Duan Du melesat ke arah tertentu.
Kini yang tersisa hanya Bai An dan Gu Sheng saja.
“Kenapa anda berpura-pura kuat Tuan muda? Aku tahu anda saat ini terluka jauh lebih parah dari yang terlihat di luar penampilan,” ucap Gu Sheng kini bertanya.
Bai An hanya tersenyum tipis. “Jika aku menunjukkan kelemahanku kepada musuh, mereka pasti akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membunuhku. Dan jika aku memperlihatkan kelemahanku kepada anggota keluargaku, mereka pasti khawatir dan tidak akan fokus bertarung melawan musuh jika saat ini kita di medan perang.”
“Kau pasti paham maksudku bukan?” Ucap Bai An kembali tersenyum hangat.
Mendengar itu, Gu Sheng merenung. “Benar, itu juga mempengaruhi orang-orang yang menyayangi kita jika terlihat terluka, dan saat ini aku kembali mendapat masukan dari anda Tuan muda.” Ucap Gu Sheng mengangguk paham.
“Jika orang-orang di sekeliling kita benar-benar tulus, maka saat melihat kita terluka, mereka pasti akan khawatir, dan dulu setiap aku terluka, mereka semua tidak ada yang menunjukkan tanda khawatir, bahkan beberapa dari orang yang aku anggap keluarga mengeluarkan senyum.” Sambung Gu Sheng mencengkram erat tangannya.
“Bagus, kau paham maksudku, jika begitu ayo kembali,” ajak Bai An.
Mereka berdua pun langsung menghilang dari sana.
***
Sret sret..!!
Tak lama, Bai An dan Gu Sheng pun muncul di Dimensi Alam Sihir.
“Ayah.”
“Gege.”
“An'er.”
__ADS_1
Berbagai suara langsung menyapa Bai An saat ia muncul di ruangan kecil.
Pandangan Bai An langsung menyapu ke semua keluarganya.
Bruk..!!
Uhuk uhuk..!!
Saat Xie'er, Bai Han dan Bai Chu Ye memeluk ayahnya. Bai An langsung memuntahkan seteguk darah.
“A..Ayah apa yang terjadi padamu?” Tanya Xie'er dengan nada khawatir, dan dengan cepat Xie'er mengalirkan energi kehidupan untuk menyembuhkan luka Bai An.
“Ayah,” ucap Bai Han dan Bai Chu Ye terdengar serempak kini memperlihatkan wajah bersalah karena memeluk ayahnya terlalu erat.
Sementara kedua istri dan ibu Bai An yang akan memeluk Bai An langsung berhenti. Mereka juga ikut khawatir lalu mendekati Bai An.
“Apa yang terjadi Gege?” Tanya Chu Ye terdengar gugup.
“Apa orang-orang yang Gege maksud sudah datang? Jika begitu, biarkan kami ikut menghadapi mereka.” Sambung Mu Xia'er dengan wajah berkaca-kaca.
“Benar An'er kenapa kau tidak mengajak kami, apa kau menganggap kami beban.” Ling Mei juga ikut menyuarakan pendapatnya.
“Cukup..!! Aku tidak terluka parah, hanya saja aku belum terlalu menguasai Teknik Asura yang sesungguhnya dan saat aku mencoba menggunakannya, teknik tersebut menyerang balik diriku.” Ucap Bai An terdengar tegas.
“Aku hanya butuh istirahat saja, maka aku pasti akan pulih total dan aku rasa Xie'er telah menyadari jika energiku saat ini terkuras habis saat ia mengalirkan energi Kehidupan miliknya.” Sambung Bai An melirik putrinya.
Bai Xia Xie mengangguk membenarkan. “Benar, ayah memang tidak terluka karena serangan musuh, ia terluka akibat energinya tersedot habis hingga teknik yang ayah gunakan menyerang balik dirinya. Jadi jangan terlalu menekan ayah.”
Mendengar ucapan Bai Xia Xie, semua orang seketika menjadi lega, tapi tetap saja mereka semua memperlihatkan wajah khawatir.
...
Gu Sheng yang bersembunyi di balik bayang-bayang melihat ikatan mereka semua semakin tersentuh.
“Apakah aku bisa menjadi bagian dari mereka?” Gumam Gu Sheng dalam hatinya.
Saat bergumam, sebuah suara terdengar menyapanya.
“Mengapa kau bersembunyi Gu Sheng, keluarlah dan sapa keluarga barumu.” Ucap Bai An tersenyum tipis.
__ADS_1
Di dalam hatinya, Bai An kini menyeringai tipis.
“Kau sungguh mengerikan Tuan muda,” sebuah suara berdengung di pikiran Bai An. “Aku tak menduga kau sangat licik dalam mengikat seseorang menjadi bagian dari keluargamu.”
“Berawal dari sengaja melukai diri, sengaja menyembunyikan luka di depan kedua bocah itu, lalu saat ini sengaja memperlihatkan lukamu. Ckckck,, aku yakin jika orang-orang yang ada di sana mengetahui kau sangat licik dan mempunyai bakat dalam strategi, seperti saat ini, mereka pasti akan mengincarmu untuk menjadi bagian dari mereka, jika kau menolak, maka mereka akan mengincarmu untuk membunuh orang yang menurut mereka paling berbahaya.” Ucap Asura Blood.
Bai An tersenyum kecil. “Jangan menyia-nyiakan bakat seseorang, terlebih ia mirip dengan Tu Long yang memiliki kesetiaan yang dapat di percaya. Jadi tentu aku akan melakukan segala cara agar ia semakin terikat dengan keluargaku serta ingin melindungi mereka saat aku tidak ada atau telah mati.” Ucap Bai An dengan nada santai.
...
Dret..!!
Gu Sheng muncul dengan wajah sedikit menunduk. Walau ia pernah melihat semua orang ini, tapi mereka semua tidak pernah melihat Gu Sheng.
“Siapa paman ini ayah?” Tanya Bai Xia Xie dengan senyum lembut di arahkan ke Gu Sheng.
“Dia adalah salah satu Leluhur terkuat dari Ras Manusia yang-”
Um um..!!
Bai Han yang secara asal menjawab kini mulutnya di sumpal oleh adiknya Bai Chu Ye.
“Bukan kau yang di tanya oleh Xie'er, tapi ayah. Jadi tunggu giliranmu kak, baru bicara.” Ucap Bai Chu Ye datar.
Wajah Bai Han langsung melotot ke adiknya. Bai Chu Ye tentu mengalihkan pandangan ke arah ayahnya agar Bai Han paham.
Bai An yang telah memberitahu Bai Chu Ye langsung tersenyum dalam hati.
“Ehem..!! Namanya adalah Gu Sheng, seperti yang Han'er katakan tadi, dulu ia menjadi Leluhur terkuat Ras Manusia, namun saat ini Gu Sheng akan menjadi salah satu dari kita.” Ucap Bai An langsung menjelaskan.
Mendengar itu , Ling Dong, Ling Feng, Gou Han, Gou Long, dan semua laki-laki yang belum mengenal Gu Sheng yang ada di sana langsung mengerumuni Gu Sheng.
“Woah,, kau pasti kuat Paman, ayo ajari aku teknik yang kau bisa, jika bisa latih aku menjadi lebih kuat,” teriak Gou Han kini menatap Gu Sheng dengan mata bersinar cerah.
“Enak saja, yang anak kecil nanti belakangan, utamakan yang lebih tua terlebih dahulu,” teriak Ling Dong dan Gou Long bersamaan.
Perdebatan antara yang muda dan yang tua pun terdengar menggema.
Gu Sheng yang berada di tengah-tengah mereka kini tak sadar meneteskan air matanya. Lantaran bahagia.
__ADS_1
Apa yang ia impikan kini terjadi. Kebahagiaan akan mempunyai keluarga yang sesungguhnya tanpa saling memanfaatkan satu sama lain.