
Sementara Duan Du, Tu Long, Bai Chu Ye, Bai Han dan Gu Sheng kini melototkan mata mereka ke arah Bo Wuhan.
“Hei idiot, dari mana kau tahu?” Tanya Tu Long langsung mendekati Bo Wuhan yang terus menerus ketakutan.
“Heng,, yang idiot itu kau paman, apakah kau tidak mendengarnya dengan jelas, ia mengatakan dalam sejarah buku kuno, itu artinya ia membacanya dari buku kuno dan juga walau ia telah kehilangan 90% akalnya, tapi 10% akalnya itu tetaplah ada beberapa ingatan yang tersimpan di memorynya,” dengus Duan Du.
Tak lama setelah mengejek pamannya, Duan Du langsung menutup mulutnya karena tanpa sadar telah mengejek pamannya.
Dengan cepat Duan Du membalikkan badannya, namun sebuah tangan lebih dulu menarik kerah jubahnya.
“Mau kemana kau bocah sialan,” ucap Tu Long menyeringai kejam. “Walau aku sedikit bodoh, aku sadar kau pasti menyamakan diriku dengan si idiot ini bukan. Jika begitu paman mu yang baik ini akan mengajarimu cara berbicara yang sopan.”
Tubuh Duan Du seketika menjadi lemas saat mendengar itu, tatapan Duan Du seketika mengarah ke Gu Sheng, Bai Han dan Bai Chu Ye.
Namun ketiganya langsung mengalihkan pandangan ke arah Bai An. Akan merepotkan bagi mereka jika membantu Duan Du, terlebih lagi ini urusan pribadi keduanya.
Wajah Duan Du menjadi jelek melihat Gu Sheng dan keponakannya sengaja mengalihkan pandangan. “Dasar sialan kalian semua, awas saja jika aku menjadi-”
Buk..!!
“Aduh, paman ampuni aku.” Teriak Duan langsung mengeluh saat wajahnya di tinju oleh Tu Long.
Bukannya iba, Tu Long semakin jadi memukul musuh bebuyutannya tersebut.
Buk buk buk buk..!!
Jerit keluhan terus menerus terdengar selama satu hari penuh.
Sementara keluarga Bai An hanya menikmati pertunjukkan apa yang di lakukan oleh kedua pembuat onar tersebut.
“Ye'er kenapa kau kemari? Bukankah aku mendengar dari paman Gu, kau sedang berlatih dengan Bo Wuhan?” Tanya Bai Han memiringkan kepalanya.
“Itu karena aku di hubungi oleh Paman Gu, jadi aku langsung kesini dengan cepat.” Jawab Bai Chu Ye dengan wajah datar sambil melihat ayahnya yang terus menerus berteriak kesakitan.
Bai Han mengangguk-angguk, karena ia juga di hubungi oleh Gu Sheng. Dan dengan jelas Gu Sheng saat itu panik sehingga menghubungi mereka semua.
Waktu terus berlalu, tanpa terasa sudah 2 tahun terlewati, Bai An masih terlihat melakukan Fusi.
Energi yang di muntahkan oleh Domain seseorang terus menerus di serap lalu di ubah menjadi Energi Awal.
Di dalam tubuh Bai An, kini Dantian Bai An yang hanya sebesar kepalan tangan mulai membesar secara perlahan, warna yang awalnya bewarna biru gelap mulai berubah menjadi biru cerah seperti warna rambut Bai An.
__ADS_1
Sementara lautan energi Bai An kini sangatlah mencengangkan besarnya. Itu sudah melebihi percahan Dimensi kecil yang ada di Dimensi Tanpa Nama.
Argh..!!
“Sial, apakah masih lama?” Tanya Bai An menggertakkan giginya, ia sudah merasa di ambang batas saat ini sehingga mau tak mau ia bertanya kepada Roh Asura Blood.
“Setahun lagi, bertahanlah dan tetap jaga kesadaranmu, jika kau kehilangan kesadaran maka di saat itu kau akan langsung mati.” Ucap Roh Asura Blood terdengar serius.
Mendengar itu jiwa Bai An terlihat menggertakkan giginya.
“Sialan, aku harus bertahan, ini demi keluargaku, jika aku lemah maka mereka pasti akan mati,” gumam Bai An langsung mengingat wajah keluarganya satu persatu.
Bahkan Bai An mengingat wajah para saudaranya yang gugur saat membantunya melawan musuh-musuhnya.
Tanpa di duga, jiwa Bai An seketika berubah warna, dari yang awalnya bewarna putih kini mulai menampakkan sosok jiwa yang menyerupai bentuk aslinya, jiwa Bai An kini mulai membentuk darah, tulang dan kulit.
Bukan hanya itu saja, Jiwa Bai An kini memancarkan aura yang luas biasa kuat.
Roh Asura Blood yang melihat itu langsung tersenyum tipis. “Evolusi menuju Jiwa Abadi, walau masih di tingkat jiwa evolusi pertama, tapi ini sudah melebihi apa yang aku pikirkan.” Gumam Roh Asura Blood melihat ke arah atas.
“Apa kau lihat keturunanmu yang entah ke kebarapa ini Tuan, aku merasa ia bisa melebihi kekuatan Jiwamu suatu saat nanti, dan jika itu terjadi, maka tidak akan ada yang bisa membunuhnya dengan mudah jika orang-orang serakah itu mengincarnya,” gumam Roh Asura Blood tersenyum penuh kesedihan dan kebahagiaan.
Secara tiba-tiba jiwa Bai An mengeluarkan cahaya bewarna biru cerah.
Mata Roh Asura Blood sedikit menyipit saat melihat itu. “Sial,, apa-apaan ini,” gumam Roh Asura Blood langsung menyelimuti dirinya dengan energi tertentu.
Blush...!!
Bomm...!!
Wuss..!!
Jiwa Bai An seketika meledakkan energi spiritual atau biasa di sebut Energi Jiwa Awal.
***
Di luar, Duan Du, Tu Long, Bai Han, Bai Chu Ye, Gu Sheng dan Bo Wuhan seketika terlempar ke berbagai arah saat ledakan Energi Jiwa dari dalam tubuh Bai An terjadi.
Uhuk uhuk..!!
Semua keluarga Bai An seketika memuntahkan seteguk darah dan yang paling parah terluka jiwanya adalah Bai Han dan Duan Du.
__ADS_1
Gu Sheng yang terkuat kini melesat ke arah tertentu.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Melihat Duan Du pingsan, dengan cepat Gu Sheng memeriksa tubuhnya.
Wajah Gu Sheng seketika berubah menjadi gelap. “Lukanya jiwanya sangat parah, aku takut Tuan muda Du tidak bisa bertahan hidup dalam beberapa tahun jika tidak cepat-cepat menemukan obat yang cocok untuk menyembuhkan jiwanya,” gumam Gu Sheng kini tak tahu harus mengatakan apa saat Bai An telah terbangun.
...
Duar..!!
Ledakan energi seketika Gu Sheng rasakan, saat melihat ke arah yang cukup jauh, ia melihat Bai Chu Ye saat ini kehilangan kendali.
“Sial, ini jauh merepotkan daripada bertarung melawan musuh-musuh kuat,” gumam Gu Sheng melesat ke arah Bai Chu Ye.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Bertepatan dengan sampainya Gu Sheng, Tu Long juga telah lebih dulu beberapa detik sampai.
“Tenangkan dirimu Ye'er, aku yakin kakakmu pasti akan selamat, jangan sampai kau terbawa emosi yang menyebabkan semakin terlukanya kakakmu,” ucap Tu Long kini penuh dengan kebijaksanaan.
Bai Chu Ye hanya mengangguk lemas dengan air mata terus mengalir saat melihat kakaknya dalam kondisi paling tragis.
Gu Sheng yang melihat itu pun hanya bisa membeku.
Tak lama pandangan Gu Sheng dan Tu Long mengarah ke Bo Wuhan yang kini terus mengapit kedua kakinya menggunakan tangannya.
“Bocah idiot ini, kenapa mentalnya seperti ini, sangat merepotkan jiwa ia terus menerus takut seperti ini,” ucap Tu Long dengan geram.
“Sudah, biar aku yang membawanya dan kau membawa Tuan muda Du,” ucap Gu Sheng langsung memberikan Duan Du.
Tapi Tu Long langsung menggelengkan kepalanya. “Biar aku yang membawanya Du'er bersama si idiot ini, kau jagalah Tuan muda, aku takut terjadi apa-apa dengannya.”
“Jika terjadi sesuatu dan tidak ada orang yang melihat, itu akan jauh lebih menekan kita semua,” ucap Tu Long terdengar serius.
Gu Sheng mengangguk patuh di sertai mata penuh kekaguman, karena di saat seperti ini, Tu Long sangat bisa di andalkan.
__ADS_1