
Mata Elf tua tersebut langsung melotot tak percaya, padahal ia baru saja menemukan cara untuk membunuh Bai Chu Ye, namun di saat akan melancarkan serangan, musuh berhasil pergi dari jangkauannya.
“Sialan, jika begini pertarungan pasti akan menjadi jauh lebih lama lagi,” gumam Elf tua.
Bai Chu Ye kini tersenyum kecil. “Aku sudah menduga jika kau tidak bisa bergerak seperti tadi jika tidak ada butiran Mana kehidupan di sekeliling musuhmu,” ucap Bai Chu Ye langsung mengambil sikap kuda-kuda.
Tubuh Bai Chu Ye membungkuk ke depan.
“Mari kita coba sebuah teknik yang baru saja aku bayangkan beberapa waktu tadi,” ucap Bai Chu Ye tersenyum datar.
“Blood Nature Technique,” gumam Bai Chu Ye.
Tak lama tubuh Bai Chu Ye langsung berbaur dengan langit yang bewarna merah.
Dret..!!
Bai Chu Ye muncul di depan Elf tua.
Elf tua yang merasa krisis langsung mengayunkan tombaknya ke sembarang arah.
Trank..!!
Trank..!!
Tiga kali Elf tua mengayunkan tombaknya, tiga kali juga suara benturan terdengar.
Hal itu membuat Elf tua memicingkan matanya, saat Elf tua mencoba untuk menyentuh udara di depannya.
Trank..!!
“Sial, ini sebuah kurungan,” gumam Elf tua langsung tersadar.
“Kau sedikit benar, namun ini bukan kurungan, melainkan teknik yang aku tiru darimu, dan teknik ini sedikit berbeda, di karenakan kekuatan spesial kita berbeda,” ucap Bai Chu Ye langsung muncul mengayunkan pedangnya.
Dret..!!
Elf tua langsung menghilang.
Bersamaan dengan munculnya Elf tua, Bai Chu Ye juga ikut muncul.
Kini pertarungan Domian di mulai.
Dret..!!
Wuss..!!
Bom..!!
__ADS_1
Bai Chu Ye dan Elf tua saat muncul langsung mengayunkan senjata mereka bersamaan.
Hal tersebut terus terjadi selama satu bulan penuh.
Guncangan terus di rasakan oleh Kota Putih.
Hal itu membuat banyak ahli yang baru selesai memperbaiki kota yang sebagaian hancur pergi menuju laut lepas.
Saat mereka melihat warna di langit bewarna merah dan biru cerah saling bersaing dan sebuah cahaya terus bermunculan di tempat berbeda.
Semua Elf tersadar jika ini adalah pertarungan Ahli tingkat tinggi yang jarang terlihat.
Bahkan keluarga Bai Chu Ye ikut muncul untuk melihat. Mereka pun mau tak mau terkejut saat melihat kekuatan sejati Bai Chu Ye yang sebenarnya.
“Aku tak menduga jika Ye'er akan sekuat ini,” ucap Long Yuan.
“Hemm..!! Kita tidak boleh berpuas diri, ayo tingkatkan kekuatan kita juga agar tidak tertinggal jauh.” Sambung Pixiu.
“Benar paman, aku juga ingin meningkatkan pengalaman bertarungku agar bisa seperti Tuan muda Ye,” ucap Jiu Long mengangguk penuh semangat.
Sementara ketiga anak angkat Tu Long juga terlihat memasang wajah penuh tekad.
Mereka semua pun pergi tanpa memikirkan kondisi Bai Chu Ye, karena mereka yakin Bai Chu Ye akan baik-baik saja.
Terlebih mereka sadar diri jika ikut masuk dalam pertarungan itu, maka mereka akan menjadi beban yang akan selalu di lindungi.
“Aku tak menduga jika di sudutkan sampai kondisi seperti ini,” ucap Elf tua mundur dengan tubuh penuh luka.
Bai Chu Ye juga ikut mundur dengan penuh luka. “Aku juga tak menduga jika kau bisa melukaiku walau aku menggunakan kekuatan spesialku,” ucap Bai Chu Ye terlihat memasang wajah datar.
“Mari kita ahiri pertarungan kita,” ucap keduanya serempak.
Serangan terahir mereka ini akan menentukan siapa pemenangnya.
Keduanya langsung mengambil sikap kuda-kuda.
Aura di seketikar mereka mulai melonjak dan saling menekan satu sama lain.
Saat keduanya akan bergerak.
Sebuah anak panah muncul dari celah yang tiba-tiba sobek di depan Bai Chu Ye.
Jlep..!!
Duar..!!
Bai Chu Ye yang terlambat merespon langsung terkena anak panah tepat di jantungnya dan tak lama tubuhnya meledak.
__ADS_1
“Tidak,” seketika Elf tua tersebut langsung berteriak hingga suaranya menggema, amarahnya langsung melonjak.
Duar duar duar...!!
Pandangan Elf tua langsung mengarah ke sosok Elf muda yang memegangi busur panah.
“Leluhur Panah Suci,” teriak Elf tua langsung meneriaki Leluhur Elf yang tiba-tiba muncul membunuh orang yang ia kagumi karena mampu melawannya hingga ke titik ini.
Pandangan Elf tua juga kini terlihat berbeda ke Ras Manusia yang ia anggap menjijikkan karena kehadiran Bai Chu Ye.
“Hemm..!! Kenapa kau marah Leluhur Tombak Cahaya,” ucap Leluhur Panah Suci dengan nada datar.
“Seharusnya kau beruntung aku membantumu membunuhnya dengan cepat, terlebih ia membawa mayat putra ku Panglima Kehancuran,” sambung Panah Suci.
Dret..!!
Panah Suci langsung merobek ruang yang ada di depannya. “Cepatlah kembali, para manusia rendahan sudah melakukan pergerakan terang-terangan seperti yang kau lihat ini. Jadi aku kesini memberitahumu untuk kita berkumpul di tempat biasa.” Ucap Panah Suci langsung memasuki celah.
Tombak Cahaya hanya mendengus, ia kini mendekati tempat tubuh musuh yang ia anggap layak sebagai musuh.
“Aku tak menduga jika akan menjadi seperti ini, kali ini aku sadar jika semua Ras mempunyai ego yang tinggi dan kau telah membuatku sadar arti kehidupan teman muda,” ucap Tombak Cahaya langsung mengumpulkan semua abu yang melayang di depannya.
Setelah mengumpulkannya, Tombak Cahaya langsung menaruhnya di guci kesayangannya.
“Aku akan membawa abu mu kemanapun aku pergi teman muda,” ucap Tombak Cahaya langsung merobek ruang lalu masuk.
Jlep..!!
...
Tidak jauh dari ledakan, kini Antoni muncul bersama Bai Chu Ye.
Beruntung Antoni datang tepat waktu dan Bai Chu Ye juga langsung menaruh mayat Elf yang telah ia siapkan jauh sebelum bertarung dengan Tombak Cahaya.
“Hehe,, rencana kedua sukses,” kekeh Bai Chu Ye dalam hati.
Tentu Bai Chu Ye mampu membunuh Tombak Cahaya di saat terahir tadi, tapi ia sengaja menunda sedikit lebih lama agar musuh yang sudah ia rasakan menyerangnya secara diam-diam.
“Saudara Ye, rencanamu sungguh gila dan di luar akal sehat, aku tak menduga jika kau mempertaruhkan nyawa hanya untuk mengambil hati nurani Tombak Cahaya,” ucap Antoni menggelengkan kepalanya.
“Kau tahu, tidak ada yang instan di dunia ini, dan aku yakin kau sampai ke titik sekarang inipun tidaklah mudah, jadi jangan mengeluh,” ucap Bai Chu Ye datar.
“Aku juga yakin kau pasti akan melakukan hal yang lebih gila dari diriku jika keluargamu di ganggu atau sedang terancam. Dan saat ini aku melakukan ini demi melindungi keluargaku, tapi caraku saat ini bukan membunuh, melainkan mencari teman yang akan menjadi pendukungku. Kau pasti paham maksudku bukan,” ucap Bai Chu Ye melirik Antoni.
“Hemm..!! Saat ini kita kekurangan orang, tidak mungkin kita menang melawan semua Ras dengan jumlah kita saat ini, jadi satu-satunya cara adalah terus mencari sekutu yang benar-benar percaya kepada kita agar kecil kemungkinan ia berkhianat, dan saat ini mengambil hati merekalah cara yang paling ampuh.” Ucap Antoni semakin kagum dengan Bai Chu Ye.
“Benar, ayo kita kembali untuk mengatur rencana selanjutnya, terlebih aku baru mendapat info dari kakak ku yang saat ini berada di Kekaisaran Gama,” ajak Bai Chu Ye.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung pergi menuju kedai yang menjadi markas mereka saat ini.