Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kemunculan Sosok Bertopeng Kuning dan Pelelangan Item Pertama


__ADS_3

“Kau kira aku akan kalah lagi, jangan harap,” teriak Bai An kembali mengerahkan semua kemampuannya.


Blush..!!


Bom bom..!!


Dua energi seketika bentrok hingga meluluh lantahkan area sekitar.


Hah hah hah...!!


“Apakah berhasil,” ucap Bai An mencoba bangkit sambil melihat ke arah depan.


Mata Bai An seketika menyipit saat tidak melihat perubahan di mayat yang di bawa olehnya.


“Apakah jiwa Nona Yun tidak masuk ke mayat ini?” Ucap Bai An melirik ke arah Roh Asura Blood yang menguap santai.


“Dasar Roh sialan,” umpat Bai An dalam hati.


“Hei hei,, aku dapat menebak mu, jangan mengutuk ku bocah,” dengus Roh Asura Blood.


“Jiwanya berhasil masuk, tapi aku juga sedikit bingung, aku kini tidak merasakan jiwa wanita itu di tubuh mayat wanita yang kau bawa ini.” Ucap Asura Blood yang pada akhirnya menjawab pertanyaan Bai An.


Bai An yang mendengar itu pun langsung mencoba memulihkan energi jiwa terlebih dahulu sebelum memeriksa kondisi mayat wanita di depannya.


***


Ruang VVIP no 08.


Duan Du yang terlihat mengkhawtirkan kakaknya dan Pelayan Sia Yun kini mengabaikan acara lelang yang akan di mulai.


Terdengar suara puluhan ribu peserta dari lantai pertama, bahkan beberapa juga peserta lelang VIP lantai kedua ikut bersorak karena sudah tidak sabar akan di mulainya pelelangan.


“Ayo jangan basa basi, langsung saja mulai lelangnya,” suara demi suara terdengar sama dari berbagai orang.


“Woah, dasar orang-orang idiot, apakah kalian tidak pernah mengikuti pelelangan, kolot sekali kalian.”


Suara yang tadinya gaduh kini menjadi hening setelah mendengar suara dari seorang pemuda yang berada di lantai tiga, tepatnya di ruang VVIP no 08.


“Dasar bocah sialan, urus saja hidup sendiri, jika kau bicara lagi maka hidupmu tak akan sampai satu hari lagi,” teriak salah satu pria berumur 50 yang berada di ruang VIP no 03.


“Apa kau ingin mati hah,” teriak salah satu pemuda yang duduk di lantai pertama.


Berbagai teriakan seketika kembali terdengar di sertai aura membunuh di arahkan ke ruangan VVIP no 08.


Bai Han yang melihat orang-orang mulai terprovokasi seketika tersenyum lebar.


“Hehe,, ternyata begitu menyenangkan membuat orang marah, kini aku sadar mengapa Paman Du dan Paman Tu dari dulu senang memprovokasi orang.” Kekeh Bai Han sambil melihat pamannya yang termenung.

__ADS_1


“Paman, apa kau diam saja melihat keponakanmu di tindas? Mana ucapan paman yang katanya ingin melindungi Han'er,” ucap Bai Han langsung cemberut.


Bai Han sengaja melakukan ini agar pamannya tidak terlalu tertekan oleh pikirannya sendiri.


Duan Du yang mendengar itu pun langsung melihat keponakannya dengan seutas senyum lembut.


“Huuf,, terimakasih Han'er,” ucap Duan Du langsung memeluk keponakannya. Duan Du sadar jika Bai Han hanya ingin membuatnya tenang dengan sengaja membuat masalah hingga bisa mengalihkan pikirannya.


Tak lama Duan Du melirik ke arah jendela. “Heeh,, ternyata apa yang di katakan keponakanku benar juga, kini aku sadar jika kalian semua memang benar-benar idiot, hanya dari kata-kata anak kecil saja kalian sudah marah, heh heh,” ejek Duan Du.


Blush..!!


Blush..!!


Ribuan hawa membunuh seketika mengarah ke arah ruangan VVIP no 08.


“Urgh,, aku takut sekali, jangan bunuh aku,” ucap Duan Du dengan nada ejekan.


“Kau,”


“Kau,”


Banyak yang termakan provokasi Duan Du dan Bai Han kini hanya bisa menandai Duan Du dan Bai Han. Walau mereka tidak bisa melihat wajah, tapi mereka sudah menandai suaranya.


“Lihat saja, saat sudah di luar kota, aku akan membunuh kalian semua,” teriak beberapa orang.


Tap tap..!!


Beberapa Master Sekte Besar yang merasakan aura tersebut hanya bisa membelalakkan mata mereka.


“I..Ini, apakah dia orang yang di rumorkan menghanguskan satu Sekte Besar dalam semalam,” gumam salah satu Master Sekte Besar ternama.


"Kekuatannya, apakah dia pemilik Rumah Lelang ini? Pantas saja dia berani memperlihatkan kemewahan rumah lelang ini,” gumam Master Sekte yang berada di ruangan VVIP no 20.


Sementara Duan Du, dan Bai Han menatap tajam sosok bertopeng kuning yang berdiri di atas panggung. “Ini, apa yang dia rencanakan?” Gumam Duan Du yang tidak terlalu terkejut saat melihat ada sosok bertopeng kuning datang ke kota ini. Tapi Duan Du terkejut lantaran ia berani memunculkan keberadaannya di semua orang.


Master Xi Juan yang memejamkan matanya pun langsung membuka matanya.


“Dia kuat Guru,” ucap Master Xi Juan.


“Eeh Guru?” Ucap Bai Han bingung sambil melirik keduanya.


“Nanti paman jelaskan Han'er,” ucap Duan Du mengusap punggung keponakannya.


Hem..!!


Bai Han langsung mengangguk paham tanpa ingin melanjutkan rasa penasarannya.

__ADS_1


“Guru tahu dia sangat kuat, tapi guru tidak tahu ada di tingkat berapa orang itu,” ucap Duan Du melirik muridnya.


“Dewa Surgawi ⭐ 8 Awal, atau bahkan lebih kuat lagi, Juan'er merasakan jika ia menyembunyikan kekuatan aslinya.” Jawab Xi Juan dengan nada serius.


“Ini akan sangat merepotkan Guru, bahkan jika kami semua bergabung, belum tentu kami bisa menang,” sambung Xi Juan.


Duan Du yang mendengar itu sedikit melototkan matanya. “Hemm..!! Jika apa yang kau ucapkan benar adanya, mengapa ia tidak langsung menyerang kita dari pertama kali ia datang kesini?” Tanya Duan Du. Merenung sambil bergumam


“Ada yang tidak beres, aku merasa ia sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya.”


“Apa-” Sebelum Xi Juan menyelesaikan ucapannya, Duan Du lebih dulu memotongnya.


“Tidak perlu, kita akan ikuti permainannya lebih dulu sembari menunggu kedatangan kakak dan menunggu kabar Ye'er yang sedang melakukan sesuatu juga,” ucap Duan Du tersenyum tipis.


***


Di panggung lelang.


Sosok bertopeng kuning yang akan menjadi pembawa acara lelang sedikit mengerutkan keningnya karena kesadarannya sedikit buram saat mencoba melihat ke arah ruang VVIP no 08.


Walau buram, sosok bertopeng kuning tentu bisa menembus perisai buatan Xi Juan dan Duan Du.


“Hem..!! Kemana topeng hitam no 01 dan keturunan Asura pergi?” Gumam sosok bertopeng kuning.


“Heh,, itu tidak penting, aku yakin mereka akan datang kesini, terutama pengkhianat itu, aku yakin ia akan mati tak lama lagi,” sambung sosok bertopeng kuning.


Plak plak..!!


“Baiklah karena kalian sudah kembali tenang serta tidak sabar, aku akan langsung mulai saja langsung,” ucap sosok bertopeng kuning bertepuk tangan dua kali di sertai tersenyum tipis di balik topengnya.


Tap tap..!!


Tak lama datang dua sosok bertopeng hitam membawa cincin penyimpanan.


Wuss..!!


Salah satu dari sosok bertopeng hitam langsung mengeluarkan sesuatu yang langsung membuat semua peserta lelang membelalakkan mata mereka.


Bukan yang keluar dari cincin tersebut yang membuat mereka terkejut, melainkan cincin itu sendiri.


“Hoho,, aku tahu kalian sangat bersemangat, tanpa perlu aku jelaskan pun kalian tahu ini cincin dimensi, dan inilah item pertama yang akan di lelang.” Ucap sosok bertopeng kuning.


“Harga awal adalah satu batu kristal tingkat tinggi dengan kelipatan harga tidak di batasi. Dan jika orang yang memenangkan item ini maka ia juga berhak membawa semua budak ini,” ucap sosok bertopeng kuning.


Woah..!!


Woah..!!

__ADS_1


__ADS_2