Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kejadian Tak Terduga di Dimensi Mixture


__ADS_3

Bai An yang berkonsentrasi tinggi semenjak pertarungan awal langsung melakukan menuver.


Bom..!!


Mata Bai An terlihat terkejut saat ia mengayunkan kakinya.


Sementara Rubah Kematian yang melakukan tipuan kini menjerat kakinya menggunakan cambuk yang biasa ia gunakan untuk menangkap buruannya.


“Haha,, hancur,” teriak Rubah Kematian mengalirkan energinya dalam jumlah besar.


Namun sebelum itu terjadi, tubuh Bai An langsung berubah menjadi butiran cahaya.


“Domain.” Gumam Rubah kematian membelalakkan matanya lantaran tidak sadar jika masuk area milik Bai An.


“Ayo perlihatkan kekuatan yang sesungguhnya dari sosok ahli Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir.” Gumam Bai An berbisik tepat di telinga Rubah Kematian.


Merasa nyawanya tinggal seujung kuku, Rubah Kematian seketika menutupi seluruh tubuhnya menggunakan energi aneh. Tak hanya itu, Rubah Kematian juga langsung berubah menjadi sosok Rubah Ekor 10 dan satu dari 10 ekornya terlihat selalu mengeluarkan energi yang sangat mengerikan.


“Energi yang berbau darah, ini hampir menjadi Energi Awal,” gumam Bai An muncul tidak jauh dari sosok Rubah Kematian yang terlihat anggun namun mematikan.


“Manusia, dari baumu kau adalah Ras manusia.” Suara dari Rubah Kematian terdengar jauh berbeda saat ia masih menjadi sosok anak kecil.


Wung..!!


Tak lama kesepuluh ekor Rubah kematian seketika berdengung keras.


Wuss wuss..!!


Sembilan dari sepuluh ekor tersebut langsung melesat ke berbagai arah dan salah satunya mengarah ke Bai An.


Setiap ekor Rubah Kematian di selimuti oleh Hukum yang berbeda-beda dan yang menjadi otak utamanya adalah Ekor yang bewarna merah darah yang terlihat sebagai intruksi menggerakkan kesembilan ekor lainnya.


Salah satu Ekor yang melesat ke arah Bai An di selimuti oleh Hukum Angin langsung menyerang Bai An.


Dret..!!


Jlep..!!


Tubuh Bai An langsung hancur setelah terkena serangan ekor yang di selimuti oleh Hukum Angin.


Dret..!!


Kedelapan lainnya juga langsung menyerang menggunakan Hukum masing-masing.


Bai An seketika terpaksa muncul dengan wajah serius.


Bibirnya terlihat meneteskan darah dan jubahnya tersayat oleh Hukum Baja yang membentuk partikel kecil menyerang Bai An beberapa saat lalu.


Kini Bai An menatap tajam ke arah kesembilan ekor Rubah Kematian. Ia terlihat tak menyangka jika bisa terpojok di Domainnya sendiri.


Sementara Rubah Kematian menyeringai kejam. “Ini masih awal, akan ku perlihatkan kau apa itu kekuatan yang mengimbangi para Jenius Monster Sejati.” Ucap Rubah Kematian.


Dret..!!


Mata Rubah Kematian berubah menjadi merah darah seolah air darah tak memiliki ujung jika di tatap.

__ADS_1


Blush..!!


Aura di seluruh Domain Bai An seketika berubah mencekam, bersamaan dengan itu kesepuluh ekor miliknya kini memiliki energi yang mengerikan.


Tapi satu yang paling mencolok, yaitu ekor yang bewarna merah darah.


Gerr...!!


Suara Rubah Kematian terdengar menggeram.


Wung..!!


Kesepuluh ekor langsung melesat mengepung Bai An dan ekor bewarna merah darah kini menuju ke arah Bai An.


Bai An yang melihat itu langsung mengangkat tangannya. Tak lama muncul pedang kayu bewarna hitam. Walau bukan Pedang Asura, kekuatan pedang kayu yang Bai An gunakan ini sangat kuat karena bisa tumbuh menyamai penggunanya seiring meningkatnya sang pengguna.


Dret..!!


Pedang Bai An langsung di selimuti oleh Energi Awal atau Energi Asura.


Wung..!!


Pedang Bai An langsung berdengung, cahaya seketika muncul di sisi pedang Bai An.


“Teknik Asura.”


“Tahap Kedua, Penghapus Bencana.” Gumam Bai An mengayunkan pedangnya.


Dret..!!


Wuss..!!


Cahaya seketika menutupi seluruh Domain yang Bai An ciptakan. Bersamaan dengan itu, semua ekor langsung musnah tanpa meninggalkan jejak.


Bai An dan Rubah Kematian sama-sama melotot melihat apa yang terjadi saat ini.


Dalam seperkian detik, sebuah cahaya menyilaukan membuat keduanya terpaksa menutup mata, dan setelah membuka mata. Apa yang mereka lihat kini seolah melihat sesuatu yang mustahil.


Bai An melihat serangannya seolah tidak mengeluarkan energi sama sekali, hanya mengeluarkan cahaya menyilaukan. Saat ia membuka mata, ia melihat Rubah Kematian kembali ke bentuk manusia.


Sementara Rubah Kematian tentu lebih terkejut lantaran ia tak pernah berubah ke wujud ini, terlebih lagi ia merasakan tubuhnya kini tidak bisa berubah wujud ke wujud aslinya dalam waktu yang belum ia ketahui.


Dan satu hal yang paling membuat ia terkejut, bukan karena energi awal atau sebagainya. Tapi kini ia bisa melihat wajah Bai An yang mirip dengan sosok yang menekan garis darahnya sedemikian rupa.


“Ka..Kau siapa kau?” Tanya Rubah Kematian menunjuk ke arah Bai An.


Sebelum Bai An menjawab, pandangannya tiba-tiba menjadi gelap.


“Eeh,, apakah ini karena efek Energi Asura?” Gumam Bai An langsung terjatuh.


Sementara Rubah Asura yang instingnya mengatakan harus membantu sosok yang mirip Bai Chu Ye kini muncul menangkap tubuh Bai An.


Saat ia menyentuh tubuh Bai An. Rubah Kematian seketika berkeringat dingin saat tahu jika orang di depannya ini adalah orang tua dari Tuan-nya.


“Sialan, apa-apaan ini, bagaimana aku bisa menjelaskan ini kepada-”

__ADS_1


Sebelum Rubah Kematian menyelesaikan ucapannya, hidungnya yang sangat sensitif terhadap bau makanan kini terdiam.


“Ini, baunya sangat enak,” ucap Rubah kematian layaknya anak kecil dengan wajah berseri-seri.


Tanpa memikirkan beban tentang Bai An. Kini Rubah kematian melesat ke arah kota kematian.


Dret..!


Duar..!!


Tapi baru saja ia ingin merobek ruang di depannya, ia terpaksa harus mundur sejauh mungkin lantaran munculnya sebuah bayangan dari celah yang ia buat.


Tatapan Rubah Kematian seketiga mengganas saat di halangi. “Berani sekali kalian menghalangi jalanku,” teriak Rubah Kematian.


Sementara sosok bayangan muncul dengan mata mengganas.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Gerr..!!


Bo Wuhan juga langsung menggeram saat melihat sosok yang ia takuti dan hormati kini di bawa oleh anak kecil.


“Satu kata, Lepaskan.” Ucap Duan Du.


Dret..!!


Duar duar duar..!!


Aura dari Duan Du langsung melonjak menjadi liar, aura membunuh yang sangat pekat seketika keluar dari tubuh Duan Du.


Entah berapa banyak yang Duan Du bunuh semasa hidupnya.


Namun satu hal yang pasti, dari aura membunuh Duan Du yang keluar saat ini mampu membuat Rubah Kematian yang banyak membunuh kini bergetar ketakutan.


Pandangan Rubah kematian juga mengarah ke atas, langit seketika berubah menjadi gelap gulita. Bukan hanya di Kota Kematian saja langit berubah gelap. Tapi di seluruh Dimensi Mixture.


Hal ini adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi selama ini.


Goar..!!


Raungan mengerikan muncul dari balik langit yang gelap.


Tak lama muncul sosok bayangan bermahkota menatap ke arah bawah. Sosok bayangan tersebut sangatlah besar, saking besarnya hampir menyamai dua wilayah.


“Sialan, apa-apaan ini, kenapa hidupku sangat sial dalam beberapa waktu ini.” Gumam Rubah Kematian meruang marah.


Wung..!!


Sebuah dengungan langsung terdengar dari tubuh Rubah Kematian lantaran ia frustasi akibat nasibnya yang malang.


Dret dret..!!


Tubuh Rubah Kematian seketika berubah menjadi besar, secara perlahan-lahan sosok Rubah yang awalnya bewarna hitam kini berubah warna menjadi merah darah.

__ADS_1


Tatapan Rubah Kematian menatap ke arah sosok Bayangan bermahkota.


__ADS_2