
Tidak ada yang mengetahui jika Bai An sudah memprediksi kematiannya dan langsung menugaskan beberapa dari mereka untuk melakukan sesuatu yang hanya mereka dan Bai An sendiri yang tahu.
Dan kini Yu Fan dan yang lainnya yang telah di tugaskan terlihat memasang wajah serius.
“Aku sudah tidak sabar menanti akan hari ini, terlebih pasukan ku juga terlihat sudah mulai lapar,” ucap Lang Zai dan Fang Hu menyeringai serempak.
“Begitupun aku,” sambung Pixiu memasang wajah serius.
“Benar, penantian panjang kita akhirnya berahir setelah kedatangan Tuan muda,” sambung Fang Hu sambil mengangguk-angguk.
“Jika begitu ayo kembali lebih dulu, dan jangan sampai membuat Tuan muda Bai Han menunggu nantinya. Akan lebih baik jika kita yang menunggunya dengan persiapan yang sudah selesai. Maka, pada saat Tuan muda datang, kita hanya tinggal berangkat saja,” ucap Yu Fan sambil melirik semua anggota keluarganya.
...
Setelah berbincang-bincang selama beberapa menit, mereka semua pun langsung kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tap tap..!!
Long Yuan yang melesat ke arah utara kini mendaratkan kakinya.
“Salam Ketua,” ucap ratusan pemuda langsung sedikit membungkukkan badannya.
“Kalian semua telah dewasa dan juga cukup kuat, bahkan aku tidak menyadari itu karena terlalu menikmati melatih kalian semua,” ucap Long Yuan melirik semua pemuda yang berumur lebih dari ribuan tahun.
Mereka semua adalah anak-anak yatim piatu yang dulunya pernah di selamatkan oleh Bai An dan sempat di bawa ke dunia jiwanya.
Namun Bai An tidak ingin melibatkan mereka semua sehingga mengembalikannya lagi ke tempat asalnya untuk saat itu, karena mereka masih lemah.
Tingkat kekuatan ratusan pemuda yang di latih oleh Long Yuan saat ini cukup mengerikan.
Mereka semua rata-rata berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal, sementara untuk Long Yuan sendiri ada di tingkat Kaisar Dewa ⭐ 2 Puncak.
Jika Bai Han melihat tingkat kultivasi Long Yuan, mungkin ia akan sangat trkejut dan tidak akan menyangka jika kekuatan Long Yuan setinggi ini, itu karena tempat mereka tinggal ini adalah Alam Half Immortal, atau Alam Setengah Fana.
...
“Itu karena Ketua melatih kami dengan sepenuh hati dan juga kebaikan Tuan yang telah mengirim ketua untuk melatih kami.” Ucap salah satu pemuda dengan wajah bahagia.
“Benar, pada awalnya kami kecewa, sedih, merasa lemah, karena Tuan mengirim kami kembali waktu itu. Yah,, walau kami sadar kami adalah beban pada saat itu, setidaknya kami bisa membantu dengan mengorbankan nyawa kami.” Ucap pemuda yang terlihat sangat tampan. “Tapi pada saat ketua kembali, kami semua paham jika Tuan tidak ingin mengorbankan kami dan tidak ingin selalu merasa bersalah akibat kematian kami.” Sambung pemuda tersebut.
“Beliau adalah Tuan sejati, ia bahkan mengirim ketua untuk melatih kami dan sangat percaya terhadap kami, dan kini kami juga bisa berada di sisinya di saat ia membutuhkan, sama seperti dirimu di masa lalu,” balas seorang pemuda berotot.
__ADS_1
“Jadi ayo kita buktikan kepada Tuan jika kami juga sangat ingin ikut bertarung di sisinya, sekarang kami telah cukup kuat dan tidak akan membebani Tuan lagi,” teriak pemuda brotot langsung mengangkat tangannya.
Woaahh..!!
Woahh..!!
Seketika semua pemuda yang di latih oleh Long Yuan langsung berseru dengan nada semangat.
Mereka adalah orang-orang yang sangat mencintai Bai An layaknya orang tua mereka, bahkan mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi keselamatan Bai An.
Long Yuan yang melihat anak-anak yang di latihnya hanya bisa tersenyum hangat.
“Mereka semua sama seperti diriku, ingin ikut berjuang di samping Tuan,” gumam Long Yuan.
Tak lama, Long Yuan membalik badannya lalu berteriak. “Jika begitu, ayo kita buktikan kepada Tuan nantinya, jika kita akan berjuang sepenuh hati bersamanya dan tidak akan mengecewakannya.”
“Yah,, walau Tuan tidak akan kecewa, karena aku cukup mengenal sifatnya,” sambung Long Yuan dalam hati.
Woaahh..!!
Ratusan pemuda yang di latih Long Yuan seketika berteriak jauh lebih kencang saat mendengar teriakan Tu Long.
Tak lama kemudian, mereka pun langsung melesat.
Wuss...!!
Wuss..!!
***
Pixiu yang melihat wajah anak-anak yang penuh semangat serta berteriak terus menerus pun kini terlihat melesat ke arah yang sama kemana Long Yuan melesat, yaitu Kota An.
...
Di Barat.
Lang Zai juga terlihat baru saja melesat pergi ke kota An.
Di Selatan.
Feng Yuan juga sama, terlihar kini mereka bergerak melalui udara menggunakan Elang sebagai tunggangan mereka.
Di Barat Laut.
Hei Long baru saja sampai, karena Barat laut adalah lokasi yang terjauh dari Kota An.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Anak-anak, waktunya sudah tiba, kalian sangat menantikan waktu ini bukan? Jika begitu ayo berangkat dan jangan kecewakan Tuan muda Han yang akan datang menjemput kita, kita juga akan mengejutkannya nanti saat ia sampai dan melihat tingkat kekuatan kita masing-masing,” teriak Hei Long.
Mendengar suara teriakan Hei Long, anak-anak yang di latih oleh Hei Long yang kinu melakukan berbagai aktifitas pun langsung bangkit lalu menyebar ke segala arah, yaitu tempat mereka menyimpan semua barang mereka.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama mereka pun dengan cepat muncul di tempat mereka berlatih.
Di sana terlihat Hei Long sudah menunggu mereka.
“Ayo jangan buat Tuan muda Han menunggu, gunakan kecepatan penuh kalian,” ajak Hei Long langsung tersenyum tipis.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tak lama mereka semua pun langsung mengeluarkan roda bewarna putih dan langsung mengeluarkan cahaya saat di aliri Energi.
Dua roda yang anak-anak keluarkan pun langsung mereka selipkan di kaki mereka lalu menggunakan melesat untuk kendaraan mereka.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Wilayah Tengah, tidak jauh dari Kota An, Yu Fan yang kini melirik anak-anak yang ia latih pun langsung bangkit.
“Ingat, jangan ada yang mencoba angkuh atau menjilat di depan Tuan muda Han, karena Tuan muda Han akan mengetahuinya dalam sekali pandang, selain kuat, Tuan muda Han juga sangat bijaksana. Jadi jangan sampai mengecawakan Tuan muda nantinya. Apa kalian paham?” Teriak Yu Fan terdengar sedikit emosi.
Yu Fan emosi karena saat ia kembali, ia melihat beberapa anak-anak minum arak, ada juga yang menghancurkan rumah karena pertarungan mereka melawan bandit. Dan beberapa kelakuan yang tidak terlalu di senangi Yu Fan.
Yu Fan orangnya sangat teliti, tegas, ramah, baik hati, dan bersih dalam hal apapun, dan ia akan sangat marah jika melihat orang yang telah ia latih dalam waktu yang cukup lama melakukan hal-hal tak terpuji menurutnya, apalagi tidak lama lagi Bai Han akan datang. Ia tentu malu jika melihat mereka dalam keadaan mabuk dan acak-acakkan.
Melihat anak-anak hanya diam sambil menundukkan mata tanpa ada yang berani membela diri, ia pun hanya mengehela nafas karena diamnya anak-anak, tanda mereka mengakui kesalahan yang mereka buat.
“Hais, ayo berangkat, kita sudah tidak punya waktu lagi. Tapi setelah sampai sana, kalian harus diam dan jangan sampai membuat kekacauan,” ajak Yu Fan dan juga memberikan peringatan.
Anak-anak yang di latih Yu Fan pun langsung bangkit dengan wajah semangat, namun mereka tidak memperlihatkannya, karena mereka yakin jika Yu Fan akan salah sangka.
Dret..!!
__ADS_1
Wuss..!!
Wuss..!!