Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Keterkejutan Bai An dan Keluarganya


__ADS_3

“I..Itu hanya tinggal beberapa saja paman, Han'er telah menggunakannya dan barang itu secara tidak sengaja di rusak oleh mereka.” Ucap Bai Han menggaruk kepalanya canggung.


“Tidak apa, cukup berikan paman satu saja.” Ucap Duan Du mengulurkan tangannya.


Wuss..!!


Bai Han pun langsung mengeluarkan Teropong yang Duan Du dapat di bumi.


“Paman Gu, aku bertanya sekali lagi. Jika kau dari kejauhan sekarang ini, atau dalam jarak 2 bulan ini sebelum mereka datang apakah mereka masih dapat merasakanmu jika sedang mencoba mengintai jumlah serta kekuatan mereka?” Tanya Duan Du mencoba memastikan.


Mata Gu Sheng sedikit menyipit karena ia sedikit bingung dengan pertanyaan-pertanyaan Duan Du. Tapi ia langsung menjawab.


“Aku rasa tidak, tapi aku rasa juga bisa. Jika ada Jenius Monster yang kuat seperti di atasku ikut kesini, maka ia pasti samar-samar aku sedang mencoba untuk mengintainya. Tapi jika hanya Jenius Monster yang setara atau di bawahku, maka ia tidak dapat mengetahuinya.” Jawab Gu Sheng.


Wajah Duan Du langsung menyunggingkan senyum tipis.


“Jika seperti itu kau alirkan manamu sebanyak yang kau bisa ke benda ini. Ingat batas benda ini hanya 5 detik setelah kau mengalirkan Mana mu. Lakukan sebaik mungkin untuk mengidentifikasi yang paling penting saja.” Ucap Bai An langsung melempar teropong ke arah Gu Sheng di sertai seringai kecil.


Entah apa yang di rencanakan oleh Duan Du karena menyuruh Gu Sheng menggunakan Mana. Bukannya Energi yang jauh lebih efisien.


Gu Sheng terdiam, saat ini ia mencermati benda yang asing bagi dirinya. Terlihat Gu Sheng membolak balik teropong tersebut.


“Bagaimana cara menggunakannya?” Tanya Gu Sheng dengan nada polos.


Tu Long, Bai Han, Bai Chu Ye, Xie'er dan Duan Du langsung menepuk kening mereka serempak.


“Di ujung yang lebih besar ada sebuah kaca, taruhlah sebelah matamu di ujung yang bersebelahan dengan ujung kaca lalu alirkan Mana ke arah orang-orang yang menuju kesini.” Ucap Bai An langsung menjelaskan.


Gu Sheng pun langsung mengikuti arahan dari Bai An dengan perlahan menaruh matanya ke ujung yang lebih kecil.

__ADS_1


Dengan hati-hati Gu Sheng mengalirkan Mana-nya dalam jumlah besar.


Blush..!!


Tak lama mata kanan Gu Sheng yang telah menempel di teropong langsung melihat puluhan Kapal Surgawi yang sangat besar. Gu Sheng terpana karena seolah ia melihat dari jarak 100 meter dalam wujud raksasa.


“A..Apa apaan benda ini?” Ucap Gu Sheng melepas teropong tersebut. Saat bersamaan teropong langsung menjadi debu.


“I..Ini maafkan aku Tuan muda, aku tidak sempat mengidentifikasi mereka, ini salahku aku tidak melakukan tugas dengan benar,” ucap Gu Sheng seketika merasa bersalah.


“Hemm..!! Aku yakin Du'er sudah mengetahui hal ini akan terjadi, jadi ia sudah lebih dulu mengambil teropong yang tersisa dari Han'er. Kau jangan merasa bersalah, itu hal yang wajar bagi kami semua.” Ucap Bai An melambaikan tangannya untuk membangunkan Gu Sheng yang saat ini membungkuk.


“Hehe,, paman Gu gunakan ini lebih hati-hati lagi, aku ingatkan sekali lagi bahwa waktumu hanya 5 detik.” Ucap Duan Du langsung melempar teropong.


Gu Sheng mengangguk dengan ketegasan tanda tidak ingin mengecewakan semua orang.


Kini Gu Sheng langsung menggunakan teropong dengan hati-hati sambil mengalirkan Mana-nya dalam jumlah jauh lebih besar agar ia bisa melihat lebih dekat lagi.


Blush..!!


Kini Gu Sheng terlihat termenung, hal tersebut membuat Duan Du menduga jika lima detik tidak akan berhasil.


“Bagaimana? Aku yakin tidak secara menyeluruh bukan? Jadi gunakan ini sekali lagi sampai memastikannya.” Ucap Duan Du ingin melempar teropong lagi.


Namun Gu Sheng menggelengkan kepalanya. “Lima detik itu lebih dari cukup untuk mengidentifikasi kekuatan serta jumlah mereka. Namun-” Kata-kata Gu Sheng terhenti saat Bai An memotongnya.


“Jika sudah selesai, kita bicarakan apa saja yang kau ketahui di tempat lain. Mereka mungkin tidak akan bisa kehabisan energi dalam waktu ratusan tahun saat melayang seperti ini. Tapi terlihat tidak etis jika seperti ini terus.” Ucap Bai An.


Semua keluarga Bai An yang ikut melayang berkumpul di sekeliling Bai An ikut mengangguk setuju.

__ADS_1


Mereka pun langsung pindah menuju aula yang telah hancur. Saat tiba, banyak dari mereka langsung membangun ulang kediaman sederhana namun sangat luas.


Tidak sampai 10 detik, bangunan sederhana langsung jadi. Mereka semua pun berkumpul di aula.


Bai An bersama para saudara, istri dan ibunya berkumpul di satu meja panjang.


“Ceritakanlah apa yang kau lihat?” Tanya Bai An dan Duan Du bersamaan.


Gu Sheng mengangguk. “Saat aku melihat siapa saja sosok Jenius Monster yang ikut, aku menduga ada 6 yang ikut. 3 dari mereka ada di bawahku dan dua dari mereka setara denganku.” Ucap Gu Sheng terdiam sesaat.


“Lima dari mereka mungkin aku cukup mengenalnya, karena ribuan tahun lalu nama mereka selalu menggema di setiap tempat yang ada di Benua Dimensi Alam Dewa. Jika dua dari mereka melawanku, aku yakin tidak akan bisa menang. Tapi salah satu dari 6 orang ini belum aku ketahui, bahkan aku merasa ia mengetahui aku sedang memata-matainya. Namun ia diam saja. Terlebih aku merasa ia jauh lebih kuat dariku.” Sambung Gu Sheng melirik ke arah Duan Du, Tu Long, Bai Han, Bai Chu Ye.


“Hemm..!! Hanya satu bukan, itu tak apa? Aku yakin keenam orang ini tidak akur karena pasti mereka saling memperebutkan. Karena dari awal mereka kesini, tujuan mereka satu. Yaitu Pedang milik kakak. Jadi satu dari mereka mungkin tidak akan bercerita tentang kau memata-matai mereka.” Ucap Duan Du mengangguk santai.


“Hemm..!! Jangan takut, kami semua ada di sini. Kita hanya perlu memasang jebakan saja dan mengatur kelompok elit yang sulit di runtuhkan sebagai garda depan.” Bai Chu Ye yang paling jarang bicara kini mulai ikut bersuara.


“Hemm..!! Jika kau ragu, maka serahkan orang yang lebih kuat itu kepadaku. Aku sangat ingin mencoba kekuatannya,” sambung Tu Long menepuk dadanya sambil menyeringai.


“Kalian diam dulu, sampai saat ini aku merasa paman Gu bingung dan ragu-ragu.” Ucap Xie'er langsung melotot ke arah paman dan kakaknya. Setelah itu Xie'er kembali melirik paman Gu. “Apa yang membuat paman bingung dan ragu?” Tanya Xie'er dengan wajah penasaran.


“I..Itu, sosok tersebut menyembunyikan aura serta tingkat kekuatannya sehingga aku hanya menebak ia lebih kuat dariku. Tapi yang membuatku bingung adalah Jubah yang kalian kenakan sama persis dengan orang itu.” Ucap Gu Sheng.


“Apa...!!”


Duan Du, Tu Long, Bai Han, Lang Zai, Long Yuan, Cen Tian, Jiu Long bersama beberapa anggota keluarga lainnya langsung bangkit dari tempat duduk mereka di meja yang berbeda-beda.


Sementara Bai An, Bai Chu Ye, Xie'er tentu terkejut. Tapi mereka tetap duduk.


***

__ADS_1


Sementara di ruang kosong. Heng Yu terlihat melayang. “Hemm..!! Orang itu hanya ingin memastikan jumlah serta kekuatan kami yang datang.”


“Cukup menarik jika ada orang yang setara dengan Li Qian.”


__ADS_2