Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Sampai ke Perbatasan Benua Langit dan Mencari Informasi


__ADS_3

“Apa kau mempunyai hak untuk menggeledah Kapal ku,” ucap Bai Han dengan nada dingin yang kini wajah serta tubuhnya di samarkan oleh Spititnya.


“Berani sekali-”


Sebelum salah satu sosok topeng hitam menyelesaikan ucapannya, Bai Han langsung muncul di depannya sambil mengayunkan tinjunya.


Wung..!!


“Sialan,” teriak sosok topeng hitam tersebut langsung menyilang kedua tangannya untuk menahan serangan Bai Han.


Tepat saat ia menyilang kedua tangannya tepat waktu, tangan Bai Han dengan cepat berubah jalur, dari yang tadinya lurus kini berbelok mengarah ke celah kosong di kedua silangan tangan topeng hitam.


Dan tangan Bai Han kini mengarah ke leher topeng hitam.


Bom..!!


Argh..!!


Topeng hitam langsung terlempar sambil memegangi lehernya, teriakan pun terdengar kecil karena suaranya tidak mampu keluar.


Wuss wuss..!!


Tepat setelah Bai Han menyerang salah satu dari topeng hitam.


Puluhan topeng hitam langsung bermunculan dan kini mengepung Bai Han.


Dan saat mereka akan menyerang Bai Han, langkah mereka terhenti saat melihat Bai Han mengangkat tangannya di sertai menunjukkan sebuah token dengan lambang Klan Mu Kuno.


“Apa kalian ingin berperang dengan Klan Mu? Jika begitu aku akan mewujudkannya,” ucap Bai Han dengan nada dingin.


Dret..!!


Tap tap..!!


“Tadi itu salah sangka Tuan muda, orang yang tadi anda serang adalah orang baru, ia tidak tahu betapa besarnya anda,” ucap salah satu sosok topeng putih yang kini muncul di depan Bai Han.


“Hemm..!! Kau kira aku akan percaya begitu saja,” ucap Bai Han dengan nada dingin.


Glek..!!


“Sa..Saya akan menghukum mereka semua, karena mereka berani menghambat perjalanan anda.” Ucap sosok topeng putih tersebut dengan nada terbata-bata.


Tangannya pun terlihat terlambai, tanda ia menyuruh orang-orang yang menghentikan kapal Dimensi milik Bai Han berkumpul.


Tap tap..!!


Setelah mereka berkumpul dan kini berlutut, sosok topeng putih pun langsung bergerak cepat memotong leher mereka tanpa ampun.

__ADS_1


Argh..!!


Argh..!!


“A..Ampun,” ucap salah satu topeng hitam ketakutan.


Crash..!!


Bruk..!!


Tapi sosok topeng putih tanpa ekspresi iba saat membunuh mereka semua.


“Apakah kini anda sudah merasa baikan Tuan muda?” Tanya sosok topeng putih menundukkan kepalanya di depan Bai Han.


“Hemm..!! Sudah jauh lebih baik, jika begitu aku akan melanjutkan perjalanan lagi, karena waktu kami sudah terhambat cukup lama,” ucap Bai Han dengan nada acuh sambil melambaikan tangannya.


Dengan segera sosok topeng putih membungkukkan badannya lalu melesat pergi.


Dan tak lama ribuan anggota Menara yang menghadang kapal milik Bai Han langsung menyingkir untuk memberikan kapal Bai Han jalan menuju Benua Langit.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Kalian semua, sebisa mungkin untuk berhati-hati kali ini, karena bulan ini adalah bulan dimana adanya sebuah pertemuan para klan Kuno tertentu, salah satunya adalah Klan Mu Kuno, sementara aku akan laporkan ini kepada para petinggi Menara, ingat kali ini kalian harus berhati-hati jika tidak, kita semua akan mati di bunuh oleh mereka maupun pemimpin Menara,” ucap sosok topeng putih dengan nada dingin.


Dret..!!


Sementara ribuan topeng hitam dan topeng biru dan kuning pun hanya bisa menelan ludah.


Karena menurut mereka, mereka ada di pihak yang pastinya akan selalu di salahkan dan mati lambat laun.


“Sial, mereka menyuruh kita untuk tidak mentoler siapa saja yang datang, jika kita lembek atau tidak tegas dalam bertugas, kita akan di bunuh, tapi kita tegas dan tidak peduli siapa mereka pun tetap salah.”Umpat mereka semua.


***


Wuss..!!


Sementara kapal Bai Han yang kini akan mendarat di Benua Langit, terlihat secara perlahan menurunkan kapal dimensi mereka.


“Hehe,, aku tak menduga jika hanya dengan token ini, mereka semua ketakutan setengah mati, bahkan aku dapat mengetahui ekspresi mereka semua walau di tutupi topeng,” kekeh Yu Fan.


“Benar, aku bahkan kini masih membayangkan wajah mereka yang ketakutan setengah mati,” sambung Long Yuan dan Lang Zai tersenyum bahagia.


Sementara Pixiu hanya diam saja, itu karena ia ada di sana saat Bai Han di berikan token klan Mu dan ia juga tahu betapa kuatnya Patriak Klan Mu.


Bai Han yang mendengar itu pun tidak menyangka yang tadi itu berjalan mulus, jika ia tahu itu akan mudah, ia mungkin akan menghajar mereka semua terlebih dahulu tanpa ampun.

__ADS_1


“Baiklah kita akan mendarat, dan tentunya kita sudah masuk kawasan teraman di Alam Celestial Huansa saat ini, jadi kalian semua kembalilah ke Dunia jiwa untuk meningkatkan kekuatan kalian semua,” ucap Bai Han melirik mereka semua.


Mereka pun mengangguk setuju.


Dret..!!


Setelah Bai Han membuka Dunia Jiwa, Yu Fan, Long Yuan, Lang Zai, dan Puxiu pun langsung melesat masuk.


Tap tap..!!


“Kemana tujuanmu setelah ini Han'er?” Tanya Bai Yu yang terlihat keluar dari dalam ruangan.


Bai Han yang melihat kakek dan neneknya telah keluar pun langsung melirik mereka.


“Hemm..!! Pertama-tama aku ingin mencari informasi lahan kosong yang strategis di ibukota terlebih dahulu nek, setelah itu, aku berniat membuat sebuah rumah makan kecil, tentunya itu nantinya akan di gunakan sebagai mencari informasi juga dan basis persembunyian kita.” Ucap Bai Han sambil tersenyum kecil.


“Lalu nenek Bai dan nenek Ling akan menjadi kokinya sementara kakek Bai akan menjadi pemilik dan kakek Ling akan menjadi Manager sekaligus penanggung jawab keuangan dan memberi upah pekerja nantinya.” Sambung Bai Han.


Tap tap..!!


Bai Han pun langsung melompat dari atas kapal menuju ke daratan.


Tepat setelah Bai Han menginjakkan kaki, ia sudah di sambut oleh seorang pria tua yang bertugas menjaga wilayah perbatasan.


“Kemana tujuanmu anak muda?” tanya pria tua tersebut melirik ke arah Bai Han dengan sopan.


“Apakah aku harus menjawabnya Tuan?” Jawab Bai Han tersenyum kecil.


“Hoho,, tentu saja tidak, kau memiliki hak untuk tidak menjawab, tapi jika kau menjawab, setidaknya aku bisa mengarahkanmu ke tujuanmu dengan cepat.” Ucap pria tua tersebut sambil tertawa lebar di sertai menunjuk beberapa portal yang menuju ke beberapa kota.


Melihat itu, Bai Han pun langsung mengangguk. “Apakah kau juga menjual informasi?” Tanya Bai Han.


“Tergantung tingkat kesulitan dari pertanyaanmu, satu pertanyaan mudah 1 koin emas, satu pertanyaan sedang, 10 koin emas, satu pertanyaan sulit, 50 koin emas, dan ada lagi tingkatan di atas pertanyaan sulit, sementara untuk mengetahui dari mana tingkat kesulitan pertanyaanmu, kau bisa membaca ini terlebih dahulu,” ucap pria tua tersebut memberikan selembaran untuk detail informasi yang di butuhkan.


Bai Han yang mengambilnya pun langsung terdiam. Karena kebetulan apa yang ia inginkan ada di tingkat kesulitan ke 3 paling tinggi. Dan harganya 100 juta koin emas.


“Aku tak menyangka jika sebuah peta sebuah Alam Celestial Huansa sangatlah mahal,” gumam Bai Han langsung mengurungkan niatnya untuk membeli peta.


“Ehem..!! Jika begitu beritahu aku lokasi lahan kosong yang sangat padat di kunjungi kultivator tingkat tinggi dan berapa harga tanahnya, jika ingin membelinya kami harus mencari siapa?” Tanya Bai Han tanpa basa basi.


Wuss..!!


Tap..!!


Pria tua yang menangkap cincin penyimpanan yang Bai Han lempar dan memeriksa isinya hanya 300 kion emas, bukannya 1000 pun mengerutkan keningnya.


“Apa ini? Apa kau ingin mempermainkanku nak?” Tanya Pria tua tersebut menatap tajam Bai Han.

__ADS_1


__ADS_2