Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Kondisi Wilayah Perbatasan Timur dan 3 Rudal Siap di Luncurkan


__ADS_3

Tapi dengan cepat ia melesat menggunakan kecepatan penuhnya.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Bersamaan dengan itu, Rudal terlihat telah di tembakkan oleh Long Yuan dan Hei Long.


Dret..!!


Tepat setelah Bo Wuhan dan Rudal saling melewati, Bo Wuhan langsung berhenti lalu membalik badannya.


“Selamat menikmati hidup kedua kalian nanti,” ucap Bo Wuhan menyeringai tipis.


Wung..!!


Blush..!!


Sebuah bilah energi berbentuk kapak pun langsung melesat setelah Bo Wuhan mengayunkan tangan kirinya ke arah Rudal.


Para anggota menara gelap yang melihat itu, seketika berhenti sesaat.


“Lari,” teriak salah satu dari topeng Hitam sambil membalik badannya.


Wuss..!!


Wuss..!!


Mereka semua pun langsung membalik badan mereka, sementara para Topeng putih dan Topeng Ungu yang melihat itu tentu saja lebih dulu membalik badan lalu melarikan diri.


“Sialan, akan ku tandai kalian bertiga, camkan itu,” teriak Sosok topeng ungu menunjuk ke arah Bo Wuhan, Long Yuan dan Hei Long.


Wung..!!


Bom..!!


Duar duar duar duar..!!


Sebuah ledakan besar seketika terdengar setelah bilah kapak Bo Wuhan mengenai Rudal.


Kini terlihat ledakan yang jauh lebih besar terjadi dari ledakan Rudal yang Bai Da Xing dan Lan Yuheng tembakkan.


Dengan cepat efek dari ledakan menyebar ke segala arah.


Argh..!!


Argh..!!


Teriakan demi teriakan terdengar dari anggota menara gelap. Namun dalam sekejap teriakan tersebut lenyap karena tubuh mereka telah di jadikan abu.


Bahkan para Topeng Putih pun terkena dampaknya, hanya beberapa saja dari mereka yang mampu bertahan, itupun mereka yang mampu bertahan kini terlihat terluka cukup parah.


Duar..!!


“Sialan,” teriak Topeng Ungu yang kini menghancurkan kapal perang karena dirinya tertimbun di serpihan-serpihan kapal.


Dret..!!


“Khekeke,, kita ketemu lagi kawan,” kekeh Bo Wuhan yang muncul tepat di depan musuhnya sambil mengayunkan tinjunya.


Topeng Ungu yang melihat itu dengan segera menyilang kedua tangannya.


Wung..!!

__ADS_1


Duar..!!


Huekk..!!


Topeng Ungu yang terlempar pun langsung memuntahkan seteguk darah.


Tidak ingin memberikan kesempatan untuk musuhnya memulihkan diri, bahkan mengambil nafas, Bo Wuhan kembali muncul di belakang topeng ungu dengan kaki terayun ke arah punggung musuhnya.


“Sialan,” teriak Topeng ungu yang merasakan bahaya.


Wung..!!


Duar..!!


Hoek..!!


Wung..!!


Bom bom bom..!!


“Hahaha,, kau kenapa kawan, ayolah lawan aku,” teriak Bo Wuhan tertawa dengan gila sambil terus memukul, menendang musuhnya tanpa memberikannya kesempatan untuk bertahan.


Sementara Topeng ungu yang kini terus di serang terlihat sudah sekarat, tatapan ketakutan jelas terpancar dari wajahnya.


Ia melihat Bo Wuhan layaknya Dewa Kematian itu sendiri.


“A..Ampuni a-”


Duar..!!


Mulut Topeng Ungu seketika hancur sebelum ia menyelesaikan ucapannya.


“Aku benci dengan orang yang meminta ampun,” dengus Bo Wuhan sambil memasang wajah dingin.


Setelah itu pandangan Bo Wuhan pun mengarah ke Long Yuan dan Hei Long yang baru saja selesai membunuh sisa-sisa anggota menara gelap yang selamat.


Wuss..!!


Dengan segera Long Yuan menangkap Bo Wuhan yang terjatuh akibat kehabisan energi.


“Pulihkan dirimu dulu saudara Wuhan, setelah kau pulih, baru kita ke tempat Han'er,” ucap Long Yuan.


Bo Wuhan pun mengangguk lalu memejamkan matanya.


***


Wilayah Perbatasan Timur Benua Langit.


Bai Han, Yu Fan dan Ling Feng saat ini terlihat berdiri paling depan.


Di belakangnya, Yu Fan, Ling Feng, Jendral perbatasan wilayah Timur serta pasukan Benua Langit ikut berdiri.


“Apa kalian siap?” Tanya Bai Han terdengar serius.


“Heh,, tentu saja kita akan mulai ronde keduanya,” kekeh Ling Feng dan Jendral perbatasan Timur serempak.


Terlihat saat ini jubah mereka berdua di penuhi oleh darah. Itu karena baru saja mereka selesai membantai musuh mereka yang berjumlah puluhan ribu atau menghancurkan 112 kapal perang dalam sekali serang.


Dan saat ini terlihat kapal perang mulai bermunculan atau bisa di katakan bantuan dari Menara Gelap datang.


Jumlah yang datang kini sangatlah mengerikan, Bai Han menduga kurang lebih jumlah kapal perang yang datang setidaknya lebih dari 1000 kapal perang.


Tap tap..!!


“Apakah anda sudah membawa yang terluka maupun yang tidak bisa bertarung lagi ke tempat yang aman?” Tanya Bai Han tanpa basa basi saat melihat sosok Jendral perbatasan timur yang muncul di samping Bai Han.

__ADS_1


“Sudah Tuan muda, kau tenang saja, selain tempat tersebut cukup aman, aku juga menugaskan 100 Komandan yang ada di bawah perintahku untuk menjaganya sesuai perintah anda,” ucap Jendral yang bernama Meng Le Feng.


Setelah menjawab, pandangan Meng Le Feng mengarah ke rekannya yang seorang Jendral bernama Du Jiu Nan.


“Kau tenang saja, semua pasukan ku sudah siap, malah saat ini mereka terlihat tidak sabar memasuki ronde kedua,” ucap Du Jiu Nan terdengar sedikit angkuh.


Meng Le Feng langsung mengangguk, ia tentu sadar jika itu memang karakter klan Du yang gemar bertarung, sebenarnya mereka tidaklah sombong ataupun angkuh jika seseorang lebih lama mengenal mereka. Malah mereka akan semakin menghormati klan Du karena rasa ikatan mereka yang kuat akan persaudaraan.


Sementara Bai Han yang mendengar itu pun tentu sadar, ia juga melihat kemiripan dari Du Jiu Nan dengan pamannya yang gemar bertarung.


"Apa masih lama Tuan muda?” Tanya Meng Le Feng dan Du Jiu Nan sambil melirik ke arah Bai Han.


“Tunggu, jarak mereka masih terlalu jauh,” jawab Bai Han.


Meng Le Feng dan Du Jiu Nan pun mengangguk, sambil melirik ke arah belakang.


Tepat di barisan paling belakang ada 3 Rudal yang kini akan siap di luncurkan ke arah musuh sebagai sambutan meriah.


“Aku tidak sabar ingin melihat dampak dari ledakan benda ini, karena aku hanya mendengarnya saja dari wilayah perbatasan utara,” ucap Du Jiu Nan terdengar bersemangat.


Wung..!!


Tepat setelah Du Jiu Nan selesai bicara, terlihat dua sosok Topeng Ungu mendekati Ba Han dan kelompoknya.


Tap tap..!!


“Apa kalian semua memang benar-benar menginginkan kematian lebih cepat dari pada menyerahkan pemuda ini?” Tanya salah satu Topeng Ungu.


Topeng Ungu ini adalah orang yang pertama kali bicara di awal pertarungan, ia selamat karena mengorbankan semua bawahannya.


“Heh,, apa kau tidak bosan terus bicara omong kosong,” ejek Du Jiu Nan seketika muncul di depan Topeng Ungu yang bicara.


“Sialan, akan ku hancurkan kau,” teriak Topeng Ungu mengancam sambil menyilang kedua tangannya.


Wung..!!


Duar..!!


Argh..!!


Jerit teriakan kesakitan pun langsung terdengar jelas, bersamaan dengan itu Ling Feng, Yu Fan, dan Meng Le Feng muncul sambil mengayunkan senjata mereka masing-masing.


Slash..!!


Crash..!!


Wuss..!!


Bom bom bom..!!


Topeng Ungu yang satunya yang akan membantu rekannya kini langsung mati tanpa bisa melakukan perlawanan.


Melihat itu, Topeng Ungu yang di serang Du Jiu Nan kini membelalakkan matanya.


“A..Apa, apa yang ingin kalian lakukan hah? Apa kalian tidak takut akan balasan Menara Gelap,” teriak Topeng Ungu kini mundur saat di kepung oleh Meng Le Feng, Du Jiu Nan, Yu Fan dan Ling Feng.


“Hem..!! Jika kami takut, maka kami tidak akan pernah melakukan perlawanan dari awal,” ejek Yu Fan.


“Dan kau kembalilah, beritahu Organisasimu jika kami akan memberikan hadiah sambutan sebentar lagi,” balas Meng Le Feng tersenyum licik.


Glek..!!


Dengan segera Topeng Ungu tersebut membalik badan lalu lari terbirit-birit.


Wuss..!!

__ADS_1


Wuss..!!


__ADS_2