
“Hmm..!! Jadi hanya bisa bergerak cepat lalu memindahkannya agar tidak mengundang kecurigaan, terutama ke Penguasa Alam Semesta Inti ke 6.”
Mendengar ucapan Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng mengangguk membenarkan.
Ling Yenrou mungkin bisa membunuh Penetua Inti ke 3 dengan cepat, namun ia takut jika penetua tersebut mampu merasakan serangan Ling Yenrou, maka penetua tersebut mengaktifkan beberapa artefaknya setingkat setengah Dewa, bahkan setingkat Dewa.
Maka akan terdengar suara ledakan, jika itu terjadi, walau Penetua ketiga mati, rencana Bai An pasti akan kacau.
***
Bai An saat ini mengeluarkan sebuah token berbentuk persegi, di setiap sisi token ada garis bewarna emas gelap dan di tengahnya ada lambang mahkota.
Token tersebut adalah token teleportasi tingkat tinggi yang mempunyai jarak teleportasi sejauh 1 jt km, atau bisa memindahkan Bai An ke luar Alam Semesta inti ke 6 ini.
“Baiklah, kalian berdua pindahlah lebih dulu, jangan lupa tinggalkan jejak kalian saat berteportasi agar aku bisa tahu kemana kalian berteportasi,” ucap Bai An melempar satu token.
Dengan sigap Ling Yenrou menangkap token tersebut lalu menghancurkan token tersebut, tak lupa Ling Yenrou memegangi Hu Hong Meng agar ia bisa ikut.
Setelah itu Bai An menutupi auranya dengan Energi Semesta, setelah itu ia mengeluarkan token teleportasi tingkat rendah.
Crakk..!!
Token tersebut langsung pecah membuat Bai An hilang dari tempatnya.
Wuss..!!
Bai An langsung muncul di belakang Penetua Inti ke 3 tanpa bisa di rasakan oleh musuh.
Dengan cepat Bai An menghancurkan Token Teleportasi tingkat tinggi lalu memegang Penetua inti ke 3.
Saat merasa ada yang memegangi pundaknya.
Penetua inti ke 3 langsung membalikkan badannya. Namun saat membalik badan, pandangannya langsung gelap.
Wuss..!!
Penetua inti ke 3 langsung melihat sekelilingnya, ia hanya melihat bintang-bintang dan beberapa batu alam yang mengambang di Alam Semesta Liar.
Saat pandangan Penetua Inti ke 3 melihat 3 orang melayang di depannya, penetua inti ke 3 langsung waspada, terlebih saat ia melihat ke arah Ling Yenrou, ia merasakan nyawanya bisa melayang kapan saja.
Penetua Inti ke 3 juga melihat orang yang ia kenal, yaitu Bai An dan Hu Hong Meng.
“Komandan Meng, kurang ajar, berani sekali kau berkhianat,” teriak Penetua Inti ke 3.
Hu Hong Meng yang di teriaki hanya menyinggungkan senyum tipis.
Penetua Inti ke 3 langsung mengerutkan keningnya, dengan cepat ia mengeluarkan kayu bewarna perak.
Blush..!!
__ADS_1
Duar..!!
Penetua Inti ke 3 langsung terpental mundur setelah mengeluarkan kayu perak.
Ling Yenrou yang baru saja menyerang langsung mengerutkan kening sambil berseru.
“Kayu Ashura tingkat Dewa.”
Mendengar itu Bai An dan Hu Hong Meng langsung terkejut.
Tentu mereka tahu Kayu Ashura, kayu tersebut untuk sebuah pertahanan, bahkan mampu menahan serangan Orang sekuat Ling Yenrou.
Tapi Ling Yenrou terlihat sedikit tenang saat tahu Kayu Ashura tersebut masih berusia beberapa ribu tahun, jika ia sudah berusia jutaan tahun atau sudah matang, maka pertahanan Kayu Ashura sulit di tembus.
Kayu Ashura secara otomatis melindungi penggunanya saat Kayu Ashura di pegang dan merasakan bahaya.
Kayu Ashura di ketahui banyak tingkatan.
Kayu Ashura yang baru berusia ribuan tahun maka, ia di anggap masih muda.
Jika sudah berusia ratusan ribu tahun, maka ia sudah remaja dan jika sudah mencapai jutaan tahun, maka di anggap sudah matang atau tua.
Banyak ahli juga mendengar jika Kayu Ashura mencapai Miliaran tahun, maka Kayu tersebut akan jiwa.
Saat ini Penetua Inti ke 3 memuntahkan seteguk darah, ia juga melihat kayu Ashura yang ia pegang terlepas dari tangannya.
Bai An tentu memanfaatkan kesempatan tersebut.
Wuss..!!
Bai An muncul tepat di depan Kayu Ashura yang masih muda, lalu mengambilnya, setelah itu ia kembali berteleportasi.
Wuss..!!
Penetua Inti ke 3 yang ingin mengambil Kayu Ashura kini menggeram marah.
Ia menatap ke arah Bai An muncul, tapi dengan cepat amarahnya ia redam, karena ia sadar jika bukan waktunya memikirkan egonya.
Saat ini penetua inti ke 3 waspada saat melihat jika Ling Yenrou tidak berada di tempatnya.
Penetua inti ke 3 langsung merasakan krisis, dengan berat hati ia mengeluarkan sebuah piringan berbentuk oval.
Saat penetua inti ke 3 ingin mengalirkan energinya ke piringan itu, Ling Yenrou yang melihat itu dengan cepat mengendalikan Hukum Angin Tingkat Dewa.
Blushh..!!
Waktu seolah berhenti, dengan cepat Ling Yenrou menembakkan dua kali sinar dari telunjuk jarinya.
Bom..!
__ADS_1
Bom..!!
Asap seketika mengepul.
Setelah asap menghilang, Ling Yenrou langsung meraung marah karena hanya ada piringan berbentuk oval saja yang tersisa disana dan ia yakin jika Penetua inti ke 3 berhasil melarikan diri.
Wuss wuss..!!
Bai An muncul tepat di piringan berbentuk Oval.
“Hmm..!! Apa kegunaan piringan ini?” Gumam Bai An dalam hatinya. Setelah bertanya dalam hati ia memasukkan piringan tersebut kedalam cincin penyimpanannya karena tahu piringan tersebut Artefak Tingkat Dewa.
Setelah itu ia melihat Ling Yenrou menghampiri dirinya. Wajah Ling Yenrou terlihat bersalah.
Tapi Bai An sama sekali tidak marah maupun kecewa, ia malah menyinggungkan senyum tipis.
“Hehe,, kau tak perlu merasa bersalah, karena aku tahu kemana ia pergi dan saat ini sedang terluka parah,” kekeh Bai An langsung mengeluarkan Energi Semesta berbentuk Api.
Api tersebut layaknya sebuah Peta Alam Semesta, dan kini terlihat 3 titik di tempat berbeda.
Dua titik itu Ling Yenrou dan Hu Hong Meng yakini milik Wen Dongyun dan Lang Du, sementara yang satu pasti milik Penetua Inti ke 3.
Saat ini titik yang di miliki Penetua Inti ke 3 sedang bergerak cepat ke arah salah satu Dunia di Alam Semesta Inti ke 6.
“Hmm..!! Aku tak menduga jika Tuan Muda sudah menaruh segel jiwa di tubuh Penetua tersebut,” ucap Hu Hong Meng sedikit terkejut.
Tentu saja ia terkejut karena ia tak tahu kapan Bai An menanamkan jiwanya ke tubuh Penetua Inti ke 3.
Sementara Ling Yenrou kini terlihat bersemangat kembali karena ia bisa mengejar Penetua Inti ke 3.
Dengan cepat Ling Yenrou menghilang tanpa ijin dari Bai An dan Hu Hong Meng.
Bai An dan Hu Hong Meng hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Ayo kita kejar Leluhur Ling,” ucap Bai An langsung mengeluarkan Token Teleportasi.
Hu Hong Meng langsung memegang pundak Bai An saat Bai An memecahkan Token tersebut.
Blush..!!
***
Sementara Penetua Inti ke 3 saat ini sedang mengumpat terus menerus karena kehilangan 2 Artefak tingkat Dewa yang selama ini jarang ia gunakan dan bahkan ia hanya ingin mengoleksi Artefak tersebut.
“Kurang ajar, aku akan membalas apa yang telah kalian perbuat,” raung Penetua Inti ke 3.
Beruntung saja saat Penetua Inti ke 3 mengeluarkan piringan berbentuk oval sebagai pengalihan atau Piringan tersebut adalah Artefak khusus ilusi.
Penetua Inti ke 3 langsung mengeluarkan token berbentuk sama dengan Bai An lalu berteleportasi sejauh yang ia bisa.
__ADS_1
Saat ini Penetua Inti ke 3 rencananya ingin menemui Master Sekte Es Abadi yang saat ini bersama Penetua Inti Pertama dan Penguasa Semesta Inti ke 6.