Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Mulai Menghancurkan Musuh Serta Kebahagiaan Bai Ha dan Bai Hu


__ADS_3

Bertepatan dengan mundurnya semua pasukan Benua Langit, sebuah serangan yang sangat besar berasal dari Kapal Perang musuh terlihat kini mengarah ke arah Rudal.


Blush..!!


Wung..!!


Bilah energi dalam bentuk bola yang melesat ke arah Rudal kini semakin mendekat.


Semua penghuni kapal perang yang tak lain Organisasi Menara Gelap kini tersenyum lebar.


Mereka tidak sadar jika itu adalah hari dimana senyuman terahir mereka.


Sementara Bai Da Xing dan Lan Yuheng terlihat terus menjauh dengan kecepatan penuh, karena jarak antara Rudal dengan area perbatasan cukup dekat dan mereka yakin itu akan berdampak akibat hempasan suara ledakan.


Wung..!!


Bom..!!


Duaarrr...!!


Ledakan dahsyat seketika terdengar, saat bilah energi serangan dari organisasi Menara Gelap menyentuh Rudal, terlihat jelas jika Rudal langsung berdengung keras dan langsung meledak.


Terlihat jelas saat ini api menjalar dengan begitu cepat melahap ratusan Kapal Perang.


Beberapa Kapal Perang kini bertabrakan saat terkena hempasan ledakan. Sementara kapal perang yang paling belakang dan di huni oleh sosok Topeng putih kini memasang wajah jelek.


Mereka sadar jika tidak mundur, maka kerugian besar akan mereka dapatkan.


“Cepat mundur, dampak ledakan masih menyebar dan tidak lama lagi akan sampai ke tempat ini,” teriak salah satu Topeng Ungu yang tak lain petinggi Menara Gelap.


Wajahnya terlihat gelap di balik topeng ungu yang ia kenakan.


Dret..!!


Dengan panik anggota Menara Gelap mengemudikan kapal, tak sedikit yang bertabrakan saking paniknya.


...


Sementara Bai Da Xing dan Lan Yuheng kini terlihat terhempas, padahal mereka sudah sebisa mungkin untuk terus menjauh.


“Sial, tetap saja kita terkena dampaknya,” dengus Lan Yuheng kini mulai bangkit sambil membersihkan debu yang ada di jubahnya.


“Heheh,, setidaknya kita bisa mengurangi setengah jumlah mereka,” kekeh Bai Da Xing dengan senyum lebar.


Dret..!!


Bai Da Xing pun langsung mengeluarkan tongkat emasnya dan bersiap untuk menyerang.


Melihat itu, Lan Yuheng pun langsung mengeluarkan pedangnya lalu menyelimutinya dengan petir.


...


Tidak jauh dari lokasi Bai Da Xing dan Lan Yuheng, kini terlihat para komandan dan pasukan Benua Langit memasang wajah penuh kebahagiaan.


Walau beberapa di antara mereka terluka ringan, itu tidak membuat mereka marah karena perbuatan Bai Da Xing dan Lan Yuheng.

__ADS_1


Malah mereka senang, karena pada awalnya mereka merasa mustahil bisa menang melawan organisasi Menara yang jumlahnya sangatlah banyak.


Tapi kini mereka mulai sedikit yakin.


“Sembuhkan luka kalian, kita akan menyerang musuh yang ingin menginvasi Benua kita. Jangan biarkan mereka mengambil alih Benua Langit kita, ini adalah tanah air kita, tempat kelahiran kita. Jangan biarkan mereka sesuka hati mengambil alih Benua yang ada di Alam Celestial Huansa ini lagi.” Teriak semua Komandan Benua Langit secara serempak.


Mereka mengucapkan hal yang sama karena saat ini mereka membacanya di selembaran yang ada di tangan mereka. Ini adalah selembaran yang telah di berikan oleh salah satu bawahan Penguasa Benua Langit.


...


Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang tidak jauh dari mereka seketika tersenyum lebar saat mendengar itu.


Terlihat mereka semua kini menunggu menghilangnya api serta asap yang menggumpal di depan mereka.


Dret..!!


Sret sret..!!


Tepat saat Api dan asap mulai menipis, Bai Da Xing, Lan Yuheng, Komandan Benua Langit serta para pasukannya langsung memasang kuda-kuda siap menyerang.


“Hehe,, mari kita bersenang-senang kak, siapa yang membunuh lebih banyak musuh, maka dialah yang menjadi pemenangnya,” ucap Bai Da Xing sambil tersenyum kecil.


“Heh,, siapa takut, jika begitu selamat kalah,” ejek Lan Yuheng dengan nada percaya diri.


Wuss..!!


Dengan cepat Lan Yuheng menyelimuti tubuhnya dengan Hukum Petir dan langsung meninggalkan Bai Da Xing yang kini memasang wajah cemberut karena bisa-bisanya ia di akali oleh kakaknya dan ini kali pertamanya ia di akali.


“Dasar kakak sialan, kau curang, itu tidak terhitung saat kau membunuh musuh nantinya,” teriak Bai Da Xing langsung mengejar Lan Yuheng.


“Bicara omong kosong apa kau ini Monyet nakal, jika kau yang lebih dulu melesat, kau pasti akan membuat alasan yang tak jelas,” ejek Lan Yuheng membalas teriakan Bai Da Xing.


Bai Da Xing langsung mendengus kesal.


Wuss..!!


Wuss..!!


Bertepatan dengan melesatnya Lan Yuheng dan Bai Da Xing. Komandan serta pasukan Benua Langit langsung menyusul.


***


Wilayah perbatasan Barat Benua Langit.


Tap tap..!!


Bai Ha dan Bai Hu yang baru sampai kini melihat ke arah utara, tentu saja mereka mendengar suara ledakan, walau terdengar kecil dari tempat mereka.


Tapi Bai Ha dan Bai Hu yakin ledakan tersebut pastinya sangatlah besar dan mampu meledakkan ratusan kapal.


“Urgh,, aku yakin saudara Da Xing dan Yuheng saat sedang bersenang-senang setelah mengurangi langsung di awal jumlah musuh mereka,” ucap Bai Hu terdengar iri dan terlihat tidak sabar ingin melawan musuh di depannya.


“Tenang, ikuti saja perintah saudara Han, kita akan mengaktifkan Rudal pada saat-saat musuh berdatangan, seperti yang saudara Han katakan. Tempat ini adalah salah satu jalur utama dimana bala bantuan mereka tiba lebih cepat jika mereka di tekan mundur.” Ucap Bai Ha menenangkan adiknya.


Bai Hu pun langsung tersadar dan tak lama ia pun tersenyum lebar. “Hehe,, benar juga, pemenang selalu muncul di saat-saat ahir pertarungan,” kekeh Bai Hu.

__ADS_1


“Ayo kita mulai,” ajak Bai Hu langsung mengeluarkan Bazzoka pemberian Bai Han.


Walau seukuran satu meter, Bai Hu tidak tahu jika daya ledaknya setara dengan setengah kekuatan serangan tangan kosongnya jika ia mengalirkan sedikit energinya.


Bai Han tidak memberitahu jarak dan hasil kekuatan serangan Bazzoka tersebut, ia hanya menjelaskan cara memakainya. Karena waktunya tidak banyak, jadi Bai Han tidak sempat untuk memberitahu Bai Ha dan Bai Hu jika Bazzoka ini juga memiliki batasan dalam jumlah mengalirkan energi, jika terlalu berlebihan dalam mengalirkan energi, maka Bazzoka ini akan langsung hancur.


Dret..!!


Blush..!!


Duar..!!


Tanpa basa basi Bai Hu yang menglirkan sedikit energinya dan mengarahkannya secara diam-diam ke arah Kapal Perang musuh, kini terlihat melototkan matanya saat melihat hampir seutuhnya kapal perang tersebut hancur.


“I..Ini,” ucap Bai Ha dan Bai Hu langsung saling memandang.


“Hehehe,, mari kita hancurkan mereka,” kekeh Bai Ha dan Bai Hu setelah tersadar jika satu serangan dari Bazzoka mampu menghancurkan satu kapal beserta isinya.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Bai Ha dan Bai Hu langsung menyebar ke dua arah berbeda sambil tersenyum lebar.


Tap tap..!!


Setelah muncul di lokasi yang tepat yang jaraknya terjangkau dengan kapal perang musuh, Bai Ha dan Bai Hu pun langsung menembakkan Bazzoka mereka secara serempak.


Dret..!!


Duaarr..!!


Duaarr..!!


“Hahaha,, ini menarik, aku tak menyangka jika benda aneh pemberian saudara Han ini ternyata sangat mengerikan,” teriak Bai Hu dengan tawa lantang.


Tanpa ampun ia pun kembali menembak kan Bazzokanya setelah muncul dari jarak yang tidak jauh dari kapal perang, dan terlihat sebisa mungkin mereka menghindari musuh yang mencoba mendekati mereka serta menghindari serangan balasan musuh.


Sementara para Komandan yang sudah melihat adanya kapal hancur tanda di mulainya perang. Mereka pun langsung berteriak lantang untuk menyuruh pasukan Benua Langit bersiap menyerang sisa-sisa musuh dan memberitahu mereka untuk menjauhi kedua orang yang meledak kan setiap kapal musuh.


Karena itu perintah yang mereka terima sebelum kedatangan Bai Ha dan Bai Hu.


***


Wilayah perbatasan Selatan Benua Langit.


Chen Long, Lang Zai dan Pixiu yang baru saja tiba kini terlihat di dekati oleh satu Penguasa Kota yang menjadi Jendral di perbatasan Selatan, di belakangnya ada 20 Komandan mengikutinya.


Chen Long, Lang Zai dan Pixiu yang melihat itu kini sedikit waspada, karena takut di tuduh mata-mata.


Tapi tak lama mereka langsung tenang setelah Jendral tersebut membungkuk kan sedikit kepalanya dengan senyum tulus tanpa niat apapun.


“Apakah anda adalah bantuan yang di maksud oleh Penguasa Benua?” Tanya Jendral tersebut.

__ADS_1


Chen Long pun langsung mengangguk membenarkan, tentu saja ia akan memanfaatkan kesempatan yang ada.


“Jika begitu, perintah anda adalah yang tertinggi di sini selain saya, jadi apa langkah yang akan kita ambil melawan mereka Tuan?” Tanya Jendral tersebut kini melirik Chen Long.


__ADS_2