
“Hemm..!! Mungkin kali ini aku akan mati, karena aku merasa gagal menjadi pemimpin,” gumam sosok bertopeng hitam bernomer 1.
Saat ini bayangannya bersama Duan Du langsung terlintas, karena hal tersebut ia mengatakan akan gagal. Ia tak ingin menyakiti sosok yang membuatnya merasakan kehangatan yang selama ini ia cari-cari.
Setelah membuka topengnya, kini terlihat wajah Pelayan Sia Yun. “Aku tidak ingin mengkhianati isi hatiku, walau aku mati pun itu tak mengapa, karena kebahagiaan tidak akan datang dua kali bagiku, aku tak ingin menyesal di kemudian hari,” sambung Pelayan Sia Yun mencengkram erat kepalan tangannya.
Tak lama pelayan Sia Yun pun langsung pergi, ia tak menyadari jika telah di awasi oleh beberapa sosok bertopeng.
“Hemm..!! Walau kecil kemungkinan topeng hitam no 1 berkhianat, tetap awasi dia agar rencana kita tidak gagal.” Ucap sosok bertopeng kuning dengan nomer satu digit.
“Baik Tuan,” ucap sosok bertopeng kuning dengan nomer urut dua.
***
“Hemm..!! Aku merasa tinggal beberapa saat lagi akan ada kejadian berdarah yang tidak bisa di hindari lagi,” gumam Bai Chu Ye membuka matanya.
Tap tap..!!
Master Wuan De dan Rubah Kematian muncul bertepatan dengan Bai Chu Ye membuka matanya.
“Apa Tuan muda Ye merasakannya?” Tanya Master Wuan De melihat ke arah langit yang gelap.
“Hem..!! Langit berubah menjadi semakin gelap, bukan hanya itu saja, angin pun terasa semakin berat di sertai aroma darah yang pekat.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
“Jika begitu, apakah kita akan langsung menemui Tuan Bai dan yang lainnya?” Tanya Master Wuan De sedikit merinding saat mendengar ucapan Bai Chu Ye.
“Belum saatnya, bersabarlah menunggu acara lelang sampai ke puncak, setelah itu kita akan bergerak melawan dua sosok yang selalu mengawasi kita,” ucap Bai Chu Ye menatap datar ke arah dua sosok berjubah Hitam yang di tugaskan oleh sosok bertopeng kuning yang bersama rekan Pelayan Sia Yun.
Saat tatapan mata Bai Chu Ye mengarah ke kedua sosok yang selalu mengawasinya.
Terlihat keduanya mundur.
“Apa yang di ucapkan oleh Tuan ternyata benar jika pemuda itu sangat berbahaya, aku merasakan bahaya dari sosok bertubuh merah itu,” ucap salah satu dari sosok bertopeng merah.
“Maka dari itu kita di tugaskan untuk mengawasinya saja, ingatlah perkataan Tuan, jika kita bergerak ke arahnya, maka kecil kemungkinan kita bisa selamat, walau pemuda itu terlihat lemah dalam hal tingkat kultivasi.” Sambung rekannya.
Kedua sosok bertopeng hitam ini baru saja tiba beberapa menit yang lalu bersama Tuannya sosok bertopeng kuning. Tapi hanya mereka berdua saja yang di tinggalkan untuk mengawasi Bai Chu Ye.
Sampai saat ini mereka berdua belum mengetahui tingkat kultivasi sosok bertubuh merah yang selalu bersama Bai Chu Ye. Bahkan Master Wuan De dan Rubah kematian pun belum mengetahui tingkat kultivasi Bai Xue Ren.
Hanya Bai Chu Ye saja yang mengeyahuinya. “Kalian berdua makan ini, aku tadi sempat membuat pil darah, walau aku bukan seorang alkemis, tapi setidaknya aku telah memodifikasinya dengan campuran inti darahku,” ucap Bai Chu Ye melempar dua butir pil bewarna merah darah.
Hap hap..!!
Master Wuan De dan Rubah Kematian langsung menangkapnya. “Apakah ini efektip?” Tanya Rubah Kematian menatap Bai Chu Ye.
__ADS_1
“Apa tidak apa-apa jika mengonsumsinya?” Tanya Master Wuan De melirik ke arah kemana Bai Chu Ye menatap tadi.
“Hemm..!! Kalian jangan terlalu banyak bicara, lakukan saja apa yang aku katakan. Aku tidak pernah membohongi anggota keluargaku sendiri, sementara untuk mereka berdua, serahkan saja kepada Bai Xue Ren,” ucap Bai Chu Ye datar.
Glek..!!
Keduanya menelan ludah di sertai mengangguk patuh, entah mengapa mereka merasa jika Bai Chu Ye kini jauh lebih mengerikan dari ayahnya Bai An.
“Ba..Baiklah, kami pergi dulu,” ucap keduanya serempak langsung pergi karena takut Bai Chu Ye berubah pikiran.
Wuss wuss..!!
Setelah kepergian keduanya, pandangan Bai Chu Ye kini mengarah ke kedua sosok yang mengawasinya.
“Aku yakin ayah, kakak, paman dan yang lainnya pasti bahagia jika mengetahui kekuatanku meningkat lagi, terlebih kini aku mempunyai Bai Xue Ren yang memiliki kekuatan luar biasa,” gumam Bai Chu Ye sedikit tersenyum datar saat membayangkan ayahnya dan yang lainnya bangga.
Dret..!!
Bai Chu Ye langsung menghilang menjadi genangan darah.
“Sial, kemana pemuda itu dan manusia bertubuh merah itu,” ucap keduanya serempak.
Namun tak lama, mereka berdua langsung mengeluarkan senjata mereka.
Wung..!!
Sebuah dengungan terdengar keras di telinga sosok bertopeng hitam.
Bom..!!
Duar..!!
Ledakan kecil terdengar saat Bai Xue Ren mengayunkan lengannya yang berubah memanjang ke arah dua sosok bertopeng hitam.
Tidak jauh dari ketiganya yang bentrok. Bai Chu Ye baru saja selesai membuat perisai pengedap suara agar suara pertarungan mereka tidak dapat di dengar oleh musuh yang berada di Kota.
“Sial, kekuatan orang ini,” ucap salah satu dari sosok bertopeng hitam terkejut luar biasa.
“Hati-hati, yang satunya belum muncul,” ucap rekannya memberikan peringatan.
Baru saja rekannya selesai memberi peringatan. Bai Chu Ye muncul dengan pedang menjulur ke arah musuhnya.
Wuss..!!
Trank..!!
__ADS_1
Bam..!!
“Bunuh dia Xue Ren, aku akan menahan orang ini,” ucap Bai Chu Ye memberikan perintah.
Tubuh Bai Xue Ren langsung bersinar terang setelah mendengar perintah Penguasanya.
Dret..!!
Bersamaan dengan itu, tubuh Bai Xue Ren berubah menjadi hujan darah.
Sementara sosok yang di serang Bai Xue Ren kini mundur sejauh yang ia bisa lantaran merasakan bahaya luar biasa.
“Sialan, bagaimana bisa ada sosok sekuat ini bisa di perintahkan oleh pemuda yang hanya memiliki kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal,” teriak sosok bertopeng hitam tak percaya.
Argh..!!
Tak lama setelah itu, ia berteriak kesakitan saat tubuhnya terkena setetes darah dari hujan darah milik Bai Xue Ren.
Wung..!!
Tubuh sosok bertopeng hitam yang memiliki kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 7 Ahir langsung mengering karena darahnya di hisap habis.
Rekannya yang sedang bentrok dengan Bai Chu Ye seketika membeku.
Bai Chu Ye langsung menyunggingkan seutas senyum mengerikan. “Di saat kau lengah, itu ahir bagi kehidupanmu,” ucap Bai Chu Ye datar.
“Teknik Darah Suci, Hisapan Darah Kehidupan,” gumam Bai Chu Ye.
Jlep..!!
Dret..!!
Pedang kayu yang Bai Chu Ye tusukkan langsung bersarang di dada musuhnya lalu menghisap darahnya dengan kecepatan mengerikan.
Saking cepatnya, musuh Bai Chu Ye tidak sempat bereaksi sama sekali. Ia hanya mati dengan mata melotot, terlebih entah mengapa jiwanya pun ikut terserap habis.
Bam..!!
Terdengar jubah suara ledakan dari dalam tubuh Bai Chu Ye saat mentransfer darah yang ia serap.
“Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah, teknik yang ayah berikan ini sangat luar biasa,” gumam Bai Chu Ye mengalihkan pandangan ke arah Bai Xue Ren yang berdiri di sampingnya.
“Hemm..!! Dugaanku benar jika kau belum sempurna,” ucap Bai Chu Ye saat melihat Bai Xue Ren tidak mengalami peningkatan yang artinya kini Bai Xue Ren hanya boneka mati menurutnya.
Walau begitu, Bai Chu Ye tetap tenang tanpa merasa kecewa, karena kekuatan Bai Xue Ren berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 8 Puncak. Kekuatan yang sangat luar biasa menurut Bai Chu Ye.
__ADS_1