
Seketika seluruh tubuh Bai An dan yang lainnya di tutupi oleh Energi Semesta.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama Bai An dan yang lainnya muncul langit-langit Bumi.
Bai An langsung melihat semua daratan yang ada di Bumi, tak lama pandangannya mengarah ke banyak pulau-pulau.
“Hmm,, aku merasakan di sana adanya sedikit bocoran Inti Energi Semesta yang jauh lebih kuat dari sebelumnya,” gumam Bai An.
Mendengar itu, Duan Du, Tu Long dan Bai Han menjadi bersemangat, walau mereka tidak ikut menyerap Inti Energi Semesta, namun biasanya di sekeliling lokasi Inti Energi Semesta akan banyak sumberdaya yang melimpah.
Itu sudah terbukti, karena sebelumnya di Hutan Berkabut sangat banyak sumberdaya yang berharga untuk mereka meningkatkan kekuatan mereka.
“Lalu apa yang kita tunggu ayah, ayo kita menuju kesana,” ajak Bai Han terlihat tidak sabar.
Bai An mengangguk santai. “Ayo, jangan buang-buang waktu,” ajak Bai An langsung menyelimuti mereka menggunakan Energinya.
***
Satu hari telah berlalu, saat ini Bai An bersama istri dan putra putri, paman, nenek, telah di keluarkan dari Dunia Jiwa.
Terlihat jika Xie'er dan Ye'er selalu cemberut sewaktu-waktu.
Bai An yang telah menjelaskan semuanya hanya bisa tersenyum masam saat melihat tingkah manja kedua anaknya ini.
Tap tap..!!
“Kakak,, di pulau kecil ini sangat ramai sekali, mungkin akan ada sebuah pertandingan,” ucap Duan Du datang dengan tergesa-gesa bersama Tu Long dan dua iblis yang kini menggunakan jaket Hodiie bewarna hitam, mulut mereka di tutupi oleh masker bewarna hitam.
Dahi Bai An berkerut. “Kalian saja yang melihat-lihat lebih dulu, aku akan ke gunung itu, nanti setelah mendapat yang aku cari, maka aku akan kembali,” ucap Bai An dengan santai.
“Ye'er dan Xie'er juga boleh melihat-lihat di sana, dan jangan mencari masalah lebih dulu, tapi jika mereka yang mencari masalah lebih dulu, maka kalian boleh melumpuhkan mereka.” Sambung Bai An dengan santai.
“Tapi ingat, hanya melumpuhkan, jangan sampai membunuh.”
Tanpa menunggu jawaban dari mereka semua, Bai An langsung menghilang.
Wuss..!!
Melihat Bai An telah pergi, Duan Du, Bai Han, Mu Xia'er, Chu Jia, Mu Gia, Xie'er, Ye'er dan Ling Dong saling melirik satu sama lain.
__ADS_1
Sementara Tu Long hanya menatap ke arah banyak orang.
“Ayo kita kesana, baru kali ini aku melihat pulau kecil di padati oleh penduduk,” ajak Tu Long dengan nada semangat.
Semua orang hanya menggelengkan kepala saja, mereka tahu maksud ucapan Tu Long ini, yaitu menunggu orang mencari masalah dengannya.
Tak lama mereka pun langsung berjalan kaki ke arah sana, walau terlihat dekat, sebenar itu sangat jauh.
Jadi mereka mulai menyesuaikan diri dengan penduduk Bumi. Mereka saat ini menggunakan Bus Umum, lebih tepatnya mereka menyewa Bus Umum untuk satu keluarga.
“Woah,, alat ini sungguh canggih, namun sayang sekali ia tidak kuat, jika kuat akan cocok untuk berperang melawan Iblis,” ucap Bai Han kagum saat melihat cara kerja Bus yang mereka tumpangi.
Sementara Supir Bus yang bernama Paijo hanya pelonga pelongo saja, ia sangat bingung apa yang satu keluarga ini bicarakan dari tadi.
Beberapa kali ia menggaruk kepalanya sambil berpikir apakah mereka kurang waras, tapi Paijo cukup cerdas, jika mereka kurang waras, maka saat di ajak bicara pasti tidak terlalu nyambung, tapi mereka semua nyambung.
Terlebih mereka sangat kaya menurut Paijo, upahnya saja seharga Mobil Bus yang ia supiri, siapa yang tidak tergiur.
***
Tap tap..!!
Pandangan Bai An langsung mengarah ke sebuah danau kecil, danau tersebut terlihat sangat sejuk.
Bai An memang melihat dasar danau bagi orang fana, tapi ia tahu itu bukanlah dasar danau yang sebenarnya, karena itu hanyalah ilusi.
Wuss..!!
Bai An berlari kecil ke arah danau, saat ia akan melompat, terdengar sebuah teriakan.
“Hei nak, jangan mandi di sana, saat ini danau sedang bergelompang uap,” ucap pria tua yang memegang sebuah sajam di pinggangnya.
“Eeh,, memang kenapa jika sedang bergelombang uap?” Tanya Bai An pura-pura heran.
“Itu karena Danau Segara Anak ini setiap tahun akan menguap selama satu bulan penuh, air ini akan panas dan bahkan menurut cerita akan banyak Siluman berdatangan untuk mandi.”
“Banyak cerita kuno jika para Siluman inilah yang membuat air danau menguap, biasanya air danau menguap pada bulan tertentu seperti saat akan menyambut bulan Ramadhan.”
Pria tua itu langsung bercerita banyak tentang sejarah Danau Segara Anak.
Bai An hanya menjadi pendengar yang baik, ia kini ikut duduk bersama pria tua tersebut.
Tiga jam telah berlalu, barulah pria tua itu berhenti bicara.
__ADS_1
“Hmm,, berarti para siluman membuat air ini menguap menjadi panas agar Ratu mereka bisa mandi, dan untuk para manusia akan di larang kesini, para siluman juga sengaja membuatnya air danau menguap agar para manusia tidak berani mandi?” Ucap Bai An mengangguk-angguk.
“Sungguh Siluman yang baik hati, mereka sengaja membuat pengalihan agar tidak terjadi masalah, mereka juga terlihat ingin hidup damai, walau manusia sering merusak tempat mereka,” sambung Bai An dalam hati.
Bai An tersenyum hangat sambil melihat pria tua di depannya.
“Sama seperti anda, aku tahu anda Siluman penjaga tempat ini, anda sengaja berubah menjadi manusia dan dengan sabar mengusir orang dengan sabar walau para manusia ini bersikeras, dan pada saat salah satu manusia mati, mereka baru menyesal.”
Pria tua tersebut langsung mundur, wajahnya memasang waspada.
“Siapa kau? Apakah kau seorang ahli bela diri yang sering membunuh Ras kami?” Tanya pria tua dengan nada dingin.
Pria tua itu juga langsung berubah, tubuhnya mulai memanjang membentuk sosok Ular sepanjang 8 meter, kini pria tua itu hanya menyisakan kepalanya saja.
Sstt..!!
Sstt..!!
Dari mulut pria tua itu keluar lidah panjang yang di yakini bisanya.
Bai An hanya tenang saja, ia juga terlihat tidak berniat bertarung atau membunuh siluman di depannya, karena siluman ini tidak mengarahkan niat jahat kepadanya, ia hanya waspada saja.
“Anda tenang saja, sebenarnya aku bukan Ahli Bela Diri, tapi seorang Kultivator, jika anda tidak tahu Kultivator, maka Ratu anda pasti mengetahuinya, karena aku merasakan Energi di dalam dantiannya,” ucap Bai An melirik ke arah perut Gunung Rinjani.
Srek srek..!!
Tak lama dari gunung yang cukup besar bergerak Ular, ular tersebut sedang melilit perut gunung.
Wuss..!!
Ular tersebut menghilang, tak lama muncul wanita yang sangat cantik luar biasa.
Wanita tersebut menggunakan kebaya dan di lehernya ada selendang, kedua tangan Wanita tersebut memegang selendangnya sambil perlahan turun.
“Hmm,, sudah ribuan bahkan jutaan tahun aku tidak melihat Kultivator datang ke Bumi yang kecil ini,” ucap wanita tersebut dengan suara merdu.
Tap tap..!!
“Perkenalkan nama-ku Anjani, orang-orang biasa memangilku Dewi Anjani,” Ratu Anjani langsung membungkukkan sedikit badannya.
Hal tersebut membuat Siluman tua itu membelalakkan matanya, baru kali ini ia melihat Ratunya membungkuk seperti ini.
“Hmm,, perkenalkan namaku adalah Bai An.”
__ADS_1