
Tapi ada beberapa ingatan dan pengetahuan juga yang kini Bing Lou lihat.
Bing Lou melihat ringkasan ingatan para saudara Bai An, termasuk ingatan Bai An. Bing Lou tahu itu bukan semuanya, tapi Bing Lou tahu maksud Bai An ini adalah agar mereka semua terbuka.
Bing Lou juga mendapat beberapa pengetahuan yang cukup berguna untuk kultivasinya, Bing Lou juga di berikan beberapa teknik sederhana milik Bo Long dulu yang bisa membuat banyak ilusi nyata.
Setelah Bing Lou mencerna semuanya, ia kini menatap Bai An untuk meminta izin memberikan semua ingatannya dari kecil.
Bing Lou kinu tak mau menutup diri lagi, terlebih ia suka dengan karakter semua keluarganya ini.
Bing Lou sedikit melirik ke arah Mu Xia'er, Chu Jia, Bai Han, Duan Du, Tu Long, Lang Zai dan yang lainnya.
Setelah itu ia kembali melirik ke arah Bai An, melihat Bai An mengangguk santai. Bing Lou langsung melempar cahaya putih melalui jari telunjuknya.
Wuss..!!
Cahaya tersebut langsung masuk ke kepala Bai An. Bai An langsung mencernanya.
“Hmm..!! Jadi begitu,” gumam Bai An langsung mencengkram erat tangannya saat melihat kesadisan Master Sekte Es Abadi yang palsu.
Bai An kini melirik iba terhadap Bing Lou. Istri dan putri Bing Lou di perkosa di depan mata Bing Lou sendiri dan yang memperkosanya adalah Master Sekte Es Abadi yang palsu.
Membayangkan hal tersebut, Bai An langsung mengeluarkan tingkat kultivasinya yang sesungguhnya beserta auranya.
Hal tersebut membuat Dunia tempat mereka ini, yang awalnya hampir hancur kini hancur sepenuhnya.
Bom bom bom..!!
Jder Jder Jder..!!
Duar Duar Duar..!!
Berbagai hukum Bai An keluarkan tanpa sadar.
Beruntung semua orang langsung Ling Yenrou lindungi menggunakan auranya, agar mereka semua tidak terkena dampaknya.
Beberapa saat Bai An langsung tersadar saat Bai Han, Mu Xia'er, dan Chu Jia memegang erat tangan Bai An dari arah bersebelahan, sementara Bai Han langsung memeluk Bai An dari depan.
“Huuff,, maafkan aku,” kata Bai An dengan nada bersalah. Namun dari kata-katanya ada kebencian yang dapat semuanya rasakan.
Sehingga Duan Du langsung maju.
__ADS_1
“Apa yang terjadi setelah kakak mendapatkan ingatan paman Bing Lou?” Tanya Duan Du dengan nada sedikit dingin.
Duan Du bukannya dingin terhadap Bai An maupun Bing Lou, namun ia tahu jika Bing Lou mengalami penderitaan.
Mendemgar pertanyaan Duan Du. Semua orang juga ikut menatap ke arah Bai An.
Bai An kini melirik ke arah Bing Lou yang kini merasakan kehangatan, karena ia tahu Bai An marah setelah melihat kejadian yang paling membuatnya menderita dan ingin mengakhiri hidupnya.
Bing Lou kini mengangguk dengan tegas di sertai senyum tulus.
Bai An langsung memberikan ke beberapa orang ingatan Bing Lou.
Setelah semua orang mencernanya.
Mu Xia'er, Chu Jia langsung marah. Namun beruntung Bai An menenangkannya lalu menyuruh mereka masuk dunia jiwanya bersama yang lain dan hanya menyisakan Duan Du, Tu Long, Fu Jian, Bai Han, Ling Yenrou, Lang Zai dan Bing Lou.
Saat ini Duan Du dan Tu Long tak henti-hentinya memasang wajah ganas.
Mereka terlihat ingin sekali menyiksa Wakil Master Sekte Es Abadi yang kini ketakutan setengah mati.
Sementara Fu Jian mampu menahan emosinya, karena dunia Kultivator memanglah kejam menurutnya.
Untuk Lang Zai, ia kini memukul-mukul wajah Wakil Master Sekte Es Abadi.
“Aku tak menduga jika bocah yang dulu lemah bisa menjadi sekuat ini, terlebih ia lebih kejam dari ayah, paman dan kakaknya,” kata Ling Yenrou.
Mendengar itu.
Bai An langsung menatap ke arah Ling Yenrou bersama Bing Lou, Duan Du, Tu Long, Fu Jian dan Lang Zai.
“Apa Leluhur Ling tahu siapa orang itu?” Tanya Bai An.
Ling Yenrou mengangguk serius.
“Tentu aku tahu, ia dari Klan Era Kuno yang dulu hanya menjadi anak ingusan, bahkan ia tak bisa menjadi seorang prajurit di klannya.”
“Tapi karena ayahnya adalah Jendral besar yang membawa ratusan komandan, ribuan prajurit elit dan jutaan prajurit biasa, maka bocah ini bisa menjadi prajurit biasa.” Jawab Ling Yenrou terdiam sesaat karena ia ingin semua orang mencerna kata-katanya.
Setelah semua orang mengangguk paham, Ling Yenrou lalu melanjutkan.
“Setelah jadi prajurit biasa, ia dulu beberapa kali hampir mati oleh pasukan klan Chu Kuno, namun kakaknya yang seorang prajurit elit no 1 datang membantunya, kakaknya ini lalu turun tangan membantai semua prajurit biasa klan Chu. Hingga Ling Deng seorang komandan biasa turun tangan.”
__ADS_1
“Saat itu terjadi pertarungan sengit antara Ling Deng dan kakaknya bocah itu, hingga saat Ling Deng ingin membunuh kakak bocah tersebut, datanglah pamannya yang sebagai Jendral Muda.”
“Saat seorang Jendral Muda turun tangan, terjadilah perang besar hingga klan Chu Kuno musnah.”
Ling Yenrou mengahiri ceritanya dengan menarik nafas berat.
Bai An mengangguk-angguk, saat Bai An ingin bertanya, sebuah suara terlebih dulu terdengar.
“Lalu siapa bocah yang menjadi Master Sekte Es Abadi tersebut?” Tanya Tu Long dengan wajah penasaran.
“Benar-benar,, bagaimana juga kekuatannya?” Sambung Duan Du.
“Hmm..!! Siapa namanya?” Lang Zai juga terlihat ikut-ikutan.
Hal tersebut membuat Bai An dan Ling Yenrou tersenyum kecut secara bersamaan.
“Heng,, jika ingin bertanya satu-satu saja,” dengus Ling Yenrou.
Setelah mendengus Ling Yenrou langsung menjawab.
“Bocah itu bernama Fang Mu, dengan kekuatannya saat ini aku rasa ia adalah seorang prajurit elit yang hampir menjadi komandan di klan_nya. Untuk tingkat kultivasi, aku yakin Bing Lou mampu menjawabnya,” ucap Ling Yenrou dengan nada malas.
Hehehe..!!
Bai An terkekeh mendengar jawaban Ling Yenrou yang terdengar malas, ia tahu Ling Yenrou sengaja, agar ia tidak di berikan pertanyaan lagi oleh ketiganya.
Sementara Duan Du, Tu Long dan Lang Zai hanya bisa tersenyum kecut. Tapi tak lama, mata ketiganya bersinar saat menatap ke arah Bing Lou.
Melihat itu, Bing Lou yang mengenal karakter mereka bertiga langsung memandang ke arah Bai An untuk meminta bantuan.
Tapi Bai An Sengaja memandang ke arah Wakil Master Sekte Es Abadi.
Tidak mau menyerah, pandangan Bing Lou mengarah ke Ling Yenrou, namun Ling Yenrou melakukan hal yang sama dengan Bai An.
Terahir.
Pandangan Bing Lou mengarah ke Fu Jian.
Fu Jian yang tidak tatap oleh Bing Lou ingin mengatakan sesuatu namun tidak jadi saat merasakan tatapan 3 monster yang mengarah ke arahnya.
Dengan cepat Fu Jian berkata. “Ah,, aku lupa di suruh mencari beberapa harta rampasan di reruntuhan dunia ini.”
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Bing Lou. Fu Jian langsung melesat ke arah reruntuhan dunia.
Kini ketiganya tersenyum penuh kemenangan saat menatap ke arah Bing Lou.