
Terlihat saat ini Spirit Surgawi Tanpa Batas sedang memikirkan sesuatu yang terkait dengan kegelapan yang ada di tempat ini.
“Sepertinya tebakanmu benar, jika seperti itu kau harus mencarinya dengan cepat, karena aku merasa ada seseorang yang ingin menggunakan mencoba Qirin Api Kegelapan di saat Api Kegelapannya melemah.” Ucap Spirit Surgawi Tanpa Batas dengan nada serius.
“Hemm..!! Yang membuatku bingung, seperti katamu, ia tidak bisa mati bukan, sama halnya diriku jika bergabung denganmu Lalu mengapa kau begitu takut jika ia muncul, atau bangkit kembali?” Tanya Bai Han dengan nada serius.
“Itu karena jika ia sudah memiliki Tuan, maka kekuatannya akan sama sepertimu saat bergabung dengan Spiritnya. Sama-sama memiliki kekuatan tanpa batas, walau Qirin Api Kegelapan memiliki kelemahan yaitu Api Cahaya Surgawi, namun sampai saat ini belum ada seseorang yang mampu membangkitkannya atau bisa di katakan Api Cahaya Surgawi sedikit memiliki harga diri yang tinggi dalam memilih Tuan.” Jawab Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Ooh,, itu artinya aku tidak bisa membunuhnya jika ia bergabung dengan Tuannya?” Tanya Bai Han.
“Benar, maka dari itu aku menyuruhmu cepat bertindak sebelum Spirit Qirin Api Kegelapan di lahap, dengan di lahapnya Qirin Api Kegelapan, secara otomatis orang yang melahapnya akan menjadi Tuannya.” Jawab Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Jika begitu aku sedikit melakukan perubahan rencana, bangkitlah Spiritku,” gumam Bai Han langsung memasang wajah serius.
Tak lama tubuh Bai Han langsung bergabung dengan Spiritnya dan berubah menjadi kabut.
Wuss..!!
Seolah di tiup angin malam, kabut yang tak lain Bai Han terbang mengikuti arah angin.
Tidak sampai 10 menit, kabut tersebut terhenti.
“Ketemu,” gumam Bai Han yang terlihat saat melintas, ia selalu menyebar kabut sejauh 1 km.
Dret..!!
Secara perlahan Bai Han mendekati sosok berjubah hitam yang mengenakan pakaian Assasint.
...
Assasint atau tak lain salah satu Petinggi Menara yang mengintai lokasi tempat berkumpulnya kelompok Bai Han tentu tidak merasakan kabut yang tiba-tiba muncul menjadi ancaman.
Seolah Ia sudah terbiasa melihat kabut seperti ini.
Tapi tak lama matanya melotot saat energinya di serap dengan kecepatan mengerikan.
“A..Apa ini? Si..Siapa disana?” Teriak Petinggi Menara tersebut mencoba meledakkan energinya untuk menghilangkan kabut yang mengelilinginya, karena merasa ada seseorang yang sengaja membuat asap lalu membuat formasi tersembunyi untuk menghisap energinya.
__ADS_1
Tapi saat Petinggi Menara tersebut mengeluarkan energinya dalam jumlah besar, bukannya menghilangkan kabut, malah energinya semakin terserap semakin cepat.
“Sialan,” teriak Petinggi tersebut langsung melesat.
Wuss..!!
Tapi sejauh manapun ia melesat, ia tetap saja tidak bisa keluar dari kabut yang ada di sekitarnya.
“A..Apakah ini ilusi?” Gumam Petinggi Menara langsung terjatuh saat semua energinya habis terhisap.
Tap tap..!!
Bersamaan dengan itu, Bai Han muncul. “Hemm..!! Kenapa kau tidak langsung membunuhnya dan menyuruhku menghisap semua energinya?” Tanya Spirit Surgawi Tanpa Batas sedikit heran.
“Tidak ada, aku hanya ingin melihat kecepatanku dalam melumpuhkan musuh saat bergabung denganmu, dan ingin melihat dampaknya saat bertarung.” Ucap Bai Han menggelengkan kepalanya.
Tangan Bai Han pun terayun santai, bersamaan dengan itu pedang kayu muncul dan di selimuti oleh energi di sekitar Bai Han.
Slash..!!
Crash..!!
Crash..!!
Bruk..!!
Kepala Petinggi Menara tersebut pun langsung terpotong layaknya memotong udara.
“Semuanya begitu mudah saat bergabung denganmu, tapi jika terus seperti ini, aku merasa terlalu bergantung dan tanpa usaha apapun,” gumam Bai Han menghela nafas berat.
“Setidaknya lawanmu saat ini masih terbilang lemah, ada kalanya kau melawan sosok yang kuat suatu saat nanti dan juga ada batasan saat kau menggunakan kekuatanku, batasanmu hanya sampai 50% saja, jika melebihi itu, maka kau akan merasakan dampaknya.” Sambung Spirit Surgawi Tanpa Batas.
Bai Han yang mendengar itu terlihat tidak menanggapinya, ia saat ini merasa sedikit angkuh lantaran bisa membunuh musuhnya dengan mudah.
“Huuf,, kenapa bisa-bisanya aku menjadi angkuh seperti ini lantaran bisa membunuh musuh yang dulunya tidak bisa ku hadapi.” Gumam Bai Han langsung bergerak dengan cepat ke wilayah Barat.
Wuss..!!
__ADS_1
Dret..!!
Tap tap..!!
Setelah melepaskan Spiritnya, tak lama pandangan Bai Han ke sebuah pegunungan.
Di balik gunung tersebut ada sebuah batu yang cukup besar dan batu tersebut adalah sebuah Dimensi kecil yang Bai Han yakini tempat Petinggi wilayah Barat bersembunyi.
Dret..!!
Bai Han yang muncul di depan batu, melihat area sekitar, apakah ada sesuatu yang mencurigakan. Di saat tidak merasa ada sesuatu yang janggal.
“Baiklah, mari selesaikan dengan cepat agar aku bisa menemukan dimana lokasi Spirit Qirin Api Kegelapan berada,” gumam Bai Han ingin menghancurkan batu yang di yakini adalah pintu masuknya.
Tap tap..!!
“Tunggu dulu Tuan muda, apa anda tidak mempercayai kami dengan mencoba ingin menyelesaikannya seorang diri?” Ucap Bo Wuhan langsung menghentikan Bai Han yang ingin menghancurkan pintu dimensi.
”Eeh,, dari mana kau tahu paman?” Bukannya menjawab, malah Bai Han bertanya balik.
“Itu karena aku selalu mengawasi gerak gerikmu dan aku melakukan ini karena aku tidak ingin kehilangan lagi,” ucap Bo Wuhan dengan nada serius.
“Terlebih aku sudah bersumpah dalam hatiku untuk menjaga dan membuktikan jika aku bisa menjadi perisai untukmu, tidak seperti di masa lalu yang menjadi orang tidak berguna. Dan aku mohon berhentilah bersikap seperti Tuan Bai, karena aku sadar sifatmu mirip dengan Tuan yang selalu ingin melakukan sesuatu berbahaya seorang diri tanpa ingin melibatkan yang lain.” Sambung Bo Wuhan menatap mata Bai Han.
“Cobalah untuk mempercayai kami, dan berhentilah menganggap kami seperti anak-anak, tentu saja aku sadar jika Tuan muda sangat menyayangi kami sehingga tidak ingin salah satu dari kami mati. Makanya anda bertindak seperti ini.” Ucap Bo Wuhan langsung terdiam setelah meluapkan isi hatinya.
Mendengar itu, Bai Han merasa ada sedikit kesalah pahaman di sini, tapi ia sama sekali tidak menjawab lantaran apa yang Bo Wuhan ucapkan ada benarnya.
Kini ia sadar jika saat ini sedang bergerak seorang diri tanpa ingin melibatkan yang lain, karena ia takut orang-orang terdekatnya terluka bahkan mati, seperti di masa lalu.
“Huuf,, karena aku terlalu memikirkan masa lalu, aku kini menjadi egois, seolah-olah aku tidak mempercayai mereka semua, padahal sebaliknya, saking percayanya, aku tidak ingin mereka terluka sehingga melakukannya sendiri, sama seperti ayah.” Gumam Bai Han dalam hati.
“Kini aku sadar jika caraku ini salah, rupanya aku harus memahami perasaan mereka juga, karena seolah-olah mereka berpikir aku memandang mereka beban,” sambung Bai Han dengan senyum kecil.
“Baiklah, aku percayakan ini kepadamu dan juga kalian semua,” ucap Bai Han dengan senyum hangat di arahkan ke Bo Wuhan dan keluarganya yang kini bersembunyi di berbagai tempat.
Tap tap..!!
__ADS_1
Chen Long, Lan Yuheng, Bai Da Xing, Bai Zhan, Ling Shen, Bai Yu, Ling Yin, Li Qian, Ling Hua, Gu Sheng dan yang lainnya pun muncul dengan ikut tersenyum bahagia.