Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Dua Pemuda Murid Dalam Dari Sekte Es Abadi


__ADS_3

Jika Duan Du, Lang Zai, Cen Tian dan Tu Long melihat pemuda tersebut, maka mereka akan terkejut luar biasa.


Entah siapa pemuda tersebut, yang pasti jika mereka berempat bertemu dengan pemuda tersebut, maka mereka akan mengenalinya langsung.


Mendengar suara arogan dari keduanya. Pemimpin Lang Qing sama sekali tidak marah, melainkan ia tersenyum lebar layaknya seorang penjilat ahli.


“Itu benar Tuan, saya lihat anda berdua adalah Tuan muda yang berwawasan luas dan menjadi orang terpandang hingga mempunyai istana, tidak seperti saya hanya orang tua bau tanah yang bisanya duduk di tempat kumuh seperti ini,” ucap Pemimpin Lang Qing kini maju dengan cara merangkak.


Pemimpin Lang Qing langsung mencium kaki Pemuda berambut ungu.


Pemuda berambut ungu langsung menendang Pemimpin Lang Qing dengan pandangan jijik.


Bam..!!


Tubuh Pemimpin Lang Qing langsung terhempas hanya dengan tendangan biasa.


Dapat di pastikan jika kekuatan pria berambut ungu ini lebih tinggi dari Lang Qing.


“Kau hanyalah budak, tidak pantas menyentuh kaki Tuan muda ini,” dengus pemuda berambut ungu.


Lang Qing langsung bangun setelah menabrak dinding hingga sedikit bergetar.


“A..Ampun Tuan, maafkan budak rendahan ini telah mengotori kaki Tuan,” teriak Lang Qing kini terlihat ketakutan setengah mati.


Namun di dalam hatinya ia sangat membenci pemuda sombong ini. Jika saja ia tidak membutuhkan sumberdaya dan dukungan untuk menguasai beberapa kota, ia mungkin akan mencari cara untuk membunuh pria berambut ungu tersebut.


“Heng..!! Bangunlah dan pergi lihat apa yang terjadi di luar sana, aku dapat merasakan ada salah satu dari mereka yang perlu di waspadai,” dengus pria berambut ungu sambil melirik ke arah teman seperguruannya.


Lang Qing yang mendengar itu langsung buru-buru keluar pergi untuk melihat apakah Jendral terkuatnya telah mengumpulkan semua komandan dan prajurit.


“Saudara Xiao, bagaimana menurutmu? Apakah kita perlu turun tangan atau membiarkan dia mati,” ucap pria berambut ungu melalui telepati kepada pria berambut perak yang bernama Xiao.


Pria berambut perak yang bernama Xiao hanya mengangkat bahunya.


“Aku tidak tahu, kita di tugaskan hanya untuk menghasut dia saja,” balas Xiao melalui telepati sambil menunjuk Lang Qing.


“Jika dia mati maka kita akan mendapatkan hukuman karena di anggap gagal menjalankan tugas, terlebih kita hanyalah murid dalam yang baru saja di promosikan. Jadi kita harus memberikan kontrubusi yang besar agar para penetua bisa mengangkat nama kita ke jajaran 100 murid dalam,” sambung Xiao.

__ADS_1


Mendengar itu, pria berambut ungu terdiam, ia sebenarnya terlihat enggan melakukan hal seperti ini. Karena ia menganggap tugas seperti ini hanyalah untuk murid luar yang baru saja masuk.


Terlebih sekte tempat mereka berada adalah Sekte Besar yang di segani di Seluruh Alam Semesta.


Nama sekte mereka adalah Sekte Es Abadi yang berada di Alam Semesta Inti ke 1 sebagai pusatnya.


Sementara cabang Sekte Es Abadi ada juga di Alam Semesta Inti ke 2 dan Alam Semesta Inti ke 3.


Tempat keduanya tinggal adalah Cabang Sekte Es Abadi yang berada di Alam Semesta Inti ke 3. Mereka akan di pindahkan ke Sekte Pusat karena telah menjadi Murid dalam, tapi sebelum di pindahkan, mereka yang baru masuk menjadi Murid dalam wajib mendapatkan misi.


Misinya beragam, dan kedua pemuda yang berdiri di Kota Serigala Air ini mendapatkan misi menghasut salah satu pemimpin kota yang ada di Dunia Inti ke 6 hingga bisa menguasai setidaknya paling sedikit 3 kota.


Jika mereka gagal maka mereka akan mendapatkan hukuman yang berat. Tentu saja keduanya tahu hukuman tersebut dan saat memikirkan hal tersebut, tanpa sadar kedua pemuda itu bergidik ngeri.


Keduanya saling melirik satu sama lain, setelah itu mereka langsung menghilang untuk menyusul Lang Qing yang sudah pergi dari tadi.


***


Di wilayah Barat.


Saat ini Duan Du mengajak kakaknya Cen Tian untuk mengerjai Tu Long yang sudah mabuk berat.


Beruntung bagi Duan Du dan Cen Tian karena Tu Long masih belum mengalirkan energinya ke kepalanya untuk menghilangkan efek arak yang ia minum, jika tidak, Tu Long mungkin akan marah besar saat melihat apa yang di lakukan Duan Du dan Cen Tian.


Bagaimana tidak.


Karena saat ini Duan Du dan Cen Tian menelanjangi Tu Long dan menguras semua harta yang ada di dalam cincin penyimpanan dan kantong penyimpanan milik Tu Long.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Bocah kurang ajar. Apa yang telah kalian lakukan kepada paman kalian sendiri,” teriak Lang Zai kini langsung marah saat melihat kelakuan Duan Du dan Cen Tian.


Tu Long yang mendengar teriakan Lang Zai langsung setengah tersadar, ia melihat ke asal suara.


“Eeh,, Tuan Lang, kenapa kau berteriak? Apa kau ingin ikut minum juga? Ayo sini ikut duduk,” ucap Tu Long dengan nada suara berat dan setengah tersadar.

__ADS_1


Mendengar ajakan Tu Long yang minum di saat seperti ini, membuat Lang Zai sedikit emosional.


“Dasar otak dongol, cepat bangun dan lihat dirimu, memalukan,” teriak Lang Zai kini menahan diri untuk tidak menghajar Tu Long.


Setelah itu pandangan Lang Zai mengarah ke kedua bocah nakal yang tak lain Duan Du dan Cen Tian.


Saat ini Duan Du dan Cen Tian sudah melesat melarikan diri ke arah pusat kota dengan tawa bahagia.


Arrgghhh..!!


“Siapa? Siapa yang melakukan ini kepadaku?” Teriak Tu Long kini mengeluarkan auranya.


Bom bom..!!


Aura Tu Long bahkan langsung meledakkan beberapa bangunan di sekitarnya karena saking kuatnya tekanan yang Tu Long keluarkan.


Bahkan Lang Zai yang cukup jauh merasa tertekan akibat aura tekanan yang Tu Long keluarkan.


“Dasar bocah kurang ajar, berani sekali kau menindas ku,” teriak Lang Zai.


Mendengar suara familiar, Tu Long langsung melirik ke arah Lang Zai. Seketika ia menggaruk kepalanya sambil memasukkan auranya lagi kedalam tubuhnya.


“Eeh,, Tuan Lang Zai, kapan kau datang?” Tanya Tu Long kini merasa canggung dan sedikit ngeri saat melihat wajah Lang Zai yang kini mulai memerah.


“Kapan datang,, kapan datang,, otakmu itu perbaiki sedikit agar lebih cerdas,” teriak Lang Zai kini marah-marah kepada Tu Long yang kini hanya bisa cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Melihat kelakuan Tu Long. Lang Zai hanya bisa menghela nafas berat.


“Heng,, dasar otak dongol, apa kau tidak sadar jika kedua bocah itu yang telah menelanjangimu dan menguras hartamu, coba kau lihat dan rasakan energi mereka yang menempel di tangan dan tubuhmu,” dengus Lang Zai merasa kasihan, tapi ia marah-marah saat memberitahukan Tu Long tentang kelakuan Duan Du dan Cen Tian.


Saat mengetahui hal tersebut. Tu Long kini memasang wajah jelek.


“Awas saja kalian berdua, aku akan menghajar kalian, terutama kau bocah nakal,” teriak Tu Long kepada Duan Du. Karena ia sadar jika ini pasti ulah Duan Du.


Tapi entah mengapa, setiap Tu Long berkata akan membalas dendam, itu tak pernah kesampain.


Malah Duan Du lebih aktip dalam mengerjai Tu Long hingga saat ini. Lucu bukan.

__ADS_1


__ADS_2