Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertemuan Dua Insan dan Melepaskan Rindu


__ADS_3

“Apa kalian paham?”


Keempatnya langsung mengangguk paham. “Kami paham Guru besar.”


Bai An mengangguk lalu melirik ke arah Bai Han, Duan Du dan Tu Long.


“Apa kalian tetap disini atau ikut bersamaku?”


“Hehe,, tentu saja kami ikut kak,” jawab Duan Du terkekeh kecil.


“Ayah,, izinkan Han'er tinggal dulu, karena Han'er ingin berlatih lebih giat lagi, terlebih Han'er belum mempelajari beberapa teknik yang telah di berikan oleh leluhur pertama,” kata Bai Han dengan nada terlihat serius.


Walau begitu, Bai Han terlihat sangat imut, hal tersebut membuat Duan Du dan Tu Long merasa enggan berpisah.


Bai An mengangguk. “Baiklah jika Han'er ingin keluar, tinggal hubungi ayah saja,” kata Bai An langsung melambaikan tangannya dengan santai.


Wuss..!!


Seketika muncul lubang hitam, lalu mereka semua melesat ke dalam lubang hitam.


***


Beberapa hari berlalu.


Saat ini terlihat kapal langit melesat dengan kecepatan cahaya, kecepatan kapal langit tersebut seolah membelah ruang yang ia lewati.


Di dalam kapal, terlihat Bai An, Duan Du dan Tu Long duduk santai saling berhadapan.


“Kakak, sampai saat ini kau belum memberitahu kami apa tujuanmu membiarkan wanita kurang ajar itu hidup?” Tanya Duan Du mencoba menahan amarah jika mengingat wanita yang bernama Jia Wei.


“Benar-benar, aku yakin kau ada maksud tertentu jika kau membiarkan mereka hidup, terlebih lagi aku yakin tujuanmu itu pasti pada akhirnya akan ada pertarungan besar,” sambung Tu Long terdengar bersemangat.


Bai An yang mendengar itu terdiam sesaat, dengan santai ia meneguk araknya terlebih dahulu.


“Hmm,, kalian ini tak akan pernah berhenti bertanya jika tidak mendapat jawaban memuaskan,” kata Bai An sedikit menyesal.


“Hehe,, siapa suruh kau memberitahu kami saat sadar dulu, kau berkata kita akan ke tempat mereka lalu membantu masalahnya,” kekeh Duan Du.


Bai An langsung mengeryitkan alisnya lalu berkata. “Leluhur Yenrou memberitahuku jika darah wanita yang bernama Jia Li Ling itu adalah darah keturunan terahir sahabatnya, ia juga berkata kita pasti menemukan sesuatu yang menarik jika membantunya.”


Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long terlihat masih belum puas.


“Hmm,, apa sesuatunya itu? Jika ini berkaitan dengan orang yang kakak maksud, yaitu dalang kematian leluhur pertama klan Ling atau Penguasa Pertama klan Ling, tentu saja aku akan senang hati ikut kesana dan berusaha memaafkan wanita itu.”

__ADS_1


Bai An mengangguk mendengar pertanyaan Duan Du.


“Benar,, ini ada kaitannya dengan orang itu, namun ini adalah kaki tangannya, terlebih aku merasa ini juga akan melibatkan dirimu lebih dalam lagi,” kata Bai An tersenyum tipis.


Duan Du seketika salah tingkah, tentu ia mengerti maksud dan senyuman kakaknya itu, sehingga Duan Du terdiam beberapa saat.


“Hmm,, walau aku sedikit tertarik, tapi jika membantunya untuk berpura-pura menjadi pasangannya aku tidak mau, lebih baik menjadi pasangan sesungguhnya,” kata Duan Du tersenyum kecil.


Bai An langsung menggeleng-geleng. “Kau tahu, ia juga tertarik denganmu, jadi aku yakin kalian akan menikah nantinya, karena menurut Leluhur Yenrou, masalah Jia Li Ling ini adalah ia di paksa menikah dengan seseorang yang cukup berpengaruh, namun Jia Li Ling menolak tegas.”


“Hooh,, lalu ia tidak berani melawan dengan menolak karena takut keluarganya yang menjadi imbas, dan juga aku yakin ada beberapa keluarganya yang ikut terlibat dalam konspirasi ini,” kata Duan Du mengangguk-angguk.


“Hal semacam itu sudah basi, aku pasti akan membereskan mereka semua, tentunya di bantu oleh paman Tu Long,” Duan Du melirik ke arah Tu Long sambil menaikkan alisnya bergantian.


Tu Long yang dari tadi diam seperti orang bodoh kini langsung jijik melihat ekspresi Duan Du.


“Heng,, walau aku tetap ikut, tapi aku tetap membenci wanita yang bernama Jia Wei itu, aku tak akan pernah memaafkannya karena telah menjelekkan nama Tuan muda,” dengus Tu Long mencengkram erat tangannya, matanya di penuhi ketegasan.


Bai An dan Duan Du langsung tersenyum kecil. “Awas, nanti kau malah jatuh cinta,” ucap Bai An dan Duan Du bersamaan.


“Heng,, itu tak akan pernah terjadi dan Tu Long pantang menelan ludahnya sendiri,” dengus Tu Long dengan sedikit bangga.


Waktu terus berlalu.


Mereka juga terlihat memuaskan diri untuk minum, karena beberapa hari kemudian mereka tidak bisa minum lagi lantaran Bai Han pasti menceramahi mereka.


“Hmm sebentar lagi kita akan sampai, persiapkan diri kalian,” kata Bai An tersenyum kecil.


Glek..!!


Duan Du dan Tu Long langsung menelan ludah mereka dengan wajah sedikit berkeringat dingin.


Tentu mereka berdua paham maksud Bai An, yaitu ada macan betina yang ganas.


***


Di istana yang sangat indah.


Saat ini Mu Xia'er membuka matanya dengan mata sedikit berkaca-kaca.


“An Gege,” gumam Mu Xia'er meraskan kehadiran Bai An ingin memasuki Alam Semesta Inti ke 10.


Dengan cepat Mu Xia'er bangun lalu merapikan penampilannya dengan wajah tersenyum bahagia.

__ADS_1


“Aku harus berpenampilan rapi untuk menyambut An Gege,” gumam Mu Xia'er.


Tentu saja wanita jika ingin bertemu pasangannya harus terlihat terbaik agar ia mendapat pujian.


Setelah cukup lama Mu Xia'er merias dirinya, ia langsung memberitahu Mu San dan Mu Wen untuk menyiapkan beberapa penyambutan di sini.


“Mu San datang menyapa.”


“Mu Wen datang menyapa.”


“Kalian undang beberapa pelayan yang bisa memasak lalu siapkan di aula makan, karena suamiku saat ini akan sampai.” Kata Mu Xia'er tersenyum bahagia.


Mu Wen dan Mu San saling memandang, mereka berdua langsung mengangguk lalu menghilang untuk melakukan perintah Mu Xia'er.


Setelah kepergian Mu San dan Mu Wen, Mu Xia'er langsung pergi menunggu Bai An di perbatasan antar Semesta.


***


Bai An yang kini hampir melihat penghalang Alam Semesta langsung tersenyum kecil setelah merasakan istrinya sedang menunggunya.


Duan Du dan Tu Long yang kini ikut berdiri di sebelah kiri kanan Bai An terlihat pucat.


“Kakak,, biarkan saja kami masuk dunia jiwamu,” mohon Duan Du.


Bai An menggeleng. “Jika ia masuk juga kesana, maka hidup kalian akan berahir, jadi lebih baik begini dan hadapi saja nasib kalian,” terlihat seutas senyum jahat Bai An tampilkan.


Hal tersebut membuat Duan Du dan Tu Long merasa tidak nyaman.


Wung..!!


Kapal Langit seketika melewati penghalang.


Bertepatan dengan munculnya sosok yang Bai An rindukan ada di depannya.


“An Gege,” sapa Mu Xia'er terlihat malu-malu.


Bai An yang paham langsung berkata. “Kau tetap cantik Xia'er, terlebih gaun yang kau gunakan menambah keindahan yang tiada tara.”


Wajah Mu Xia'er langsung merah merona.


Bai An langsung berjalan lalu memeluk Mu Xia'er.


“Gege, Xi'er merindukanmu,” bisik Mu Xia'er langsung memeluk erat Bai An.

__ADS_1


__ADS_2