
“Baiklah, kita mulai dari pertanyaan anda yang mana?” Ucap Ling Hua menatap ke arah Bai An.
“Saya pasti akan menjawab semuanya, karena selama ini saya sudah menunggu anda dalam waktu yang sangat lama.” Ucap Ling Hua ke arah Bai An.
Mendengar itu, Bai An pun langsung bertanya siapa Ling Hua sebenarnya.
“Sebutkan asal usulmu semuanya hingga bisa menjadi bawahan Leluhurku?” Tanya Bai An.
“Kami berasal dari klan yang sama dengan Yang Mulia Asura, nama asli Yang Mulia Asura adalah Ling Ming.”
“Klan kami dahulu adalah sebuah klan kecil, namun karena kejeniusan Yang Mulia membawa klan Ling bangkit, saya adalah salah satu saksi kesuksesan klan Ling di masa lalu, beliau dulu sebelum di panggil Dewa Asura, ia biasa di panggil Kaisar Ming, karena pernah mendirikan Kekaisaran sendiri, namun saat ini Kekaisaran Ming sudah lama runtuh.” Ucap Ling Hua dengan nada bangga menjelaskan tetang Dewa Asura.
Mendengar itu. Bai An sedikit menyipitkan matanya.
“Lalu, kenapa keturunannya ada be marga Bai? Misal seperti diriku?” Tanya Bai An.
“Itu karena saat Yang Mulai mulai membangkitkan klan Ling di masa lalu, karena kejeniusannya, ia berhasil memikat dan mempersunting istri pertama dan satu-satunya yang berasal dari klan Bai.” Jawab Ling Hua.
Ling Hua pun menjelaskan mengapa Dewa Asura tidak memberikan nama marganya sendiri ke keturunannya, itu karena janjinya kepada klan Bai di masa lalu. Tidak ada yang mengetahui isi janji tersebut, karena hanya Dewa Asura dan Patriak Klan Bai sendiri yang mengetahuinya, mereka berdua membawa janji tersebut seorang diri sampai kematian mereka.
Namun Ling Hua menjelaskan jika Dewa Asura sampai saat ini tidak di ketahui keberadaan jasadnya, artinya kecil kemungkinan leluhur Bai An masih hidup. Itu hanya spekulasi Ling Hua saja.
...
Sruupp..!!
“Lalu apakah ibuku dan kau memang berasal dari Klan yang sama? Aku bertanya ini karena marga kalian sama-sama Ling?” Tanya Bai An setelah memahami cerita Ling Hua sambil menyeruput teh yang ada di meja.
Wajah Ling Hua seketika cerah mendengar yang ia nanti-nantikan. “Benar, semua klan Ling yang ada di seluruh Dimensi ini memiliki ikatan dengan Klan Ling pusat. Itu karena adanya sumpah jika Klan Ling dan Klan Bai tetap harus terikat pernikahan.” Ucap Ling Hua dengan nada sedikit meninggi.
“Awalnya aku tidak percaya, namun itu benar-benar terjadi, semasa hidupku, aku mencari tahunya dan aku menemukan jawabannya, jika itu laki-laki dari klan Bai, ia harus menikahi wanita dari klan Ling terlebih dahulu sebelum menikahi wanita lain. Jika tidak, dan ia memaksa menikahi wanita dari klan berbeda, maka wanita tersebut akan mati di usia muda.” Sambung Ling Hua.
“Bukan hanya itu saja, satu hal yang paling pantang di langgar, karena akan berimbas pengkhianatan,” ucap Ling Hua memasang wajah serius.
Bai An yang mendengar itu tentu tidak terlalu percaya, tapi ia tetap mencoba untuk mendengarkan.
“Jika kau mempunyai anak pertama, dan itu bukan dari wanita be-marga Ling, maka istrimu yang melahirkan anak pertamamu akan berkhianat, entah mengapa bisa begini, tapi buktinya sudah banyak.” Ucap Ling Hua.
__ADS_1
Wajah Bai An seketika membeku karena ia adalah salah satu korban dari sumpah leluhurnya dengan klan Bai.
Ibu Bai Han berkhianat kepada dirinya dan anggota keluarganya. Saat Bai An melamun, wajahnya seketika bergetar hebat saat mendengar ucapan dari Ling Hua yang kembali menjelaskan.
“Oh ya aku lupa, jika anak pertama tersebut lahir, ia akan memiliki kekuatan luar biasa, tapi bakatnya akan tertahan jika belum bertemu Patriak klan Bai pertama. Dan juga anak pertama tersebut akan langsung di buru oleh musuh-musuh Yang Mulia jika berada di Dimensi Alam Dewa ini, karena bakatnya hampir menyamai Yang Mulia, bahkan aku mendengar desas desus jika bisa melebihi bakat kejeniusan Yang Mulia Asura.” Ucap Ling Hua kini memperhatikan Bai An yang tubuhnya tiba-tiba bergetar.
“Han'er,” gumam Bai An dalam hati. “Aku harus menemukan Han'er sebelum mereka menemukannya,” gumam Bai An langsung bangkit.
“Eeh kau mau kemana Keturunan Asura?” Tanya Ling Hua ikut bangkit saat melihat Bai An akan pergi.
Tap tap..!!
Langkah Bai An terhenti. “Awalnya aku tidak terlalu percaya akan ucapan mu Ling Hua, namun karena adanya kesamaan dari ceritamu dengan masa laluku. Jadi aku harus menjemput putra pertamaku, karena ia anak pertamaku dan ibunya bukan dari marga Ling.”
Tanpa menunggu balasan dari Ling Hua. Bai An kembali melangkah.
Sementara Ling Hua terdiam di tempatnya dengan mulut terbuka lebar.
“A..Apakah aku harus membantunya?” Gumam Ling Hua ragu.
...
Wuss..!!
Wuss..!!
Kini pikiran Bai An sedang campur aduk saat melesat dengan kecepatan penuh.
“Sial-sial,, sumpah sialan, janji sialan, apa-apaan mereka semua seenak jidatnya membuat sumpah dan janji sendiri, hidup-hidupku, yang menjalani aku, jadi kalian leluhurku, berhentilah membuat yang tidak berguna sialan,” umpat Bai An dalam hatinya.
Asura Blood yang mengikuti Bai An dari samping hanya bisa menggeleng. “Apakah wanita Ling itu lupa menjelaskan yang terahir, mengapa Yang Mulia bisa membuat sumpah tersebut bersama dengan Tuan Bai pertama?” Gumam Roh Asura dalam hati.
Tapi karena ia tidak ingin menjelaskannya kepada Bai An. Ia kembali masuk ke dalam pedang Asura.
Wuss..!!
Dret..!!
__ADS_1
Tak lama Bai An muncul di Wilayah Utara.
Tanpa basa basi ia mengedarkan kesadarannya sampai batasnya.
Blush..!!
“Huuf,, ketemu,” gumam Bai An menemukan putranya Bai Han masih dalam kondisi baik-baik saja bersama Gu Sheng, Luo Sha dan Hu Song.
Dengan segera Bai An melesat ke arah dimana putranya berada.
Wuss..!!
***
Wung.!!
Sementara Ling Hua yang mengikuti langsung muncul di atas awan.
Mata Ling Hua sedikit berkerut. “Apakah karena aku terluka terlalu parah sehingga salah merasakan?” Gumam Ling Hua bertanya-tanya.
Ia kini melihat ke sosok yang mirip dengan Bai An dalam versi muda. Ling Hua merasakan tidak ada yang spesial dari tubuh Bai Han sehingga berpikir dirinya melemah.
Namun Ling Hua belum mengetahui jika Bai Han memang punya bakat mengerikan yang tersembunyi di dalam tubuhnya. Bai An dan semua keluarga intinya pun mengetahui itu. Tapi mereka tidak mengetahui cara untuk memecahkan bagaimana cara mengeluarkan bakat Bai Han.
Di samping itu, Bai An dan anggota keluarga mereka sedang sibuk meningkatkan kekuatan diri mereka masing-masing saat masih di Dimensi Tanpa Nama.
...
Wung..!!
Dret..!!
Bruk..!!
“Eeh,, ayah, kenapa kau kesini? Apakah paman Tu telah ketemu?” Tanya Bai Han terkejut saat Bai An muncul lalu memeluknya.
“Hem..!! Ayah sudah menemukan dalang menghilangnya Tu Long, jadi ayo cari adikmu lalu berkumpul di Sekte Pedang Cahaya.” Ucap Bai An.
__ADS_1