Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Pelarian dan Bentrokan Dengan Sosok Bertopeng Merah


__ADS_3

“Hem..!! Ayah sudah menemukan dalang menghilangnya Tu Long, jadi ayo cari adikmu lalu berkumpul di Sekte Pedang Cahaya.” Ucap Bai An.


Tatapan Bai An pun mengarah ke Gu Sheng, Luo Sha dan Hu Song. “Kalian bertiga ke Sekte Pedang Cahaya lebih dulu lalu sampaikan pesanku ke Master Sekte,” ucap Bai An menembakkan energi pesan suara ke kening Gu Sheng.


“Tunggu aku di sana, aku dan Han'er akan mencari Ye'er dan Rubah itu terlebih dahulu baru ke Sekte Pedang Cahaya.”


Dret..!!


Sebuah celah tercipta, tanpa menunggu respon dari Gu Sheng dan yang lainnya. Bai An menarik Bai Han masuk celah.


Jlep..!!


Celah seketika lenyap.


“Apa anda merasakannya senior Gu?” Tanya Hu Song kini melirik ke arah Gu Sheng.


“Hemm..!! Tuan muda Bai terlihat khawatir, itu tidak dapat di tutupi dari jejak wajah, tubuhnya yang bergetar dan terlihat tergesa-gesa.” Gu Sheng mengangguk sambil mencoba mengapa tiba-tiba Bai An begini.


“Ini bukan sifat Tuan muda Bai, ia yang biasanya sangat tenang dan berkarisma, kini baru pertama kalinya aku melihatnya seperti ini. Entah apa yang Tuan muda lalui atau temui, yang pasti kita harus cepat-cepat ke Sekte Pedang Cahaya. Jangan sampai Tuan muda Bai menunggu kita lebih dulu.” Sambung Gu Sheng langsung mengeluarkan token teleportasi tingkat tinggi.


“Tunjukkan arah dimana Sekte Pedang Cahaya berada, kita akan langsung sampai jika menggunakan token teleportasi ini,” ucap Gu Sheng melirik ke arah Hu Song dan Luo Sha.


Hu Song pun langsung mendekati Gu Sheng lalu meminta jika ia sendiri yang akan mengaktifkan token agar tujuannya tidak salah.


Mereka bertiga pun langsung menghilang setelah mengaktifkan token.


***


Wuss...!!


Wuss..!!


Bai Chu Ye dan Rubah kematian terlihat melesat dengan kecepatan tinggi.


“Sialan, siapa mereka? Kenapa mereka sangat kuat dan mengejar kita? Terlebih lagi kenapa aku tidak bisa mengenali orang sekuat mereka?” Teriak Rubah Kematian menggerutu sepanjang jalan.


Pandangan Rubah Kematian melirik ke arah Bai Chu Ye yang tetap terlihat tenang.


“Hei Tuan, jika terus seperti ini maka energi kita akan habis dan kita pasti akan tertangkap oleh mereka. Apa lebih baik kita melawan sampai titik darah penghabisan saja,” ucap Rubah Kematian yang bingung mengapa Bai Chu Ye menyuruhnya lari setelah melakukan bentrok sekali tadi.


“Diamlah, jika kau terlalu banyak bicara lagi, maka akan ku sumpal mulutmu,” ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.


Pandangan Bai Chu Ye sesekali mengarah ke belakang dan ke bawah.


Satu berada di tanah dan orang tersebut seolah menyatu dengan tanah tersebut. Bai Chu Ye merasakannya tadi sebelum mengajak Rubah Kematian melarikan diri.


Ia merasakan krisis hidup jika bertarung dengan orang yang menyatu dengan tanah.


Tapi Bai Chu Ye juga merasakan kekuatan sosok yang ada di belakang mereka, orang tersebut mengenakan jubah hijau dengan topeng merah. Ia merasa orang bertopeng merah ini setidaknya setara atau mungkin jauh lebih kuat dari Rubah Kematian.


...

__ADS_1


“Ikuti saja perintahku dan jangan banyak tanya, jika kau patuh maka kita bisa keluar hidup-hidup dari kejaran mereka. Apa kau paham?” Ucap Bai Chu Ye kini menatap Rubah kematian dengan tatapan tajam.


Rubah kematian langsung mengangguk patuh.


Wuss..!!


“Sial,, aku tak menyangka jika mereka sangat ahli dalam melarikan diri, terlebih pemuda itu. Aku heran bagaimana ia bisa leluasa keluar masuk dari Domainku tadi?” Gumam sosok bertopeng merah dengan jubah hijau.


Tatapannya kini mengarah ke bawah. “Bagaimana? Jika kita tidak memiliki rencana lain, mungkin mereka bisa bertemu rekan mereka, itu akan jauh lebih susah menghadapi semuanya. Terlebih lagi pemuda yang menjadi tujuan utama kita dan pemuda bayangan itu.” Tanya sosok bertopeng merah dengan jubah hijau.


“Hemm..!! Aku pikir otakmu bisa sedikit lebih cerdas saat kau lebih tua, tapi sama saja dengan yang dulu,” dengus sebuah suara menggema di kepala sosok bertopeng merah dengan jubah hijau.


“Kau iring mereka ke puncak gunung itu, aku yakin bisa menjangkau mereka dengan Domainku saat mereka melewati puncak gunung tersebut, selebihnya kau pasti paham maksudku.” Sambung sebuah suara.


Sementara sosok berjubah hijau hanya bisa menggeram. Tapi dengan cepat ia mengerah semua kekuatannya hingga ke puncaknya.


Wuss..!!


...


Bai Chu Ye yang merasakan musuhnya semakin cepat seketika memasang wajah serius.


“Heng,, aku yakin mereka juga pasti merencanakan sesuatu.” Gumam Bai Chu Ye.


“Dan kini aku sadar, walau mereka kuat, mereka memiliki kekurangan, yaitu kecepatan.” Sambung Bai Chu Ye langsung memutar otaknya untuk berpikir apa yang mereka rencanakan dan apa yang harus ia rencanakan.


Wuss Wuss..!!


Lima menit berlalu, wajah Bai Chu Ye langsung menyunggingkan senyum tipis.


Rubah kematian yang selalu di panggil Bian-Bian hanya cemberut, tapi ia mengesampingkannya karena kini senang jika Bai Chu Ye menyuruhnya bertarung.


“Hehe,, jangan lupa buatkan aku makanan yang enak Tuan,” kekeh Rubah Kematian langsung memutar balik.


Dret..!!


Wuss..!!


Tubuh Rubah Kematian seketika berubah wujud ke sosok aslinya.


Tanpa basa basi ia langsung mengayunkan cakar kanannya dengan kekuatan penuh yang energinya terlihat berpusat ke cakar kanannya.


“Teknik Kelima.”


“Blood Claw,” teriak Rubah kematian meraung.


Wung..!!


Pusaran energi bewarna merah darah seketika muncul lalu melesat ke arah sosok berjubah hijau yang sedikit lagi sampai ke puncak gunung saat menggiring mereka.


“Sialan,” teriak sosok berjubah hijau terkejut bukan main.

__ADS_1


“Kekuatan Ilahi.”


“Tree of Destruction.” Teriak Sosok berjubah hijau.


Dret..!!


Wung wung..!!


Pohon-pohon yang tepat ada di bawahnya seketika beterbangan hingga membentuk sebuan dinding dan juga membentuk sebuah panah.


Wuss..!!


Pohon-pohon yang berbentuk seperti panah seketika melesat.


Bom..!!


Duar..!!


Ledakan besar seketika tercipta saat kedua serangan bentrok.


Terlihat jika kekuatan serangan Rubah Kematian sedikit lebih kuat, itu karena musuhnya sudah menggunakan banyak energinya untuk mengejar mereka yang memiliki kelemahan dalam kecepatan terbang.


“Kena kau,” gumam Bai Chu Ye entah datang dari mana, ia kini tiba-tiba muncul dan berbisik di telinga sosok berjubah hijau yang kelelahan.


Wuss..!!


Bom..!!


Tubuh Bai Chu Ye langsung hancur menjadi serpihan darah saat batu raksasa dari bawah melesat ke arahnya.


Tak lama sosok berpoteng merah dengan jubah coklat muncul.


Bom bom..!!


Auranya seketika meledak saat melihat rekan sekaligus sahabatnya kini memuntahkan seteguk darah.


“Apa yang terjadi? Aku merasa sudah berhasil mengahalau serangannya?” Tanya sosok berjubah coklat kini bertanya kepada rekannya.


“Hoek..!! I..Itu hanya tipuan, entah mengapa darahku membeku dan tiba-tiba saja darahku seolah hidup lalu mengoyak seluruh tubuhku. Mungkin pemuda itu memiliki kekuatan Surgawi yaitu Darah.” Ucap sosok berjubah hijau langsung terjatuh.


Blush..!!


“Sialan, aku tidak peduli apapun resikonya, aku akan memburumu,” teriak sosok berjubah coklat di penuhi amarah saat rekannya kini mati.


***


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Bai Chu Ye dan Rubah Kematian muncul cukup jauh dari tempat bentrokan terjadi.

__ADS_1


Uhuk..!!


Terlihat Bai Chu Ye juga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


__ADS_2