
“Hemm..!! Sial, aku tak bisa menebak apa tujuan Paman sialan itu selain melawan orang Menara, tapi aku yakin suatu saat itu akan terbongkar secara perlahan,” gumam Bai Han dalam hati.
...
Dua hari telah berlalu.
“Apakah kalian yakin akan kembali lagi kesana?” Tanya Ling Yin.
“Setidaknya beristirahatlah lebih dulu selama beberapa hari lagi, walau saat ini kekuatan kalian meningkat dan jauh lebih kuat dari kami, aku tetap saja sedikit khawatir jika kalian belum benar-benar pulih,” sambung Bai Yu.
“Tidak apa-apa, ini sudah lebih dari cukup,” ucap Bai Zhan.
Setelah melakukan perpisahan, kini Bai Han, Bai Zhan dan Ling Shen pun langsung melesat menuju lorong gua.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
“Jika begitu sudah di putuskan, aku akan tetap tinggal bersama si idiot ini untuk menunggu para Penetua Sekte Kekacauan yang menuju kesini,” ucap Bai Da Xing duduk di atas kepala Bo Wuhan.
Selama beberapa hari ini, mereka terus mendiskusikan dan memikirkan nasib para penduduk. Karena jika mereka pergi, maka para penduduk akan mati. Lalu jika beberapa dari mereka yang tinggal, maka perkembangan mereka tertahan di tempat tersebut.
Dan kini Ling Hua yang mencoba menghubungi para penetua pun langsung mendapat jawaban. Setelah membuat kesepakatan, Bai Da Xing ternyata setuju untuk tinggal bersama Bo Wuhan.
“Apa kau yakin monyet nakal?” Tanya Lan Yuheng merasa kesepian jika terpisah dengan Bai Da Xing.
Kini ia baru saja merasakan hatinya sedikit enggan terpisah. Padahal dulu ia sangat ingin menjauhi adiknya karena selalu berkelahi dan berdebat, tapi kini malah sebaliknya.
“Hehe,, apa kau merindukanku kakak bodoh?” Ejek Bai Da Xing.
“Aku rasa kau benar-benar idiot ya, mana ada laki-laki menyukais sesama,” sambung Bai Da Xing.
“Heng,, tentu saja suamiku sangat normal, bukankah begitu suami,” dengus Li Qian yang selalu paling depan melindungi Lan Yuheng dan kini melirik ke arah Lan Yuheng dengan senyum penuh cinta.
“Huhu,, aku takut, apakah kau hanya mengandalkan wanita sebagai tamengmu kakak,” ejek Bai Da Xing.
Melihat Bai Da Xing, Li Qian dan Lan Yuheng mulai adu mulut, semua yang ada di sana kecuali Bo Wuhan langsung pergi.
“Hais,, mereka mulai lagi, aku yakin ini akan berahir sampai besok pagi, ini juga yang membuat kita lama berdiskusi beberapa waktu lalu.” Ucap Master Wuan De melangkah ke pintu keluar.
“Kau benar, akan lebih bagus jika mereka terpisah, karena jika mereka bersama, aku tak bisa membayangkan hanya tinggal beberapa hari lagi kupingku pecah karena mendengar mereka selalu ribut,” sambung Gu Sheng mengikuti Master Wuan De.
__ADS_1
Tap tap..!!
...
Keesokan harinya.
Terlihat aula sekte hancur sebagian karena pertarungan Lan Yuheng dan Bai Da Xing, bukan hanya mereka saja, Bo Wuhan juga ikut terlibat, namun ia hanya menjadi samsak saja, karena perbedaan tingkat kekuatan.
“Dadah kakak idiot, pecundang sejati yang hanya berani dari belakang wanita,” teriak Bai Da Xing melambaikan tangannya.
“Dasar monyet sialan, jika saja aku tidak menahan diri aku mungkin sudah menghajarmu, tapi karena memikirkan Qian'er akan terluka kalau aku mengeluarkan seluruh kemampuanku, aku terpaksa mengalah,” dengus Lan Yuheng melototi Bai Da Xing.
“Uuh,, suami memang paling pengertian, tidak seperti monyet jelek dan kepala babi itu,” ucap Li Qian memeluk lengan Lan Yuheng.
Saat Bai Da Xing ingin membalas, dengan cepat Gu Sheng dan Master Wuan De menyeret semuanya pergi meninggalkan Bai Da Xing dan Bo Wuhan. Mereka yakin jika tidak cepat-cepat pergi, maka Li Qian pasti akan menambah masalah yang membuat kepergian mereka tertahan lagi.
...
Satu jam setelah kepergian Lan Yuheng dan kelompoknya, kini Bai Da Xing langsung tersenyum lebar.
“Hei babi idiot, ayo kita pancing para Binatang bodoh itu ke sini,” ucap Bai Da Xing menyeringai licik.
“Akan membosankan jika kita berjaga di sini tanpa melakukan apapun,” sambung Bai Da Xing.
“Hem hem..!! Ayo ayo, aku ingin bertarung, jika aku bertarung maka aku akan semakin kuat, jika aku semakin kuat maka aku bisa mengalahkanmu,” ucap Bo Wuhan dengan wajah percaya diri sambil menunjukkan otot-ototnya.
“Dasar gila, mana ada otot bicara,” ucap Bai Da Xing langsung mengayunkan kakinya di atas kepala Bo Wuhan.
Bam..
Entah mengapa setelah menghilangnya Bai An dan Tu Long, Bo Wuhan menjadi sedikit tidak waras, ia hanya mementingkan pertarungan dan bicara masalah pertarungan, selain itu ia akan diam dan terlihat seperti orang idiot.
Dret..!!
Duar..!!
Duar..!!
Ledakan besar seketika mengguncang seluruh tempat-tempat yang dekat dengan sekte.
Kini Bai Da Xing dan Bo Wuhan terus mengitari area sejauh 100 kilo dari jarak sekte dan terus menghancurkannya.
Bai Da Xing yakin jika mereka melakukan ini, maka akan mengundang orang-orang menara.
__ADS_1
Tap tap..!!
Goar..!!
Tidak sampai 1 jam setelah sampai sekte. Bai Da Xing dan Bo Wuhan saling melirik sambil tersenyum gila.
“Hehe,, umpan termakan dan waktunya bersenang-senang,” ucap keduanya serempak lalu bangkit.
Tepat di belakang mereka berdua, para penduduk yang melihat itu hanya bisa bergetar ketakutan.
“Mengapa orang idiot dan monyet gila itu yang harus menjaga kita? Jika mereka aku yakin jika kita sama saja tidak di jaga,” ucap salah satu penduduk.
“Hais,, sebantar lagi kita akan menemui ajal kita, bisa-bisa mereka berpikir mengundang monster-monster itu kesini,” sambung salah satu penduduk.
Keluhan demi keluhan terdengar dari para penduduk. Tentunya Bai Da Xing mendengarnya, tapi ia tidak terlalu peduli dengan mereka, karena memang itulah sifatnya. Yang ia pedulikan hanya keluarganya saja seperti Lan Yuheng, Bai Han dan neneknya.
Wung..!!
Bom..!!
“Haha,, ayo datang lebih banyak lagi hama-hama kecil,” teriak Bai Da Xing tertawa bahagia saat meninju udara tepat di depan para Binatang Iblis. Tepat setelah meninju udara, pusaran energi seketika muncul lalu meledak di berbagai tempat.
Itu adalah sebuah formasi serangan yang Bai Da Xing pasang sebelumnya, entah mengapa ia kini sangat menyukai yang namanya formasi, karena itu lebih mudah dan praktis membunuh musuh, terlebih lagi jumlah energi yang di butuhkan jauh lebih sedikit dari saat bertarung tanpa energi.
Sementara cukup jauh di sisi berlawanan, Bo Wuhan seperti banteng gila yang menerjang sana sini mengayunkan tinjunya, bersamaan dengan kapaknya.
Wung..!!
Crash
Bom..!!
“Hahaha,, datang lagi, ayo datang lagi, lebih banyak lagi,” teriak Bo Wuhan melesat ke arah Binatang Iblis yang terlihat seperti tsunami saat ini.
Dret..!!
Bo Wuhan pun langsung mengalirkan energinya dalam jumlah mengerikan ke bilah kapaknya dan tangan kirinya yang sudah terkepal.
Wung..!!
Duar..!!
Saat ia akan menyerang musuhnya, sebuah ledakan dahsyat lebih dulu muncul di tempat tersebut yang membuat Bo Wuhan terhempas ke belakang.
__ADS_1
Tap tap..!!.
“Haha,, siapa cepat dia dapat,” ucap Bai Da Xing tertawa lebar sambil melirik ke arah Bo Wuhan dengan sedikit ejekan.