Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Kedatangan Sosok Fraksi Lain dari Organisasi Menara


__ADS_3

“I..Ini,” mata Jendral Barat seketika melotot saat melihat sosok pemuda dan di belakang pemuda ada sosok kabut menyerupai Iblis Asura sedang menyeringai.


“Hem,, apa kau bisa melihat wujud asli Spiritku?” Tanya Bai Han kini mengerutkan keningnya. Karena selama ia mengeluarkan kabut, tidak ada yang bisa melihat wujud aslinya, bahkan seluruh anggota keluarganya pun tidak ada yang bisa melihatnya. Mereka semua hanya bisa melihat kabut saja.


“Be..Benar, itu adalah sosok yang mirip-”


“Nanti saja di bahas, sekarang beritahu aku dimana yang lain?” Potong Bai Han dan kembali bertanya ke intinya.


“Arah selatan,” jawab Jendral Barat menunjuk ke arah selatan.


Dret..!!


“Jika begitu, pulihkan energimu di sini, setelah kau pulih, kau bisa menyusulku bersama yang lain nanti,” ucap Bai Han langsung melesat dengan kecepatan penuhnya.


Wuss..!!


Wuss..!!


***


Wung..!!


Duar..!!


Urgh..!!


Dada Bo Wuhan seketika menghitam saat terkena serangan dari salah satu topeng ungu. Dan senjata yang di gunakan telah di baluti oleh racun mematikan, sehingga membuat dada Bo Wuhan menghitam seketika.


Tap tap..!!


Dengan cepat Jin Yuanhu, dan dua Topeng Ungu mengepung Bo Wuhan saat melihat keadaannya saat ini.


“Khehehe,, kini regenerasimu melambat, benar dugaanku jika kau kalah dengan racun,” kekeh Jin Yuanhu kini membaluti tongkat Emasnya dengan racun.


Terlihat jelas saat ini Jin Yuanhu ingin menyiksa Bo Wuhan.


Bukan hanya ia saja, kedua topeng ungu pun melakukan hal yang sama.


“Akan ku buat kau menderita melebihi penyiksaan Neraka itu sendiri,” ucap Jin Yuanhu langsung menyeringai tipis.


Dret..!!


Wung..!!


Jin Yuanhu seketika muncul tepat di depan Bo Wuhan sambil mengayunkan tongkat emas yang telah di baluti racun bewarna merah.


Sementara Bo Wuhan yang mencoba mengulur waktu agar bisa beregenerasi kini dengan cepat mengayunkan kapaknya.


Namun ia tidak mengayunkannya ke arah Jin Yuanhu, melainkan ke arah kedua topeng ungu yang juga menyerangnya secara bersamaan..


Wung..!!


Duar..!!


Urgh..!!


Walau berhasil menahan kedua serangan gabungan topeng Ungu, Bo Wuhan tetap saja terkena serangan Jin Yuanhu.


Terlihat jelas saat ini lengan kanan Bo Wuhan menghitam dan seketika tidak bisa di gerakkan.


Wung..!!


Duar duar duar..!!


Kembali Bo Wuhan menghindar sebisa mungkin saat terus di gempur oleh ketiganya saat ini.


Kondisi Bo Wuhan semakin mengerikan di setiap detiknya.


Walau begitu, ia tidak pernah sekalipun berteriak kesakitan dan juga mengeluh merasakan rasa sakit.


Malah tatapan Bo Wuhan semakin menyeringai lebar dari waktu ke waktu, layaknya menikmati luka yang ia derita.


Karena hal tersebutlah membuat Jin Yuanhu dan dua topeng ungu semakin membabi buta menyerang Bo Wuhan.


Dret..!!


”Mati kau sialan,” teriak Jin Yuanhu kini mengarahkan ujung tongkatnya ke dantian Bo Wuhan.


Dengan cepat Bo Wuhan mengangkat tangan kanannya lalu menekuknya tepat di depan Dantiannya.

__ADS_1


Duar..!!


Crash..!!


Crash..!!


Tepat setelah Bo Wuhan terhempas karena menahan serangan Jin Yuanhu, terlihat saat ini tangan kiri Bo Wuhan terputus akibat terkena serangan salah satu dari dua topeng ungu.


Darah terus menerus menetes dari tangan kiri Bo Wuhan yang telah buntung.


Dret..!!


Bam..!!


Kembali Jin Yuanhu memanfaatkan kesempatan Bo Wuhan yang kehilangan fokus akibat menahan rasa sakit..


Setelah terhempas oleh serangan Jin Yuanhu. Pandangan Bo Wuhan seketika berubah menjadi samar-samar.


Mata kiri Bo Wuhan terlihat mulai menghitam dan mata kananya terlihat berkedip-kedip berkali-kali.


Tap tap..!!


“Haha,, mati ka-”


Wajah Jin Yuanhu yang awalnya sangat senang kini berubah drastis.


“Ayo kembali, aku merasakan banyak sekali hawa keberadaan yang berasal dari Timur, itu artinya semua sampah itu telah di binasakan.” Ajak Jin Yuanhu dengan nasa serius.


Kedua topeng ungu yang awalnya juga bahagia, kini memasang wajah jelek di balik topeng mereka.


Dret..!!


Dengan cepat Jin Yuanhu ingin mengahiri hidup Bo Wuhan dengan serangan yang di arahkan ke Dantiannya.


Wuss..!!


Namun serangan Jin Yuanhu seketika menghilang setelah terkena kabut yang muncul entah dari mana.


“I..Ini,” seketika tubuh Jin Yuanhu langsung bergetar hebat.


Tanpa memikirkan kedua topeng ungu, Jin Yuanhu langsung membalik badannya lalu mencoba menghindari area kabut.


Tapi seolah terkana ilusi, Jin Yuanhu kini tidak bisa menggerakkan kedu kakinya.


Crash..!!


Crash..!!


Seketika kepala kedua topeng ungu langsung terpotong rapi saat terkena kabut tipis yang mirip sebuah pedang.


“Si..Sialan, keluar kau cepat,” teriak Jin Yuanhu terdengar memberanikan diri untuk bicara.


Dret..!!


Wuss..!!


Bai Han yang kini sudah di kendalikan Spirinya kini muncul di depan Jin Yuanhu sambil mengayunkan tinjunya?.


Wung..!!


Boomm..!!


Argh..!!


Jin Yuanhu seketika berteriak kesakitan saat merasakan rasa sakit yang luar biasa mengoyak seluruh isi dalam tubuhnya saat ini.


Wung..!!


Tidak ingin memberikan Jin Yuanhu kesempatan bernafas, Bai Han kembali muncul.


Dan saat Bai Han akan memukul Jin Yuanhu, Bai Han seketika mundur.


Duar..!!


Ledakan besar seketika terlihat yang berasal dari tempat Jin Yuanhu.


Dret..!


“Sial, ia berhasil melarikan diri lagi,” gumam Bai Han kini mengambil alih tubuhnya sambil mengepalkan erat tangannya hingga mengeluarkan darah.

__ADS_1


Tatapan Bai Han pun mengarah ke atas.


Setelah di beritahu oleh Spiritnya, Bai Han merasa sedikit tenang jika anggota keluarganya berhasil di selamatkan oleh seseorang.


***


Sementara jauh di atas sana, tepatnya luar Alam Celestial, ada dua suara dentuman pertarungan dari arah Barat dan Timur.


...


Barat Alam Celestial.


Saat ini Meng Yusan dan Du Ling yang awalnya hanya mengamati jalannya pertarungan antara keluarga Bai Han dengan para Boneka Organisasi Menara. Seketika kedatangan Anggota Menara yang asli.


Walau hanya Topeng Ungu, kekuatan mereka kedua Topeng Ungu di depan Du Ling dan Meng Yusan sangatlah kuat, bahkan jauh lebih kuat dari Jin Yuanhu dan kedua bawahannya.


Kedua topeng Ungu di hadapan Meng Yusan dan Du Ling saat ini berasal dari fraksi yang berbeda dengan Fraksi Jin Yuanhu, sehingga wajah perbedaan kekuatan mereka berbeda jauh.


Fraksi Jin Yuanhu adalah Fraksi terlemah dan yang ada di hadapan Yusan dan Du Ling adalah Fraksi terkuat dan di bawah naungan dari pemimpin asli Organisasi Menara.


“Dasar sialan, berani sekali kalian bermain-main dan mengulur waktu,” teriak Du Ling seketika berubah ke wujud aslinya.


Dret..!!


Tepat saat Du Ling ke bentuk aslinya, Meng Yusan pun ikut berubah ke bentuk aslinya, yaitu Iblis Asura.


Blush..!!


Blush..!!


Bom bom bom..!!


Ledakan besar seketika terdengar dari dalam tubuh kedua Iblis Asura tersebut.


Sementara kedua topeng Ungu yang melihat Meng Yusan dan Du Ling menjadi serius.


Mereka pun saling melirik satu sama lain, setelah itu pandangan mereka mengarah ke bawah, tepatnya ke arah Alam Celestial Huansa.


Dret..!!


Merasakan keduanya akan melarikan diri, dengan cepat Du Ling muncul dalam sekejap mata.


Ia pun langsung mengayunkan tombaknya ke arah keduanya.


Wung..!!


Duar..!!


”Sial, aku terlambat setengah detik,” raung Du Ling memancarkan mata merah darah saat ini.


Tap tap..!!


“Tenangkan dirimu, aku yakin mereka pasti terkena dampak dari seranganmu, itu saja sudah cukup untuk memperingati mereka,” ucap Meng Yusan langsung mencoba menenangkan kakaknya.


Mata Du Ling yang awalnya bewarna merah darah, langsung berubah menjadi merah keperakan.


“Hemm..!! Ayo kembali, semoga saja Mu Feng Lu dan putranya berhasil menyelamatkan mereka yang di tahan oleh organisasi Menara.” Ajak Meng Yusan setelah melihat Du Ling tenang.


Dret..!!


Setelah melihat Du Ling mengangguk, mereka berdua pun langsung turun ke Alam Celestial.


...


Timur Alam Celestial.


Saat ini Penguasa Benua Langit Xiu Hou, atau Pemimpin klan Cabang Iblis Asura, terlihat menatap tajam ke arah sosok pemuda berjubah putih di depannya.


“Hoho,, aku tak menyangka jika anda semakin kuat Tuan Hou,” ucap pemuda tersebut terdengar memuji, tapi nyatanya itu adalah ejekan yang sangat menyakitkan.


“Tentu saja aku akan terus semakin kuat, tidak seperti dirimu yang menjadi budak kekuatan, namun nyatanya kekuatanmu tidak ada peningkatan sama sekali,” balas Xiu Hou dengan senyum mengejek.


Wung...!!


Bam..!!


Bom bom bom bom bom..!!


Dalam sekejap mata Xiu Hou dan pemuda tersebut saling menerjang satu sama lain.

__ADS_1


Saat mereka bentrok, terlihat jelas banyak Benua yang ada di Alam Celestial Huansa merasakan dampaknya.


Dan Benua Langit salah satunya.


__ADS_2