
Bai Tan langsung menghilang setelah mendengar ucapan Bai An.
***
Tepat setelah 7 bulan.
Saat ini Duan Du, Cen Tian, Tu Long bersama yang lainnya telah bertemu dengan Bai An.
Mereka duduk bersama sambil menikmati arak.
“Hmm..!! Jadi kapan dan dengan siapa aku berangkat kak?” Tanya Duan Du setelah ia menikmati beberapa teguk arak.
Bai An yang sedang bicara dengan Hu Liu Chen langsung mengalihkan pandangannya ke arah Duan Du.
“Hmm..!! Setelah sepakat bersama adik ipar, Leluhur Ling Yenrou, Bing Lou dan Hu Hong Meng, maka kami akan mengirim mu bersama Tu Long, Cen Tian dan Lang Zai.” Jawab Bai An terdiam sesaat.
“Tapi mungkin akan ada beberapa orang lagi yang akan menyusul lagi setelah kau di sana, termasuk aku juga akan menyusul setelah masalah di sini dan beberapa masalah lain di Alam Semesta Inti,” sambung Bai An.
Duan Du mengerutkan keningnya.
Bukan masalah ia pergi bersama banyak orang, melainkan ia melihat jejak keraguan dari ucapan kakaknya ini.
Ini baru pertama kalinya ia melihat kakaknya ragu seperti ini. Terlebih lagi ia ragu terhadap dirinya yang akan di tugaskan.
“Heng,, apakah kau ragu aku akan mengacaukan rencanamu kak?” Dengus Duan Du melalui telepati.
“Nah itu kau sadar,” balas Bai An melalui telepati secara terang-terangan dengan nada mengejek.
“Hmm..!! Kau bisa tenang, walau aku mengacau, rencanamu pasti akan berhasil, terlebih lagi aku mungkin akan sedikit serius kali ini,” ucap Duan Du sambil memanyunkan bibirnya tanda ia cemberut.
Bai An menaikkan alisnya. “Serius untuk lebih membuat kekacauan? Jika itu terjadi maka aku akan menghukum mu,” balas Bai An sedikit menyinggungkan senyum tipis.
Duan Du langsung merinding saat melihat senyum kakaknya. Ia seketika mengubah ekspresi wajahnya di sertai senyum licik.
“Hehe,, bagaimana jika Han'er ikut dengan ku, aku yakin ia akan setuju, apalagi jika ia tahu aku akan ke klan Hu,” kekeh Duan Du menggosok-gosok tangannya.
Duan Du kini tidak bicara melalui telepati, melainkan bicara secara langsung agar semua orang dapat mendengarnya.
__ADS_1
Hu Liu Chen yang mendengar ucapan Duan Du seketika mengerutkan keningnya.
“Apa yang kau rencanakan saat membawa keponakanku?” Tanya Hu Liu Chen dengan tatapan curiga.
“Hehe,, saudara Liu Chen tenang saja, aku hanya ingin membawa Han'er untuk bertemu ibunya, tidak lebih kok.” Jawab Duan Du.
“Tapi aku juga akan membawanya untuk menghancurkan beberapa cabang klan Hu, aku yakin Han'er akan bersemangat, apalagi saat tahu cabang klan Hu itu ada beberapa bawahan setia kakeknya,” gumam Duan Du dalam hati sambil terkekeh licik.
“Benar juga apa yang di ucapkan bocah ini, ada baiknya Han'er ikut, terlebih jika ia bisa ikut bertarung, itu akan lebih seru,” sambung Tu Long kini bersemangat.
Bai An dan Hu Liu Chen saling memandang, kini Bai An harus memikirkan bagaimana cara membujuk kedua istrinya yang sedang hamil agar bisa melepaskan Bai Han.
Karena ada baiknya juga Bai Han ikut agar bisa mengasah kemampunnya dalam bertarung maupun kecerdasan.
Sementara Hu Liu Chen berpikir akan lebih cepat Bai Han dan Hu Qia bertemu jika Bai Han ikut.
Seketika semua orang kini berpikir masing-masing di otak mereka.
“Baiklah, tapi aku merubah rencana,” ucap Bai An tiba-tiba.
“Murid Du'er yaitu Bao Tang saat ini sedang kewalahan melawan beberapa para Penguasa Dunia, aku mendapat info ini dari beberapa mata-mata yang aku pasang di seluruh dunia di Alam Semesta Inti ke 6 ini. Untuk masalah dari mana aku mendapat mata-mata kalian tidak perlu tahu untuk saat ini.” Ucap Bai An memandang semua orang.
Duan Du yang mendengar nama muridnya di sebut biasa saja, karena ia juga di beritahu oleh Bai Tan secara bersamaan dengan Bai An.
“Jadi aku akan mengirim Hu Hong Meng, Bing Lou dan anggota klannya karena ia mengetahui banyak tentang dunia di Alam Semesta ini, aku juga akan mengirim-”
Bai An langsung menyebut Lang Zai, Ling Wenli, Bai Yun untuk ikut membantu Hu Hong Meng dan Bing Lou.
Mendengar itu, ada yang yang sedikit kecewa, ada yang senang. Tapi apa boleh buat, jika Bai An sudah menetapkan maka itu tidak akan bisa di ubah, terlebih lagi Bai An menngatakannya dengan nada dan wajah serius.
Setelah setuju, Bai An memberikan mereka masing-masing token teleportasi.
Setelah semuanya pamit pergi untuk membantu Bao Tang, kini pandangan Bai An mengarah ke Cen Tian dan Fang Liu.
“Untuk kakak Tian, aku akan mengirim kakak mencari Saudara Pixiu, karena sampai saat ini ia tidak ada kabar maupun jejaknya, aku tidak tahu ia berada di dimana dan bagaimana kondisinya.”
Bai An menatap ke arah Cen Tian yang kini mengangguk tegas. Tentu Cen Tian sadar jika Bai An mengkhawatirkan Pixiu, jadi ia tidak akan kecewa jika di tugaskan.
__ADS_1
“Jadi bersama siapa aku pergi mencari Senior Pixiu?” Tanya Cen Tian karena sadar ia tidak mungkin sendiri.
Bai An melambaikan tangannya santai.
Wuss..!!
Lubang hitam seketika tercipta.
“Keluarlah yang tadi aku sebutkan namanya,” ucap Bai An santai.
Seketika keluar Dhe Chi Yuan, Dhe Peng, Xian Wei dan beberapa prajurit pembantai yang memiliki gelar prajurit elit.
“Kau akan bersama mereka, Fang'er dan Fu Jian,” ucap Bai An melirik ke arah Cen Tian.
Cen Tian mengangguk santai sambil berkata. “Jika begitu aku akan pergi sekarang, lebih cepat maka akan menjadi lebih baik.”
“Hmm..!! Kakak pergi ke Alam Semesta inti ke 7 saja, walau Alam Semesta Inti ke 7 tertutup, adik ipar tahu beberapa cara untuk bisa masuk kesana, mungkin saudara Pixiu ada di sana,” ucap Bai An memberikan saran.
Setelah bicara cukup lama, kelompok Cen Tian langsung pergi.
Memang di kelompok Cen Tian tidak ada ahli kuat sebagai penguat kelompok mereka. Tapi itu hanya terlihat dari luar saja, karena Bai An yakin Fang Liu akan mengeluarkan wajah aslinya jika Cen Tian dalam bahaya hidup dan mati.
Beberapa waktu berlalu dengan cepat. Kini sudah 1 bulan setelah kepergian semua saudara dan bawahannya dalam melakukan tugas.
Saat ini Bai An sedang mengintrogasi Tu Long, tapi Bai An harus kecewa karena Tu Long tidak mau membuka identitasnya yang asli sama seperti Duan Du.
Tapi satu hal yang mereka katakan, dan itu membuat Bai An tersentuh. ”Keluarga”
Tentu Bai An paham maksudnya keluarga, yang artinya mereka tidak akan berkhianat maupun saling melukai, melainkan akan saling melindungi karena mereka keluarga.
1 Bulan lagi berlalu.
Butuh satu bulan bagi Bai An membujuk kedua istrinya agar mau melepaskan Bai Han.
Tapi itu pun Mu Xia'er dan Chu Jia memiliki satu syarat. Mereka akan membiarkan Bai Han pergi setelah Bai Han dapat melihat kedua adiknya.
karena tinggal menghitung hari saja untuk Mu Xia'er dan Chu Jia melahirkan.
__ADS_1