
“Baiklah Ye'er, kau bisa kembali lagi menyerap inti darah Ancient Blood Demon,” ucap Bai An tersenyum hangat.
Bai Chu Ye mengangguk, walau ia bingung dengan sikap ayahnya sekarang, seolah ia berada di masa lalu, ia tidak terlalu peduli.
Wuss..!!
Setelah Bai Chu Ye masuk, Bai An mengangguk saat mendeteksi darah murni putranya.
“Bukan Ye'er orang,” gumam Bai An dalam hati. “Setidaknya ada 50% aku waspada kepada Ye'er kelak, karena bisa saja Wing Zhen membunuh Ye'er lalu menyamar jadi Ye'er sehingga.”
Bai An memejamkan matanya untuk beristirahat, karena sudah lama ia tidak tidur dalam keheningan semenjak ia berada di desa bersama kakak angkatnya Cen Tian.
Secara tiba-tiba Bai An membuka matanya saat mengingat Cen Tian.
“Apakah dia?” Gumam Bai An langsung teringat kematian neneknya yang sedikit tidak normal pada umumnya.
Dengan cepat Bai An keluar dari kamarnya karena pikirannya kini merasa khawatir terhadap keluarganya.
Tap tap..!!
Keempat bawahan setia Bai An kini menatap Bai An dengan pandangan penuh tanya.
“Hmm..!! Aku sudah mengetahui semuanya dan-” Bai An terhenti saat Xie'er melesat ke arahnya lalu tertidur di pundaknya.
“Dan apa ayah?” Tanya Ling Sui dan Mei Yin serempak.
“Dan aku ingin kalian melakukan sesuatu agar bisa memancing beberapa pengkhianat untuk keluar dari sarangnya.” Ucap Bai An tersenyum hangat.
Keempatnya mengerutkan keningnya. Bukan masalah jika mereka melawan semua, tapi yang mereka pikirkan saat ini adalah kekuatan Bai An belum kembali seperti di masa lalu.
“Apakah tidak apa-apa memancing mereka keluar ayah?” Tanya Mei Yin gugup.
Bai An menggelengkan kepalanya. “Kalian tenang saja, aku memiliki beberapa rencana untuk menghadapi mereka.” Ucap Bai An langsung menjelaskan secara rinci.
Bai An yang malas bicara panjang lebar kini kembali seperti masa lalu yang banyak bicara dan selalu ceria.
...
“Baiklah aku akan kembali lebih dulu memberitahu mereka juga,” ucap Bai An tersenyum hangat.
Keempatnya memandang Bai An penuh tanya. Bukannya di penuhi amarah dan dendam. Tapi dugaan mereka sangat terbalik.
“Huuf baiklah ayah, hati-hati.” Hanya itu yang Ling Sui dan Mei Yin ucapkan.
Bai An mengangguk santai. Setelah berpamitan dengan keempat bawahannya, kini Bai An langsung pergi dari rumah masa lalunya.
Wuss..!!
“Apa ada yang kau curigai Xie'er?” Tanya Bai An dengan nada serius.
Xie'er mengangguk serius. “Hmm..!! Salah satu dari dua orang yang paling Xie'er curigai adalah.” Xie'er langsung menyebut nama keduanya dengan jujur.
Bai An mengangguk santai.
__ADS_1
Crash..!!
Srek srek..!!
Celah langsung muncul di depan sekumpulan orang yang tak lain keluarganya.
Wuss..!!
Bai An tersenyum hangat saat kedua istri serta keluarga terdekatnya langsung menghampiri.
“Kak,, kenapa kau tidak mengajak kami.” Seketika Duan Du mengeluh karena tak di ajak ikut beberapa waktu lalu.
“Hmm..!! Kakak hanya pergi untuk memastikan sesuatu dan saat ini hanya beberapa dari kita akan bergerak ke suatu tempat.” Ucap Bai An tersenyum polos.
Duan Du, Tu Long, Gou Han dan Gou Long seketika bersemangat karena mereka yakin jika merekalah yang akan di ajak pergi.
“Lalu apa yang kita tunggu ayah, ayo Han'er juga ingin ikut,” ucap Bai Han muncul dengan wajah berseri-seri.
“Hmm..!! Ayah hanya akan mengajak yang lain, bukan kau dan kalian semua yang ada di sini. Tapi ayah akan mengajak kakak Cen Tian yang akan mengumpukan harta nantinya, lalu.” Satu persatu Bai An sebutkan hingga terahir Ling Yenrou.
Ling Yenrou yang mendengar itu sedikit terkejut, karena baru kali ini ia di ajak ikut. Tapi ia dengan cepat mengangguk semangat.
...
Wajah Duan Du, Tu Long, Bai Han, Gou Han langsung jelek saat mereka tidak di ikut sertakan.
Saat Duan Du ingin mengeluh. Xie'er membuka matanya lalu melirik Duan Li.
“Li'er apa Li'er lupa apa yang kakak ajarkan dulu,” ucap Xie'er tersenyum lembut.
“Tentu saja Li'er ingat kak,” ucap Duan Li bersemangat.
“Jika begitu sekaranglah saatnya.” Ucap Xie'er langsung melalui telepati.
Duan Du merasakan ada yang tidak beres langsung pergi entah kemana.
Sementara Duan Li dan Xie'er yang berpura-pura langsung terkikik licik.
Pandangan keduanya mengarah ke Tu Long. Belum sempat mereka bicara, Tu Long juga langsung pergi dengan wajah ketakutan.
Sama halnya dengan Gou Long dan Gou Han, keduanya langsung menyusul Duan Du dan Tu Long.
Kini hanya Bai Han saja yang masih berdiri, ia menatap adiknya dengan pandangan tidak puas.
Xie'er hanya bisa mengembungkan pipinya. “Hum kakak kau jahat sekali menatap Xie'er seperti itu, Xie'er jadi takut.”
Mendengar itu Mu Xia'er dan Chu Jia memandang ke arah Bai Han.
“Han'er berani sekali kau mengintimidasi adikmu,” ucap kedua wanita mengerikan itu serempak.
“Ibu, Xie'er hanya mengada-ada. Mana Han'er tega begitu terhadap Xie'er yang imut,” ucap Bai Han langsung membela dirinya.
Tapi apapun alasan Bai Han, ia tetap kalah oleh kedua ibunya.
__ADS_1
***
Waktu terus berlalu.
Kini Bai An telah berangkat bersama keluarga yang telah ia sebut tadi.
Tap tap..!!
Bai An menatap ke arah kejauhan, pandangan mata Bai An mengarah ke sosok yang ia tunggu.
Wuss..!!
Ling Sui muncul seorang diri. “Mei Yin telah memancing dua dari orang yang ayah kenal keluar, tunggu beberapa saat lagi,” ucap Ling Sui sambil menatap keluarga baru ayahnya.
***
Wuss..!!
Duar..!!
Tempat yang indah layaknya istana langsung terkena sebuah bola cahaya yang langsung menghancurkannya.
Walau begitu, keluar cukup banyak orang tanpa terluka.
Pandangan mereka sangat dingin saat mengetahui siapa sosok yang menyerang tempat mereka.
Wuss wuss..!!
Tak lama dua orang muncul paling depan. “Hmm..!! Apa mau mu Mei Yin? Apa kau ingin mengingkari janji yang telah di sepakati?” Tanya wanita yang sangat centik.
Wajahnya terlihat pucat, hal itu yang membuat ia sedikit berbeda dari wanita lainnya.
“Hmm..!! Kenapa kau perlu basa basi bu, ia telah menyerang kediaman kita, jadi jangan biarkan ia pergi tanpa luka,” ucap sosok pemuda berwajah dingin.
Wuss..!!
Sosok pemuda berwajah dingin ini memiliki nama Li Meng dan sosok wanita yang di panggil ibu bernama Li Xing.
“Mati kau ******,” ucap Li Meng mengayunkan tinjunya.
Blush..!!
Aura kebiruan yang tak lain Energi serta Hukum Air langsung menyelimuti tangan Li Meng.
Melihat Li Meng mengarahkan tinjunya tepat ke wajahnya. Mei Yin seketika menyeringai.
“Mundur Meng'er,” ucap Li Xing muncul sambil mengayunkan tangannya.
Muncul selendang bewarna merah darah.
Duar..!!
Sebuah formasi serangan langsung hancur oleh serangan selendang Li Xing.
__ADS_1
“Ooh kau masih seperti dulu Li Xing, sangat waspada. Tapi kau salah memilih lawan dan lebih memilih orang lain dari pada suamimu.” Ucap Mei Yin dengan santai.
“Jika kau kuat maka tahan serangan sederhana dariku.” Ucap Mei Yin tersenyum lembut.