Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Kemunculan Chen Long dan Penyebab Kegilaan Bo Wuhan


__ADS_3

Tapi sebelum Bai Da Xing menggunakan yang sebenarnya milik Spirit Kera Surgawi, bilah pedang milik petinggi Menara langsung meledak sebelum mengenai Bai Da Xing.


“I..Ini, kakak,” ucap Bai Da Xing langsung meneteskan air matanya.


“Kenapa kau malah semakin hari semakin lembek dan cengeng Da Xing,” ucap Chen Long melirik ke arah Bai Da Xing.


“Te..Tentu saja ini adalah air mata bahagia kak, kau datang kesini menyelamatkan aku, hiks hiks,” dengan cepat Bai Da Xing berlari sambil melesat ke arah Chen Long.


Tapi dengan cepat Chen Long menahan kepala Bai Da Xing menggunakan telapak tangannya.


“Hais,, kau ini, cepat pulihkan dirimu dulu, karena waktu kita tidak banyak.” Ucap Chen Long sambil melirik ke arah Lao Gueho dan petinggi menara yang kini sedang melebarkan matanya tak percaya.


Ia tak menduga jika yang akan datang kesini adalah Chen Long, bukannya Bai Han.


“Hemm..!! Manfaatkan waktu pemulihanmu selagi aku membereskan mereka berdua,” ucap Chen Long langsung menyelimuti Bai Da Xing dengan aliran ruang dan waktu yang jauh sangat lambat.


Setelah menyelimuti tubuh Bai Da Xing, Chen Long langsung muncul di depan Lao Gueho.


Dret..!!


“Ah..!! A...Ampuni aku-”


Crash..!!


Tepat setelah Lao Gueho selesai bicara, Chen Long dengan cepat menarik jiwanya dan menaruhnya kedalam botol tempat dua jiwa petinggi Menara lainnya di kurung juga.


Pandangan Chen Long pun berpindah ke Petinggi menara yang tersisa.


Kini petinggi menara tersebut dengan cepat melarikan diri di saat Chen Long bergerak ke tempat Lao Gueho tadi.


“Hoo,, kau ingin kabur, tapi kau kabur ke tempat yang salah, karena di sana ada orang gila yang sedikit brutal menunggumu,” gumam Chen Long tersenyum tipis.


...


Wuss..!!


Wuss..!!


“Sialan, kenapa malah dia yang muncul,” gumam Petinggi menara tersebut mengumpat dalam hati.


“Huh,, aku harus cepat memberitahu Pemimpin jika Chen Long sudah bergerak, dan juga aku harus memberitahu dia terlebih dahulu, karena mungkin saja saat ini ia sudah berhasil menyelamatkan Qang De,” gumam Petinggi menara tersebut melesat menggunakan Hukum Gravitasi di sertai hukum ruang yang ia kuasai.


Memanfaatkan kekuatannya ini, ia bisa dengan mudah mengubah gravitasi yang ada di sekitarnya di saat ia berlari dan menggabungkannya dengan Hukum Ruang-nya.


***


Di utara, Bo Wuhan yang sudah membawa Lan Yuheng langsung berdiri saat insting buasnya merasa ada yang mendekat.


“Khekeke,, akan ku hancurkan kalian semua,” kekeh Bo Wuhan langsung terbang.


Tepat dalam beberapa tarikan nafas di saat Petinggi menara tersebut melarikan diri dari tempat Chen Long berada.


Wung..!!


Duar..!!


Argh..!!


Wajah Petinggi tersebut terlihat jelas menabrak sesuatu yang keras dan membuat beberapa giginya rontok, bukan hanya itu saja, sebagian pipi kanannya juga hancur.


“Sialan, apa itu?”


Tepat setelah petinggi tersebut bangkit dan mencoba melirik ke arah dimana ia merasa menabrak sesuatu. Sebuah kapak dalam jarak beberapa inci dari wajahnya ia lihat, yang langsung membuat mata petinggi tersebut melotot hampir keluar.

__ADS_1


“Sialan,” teriak petinggi menara tersebut dengan cepat menggunakan Hukum gravitasinya untuk membuat kapak tersebut melambat dan membuat ruang di depannya agar dirinya bisa kabur dari serangan tiba-tiba tersebut.


Wung..!!


Saat kapak merasa sedikit melambat, dengan cepat Petinggi tersebut memasuki celah yang ada di depannya.


Wuss..!!


Saat tubuh petinggi menara memasuki dan menyisakan tangan kirinya.


Crash..!!


Argh..!!


Tangan kiri Petinggi menara langsung terpotong.


Bo Wuhan yang melihat buruannya berhasil kabur, langsung terkekeh kecil.


“Khekeke,, akan ku buru kau,” kekeh Bo Wuhan langsung mengambil tangan kiri petinggi menara tersebut lalu mencium bau darahnya.


Setelah mengetahui dimana musuhnya akan muncul. Bo Wuhan bergerak cepat mengarah ke utara.


Wuss..!!


...


Crash..!!


Sebuah celah seketika muncul, dan petinggi menara langsung keluar dari sana dengan nafas tersengal-sengal.


Dret..!!


“Khekeke, di sini kau rupanya," kekeh Bo Wuhan muncul dari atas kepala musuhnya sambil mengayunkannya kapaknya.


Glek..!!


“Sialan,” teriak petinggi menara dengan cepat mengayunkan pedangnya.


Crash..!!


Argh..!!


“Kheke,, ke arah mana kau menyerang idiot, aku ada di depan mu,” kekeh Bo Wuhan langsung memotong kedua kaki musuhnya.


Sret..!!


Sret..!!


Petinggi menara tersebut langsung berhenti berteriak di saat sadar sudah tidak mempunyai kaki, dengan segera mundur menggunakan tangan kanannya sambil menatap wajah Bo Wuhan dengan penuh ketakutan.


“A..Ampuni aku Tu-”


Crash..!!


Argh..!!


“Jangan memohon idiot, aku benci wajah seperti dirimu,” ucap Bo Wuhan tersenyum penuh psikopat.


Glek..!!


“Sial sial sial,, tahu begini aku lebih baik mati di tangan Chen Long dari pada monster ini,” teriak petinggi menara tersebut mengutuk kebodohannya.


Ia pun dengan pasrah menutup matanya.

__ADS_1


Hingga 10 menit berlalu, ia tidak merasakan apa-apa.


“Eeh,, apa aku sudah berada di Neraka?” Gumam Petinggi menara tersebut langsung membuka matanya.


Dan benar saja, ia saat ini melihat Neraka ada di depannya. Tapi bukan Neraka yang ia inginkan, melainkan wajah Bo Wuhan yang sangat dekat dengan wajahnya.


“Kheke,, aku menyukai ekpresimu itu,” kekeh Bo Wuhan.


Wung..!!


Sret..!!


Argh..!!


Petinggi menara langsung berteriak kesakitan saat kakinya yang terpotong di injak oleh Bo Wuhan.


“Tak ada ampun bagi kalian para parasit, berani sekali kalian membunuh Tuan Besar ku dan juga orang-orang yang paling ku hormati. Akan ku siksa kalian hahahaha,” teriak Bo Wuhan tertawa gila.


Bom..!!


“Argghh...!! Ampuni aku,” teriak petinggi menara terdengar terus memohon. Tapi Bo Wuhan semakin kuat menyiksa musuhnya.


Bom..!!


Bom..!!


Tanpa ampun Bo Wuhan terus menyiksa musuhnya, kini teriakan terus menggema entah berapa lama.


Dan penyebab Bo Wuhan gila seperti ini, kini telah terbongkar. Bai Han telah membangkitkan puncak amarah Bo Wuhan dengan sengaja terus menerus menyebut nama ayah, adik, pamannya dan mengatakan jika Bo Wuhan adalah seorang yang pecundang karena tidak bisa membantu membalaskan dendam mereka.


3 hari telah berlalu.


Kini Bo Wuhan terlihat menyeret tubuh musuhnya ke markas tempat mereka biasa berkumpul.


Tap tap..!!


***


Wuss..!!


Dret..!!


Bom bom bom..!!


Sementara di luar Dimensi Alam Kegelapan, saat ini terdengar terus ledakan beruntun tanpa henti.


“I..Ini, dia jauh lebih kuat dari yang di rumorkan, bahkan aku merasa ia setara dengan Chen Long,” ucap Qing Ha melirik musuhnya yang tak lain Bai Han.


Kini Qing Ha melihat tangannya yang kini sedikit bergetar akibat beradu senjata tadi.


Sementara Qing Hu juga merasakan hal yang sama, ia kini melihat tangannya yang kesemutan saat beradu tinju dengan Bai Han.


...


Di depan mereka, Bai Han yang memegang pedang kayu di tangan kiri dan mulutnya kini memasang wajah serius.


Terlihat di beberapa bagian tubuh Bai Han tersayat dan juga tangan kanan Bai Han sedikit meneteskan darah.


“Apa yang paman Chen Long katakan benar, mereka berdua sangat kuat, terutama yang menggunakan kekuatan fisik tersebut, tangan kanan ku kini tak berhenti bergetar,” gumam Bai Han.


Dret..!!


Tak lama Bai Han langsung bergerak saat ia melihat Qing Ha dan Qing Hu mulai bergerak ke arah yang berbeda.

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


__ADS_2