Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Bai Han Yang Polos Namun Mengerikan


__ADS_3

Kini terlihat Ho Zhen berkeringat dingin saat merasakan aura mengerikan dari tubuh banyangan tersebut.


“Ko..Komandan, ampuni aku,” suara Ho Zhen terdengar sangat kecil, namun bayangan dan Hu Liu Chen tentu mampu mendengarnya dengan jelas.


Terlebih nada suara Ho Zhen sangat ketakutan.


Bayangan tersebut kini muncul di depan Hu Liu Chen dan menatapnya dengan tatapan datar.


“Ho Zhen, bawa orang yang menyamar memakai nama marga klan kita, jika aku tidak salah, dia adalah Penguasa Dunia Inti ke 6 yang menyamar menggunakan nama Ho Lian,” ucap bayangan tersebut dengan nada dingin.


“Aku beri kau waktu 3 hari, jika kau gagal, maka aku akan mengembalikanmu ke klan,” sambung sang bayangan.


Tanpa menunggu bayangan tersebut selesai bicara, Ho Zhen sudah menghilang lebih dulu.


Melihat Ho Zhen telah menghilang, bayangan tersebut kembali menatap Hu Liu Chen dengan datar.


“Apakah kau sadar mengapa Penguasa Hu diam saja?”


Mata Hu Liu Chen melebar saat mendengar pertanyaan dari bayangan yang memiliki nama asli Ho Ming Chun, tapi Hu Liu Cheb biasa memanggilnya Ming Chun.


Kini Hu Liu Chen sudah dapat menebak ke arah mana pertanyaan Ming Chun.


“Benar, klan Ho dan ayahmu telah bekerjasama untuk menjebak bocah itu melalui dirimu,” ucap Ming Chun saat melihat Hu Liu Chen kini sadar maksud dari pertanyaannya.


“Tuan muda kami sebenarnya ingin turun tangan untuk membunuh bocah yang bernama Bai An itu.”


“Namun sayangnya, Tuan muda kami saat ini melakukan pertemuan dengan ayahmu sekaligus ingin melihat calon istrinya,” ucap Ming Chun menyeringai kecil.


Wajah Hu Liu Chen kini mulai memerah, ia sudah mengerti semuanya.


“Jadi begitu, ayahku ternyata tahu jika kau adalah orang dari klan Ho sejak awal dan sengaja membiarkanmu mengikuti untuk memata-mataiku,” ucap Hu Liu Chen dengan dingin.


Tak lama terdengar tawa dari Hu Liu Chen.


“Hehehe,, kau akan menyesal karena telah menyinggung kakak iparku, terlebih kalian semua memanfaatkan istrinya juga.” Kekeh Hu Liu Chen layaknya orang yang sudah tidak waras.

__ADS_1


“Kakak ipar ku tidak sesederhana yang kau lihat Ho Ming Chun,” sambung Hu Liu Chen kini tertawa terbahak-bahak.


***


Dunia jiwa.


“Hmm..!! Penguasa, apa kau yakin mengirim ku ke tempat Wengli, Bing Lou dan Hu Hong Meng?” Tanya Ling Yenrou menaikkan sebelah alisnya.


“Bukannya aku keberatan Penguasa, tapi bukankah ada ketiganya disana dan aku yakin, hanya dengan kekuatan Wenli saja, ia bisa membunuh semua Penguasa Dunia inti di Alam Semesta inti ke 6 ini dengan mudah,” sambung Ling Yenrou.


Bai An mengangguk santai. “Apa yang kau ucapkan memang benar, saat ini Leluhur Wenli adalah yang terkuat di kelompok itu, kekuatannya pun sudah mencapai Dewa Grand Master Semesta ⭐ 5 Puncak yang mana ia setara dengan Master Sekte Es Abadi Fang Mu.” Ucap Bai An terdiam saat merasakan firasat buruk.


“Tapi saat ini jika ia melawan Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 maka ia akan kalah, terlebih firasatku mengatakan jika Klan Ho akan turun tangan, itu akan jauh lebih merepotkan.”


“Jadi untuk membuat antisipasi maka kau harus melihat jalannya pertarungan, jika mereka keluar, maka kau juga akan keluar. Apa kau paham maksud ku?” Bai An menatap Ling Yenrou dengan serius.


Ling Yenrou mengangguk serius. “Paham Penguasa, tapi sebelum pergi, izinkan aku menggendong 'He' kecil terlebih dahulu,” ucap Ling Yenrou dengan penuh harap.


Bai An tentu saja mengizinkan permintaan kecil Ling Yenrou.


***


Argghhh..!!


“A..Ampun Tuan muda,” teriak seseorang pria muda seusia Duan Du.


Saat ini pria muda tersebut menatap ngeri ke arah Bai Han.


Ia kini lebih baik memilih mati dari pada jiwa dan mentalnya terus di siksa.


Bahkan keempat bawahan Bai Han kini menatap ngeri kepada Bai Han, mereka beruntung di jadikan bawahan dan tidak di siksa seperti pria muda di depan mereka.


Untuk Duan Du dan Tu Long, mereka kini tersenyum bahagia melihat kekejaman Bai Han. Tidak ada rasa iba maupun ngeri terlihat dari wajah keduanya.


Sementara Bai Han kini tersenyum polos. “Eeh,, bukan kah paman tadi menantang diriku?” Tanya Bai Han dengan wajah polos namun mengerikan bagi pemuda di depannya.

__ADS_1


Pemuda yang bernama We Weng kini hanya bisa menggeleng kepalanya, ia kini menatap ke arah 2 penetua yang selalu melindunginya, keduanya kini mati mengenaskan oleh bocah yang ia yakini melebihi iblis.


We Weng menyesal telah mengganggu Bai Han dan kelompoknya saat mereka masuk ke rumah makan.


Kini ia meratapi nasibnya, ia juga sudah berapa kali mencoba mengirim sinyal bantuan, namun sampai saat ini tidak ada bantuan yang datang.


We Weng adalah salah satu klan We yang cukup di takuti di Kota ini, ia berhak sombong karena kekuatannya cukup kuat dan di anggap jenius.


Tapi karena kesombongannya ia kini berlutut ketakutan di depan anak berusia 9 tahun.


Tubuh We Weng tak hentinya bergetar saat melihat senyum polos Bai Han sambil memiringkan kepalanya.


“Hmm..!! Begini saja paman, mumpung aku anak yang baik, aku bisa saja mengampuni mu, tapi dengan satu syarat. Bagaimana?” Ucap Bai Han memungut-mungut sambil berpura-pura berpikir layaknya orang dewasa.


We Weng langsung menggangguk patuh saat mendapat secerah harapan.


“Hmm hmm..!! Apa itu Tuan muda kecil, selagi aku mampu maka aku akan melakukannya, bahkan kau menyuruhku menghancurkan kota ini aku akan menuruti permintaanmu,” ucap We Weng dengan tergesa-gesa, karena takut Bai Han berubah pikiran.


“Cukup mudah,, kau hanya pulang bersama mereka berempat, sisanya biarkan mereka berempat yang akan mengurusnya, dan setelah kau sampai rumahmu, kau bebas,” ucap Bai Han dengan nada polos.


Hal tersebut membuat We Weng tersenyum dengan bahagia, ia juga orang yang cukup licik, jika ia sampai ke klannya. Maka ia berencana akan mencari Bai Han dan kelompoknya lalu menyiksa mereka lebih dari yang ia alami.


Tapi ia tidak sadar, karena saking polosnya Bai Han, ia tidak tahu jika saat ia membawa keempat ketua perampok ini, maka nasib klan mereka akan binasa.


We Weng tidak melihat senyum Bai Han yang terlihat licik di balik senyum polosnya.


Bahkan Duan Du dan Tu Long sampai bergidik saat memperhatikan itu.


“Bocah ini jika orang mencari masalah dengannya, maka ia tidak akan memberikan orang tersebut ampun, ia bahkan sampai ingin menghancurkan klan beserta semua penghuninya,” gumam Duan Du dan Tu Long serempak.


Mereka kini saling pandang seolah bertanya satu sama lain. Dalam benak mereka, mereka berkata. “Lalu apa gunanya kami di sini jika bocah mengerikan ini sudah bisa seorang diri mengendalikan semuanya?”


Bai Han yang menguap langsung mengirimkan pesan telepati kepada keempat bawahannya jika mereka harus menghancurkan klan We bagaimanapun caranya.


Jika mereka tidak bisa menyelesaikannya, maka Bai Han akan memberikan mereka hadiah yang tak bisa di lupakan seumur hidup mereka.

__ADS_1


Kini keempat ketua perampok bergidik ngeri, mungkin jika tidak ada orang, mereka akan berpelukan karena saking takutnya.


__ADS_2