
Suara token langsung pecah dan sinar bewarna putih langsung muncul.
Wuss..!!
Sinar langsung menyebar menyelimuti area sekitar dalam jarak 100 meter.
Tak lama setelah sinar menghilang, terlihat tidak ada tanda-tanda Lang Zai dan yang lainnya di tempat tersebut.
***
Arghh..!!
Suara raungan terdengar mengerikan di sebuah daratan pasir.
Tepat di bawah daratan yang di isi pasir saja ada sebuah tempat unik.
Tempat tersebut layaknya sebuah dunia karena adanya kota beserta langit-langit layaknya dunia pada umumnya.
Mendengar suara raung kemarahan di sertai guncangan.
Orang-orang yang menghuni tempat tersebut menghentikan aktifitas mereka, tubuh semua orang juga terlihat bergetar tak terkendali.
Suara di dunia bawah tanah itu seketika hening dalam waktu yang cukup lama.
Sementara di sebuah bangunan kuno di sertai aura kuno yang mengerikan kini beberapa orang duduk berjejer.
Aura mereka semua terlihat sama, hanya satu yang terlihat paling lemah, yaitu seseorang yang pernah Bai An lihat, ia tak lain Bai Long.
Sementara satu orang terlihat paling kuat, auranya juga seolah-olah menindas semua orang yang ada di sana.
Dia juga yang tadi berteriak marah.
Saat ini tatapan orang tersebut sangat tajam ke arah Hu Lan, Bai Chen dan Leluhur klan Bai.
“Bai Sha, mengapa kau tidak ikut bertindak dan mengacaukan rencanaku?” Tanya suara berat, amarahnya terlihat mereda.
Namun Bai Sha berkeringat dingin karena ia tahu akan mendapat hukuman yang mengerikan jika ia salah menjawab.
“Yang Mulia, kau mungkin tidak percaya jika ada seseorang yang membantu anak-anak itu, aku tak tahu siapa dia karena perisai yang ia buat tidak bisa aku tembus,” jawab Bai Sha dengan tubuh berkeringat dingin.
Orang yang di sebut Yang Mulia terlihat sangat muda, wajahnya tampan berbentuk oval, rambutnya bewarna emas kebiruan, matanya juga bewarna emas kebiruan.
Tubuhnya sangat tinggi dan kekar, ia duduk sambil melihat ke arah Bai Sha dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Melihat tidak ada kebohongan dari ucapan Bai Sha, seketika amarah pemuda tersebut kembali melonjak.
Auranya kembali menindas orang-orang tersebut, tapi yang aneh, setiap aura pemuda tersebut keluar, tidak ada guncangan yang terjadi.
Dapat terlihat jika pemuda tersebut sangat ahli dalam mengendalikan energinya.
Tak lama, tatapan pemuda tersebut melirik ke arah Hu Lan.
“Hmmm,,”
Bom..!!
Tubuh Hu Lan langsung meledak hanya dengan suara kecil.
“Aku sudah tidak membutuhkan iblis lemah seperti dirimu lagi,” ucap pemuda tersebut.
“Aku juga tidak peduli akan kemarahan Tuan mu, karena aku telah menemukan apa yang aku cari selama ini, dengan dia ada, kami tidak perlu bersembunyi lagi dari orang-orang Dimensi pusat,” sambungnya dengan senyum tipis.
Orang-orang yang ada di sana terdiam sesaat untuk mencerna ucapan pendiri klan Bai.
Tak lama mereka ikut menyeringai saat tahu apa yang sebenarnya maksud pendiri mereka.
“Bai Di, tahan Bai Chen dan Bai Sha, berikan mereka hukuman yang setimpal karena telah mengacaukan rencanaku, dan setelah keluar berikan mereka hadiah yang pantas, karena mereka juga memberikanku kontrubusi yang memuaskan,” ucap Bai Yu We.
Setelah kepergian Bai Di yang membawa Bai Chen dan Bai Sha, kini Bai Yu We tersenyum tipis.
“Cari wanita klan Hu itu lalu bawa kesini, ayahnya telah berkhianat, jadi aku akan membuat mereka mengerti jika mereka berani berkhianat,” ucap Bai Yu We terdiam sesaat.
“Setelah itu cari anak yang bernama Bai Han dan Fang Duan, kita akan memperbudak mereka lalu memaksanya sebagai mesin pembunuh kita saat orang-orang dari Dimensi pusat datang.”
Tanpa menunggu jawaban dari semua orang, Bai Yu We langsung menghilang.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Kakak,, apa kau memaksa adik mu ini untuk menikah hah,” ucap Duan Du kini dengan pandangan tidak puas saat sadar tujuan Bai An membawanya ke Alam Semesta Inti ke 2.
Bai An mengerutkan keningnya.
“Aku tidak pernah bilang kau akan menikahinya, aku hanya bilang kau membantunya karena kita telah berjanji,” ucap Bai An terdiam sesaat.
__ADS_1
“Jangan bilang kau memang menyukainya sehingga marah kepadaku agar rasa sukamu tersamarkan,” sambung Bai An tersenyum penuh makna.
Tubuh Duan Du terlihat kaku, ia dengan cepat mengalihkan pandangan karena tidak ingin di tatap kakaknya.
“Hoho,, bocah kau sangat licik juga tidak mau mengakui perasaanmu,” kekeh Tu Long tersenyum penuh makna.
“Kau jangan ikut-ikutan otak dongol,” dengus Duan Du. “Terlebih jangan mengira aku tidak tahu isi otakmu itu.”
Wajah Duan Du kini sedikit memerah karena merasa tertangkap basah.
Hu Xiao yang melihat ketiganya hanya menggelengkan kepalanya saja.
Hu Xiao langsung menepuk pundak Fang Duan.
“Saudara Duan, aku tahu kau pasti sangat sulit jatuh cinta, tapi saat kau sudah menaruh hati, sangat sulit bagimu untuk menyembunyikannya, jadi jangan malu untuk mengakuinya karena kau akan menyesal saat orang yang kau suka menikah dengan orang lain.”
Duan Du terdiam dengan tubuh sedikit bergetar.
“Apa yang di ucapkan oleh ayah itu benar Du'er, kita langsung saja pergi kesana saat ini, bagaimana?” Sambung Bai An menaikkan alisnya di sertai senyum tersembunyi.
“Hmm hmm,, aku juga ingin melihat Jia Li Ling itu, karena sudah lama aku tidak melihatnya dan bagaimana ekspresinya saat melihat wajah bocah licik ini,” Tu Long ikut-ikutan dengan tidak jelas.
Duan Du yang semakin tersudut hanya bisa tersenyum kecut.
“Baiklah, tapi kalian semua tidak boleh macam-macam, terutama kau Han'er, aku tahu kau tidak tidur,” dengus Duan Du.
Bai Han yang di sebut langsung membuka matanya. “Eeeh,, kenapa aku yang menjadi korban?” Tanya Bai Han memasang wajah polos.
“Sudah-sudah jangan saling menyalahkan, lebih baik kita pergi kerumahnya secara langsung, dengan adanya diriku, mereka pasti akan memberikan hormat,” ucap Hu Xiao.
Semua orang langsung mengangguk, setelah itu mereka langsung menuju dunia Jun Long, tepatnya Kota Sumberdaya.
***
“Apa kau merasakannya?” Tanya seorang pria terlihat berumur 30 tahunan dan mengenakan jubah bewarna putih dengan lambang lingkaran, di dalam lingkaran ada sebuah Naga yang memiliki tubuh rusa serta sayap Naga.
“Hmm,, aku tak tahu mengapa Penguasa Hu Xiao datang ke tempatmu berada, tapi aku merasa ia tidak memiliki niat jahat, jadi biarkan saja ia pergi kesana,” jawab pria berumur 40 tahunan dengan jubah hitam biru.
“Kau benar, ia pasti akan datang ke tempat kita setelah masalahnya selesai,” sambung pria berjubah putih.
Mereka berdua tak lain Penguasa Alam Semesta Inti pertama dan kedua.
Mereka saat ini sedang memulihkan diri, akibat serangan iblis waktu itu, mereka terluka cukup parah di sertai energi terkuras habis.
__ADS_1
Tak lama keduanya kembali memejamkan mata sambil menunggu kedatangan Hu Xiao.