Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Bai Da Xing dan Lan Yuheng Mendapat Ancaman dari Seseorang


__ADS_3

“Hem..!! Untuk memancing Penguasa Benua ini datang mencari kita, kita mulai dari sana dulu,” ucap Bai Han mengangguk di sertai senyum tipis.


Tujuan Bai Han datang kesini adalah untuk bertemu dengan Penguasa Benua ini, tapi mereka sadar jika bertemu dengan sosok penguasa seperti Iblis Perang pastinya tidak lah mudah.


Jadi satu-satunya cara adalah mereka ingin membuat nama mereka di kenal dan di segani terlebih dahulu.


“Jadi siapa yang akan kesana?” Tanya Bai Ha kini melirik ke arah Bai Han dan yang lainnya.


“Biar aku dan saudara Hu yang akan kesana, kalian tunggu saja di sini sambil melanjutkan rencana Han'er yang ingin membuat rumah makan yang memiliki penginapan di lantai atasnya,” ucap Chen Long langsung bangkit.


Bai Han, Bai Ha dan Bo Wuhan pun mengangguk setuju. Chen Long yang melihat itu pun kini melirik ke arah Bai Hu.


Melihat Bai Hu setuju, Chen Long tanpa berlama-lama pun langsung pergi saat itu juga.


Tap tap..!!


...


Kini yang tersisa hanya Bai Han, Bai Ha dan Bo Wuhan saja di ruangan yang cukup luas tersebut.


“Bagaimana? Apakah aku perlu mengelilingi kota ini terlebih dahulu?” Tanya Bai Ha kini angkat suara.


Tujuan Bai Ha mengelilingi Kota Hiren tempat mereka saat ini, tentu saja untuk mengetahui seluruh struktur kota ini. Jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, maka mereka bisa menghindar setelah mengetahui struktur kota ini.


“Tidak perlu, biarkan paman Wuhan saja yang datang ke Gedung Informasi Klan Mu,” ucap Bai Han kini mengeluarkan token klan Mu.


“Jika ada jalan yang lebih mudah, kenapa kita tidak ambil jalan itu saja,” sambung Bai Han tersenyum tipis.


Bai Ha dan Bo Wuhan pun langsung mengangguk setuju.


“Hemm..!! Aku tak menduga akan memanfaatkan token ini setiap saat,” gumam Bai Han tersenyum licik.


Tap tap..!!


Melihat Bo Wuhan sudah melangkah pergi, kini yang tersisa hanya Bai Han dan Bai Ha saja.


“Sambil menunggu mereka kembali atau menunggu hari esok, akan lebih baik kita meningkatkan kekuatan kita saudara Ha,” ucap Bai Han langsung melangkah ke pojok ruang lalu duduk bersila.


Melihat Bai Han, Bai Ha pun ikut memejamkan matanya, ia kini berpikir waktu adalah kekuatan, memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kekuatan, tidak pernah Bai Ha pikirkan di masa lalu.

__ADS_1


Dret..!!


Setelah membuat penghalang di ruangan tempat mereka berkultivasi, Bai Ha kini mengeluarkan beberapa pil yang dulu ia kumpulkan.


“Baiklah, walau hanya sedikit, yang penting ada peningkatan,” gumam Bai Ha langsung melempar beberapa butir pil bewarna merah keemasan kedalam mulutnya.


***


Wung..!!


“Dasar sialan, berani sekali kau mengejek ku Babi gemuk, kau itu yang Babi gemuk,” teriak seorang pemuda bertubuh gemuk dengan perut buncit layaknya seorang wanita hamil 9 bulan.


“Haha,, Wleee,, siapa suruh kau begitu arogan Babi Gemuk,” ejek Bai Da Xing.


“Benar, hanya berani mengandalkan nama orang tua yang memiliki sedikit pengaruh, heh dasar Banci gemuk,” sambung Lan Yuheng mengejek pemuda gemuk dan buncit tersebut.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng mengejek dia bukan tanpa sebab, pemuda tersebut datang langsung menyerobot antrian dan saat ada yang mencoba menghentikannya, ia langsung mengandalkan status ayahnya yang membuat orang-orang langsung terdiam.


“Dasar otak monyet, mati kau,” teriak pemuda tersebut melesat ke arah Bai Da Xing.


Dret..!!


Dengan santai Bai Da Xing memiringkan tubuhnya ke samping saat pedang pemuda tersebut akan mengarah ke dadanya.


Mendengar itu, wajah Zhu San semakin memerah saat terus menerus di ejek.


Pandangan Zhu San kini mengarah ke para bawahannya yang terlihat asik menonton dirinya yang di permalukan.


“Dasar pengawal idiot, apa yang kalian lihat hah, cepat serang mereka berdua,” ucap Zhu San berteriak ke arah bawahan ayahnya dan saat berteriak, air liurnya terlihat jelas muncrat kemana-mana.


Blush..!!


Bam..!!


“Berani sekali kalian membuat keributan di depan arena yang aku kelola, jika kalian ingin bertarung, maka lakukan di arena, jangan di sini,” ucap seorang pria tua kini muncul dan dengan sengaja ia mengeluarkan auranya untuk menekan Zhu San bersama bawahannya dan Bai Da Xing bersama Lan Yuheng.


Tatapan pria tua tersebut terlihat tajam mengarah ke Zhu San, karena ia sadar jika putra Zhu Peng ini selalu membuat keributan dimana pun ia berada.


Lalu pandangan pria tua tersebut beralih ke Bai Da Xing dan Lan Yuheng.

__ADS_1


“I..Itu dia yang lebih dulu keributan, tadi aku datang dengan baik-baik mengantri, tapi ia datang entah dari mana langsung menyerobot antrian, jadi aku berniat menegurnya, tapi mereka tiba-tiba marah dan inilah hasilnya. Benar kan,” teriak Zhu San langsung melirik ke arah para bawahannya dan orang-orang yang ingin menonton pertarungan.


Bai Da Xing yang mendengar itu seketika menyeringai tipis. Sementara Lan Yuheng langsung menggeram marah.


“Hehe,, jika memang begitu, apakah kau berani bertarung hidup dan mati denganku di arena?” Kekeh Bai Da Xing menyeringai kejam ke arah Zhu San.


“Siapa takut, tapi sebelum itu, lawanlah para bawahanku terlebih dahulu, apa kau berani hah,” teriak Zhu San menunjuk Bai Da Xing.


“Siapa takut, tapi sebelum itu, tanya dulu para bawahanmu, apakah mereka berani bertarung sampai mati atau tidak. Jangan kau asal omong kosong tak jelas, hanya karena status ayahmu, kau pikir bisa melakukan sesuatu seenak perut Babi mu itu,” dengus Bai Da Xing.


“Ka..Kau-”


“Cukup, dari pada kalian masih banyak bicara, lebih baik buktikan di arena dan akan ku tegaskan sekali lagi, apa yang kau ucapkan tadi adalah benar jika kau ingin bertarung hidup dan mati melawan Zhu San?” Ucap pria tua yang mengelola Arena.


Tatapan pria tua tersebut mengarah ke Bai Da Xing.


“Tentu saja, aku tidak pernah menarik ucapanku atau pun berbohong,” ucap Bai Da Xing terdengar serius.


“Lalu apakah kau menerima tantangannya?” Tanya Pria tua tersebut melirik ke arah Zhu San.


“I..Itu itu-”


Zhu San seketika tergagap dan tidak mampu menyelesaikan ucapannya.


Orang-orang yang ada di sekitar seketika tertawa mengejek Zhu San yang memang hanya berani mengandalkan ayahnya saja.


Melihat dirinya di permalukan, wajah Zhu San seketika berubah memerah. “Awas saja kalian, cuci leher kalian masing-masing, karena nanti malam adalah hari terahir kalian hidup,” teriak Zhu San secara terang-terangan mengancam semua orang, terutama Bai Da Xing dan Lan Yuheng.


“Heh,, akan ku tunggu kedatanganmu Babi pecundang,” ejek Bai Da Xing melirik ke arah Zhu San yang kini melangkah pergi bersama para pengawalnya.


Tap tap..!!


“Nak, apa yang dia ucapkan tadi itu bukan main-main, jadi aku peringatkan kalian berdua untuk berhati-hati nanti malam.” Ucap Pria tua yang mengelola arena terlihat menepuk pundak Bai Da Xing.


Bai Da Xing pun langsung mengangguk. “Terimakasih atas sarannya pak tua,” ucap Bai Da Xing kini membungkukkan sedikit kepalanya tanda ia menghormati pria tua tersebut.


“Baiklah jika begitu kalian bisa masuk semua, ini adalah kompensasi yang aku berikan karena telah membuat kalian terganggu tadi.” Ucap pria tua tersebut.


Mendengar itu, semua orang yang mengantri pun langsung memasang wajah bahagia, termasuk Bai Da Xing dan Lan Yuheng.

__ADS_1


Tap tap..!!


Mereka berdua pun dengan cepat masuk ke dalam kursi penonton.


__ADS_2