Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Melawan 50% Pasukan Organisasi Menara dan Kedatangan Bo Wuhan


__ADS_3

“Datanglah kalian semua para parasit sialan, akan ku hancurkan setiap inci tubuh kalian.” Teriak Meng Yusan kini mulai memancing musuhnya agar teralihkan ke dirinya.


...


Wung wung..!!


Pemimpin ke 3 yang mendengar teriakan Meng Yusan pun langsung menghentikan langkahnya.


“Kalian bunuh Iblis Asura itu, aku sudah tidak peduli akan amukan klan Iblis Asura,” teriak pemimin ke 3 menunjuk Meng Yusan.


Seketika puluhan topeng ungu dan ratusan topeng putih langsung melesat ke arah Meng Yusan.


Melihat yang menyerangnya kesini hanya 20% dari semua pasukan musuh, Meng Yusan pun langsung mengangkat sebuah tombak yang dulu biasa ia gunakan untuk berburu.


Blush..!!


“Kau terlalu meremehkanku,” ucap Meng Yusan.


“Akan ku buat kalian membayar apa yang kalian tunai,” sambung Meng Yusan langsung memasang kuda-kuda.


Dret..!!


Wuss..!!


“Gerakan ke 3, tombak kehancuran,” teriak Meng Yusan langsung mengayunkan tombaknya ke arah Pemimpin ke 3 yang terlihat akan kembali melesat bersama sisa bawahannya.


“Sialan,” teriak pemimpin ke 3 terlihat memasang wajah penuh amarah, lantaran ia merasa di rendahkan, karena orang yang menyerangnya hanya memiliki kekuatan Kaisar Dewa Abadi ⭐ 9 Puncak.


Dret..!!


Trank..!!


Duar..!! Bom bom bom..!!


Dalam sekejap tombak milik Meng Yusan muncul di depan pemimpin ke 3. Terlihat jelas pemimpin ke 3 dengan mudah menghancurkan serangam tombak Meng Yusan.


“Sialan, perbedaan Kasiar Dewa Surgawi dengan Kaisar Dewa Abadi sangatlah jauh,” gumam Meng Yusan terdengar kesal.


Tapi itu bukan menyurutkan niat Meng Yusan untuk menghentikan pemimpin ke 3 bersama para bawahannya.


Dret..!!


Wung..!!


Bom bom..!!


Meng Yusan pun langsung mengeluarkan ribuan tombaknya dan di kendalikan dengan energinya.


Tanpa basa basi ia langsung melempar tombak-tombaknya ke arah musuhnya yang kini mendekat.


Crash..!!


Bom..!!


Beberapa dari topeng ungu yang berhasil mendekati Meng Yusan langsung mati dengan tubuh terbelah lalu meledak saat terkena serangan tombak Meng Yusan.


Dret..!!


Wung wung..!!


Bom bom bom..!!


Beberapa dari topeng putih yang mencoba menghindar langsung mati setelah Meng Yusan muncul dan menghadang jalan mereka untuk kabur.


Pemimpin ke 3 yang melihat 20% bawahan yang ia kirim kini tersisa 15% saja, langsung memasang wajah jelek.


Bukannya ia iba dengan kematian semua bawahannya, melainkan ia terkejut akan Meng Yusan yang mampu membunuh 5% bawahannya kurang dari 2 menit.

__ADS_1


“Sialan, kalian semua maju,” teriak pemimpin ke 3 melirik ke arah 30% bawahan yang ada di belakangnya.


Seketika ratusan topeng ungu dan ribuan topeng putih langsung melesat ke arah Meng Yusan.


Melihat kini sudah setengah pasukan menyerangnya, Meng Yusan pun menyeringai tipis.


“Bukan hanya mereka saja, melainkan kau dan semua bawahanmu yang tersisa akan ku pancing untuk ikut menyerangku,” ejek Meng Yusan ke arah pemimpin ke 3.


“Lakukan jika kau bisa,” dengus pemimpin ke 3 langsung melesat ke arah tempat dimana Xiu Hou, Du Ling, Bo Wuhan dan Bai Han berada.


“Sialan,” teriak Meng Yusan ingin menghentikan pemimpin ke 3.


Tapi ratusan topeng ungu yang menggabungkan kekauatan mereka kini muncul menyerang Meng Yusan.


Wung..!!


Bom..!!


Meng Yusan pun langsung terpukul mundur.


Hoek..!!


“Sial, serangan formasi gabungan mereka sangatlah kuat, aku harus berhati-hati mulai saat ini dan juga, maafkan aku kakak, Han'er dan Wuhan, hanya ini yang bisa ku lakukan,” gumam Meng Yusan langsung mengeluarkan auranya.


Blush..!!


Bom bom..!!


Mata Meng Yusan seketika berubah menjadi putih polos. Tanduk yang ada di kepalanya seketika memanjang dan terdengar suara dengungan yang sangat keras dari tanduk tersebut.


Tidak ada yang tahu jika saat ini Meng Yusan tengah memberitahu kedua kakaknya tentang kedatangan organisasi menara yang asli.


Karena semua musuh yang ada di depannya mengira jika Meng Yusan mencoba memulihkan diri dengan menyerap energi yang ada di sekitarnya menggunakan kedua tanduknya.


“Jangan biarkan dia memulihkan diri,” teriak salah satu topeng ungu langsung membuat kelompok yang berjumlah 10 orang di setiap topeng ungu dan berjumlah ratusan topeng putih dalam setiap kelompok topeng ungu.


Wuss wuss..!!


Dret..!!


Meng Yusan yang melihat itu langsung memunculkan jutaan tombak dan kini jutaan tombak tersebut mengelilingi dirinya dalam bentuk bola.


“Gerakan ke 7, pertahanan Asura,” teriak Meng Yusan.


Dret dret..!!


Seketika jutaan tombak langsung bergerak menyatu membentuk sosok Iblis Asura.


Bom..!!


Duar duar duar..!!


Ledakan keras seketika terdengar setelah puluhan bola energi hitam menyentuk tombak pertahanan Meng Yusan.


Krak krak..!!


Sedikit demi sedikit kini tombak pertahanan Meng Yusan mulai hancur dan terus terkikis.


Wung..!!


Srek..!!


Bom bom bom bom..!!


Argh..!!


Tepat saat bola energi akan menyentuh pertahanan terahir Meng Yusan, sebuah kapak muncul dan langsung menghancurkan bentuk formasi musuh, hingga terlihat bola energi hitam mulai redup.

__ADS_1


“Sialan,” teriak salah satu topeng ungu membalik badan, ia ingin melihat siapa yang berani menyerang mereka dari belakang.


Crash..!!


Bom..!!


Tepat saat topeng ungu tersebut membalik badan, kepalanya langsung hancur setelah terkena tabasan Bo Wuhan yang kini menyeringai lebar.


“Khehe, siapa yang mengizinkan kalian menyerang sekutuku,” kekeh Bo Wuhan tertawa gila.


Wuss..!!


Wung..!!


Bom bom bom..!!


Setelah bicara dan membuat semua musuh sempat terdiam saat mendengar ucapan Bo Wuhan. Bo Wuhan pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerang musuh yang ada di depannya dengan membabi buta sambil terus menerobos ke tempat Meng Yusan berada.


“Hentikan dia, jangan biarkan dia menuju Iblis Asura itu,” teriak salah satu topeng ungu yang kini merasakan adanya yang tidak beres jika Bo Wuhan mendekati Meng Yusan.


Meng Yusan yang melihat Bo Wuhan datang di saat-saat yang menurutnya tepat, kini tersenyum bahagia.


Wung..!!


Bom bom..!!


Tak mau kalah, dengan sisa energi yang ia punya, Meng Yusan pun langsung menghancurkan bola energi hitam yang kini melemah.


“Sialan,” raung para topeng ungu dan putih yang kini memuntahkan seteguk darah, lantaran serangan formasi mereka berhasil di hancurkan.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Bo Wuhan dan Meng Yusan pun semakin agresif bergerak dan sekuat tenaga mengayunkan senjata mereka ke arah musuh yang terlihat oleh pandangan mata mereka.


Wung..!!


Crash..!!


Bom bom bom..!!


Duar..!!


Dret..!!


Tap tap..!!


Hingga 30% musuh yang kini tersisa, barulah Meng Yusan dan Bo Wuhan bertemu dan langsung bergabung.


“Maafkan aku Tuan Yusan karena terlambat datang,” ucap Bo Wuhan dengan nada tulus. Wajahnya terlihat langsung berubah dari wajah jahat, kini terlihat wajah hangat.


“Malah sebaliknya, kau datang di waktu yang tepat Wuhan.” Ucap Meng Yusan.


“Dan juga. Terimakasih telah datang kesini tepat waktu,” sambung Meng Yusan.


“Tidak perlu berterimakasih sekarang, berterimakasihnya nanti saja jika kita bertahan hidup dan berhasil menang melawan mereka.” Ucap Bo Wuhan sambil memasang wajah khasnya.


Khehe..!!


“Aku akan kesana Tuan Yusan,” ucap Bo Wuhan sambil terkekeh mengerikan.


Wung..!!


Tanpa menunggu reaksi dari Meng Yusan, Bo Wuhan pun langsung bergerak ke arah sekumpulan para topeng putih. Karena dirinya sadar masih belum mampu menghadapi para topeng ungu. Jadi ia meninggalkan para topeng ungu untuk Meng Yusan.


“Sialan, dia bukan hanya gila, tapi aku rasa ia licik juga,” gumam Meng Yusan langsung menuju ke arah berlawanan.


Wung..!!

__ADS_1


Crash..!!


Bom bom bom..!!


__ADS_2