Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kekacauan di Kota Serigala Air


__ADS_3

“Hehe,, siapa suruh anak buahmu menyerangku lebih dulu,” kekeh Tu Long menyeringai lebar.


Pria paruh baya yang bernama Hong We Zin itu adalah seorang Jendral di Kota Serigala Air.


Kekuatannya berada pada Dewa Immortal ⭐ 3 Ahir, ia adalah jendral kedua terkuat dari 5 jendral milik Pemimpin Kota.


Saat Tu Long muncul, ia kebetulan jatuh tepat di rumah bordil dan menabrak salah satu prajurit milik Jendral Hong We Zin hingga mati.


Karena perbedaan fisik, membuat prajurit tersebut mati menjadi daging cincang saat tubuh Tu Long dan tubuh prajurit bertabrakan.


Bahkan para wanita yang berada di dekat prajurit yang Tu Long tabrak ikut mati karena terkena dampak tabrakan tersebut.


Para prajurit yang melihat kejadian tersebut langsung marah hingga menyerang Tu Long.


Tu Long tentu tidak tinggal diam, ia dengan senang hati melayani mereka semua hingga membantai semuanya tanpa sisa.


Setelah membantai dan menghancurkan rumah bordir milik Jendral Hong We Zin. Tu Long yang baru saja melangkah pergi untuk mencari Duan Du, Lang Zai dan Cen Tian mendapat serangan dari Jendral We Zin.


Tapi dengan mudah Tu Long menghindar tanpa melakukan serangan balasan.


Alasan Tu Long tidak melakukan serangan balasan adalah karena ia kini merasakan beberapa orang sekuat Jendral Hong We Zin datang dengan kecepatan penuh.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Hmm,, Jendral Hong, kau meminta bantuan hanya karena lalat ini?” Tunjuk Jendral Weng Si Fu ke arah Tu Long.


Jendral Weng Si Fu adalah Jendral ketiga terkuat dan satu lagi Jendral datang bersama Jendral Weng Si Fu, ia adalah Jendral Lang Qin San Jendral terlemah.


Mendengar dirinya di rendahkan, Tu Long seketika tertawa.


“Hahahaha,, hahahaha..!! Baru kali ini ada seekor babi panggang merendahkan Naga yang agung,” tawa di sertai ejekan Tu Long seketika menggema di telinga 3 Jendral.


Wajah ketiga Jendral seketika memerah padam, saking emosinya. Kini ketiganya mengeluarkan aura mereka hingga beberapa bangunan hancur seketika akibat tekanan yang ketiganya keluarkan.


Beberapa prajurit milik ketiga Jendral yang tidak bisa menahan tekanan tersebut ada yang langsung mati dengan darah keluar dari mulut, mata, telinga dan hidung mereka.


Ada juga yang pingsan dan hanya yang memiliki Dewa Immortal ⭐ 1 Awal saja mampu berdiri dengan kaki bergetar hebat.


Ketiga jendral tidak sadar jika Tu Long berdiri santai tanpa menepis aura ketiganya.


Jika ketiganya sadar dan berpikir jernih, mungkin mereka sadar jika kekuatan Tu Long jauh melebihi kekuatan mereka.


Tapi nasi sudah menjadi bubur.

__ADS_1


Ketiga Jendral langsung menyerang Tu Long dengan penuh amarah.


Wuss..!!


Jendral Hong We Zin langsung muncul di atas Tu Long, tangan Jendral Hong We Zin kini telah membentuk cakar di sertai energi bewarna perak.


“Mati,” teriak Jendral Hong We Zin.


Tidak berhenti sampai di sana saja, Jendral Weng Si Fu muncul di depan Tu Long di sertai pedang yang telah ia selimuti Elemen Air dan Energi bewarna perak.


Dengan cepat Jendral Weng Si Fu mengayunkan pedangnya hingga air dari segala sisi tiba-tiba muncul lalu bersatu dan melesat ke arah Tu Long.


Jendral Lang Qin San tidak mau kalah, ia kini muncul di belakang Tu Long.


Jendral Lang Qin San membentuk pedang dari elemen airnya di sertai Energi bewarna perak melapisi elemen airnya.


Dengan cepat Jendral Lang Qin San menjulurkan pedangnya untuk menusuk jantung Tu Long.


Tu Long yang melihat ketiganya menyerang dari berbagai arah hanya terkekeh kecil.


“Hehe, inilah yang aku tunggu-tunggu, baru datang sudah mendapatkan makanan bergizi,” gumam Tu Long memamerkan giginya di sertai air liurnya jatuh dari pinggir bibirnya.


Dengan santai Tu Long mengangkat tangannya lalu udara tiba-tiba berhembus.


Wuss..!!


Hingga serangan ketiganya sampai ke target mereka.


Bom..!!


Crash..!!


Jlep..!!


Ledakan langsung menggema ke sebagian Kota Serigala Air.


Bahkan Pemimpin Kota dan dua tangan kanan pemimpin kota sampai mendengarnya.


Saat ini terlihat asap menutupi 1000 meter tempat Tu Long dan 3 jendral bertarung.


Beberapa detik setelah asap menghilang, para prajurit dan komandan tiga jendral kini melihat ke arah ledakan.


Tubuh para prajurit dan komandan milik tiga Jendral langsung menegang saat Tu Long dengan santai melayang sambil membakar daging yang mereka yakini milik Jendral Hong We Zin, Weng Si Fu dan Jendral Lang Qin San.


Tu Long memanfaatkan api dari hasil ledakan tersebut untuk membakar 3 tubuh Jendral tersebut jadi daging bakar.

__ADS_1


Kini dengan lahap Tu Long memakannya sambil melirik ke arah prajurit yang tersisa.


Senyum Tu Long semakin mengambang saat tubuh para prajurit ketakutan.


“Lari..!!”


Teriakan salah satu komandan milik Jendral Weng Si Fu langsung menggema.


Seketika semua prajurit dan komandan yang tersisa lari kocar kacir ke berbagai arah.


Tu Long yang sudah menggunakan Hukum Anginnya kini hanya menggerakkan jari-jarinya.


Seketika semua komandan dan prajurit yang melarikan diri mati dengan tubuh terpotong-potongnya.


Dengan santai Tu Long mengalirkan energinya dalam jumlah sedang lalu menarik mayat para komandan dan prajurit untuk ia makan.


Sementara para penduduk pribumi Kota Serigala Air yang melihat kejadian tersebut banyak yang pingsan di tempat, ada yang kakinya bergetar hebat hingga tak mampu untuk melangkahkan kakinya, ada juga yang berhasil melarikan diri untuk berencana menceritakan kejadian yang mereka lihat ini.


Tu Long yang sudah asik dengan dunia sendiri, makan daging bakar sambil menikmati arak tentu saja mengabaikan semua orang.


***


Di bagian Timur Kota Serigala Air.


“Hmm..!! Orang dongol itu baru muncul langsung saja membuat kekacauan,” dengus seorang pemuda dengan rambut hitam legam dan wajah tampan dengan karateristik bisa memikat semua wanita yang melihatnya. Namun sayang pemuda tersebut tidak terlalu asik untuk memikirkan percintaan.


Pemuda tersebut tak lain Duan Du.


Saat ini Duan Du sedang bersama Cen Tian.


Mungkin Tu Long sedang membuat kekacauan. Tapi Duan Du dan Cen Tian bahkan lebih parah lagi.


Pasalnya semua wilayah bagian timur tempat Duan Du dan Cen Tian berada kini para penduduk pribumi sedang gempar di karenakan harta mereka semuanya hilang.


“Du'er berapa cincin dan harta yang telah kau dapatkan?” Tanya Cen Tian tanpa memandang ke arah Duan Du.


“Hmm..!! Sekitar 10 ribu cincin penyimpanan dan untuk harta lumayan banyak, karena aku menguras semua harta penyimpanan milik klan-klan yang ada di kota bagian timur ini,” jawab Duan Du dengan santai.


“Hehe..!! Lumayan banyak, kalau aku mendapat 20 ribu lebih cincin penyimpanan dan banyak harta, aku juga menguras semua toko dan rumah para penduduk,” kekeh Cen Tian.


Duan Du seketika memasang wajah jelek.


“Kakak Tian, bisakah kau tidak mencuri harta milik penduduk, apalagi jika rumah penduduk yang miskin. Apa kau tidak merasa kasihan,” dengus Duan Du kini memarahi kakaknya.


“Hehe,, untuk masalah itu kau tenang saja Du'er, aku sudah memiliki rencana nanti kepada semua penduduk Kota Serigala Air,” jawab Cen Tian menyeringai licik.

__ADS_1


Melihat wajah kakaknya yang kini ikut menjadi licin membuat Duan Du ikut menyeringai licik saat tahu tujuan kakaknya.


__ADS_2