
“Masih rapi seperti dahulu,” gumam Bai An melangkah ke sebuah meja serta kursi yang dulu biasa ia duduki.
Bai An dengan penuh kehangatan saat memegangi kursi serta meja tempatnya biasa merenung.
Bruk..!!
Setelah duduk, Bai An memejamkan matanya sambil memegangi jantung tersebut.
Tak lama, Jantung Bai An bedetak lebih cepat.
Dug dug dug..!!
Dug dug dug..!!
Sementara jantung yang Bai An pegangi tiba-tiba berhenti berdetak saat Jantung Bai An berdetak lebih cepat tanpa henti.
Sreett..!!
Energi kehidupan yang berasal dari jantung yang Bai An pegang langsung tersedot dengan sendirinya masuk ke tubuh Bai An.
Tak lama jantung yang Bai An pegang menghitam kemudian hangus menjadi abu.
Di dalam pusat dantian Bai An. Bai An kini membuka mata setelah tahu ia berada di pusat dantiannya.
“Hmm..!! Kenapa aku tiba-tiba muncul di sini?” Gumam Bai An dalam hati.
“Itu karena aku yang membawamu kesini kakak.”
Tiba-tiba sosok pemuda sedikit lebih tua dari Bai An muncul dengan wajah senyum.
Bai An yang melihat itu seketika tak sadar tubuhnya bergetar hebat.
Kini Bai An mengingat masa lalunya saat melihat pemuda yang ada di depannya.
“Li..Ling Bai En, apakah ini kau?” Ucap Bai An terbata-bata.
“Hmm..!! Ini benar aku adik kandungmu,” ucap Ling Bai En tersenyum hangat.
__ADS_1
Mendengar itu Bai An seketika jatuh berlutut, ingatannya di masa lalu yang telah kembali membuat dirinya kini harus berlutut serta merasa bersalah.
“Maafkan kakak En'er jika saja waktu itu-”
“Ssttt..!! Apa kakak lupa jika yang lalu biarlah berlalu dan yang datang akan di hadapi sepenuh hati.” Ling Bai En langsung memotong ucapan Bai An sembari membangunkan kakaknya.
Tapi Bai An tidak ingin bangun. Pandangan Bai An mengarah ke atas melihat adiknya yang selalu ceria, sama halnya dengan Xie'er dan Duan Du.
“Apa itu juga kau yang datang sebagai kakak ku?” Tanya Bai An saat mengingat Bai En.
Ling Bai En menggeleng. “Bukan, dia adalah kakak seperguruan yang telah kita anggap kakak. Wing Zhen,” seketika nada suara Ling Bai En meninggi saat menyebut sosok yang telah menghancurkan keluarganya.
Bai An pun langsung menggertakkan giginya hingga mulutnya mengeluarkan banyak darah saat mengingat ia dulu sering bertemu Bai En. Tapi beruntung ia dan Bai En tidak pernah bersama dalam melakukan perjalanan panjang.
“Lalu bagaimana jantungmu masih bisa berdetak En'er?” Tanya Bai An setelah menjadi tenang.
“Saat kakak menusuk jantung serta menghancurkan dantian ku karena menganggap aku dalang pengkhianat dulu. Sebelum kejadian itu aku merasakan firasat bahaya sehingga membuat eksperimen yang hasilnya saat ini kakak lihat.” Ucap Ling Bai En terdiam sesaat.
“Sebenarnya adikmu ini sudah menduga jika Wing Zhen lah yang berkhianat bersama putra tersayangmu Ling Suan. Tapi bukan itu masalah utamanya, melainkan Wing Zhen itu sendiri.”
Melihat adiknya kembali terdiam, Bai An mengerutkan keningnya. “Ada apa dengan Wing Zhen itu sendiri?” Tanya Bai An dengan nada sedikit menahan amarah. “Apa karena ia adalah Ras Vampire?”
“Perlu kakak ketahui, dulu sewaktu aku menyelidiki Wing Zhen siapa yang sebenarnya, aku sempat tidak percaya. Tapi saat ini dugaanku benar.”
“Ia adalah sosok setengah Vampire Murni dan Setengah Iblis yang masih tidak di ketahui, Rasnya adalah Half Vampire Demon, Ras kedua terkuat setelah Vampire murni, dan aku mengetahui jika ia saat ini ingin membangkitkan sosok Raja Vampire murni yang di katakan di segel di pusat inti Dimensi Pusat ini.”
Mata Bai An mengerut saat mendengar itu. “Hmm..!! Bukankah Ras Vampire Murni telah musnah dan tidak ada yang mengetahui Ras tersebut kapan musnah, karena ia adalah makhluk pertama yang mendiami tempat ini?”
“Kau salah kak, mereka sebenarnya bukan berasal dari sini, sama halnya dengan Guru kita, Ras Vampire kesini karena ingin menginvasi tempat ini sebagai kandang atau ladang makanan mereka. Tapi karena adanya sosok asli Ras pertama di tempat ini yaitu Giant Dragon yang memiliki kekuatan setara, perang akhirnya pecah lalu terciptakan banyak Dimensi dan tempat ini sebagai pusatnya.” Ucap Ling Bai En menjelaskan.
Ling Bai En pun melanjutkan semua yang ia ketahui selama penyelidikannya ini. Termasuk pakta gurunya yang sebenarnya telah pergi ke tempat asalnya dengan alasan tertentu.
Bai Ling En tahu karena ia mendapati surat guru yang ada di kamar milik Wing Zhen.
Sementara Bai An yang kini mengetahui semuanya hanya bisa menahan amarah dari waktu ke waktu.
...
__ADS_1
“Lalu apa kau tahu Wing Zhen saat ini menyamar menjadi siapa?” Tanya Bai An menggenggam erat tangan serta mengigit bibir hingga berdarah.
Entah mengapa darah bisa keluar dari mulut Bai An, padahal saat ini ia dalam wujud Roh saja.
“Aku tidak tahu kak, tapi yang pasti berhati-hatilah, kadang orang terdekat atau yang kakak paling sayangilah orangnya, mungkin mulai saat ini kakak mulai mengeluarkan sifat asli kakak semasa kita bersama dulu saat mengejar kekuatan. Aku yakin sosoknya akan terlihat saat sifat kakak yang sebenarnya keluar.” Pandangan Ling Bai En melihat kakaknya dengan senyum salam perpisahan.
Bai An yang melihat itu sadar jika saat ini adiknya akan meninggalkannya untuk selamanya, dari penjelasannya tadi jika ia tidak akan bisa bereinkarnasi lagi karena telah melanggar Hukum Alam.
“Satu hal yang belum adikmu ini katakan, ia sampai saat ini tidak membunuh kakak secara langsung, karena kakak adalah bahan utama untuk membangkitkan sosok Raja Vampire itu, jadi jangan bertindak terlalu gegabah.”
Tubuh cahaya Ling Bai En menghilang, bersamaan dengan itu Bai An langsung membuka matanya.
Ia kini sedih tidak mempercayai ucapan adiknya dahulu. Dan saat ini adiknya telah berpesan agar ia berhati-hati.
Mengingat masa lalu, Bai An hanya bisa menghela nafas.
“Bagaimana caraku untuk mengetahui Wing Zhen yang sebenarny?” Gumam Bai An dalam hati.
“Bau darah, aku yakin bau darahnya sangat menjijikkan,” gumam Bai An kini berniat untuk melukai semua keluarganya dengan alasan tertentu agar mereka tidak curiga.
“Hemm..!! Ye'er keluarlah,” ucap Bai An langsung memulai dari putranya. Walau ia tahu jika Ye'er telah memberikan darahnya kepada Ancient Blood Demon, tidak memungkinkan jika Bai Chu Ye mengelabuinya.
Wuss..!!
“Ya ayah.” Ucap Bai Chu Ye melihat ayahnya datar.
“Hmm..!! Ayah ingin meminta sedikit darahmu untuk mencoba sesuatu, siapa tahu hasil percobaan ayah ini akan berhasil,” ucap Bai An tersenyum sambil mengusap rambut putranya.
Bai Chu Ye mengangguk patuh, ia kemudian mengayunkan tangan kirinya.
Sebuah pisau energi muncul saat tangan Bai Chu Ye terayun.
Crash..!!
Darah di tangan kanan Bai An mengeluarkan darah yang murni.
Bai An langsung mengeluarkan botol agar putranya tidak curiga.
__ADS_1
“Baiklah Ye'er, kau bisa kembali lagi menyerap inti darah Ancient Blood Demon,” ucap Bai An tersenyum hangat.