Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kemarahan Hu Yan Di dan Sebuah Rencana


__ADS_3

Terlihat tubuh Duan Du dan Tu Long berkeringat dingin, mereka takut akan menjadi pelampaisan amarah Mu Xia'er.


Sementara Bai An santai saja, karena ia tahu apa yang akan di lakukan agar Mu Xia'er tidak memarahinya.


Tentunya dengan sedikit rayuan maka Mu Xia'er pasti luluh dan melupakan kemarahannya.


***


Bai Han yang wajahnya kini lebam akibat menangis sepanjang hari kini berusaha menghapus air matanya, setelah itu ia menghapus air mata ibunya.


“Bu,, berhentilah menangis, nanti jika ayah melihat ibu menangis, maka ia akan merasa bersalah,” ucap Bai Han dengan nada polos.


Mu Xia'er langsung melirik ke arah putranya, dengan senyum lembut, ia langsung mengangguk.


Tentu saja ia tak ingin melihat suaminya merasa bersalah saat melihat dirinya bersedih terlalu lama, walau ia tahu jika suaminya saat ini telah lama sadar, tapi ia diam saja.


“Baiklah, ayo kita masuk dunia jiwa, kau pasti lapar dan ibu Jia pasti sudah memasak makanan favorit mu,” ucap Mu Xia'er dengan nada lembut.


Mu Xia'er lalu melirik ke arah Bai An.


“An Gege, kau tidak perlu berpura-pura lagi, ayo kita masuk.” Kata Mu Xia'er dengan lembut.


Bai An langsung membuka matanya bersamaan dengan Duan Du, Tu Long dan Ling Yenrou.


Tanpa menunggu waktu lama, Bai An langsung membuka dunia jiwanya.


Wuss..!!


Semua orang masuk dunia jiwa.


Waktu terus berlalu, Bai An sudah 1 bulan berada di dunia jiwa, ia tidak tahu apa saja yang terjadi di dunia nyata.


***


Dunia nyata.


Saat ini terlihat wajah Hu Yan Di yang di penuhi oleh amarah.


Tekanan mengerikan dari aura Hu Yan Di langsung menekan semua orang yang kini berlutut di depan matanya.

__ADS_1


“Aku sudah bilang untuk menjaga jarak dari bocah itu, jangan sampai bermasalah dengannya, tapi kalian tidak mendengarkan ucapanku,” kata Hu Yan Di dengan dingin.


Semua komandan dan bawahannya kini berkeringat dingin, Hu Hong Meng juga salah satu dari mereka ikut berlutut, namun dalam hatinya ia tersenyum puas saat mendengar rencana Hu Yan Di gagal dalam menjebak Bai An.


“Aku tak mau tahu, kalian semua menyebar cari bocah itu bersama dua bawahannya atau apalah itu, jika dalam waktu 1 bulan kalian tidak menemukannya, maka aku akan membunuh kalian semua,” kata Hu Yan Di dengan nada dingin.


Tubuh semua bawahannya Hu Yan Di seketika berkeringat dingin, dengan cepat mereka mengangguk lalu melesat pergi.


Setelah kepergian semua bawahannya, Hu Yan Di kini melirik ke arah kelima orang yang tak lain para penetua Sekte Es Abadi.


“Hmm..!! Penetua Hong, apa rencanamu dengan gagalnya rencana sebelumnya?” Tanya Hu Yan Di dengan amarah di dalam hatinya, ia tidak marah ke Penetua Hong, melainkan para bawahannya yang kini telah membuatnya malu di depan para penetua yang menjadi bala bantuan.


Penetua Hong atau biasa di sebut penetua strategi kini terdiam sambil menunduk selama beberapa saat.


“Hmm..!! Aku yakin mereka cukup cerdas, seperti apa yang telah kau katakan jika anak ini licik, jadi ia pasti tidak berani membunuh Den Zil,” ucap Penetua Hong kini mengangkat kepalanya di sertai senyum tipis.


“Lalu jika mereka tidak berani membunuh Den Zil, apa yang akan kita ucapkan kepada Tuan? Karena jika ia tidak mati maka Tuan bisa marah?” Tanya Hu Yan Di bingung dengan nada sedikit meninggi.


Penetua pedang menatap Hu Yan Di. “Apa kau berpura-pura bodoh atau memang bodoh Jendral Hu,” dengus Penetua Pedang.


“Jika Den Zil tidak mati, maka kita bisa melacak dimana mereka berada, karena aku yakin jika mereka saat ini pasti menawan Den Zil dan mencoba mencari informasi,” sambung Penetua Pedang.


Saat Hu Yan Di dan Penetua Pedang saling menatap, Penetua Formasi langsung maju.


“Kenapa malah kalian yang bersitegang, tugas kita menangkap anak itu dan mengkambing hitamkan kematian Den Zil agar para petinggi iblis mau keluar membantu kita menghancurkan para Penguasa,” dengus Penetua Formasi.


Mendengar itu.


Hu Yan Di dan Penetua Pedang terdiam sambil mendengus.


Sementara Penetua Hong kini mulai bicara lagi.


“Ini cukup mudah, walau mereka bersembunyi, asal Den Zil masih hidup maka kita bisa mencarinya, tapi kita harus menggunakan beberapa rencana untuk menjebak saat mengetahui keberadaan mereka.”


“Kita saat ini tidak boleh bertindak sembarangan lagi, jika bisa suruh semua bawahanmu untuk jangan secara terang-terangan dalam bergerak juga.”


Penetua Hong melirik ke arah Hu Yan Di.


Hu Yan Di langsung mengangguk setuju akan ucapan Penetua Hong.

__ADS_1


“Lalu apa rencanamu agar kita bisa menangkap mereka? Kau tahu jika bocah-bocah ini walau sangat berani, tapi mereka ini sangat licin,” penetua Formasi sambil melirik ke arah penetua Hong.


“Hmm..!! Itu gampang, kalian tinggal mengikuti permainan ku saja,” kekeh Penetua Hong dengan seringai licik.


Hu Yan Di dan para penetua ikut tersenyum jahat saat melihat senyum licik Penetua Hong, karena mereka tahu benar bagaimana sifat licik Penetua Hong dalam berstrategi.


***


Di Dunia Jiwa.


Saat ini Bai An dan yang lainnya berencana keluar.


Rencana Bai An memang bagus, ia sengaja diam cukup lama di dunia jiwa dengan waktu yang sama dengan dunia nyata, ia melakukan ini agar para musuh bergerak agresif karena tidak bisa menemukannya.


Dan ada dua yang kini Bai An pikirkan, jika mereka bergerak agresif maka Bai An cukup sulit membunuh mereka, itu karena ia takut orang yang tidak bersalah akan ikut jadi korban.


Tapi jika mereka bergerak diam-diam, maka Bai An dan kelompoknya bisa membunuh mereka dengan mudah dan mengurangi korban jiwa dari orang-orang yang tidak bersalah.


“Hmm..!! Kak, aku yakin jika saat ini mereka bergerak diam-diam karena belum menemukan keberadaan kita. Mereka takut kita mengatur rencana sehingga Hu Yan Di pasti menyuruh para bawahan.” Kata Duan Du tersenyum tipis.


“Heng,, mereka pasti bergerak agresif, jika mereka bergerak agresif maka kita tidak perlu bersusah payah membunuh mereka karena mereka akan datang dengan sendirinya,” sambung Tu Long dengan nada mendengus.


Terdengar Duan Du dan Tu Long kini berdebat sehingga membuyarkan lamunan Bai An.


“Huuf,, ayo kita keluar,” ajak Bai An ke arah Bai Han, Ling Yenrou dan Fu Jian.


Ketiganya langsung mengangguk santai.


Wuss..!!


Lubang hitam seketika muncul, Bai An, Bai Han, Ling Yenrou dan Fu Jian langsung keluar dari dunia jiwa.


Duan Du dan Tu Long langsung bergerak cepat untuk ikut keluar.


Terlihat jika mereka saling tarik untuk berebut keluar lebih dulu.


Wuss..!!


Tap tap..!!

__ADS_1


Bai An langsung mengedarkan kesadarannya bersama dengan Lin Yenrou sengaja mengeluarkan aura iblis milik Den Zil.


__ADS_2