
Entah pesan apa itu, yang pasti itu bukanlah hal baik untuk Komandan Gon.
Tak menunggu lama Jia Li Ling, Patriark Klan Jia bersama para tetua langsung pergi ke tempat yang di maksud Komandan Gon.
Komandan Gon tentu ikut sebagai petunjuk jalan dan orangnya nanti saat bertemu.
Sementara Jia San dan Jia Ji pergi ke arah tempat tinggal anggota klan Jia, tujuannya mengarah ke rumah Komandan Gon.
***
Saat ini Bai An menatap ke arah Manager Restaurant Cabang Paviliun Semesta.
“Ingat apa yang aku ucapkan, bawa mereka kesini dengan tubuh penuh luka, jika kau tidak menyiksa mereka maka aku akan menyuruh Tu Long untuk memakanmu hidup-hidup,” ucap Bai An tersenyum tipis.
Managar yang memiliki nama asli Jia He Hou langsung mengangguk dengan patuh.
“Hehe,, kau juga boleh melarikan diri, tapi kemanapun kau lari aku akan mengejarmu,” kekeh Tu Long menaikkan alisnya berkali-kali untuk menakuti Jia He Hou.
Jia He Hou dengan cepat membalikkan badannya lalu berlari sekuat tenaga, bahkan ia sampai lupa menggunakan energinya saat lari karena saking takutnya.
“Hei hei,, apa kau tidak keterlaluan paman, ia bahkan seperti ingin mati itu,” tunjuk Duan Du.
“Oh ya aku juga lupa, kenapa kakak melarang kami yang pergi kesana? Setidaknya salah satu dari kami agar lebih pasti,” tanya Duan Du menaikkan alisnya dengan senyum tipis.
“Hmm,, jika Tu Long yang kesana, aku yakin ia akan memakan mereka semua yang ia temui, itu bahaya dan jika kau yang kesana, dengan otakmu itu, aku yakin akan lebih parah lagi,” dengus Bai An tanpa menatap ke arah keduanya.
“Terlebih banyak sekali sifat rakus dan orang tidak beradap dari anggota klan Jia, jadi lebih baik aku mengirim orang itu untuk menyelamatkan keluarga Komandan tadi,” sambung Bai An cuek.
Heng..!!
Tu Long dan Duan Du hanya mendengus kecil tanpa berani melawan ucapan Bai An.
“Lihat dulu putramu itu bahkan lebih parah lagi dari kami,” umpat Tu Long dan Duan Du dalam hati.
“Aku tahu apa yang kalian pikirkan, ini juga ulah kalian sehingga ia begini, jadi jangan coba-coba mengeluh atau keberatan,” ucap Bai An dengan acuh.
Tu Long dan Duan Du langsung berkeringat dingin.
“Sialan,, apa kakak bisa membaca pikiranku?” Gumam Duan Du dalam hati.
__ADS_1
“Mati aku, apa Tuan muda tahu isi hati ku? Bisa bahaya jika ia tahu aku sering berpikir macam-macam,” keluh Tu Long.
Melihat keduanya diam, Bai An hanya tersenyum kecil. Tentu saja ia tidak bisa membaca pikiran keduanya. Tapi ia sangat tahu sifat keduanya yang suka mengeluh saat Bai An bicara.
Tak lama kemudian, Duan Du dan Tu Long tersenyum tipis.
“Hehe,, jika tidak bisa bermain-main dengan anggotanya maka para tetuanya pun jadi,” kekeh Tu Long dan Duan Du dalam hati.
Keduanya saling pandang, setelah itu mereka melirik ke arah Bai Han, mereka takut jika bocah ini akan bangun lalu ikut-ikut tan.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Dimana orang yang kau maksud?” Tanya tetua klan Jia yang bernama Jia Mu.
“Jika kau berbohong, maka kau akan mendapat akibatnya,” sambung Jia Ma langsung mengarahkan niat membunuh ke Jia He Hou.
Jia He Hou sedikit berkeringat, dengan cepat ia menunjuk ke arah atas.
Patriark Jia dan Jia Li Ling langsung melihat ke atas di ikuti oleh para tetua. Mereka semua langsung mengedarkan kesadaran mereka untuk melihat siapa yang Jia He Hou maksud.
“Sungguh tidak sopan jika kalian melakukan hal seperti itu, lebih baik kalian naik langsung karena aku sudah dari tadi menunggu.”
Mendengar suara tersebut, Jia He Hou berkeringat dingin karena ia tentu mengenal suara tersebut.
Sementara Jia Li Ling diam-diam tersenyum saat mendengar suara familiar baginya.
Berbeda dengan tetua Jia Ma dan Jia Mu, mereka berdua langsung mendengus.
“Lancang, berani sekali kalian kepada Patriark Klan Jia sekaligus pemimpin Paviliun Semesta,” suara arogan dari tetua Jia Mu terdengar keras.
Tangannya menunjuk ke arah lantai dua. “Turun dan sambut kami, jika tidak-”
“Jika tidak apa?”
Sebuah suara muncul tepat di telinga Tetua Jia Mu.
Sebuah bayangan muncul dari bayangan milik Tetua Jia Mu.
__ADS_1
“Hmm..!! Seorang pengkhianat seperti dirimu tidak pantas mengancam ku, dan juga seorang Patriak, heh, aku baru melihat jika seorang patriak sekaligus ayah yang katanya menyayangi putrinya hanya pasrah saja menikahkan putrinya tanpa berani melawan atau tegas,” dengus Duan Du.
Tatapan merendahkan dari Duan Du ke tetua Jia Mu, Jia Ma dan patriak Jia terlihat jelas.
Wajah Duan Du juga kini tidak ia tutupi lagi.
Mendengar itu, Jia Li Ling langsung tersentuh, tapi di satu sisi ia juga takut jika Duan Du akan di bunuh oleh ayahnya.
“Du Gege,” ucap Jia Li Ling dengan suara kecil dan lembut, tapi suaranya sedikit tekut.
“Hmm,, aku seperti familiar dengan wajahmu,” ucap Tetua Jia Mu mencoba untuk tidak terprovokasi, terlebih ia terkejut saat pemuda di depannya tahu jika ia sedang merencanakan sesuatu dengan Paviliun Phoenix Perak.
Di sebelah Jia Mu, Jia Ma kini menatap Duan Du dengan intens, bahkan ia kini mengeluarkan aura membunuh secara terang-terangan.
“Siapa kau? Berani sekali kau menuduh kami sebagai pengkhianat,” teriak Jia Ma langsung mengeluarkan pedangnya lalu mencoba menyerang Duan Du.
Namun patriark Jia langsung mengangkat tangannya.
“Hmm,, apa kau kesini untuk mengacau? Jika iya, berikan dulu alasannya, karena setahu ku, klan dan Paviliun kami tidak ikut serta memburumu,” ucap Patriark Jia dengan tenang.
Tentu Patriark Jia mengenal Duan Du, terlebih dari pertama kali rumor mereka beredar, mereka bertiga juga di sebut-sebut yang menghancurkan kediaman milik Penguasa Alam Semesta Inti ke 3 Hu Xiao.
Jadi Patriark Jia harus berhati-hati, jika rumor itu benar, maka ia yakin riwayat klan mereka akan tamat.
Patriark Jia juga tahu jika ada pengkhianat di klan nya, tapi karena memikirkan kelangsungan klan nya, terlebih banyaknya pendukung pengkhianat di klan Jia membuat ia diam saja sambil menutup mata.
Bahkan ia melepaskan putrinya demi kebaikan klan Jia.
“Tujuanku,” Duan Du tersenyum tipis.
Duan Du kemudian melirik Jia Li Ling sekilas.
“Tujuanku kesini karena ada orang yang ingin menemuimu, dia mengatakan kau mengenalnya dengan baik, bahkan Leluhur dan ayahmu pernah menjadi muridnya,” ucap Duan Du tersenyum tipis.
Sesekali pandangan Duan Du mengarah ke Jia Mu, Jia Ma dan satu lagi Tetua klan Jia yang menjadi dalangnya Pengkhianatan.
Duan Du juga sadar jika tetua tersebut diam-diam mengirim pesan untuk mengepung tempat ini jika rencananya gagal atau terbongkar.
Tetua tersebut yakin jika pemuda di depannya ini tahu akan semua rencananya. Entah dari mana ia tahu, tapi tetua tersebut yakin akan hal tersebut.
__ADS_1
“Hehe,, kedokmu sebentar lagi akan terbongkar,” kekeh Duan Du dalam hati.