Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Ketegangan Para Penetua Sekte Kekacauan


__ADS_3

“Dan, aku akan melepaskanmu saat ini, karena aku sangat ingin melihat bagaimana caramu beejuang melawan mereka yang akan mengkhianatimu sebentar lagi,” ejek Qin Ji.


Penetua Yang Tan tentu paham maksudnya, karena kompetisi yang di lakukan orang-orang topeng hitam dari Menara adalah menghasut semua orang-orang kuat yang berasal dari Dimensi Alam Dewa ini.


“Sial, sial, sial,” gumam Penetua Yang Tan dalam hati sambil mencengkram erat tangannya.


Bersamaan saat Penetua Yang Tan tersadar dari ketidak berdayaannya, ia kini sudah tidak merasakan aura dari Qin Ji lagi.


“Huuf,, aku tak boleh menyerah, setidaknya pasti ada sebagian yang tidak akan terpengaruh oleh tipu daya orang-orang Menara ini,” gumam Penetua Yang Tan langsung menghilang.


Wuss..!!


***


Hah hah hah..!!


“Ini sangat menyenangkan,” gumam Bai Han ingin mengusap keringa yang terus menetes dari keningnya, tapi dengan sabar ia mencoba menahan diri.


Pandangan Bai Han kini mulai fokus, dengan sabar ia menatap ke arah depan dan mengedarkan kesadarannya untuk merasakan di belakangnya.


Saat tangan Bai Han bergerak beberapa inci dari tempatnya, dua pedang energi melesat ke arah tangan Bai Han seolah tiba-tiba muncul karena kecepatannya.


Wuss..!!


“Eit eit,, tidak semudah itu kampret,” ucap Bai Han mengumpat di sertai senyum lebar.


Waktu terus berlalu, semua anggota tubuhnya ia gerakkan, dan menurutnya ini sangat bagus untuk melatih kecepatan tubuhnya.


Tanpa terasa sudah satu tahun Bai Han menjalani latihan tersebut.


Kini mata Bai Han sedikit melotot saat tersadar jika ia di suruh berdiri memang terdengar spele, tapi nyatanya ini adalah latihan yang jauh lebih baik dari latihan pertamanya.


“Aah,, kini aku sadar dengan kebodohanku sendiri,” gumam Bai Han tersenyum canggung.


Tapi tak lama matanya langsung berubah, ketenangan Bai Han kini sudah tidak di ragukan lagi.


“Baiklah, kita apakah aku bisa menghindari yang ini,” gumam Bai Han, karena yang terahir ini telah sangat ia nanti-nantikan dari dulu.


Dret.!!


Bai Han dengan santai membuang tubuhnya sejauh 2 meter, tak lama ratusan pedang energi muncul dari berbagai arah.


Mata Bai Han seketika bersinar saat dua pedang energi kini sudah ada tepat tiga inci di depan mata dan perut.


Bukannya panik, dengan tenang dan fokus Bai Han menghitung semua jarak-jarak pedang tersebut dan kemana ia akan menghindar.

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


Baru saja Bai Han berpindah beberapa inci, 10 pedang kini mengepung Bai Han. Bukannya ketakutan, ia malah tersenyum lebar.


“Gerakan pertama, Angin Keheningan,” gumam Bai Han mengumpulkan semua energinya ke kakinya di sertai elemen angin yang sudah menyatu.


Layaknya sebuah benang tipis, tubuh Bai Han meliuk-liuk tanpa bisa di sentuh oleh pedang energi tersebut.


...


Chen Long yang telah mengawasi Bai Han cukup lama kini tersenyum lebar.


“Baiklah sudah cukup untuk latihan berdirinya,” ucap Chen Long.


Tepat setelah Chen Long selesai bicara, formasi latihan yang Chen Long pasang pun menghilang.


Bai Han juga langsung menghampiri Chen Long dengan seutas senyum.


“Hehe,, tadi itu sangat mendebarkan paman, jika salah sedikit saja, aku yakin akan langsung mati,” ucap Bai Han dengan nada setenang air.


“Hemm..!! Kau juga sudah berbeda dari dua tahun yang lalu, kini kau jauh lebih tenang dan sabar,” ucap Chen Long mengangguk puas.


“Jika begitu, apa latihan selanjutnya?” Tanya Bai Han terlihat tidak sabar melanjutkan latihannya.


“Oh ya, kau bebas melakukan apa saja, bergerak kemana saja, asal seperti yang aku ucapkan pertama tadi, tubuhmu tak boleh menyentuh tanah selain tanganmu,” sambung Chen Long.


Bai Han tanpan banyak bertanya pun langsung melakukan perintah dari Chen Long.


Kini ia tidak sebodoh saat pertama di latih oleh Chen Long lagi yang tidak menyadari atau mengetahui apa-apa.


Saat tangan Bai Han sudah berganti menjadi tumpuan tubuhnya, Bai Han pun memejamkan matanya.


Satu hari terlewati.


“Hemm..!! Benar dugaanku, ini melatih indra kesadaranku dan yang utama adalah melatih kedua tanganku agar jauh lebih kuat,” gumam Bai Han saat merasakan kedua tangannya merasakan neyri dan aliran titik-titik tertentu di kedua tangannya kini mulai bergejolak tidak beraturan.


...


“Hemm bocah ini, kenapa otaknya sangat cerdas sekali?” Gumam Chen Long cemberut dan iri saat melihat Bai Han sudah mengerti yang sebenarnya tujuan latihannya ini.


“Bukan hanya bocah ini saja, tapi semua keluarganya melebihi batas kewajaran. Tapi sayangnya hanya beberapa saja yang selamat,” sambung Chen Long menghela nafas dan sedikit merasa bersalah karena tidak bisa membantu menyelamatkan keluarga Bai Han.


“Terlebih lagi, aku tidak bisa terlalu bersantai sekarang,” ucap Chen Long melihat ke arah tertentu.

__ADS_1


Chen Long tentu sadar jika orang-orang menara kini mulai aktip lagi, dan itu cukup merepotkan bagi Chen Long.


Dret..!!


Dengan segera Chen Long menghilang dari tempatnya.


***


Di Dimensi Alam Surgawi, saat ini tengah terjadi kekacauan dimana-mana.


Banyak pembunuhan antar saudara terjadi, bukan hanya itu saja. Pengkhianatan sudah menjadi hal umum sekarang.


Semua pihak kini tidak ada yang saling mempercayai, mereka semua saling mencurigai dan tentunya jika ada kesempatan, mereka akan menikam orang terdekat mereka, dari pada mereka yang akan di tikam.


“Bagaimana?” Tanya Wakil Sekte Kekacauan melirik ke arah semua penetua sekte.


“Hemm,, sampai saat ini, kabar dari Master dan Penetua Agung tidak ada, kami sudah menyebar ke seluruh Dimensi Alam Dewa, namun sedikit jejaknya pun tidak terlihat.” Jawab penetua ke 3.


“Sial, kemana sebenarnya mereka berdua? Di saat seperti ini mereka malah menghilang,” gumam Wakil Master Sekte Kekacauan dengan nada kesal.


Dret..!!


Saat semuanya merenung, sebuah pusaran bersamaan lubang bewarna putih muncul.


Tap tap..!!


”Siapa kau?” Tanya semua penetua sekte kekacauan seketika menjadi waspada.


Chen Long yang melihat semuanya mengarahkan senjata ke arahnya, hanya bisa tersenyum tipis.


Dengan santai Chen Long melangkah melewati semua penetua menuju kursi kosong milik Master Sekte.


Semua penetua hanya bisa melotot tak percaya lantaran saat ini, tubuh mereka tak bisa di gerakkan.


“Ehem..!! Baiklah langsung saja, kau Li Hixie,” ucap Chen Long melirik Wakil Master yang melototkan matanya.


“Hei hei,, hentikan ekspresimu itu, ini aku, paman dari Juan'er dan Luan'er,” ucap Chen Long merubah wajahnya ke sosok yang semua penetua sekte mengenalinya.


“Saat ini mereka berdua sedang pergi meningkatkan kekuatan mereka agar bisa melawan orang-orang Menara. Jadi, aku yang akan menggantikan Juan'er memimpin.”


“Aku juga tidak peduli kalian mau percaya atau tidak ucapanku ini. Jadi, kau Yang Tan, beritahu aku apa saja yang kau dengar saat mengawasi orang-orang menara?” Tanya Chen Long terdengar santai.


Yang Tan tentu tidak menjawab karena masih belum terlalu percaya.


“Hemm..!! Jika kau tak mau menjawab, maka aku akan memaksa mengambil ingatanmu,” ucap Chen Long dengan nada serius di sertai ancaman serius.

__ADS_1


Semua penetua langsung memasang wajah dingin dan bersiap untuk bertarung jika Chen Long menyerang.


Ketegangan seketika terjadi di ruangan tersebut, hingga sebuah suara terdengar nyaring.


__ADS_2