
“Berikutnya adalah kalian,” ucap Tu Long menatap musuhnya dengan dingin satu persatu.
Wuss..!!
Tu Long muncul di atas salah satu musuhnya, kakinya yang telah ia selimuti api langsung terayun santai.
Bom..!!
Tubuh musuhnya seketika hancur menjadi abu.
Wuss wuss..!!
Bom bom bom..!!
Tanpa belas kasih ataupun senyum, Tu Long membantai semuanya dalam hitungan detik.
“Heng,, hanya keluargaku yang pantas menyentuh kepalaku ini, dan kau tidak layak,” ucap Tu Long dengan nada dingin.
Pandangan Tu Long kini mengarah ke area sekitar, tak lama ia kembali bergerak.
Tanpa pandang bulu ia membantai semua yang tersisa, mau lemah pun ikut menjadi ladang pembantaian Tu Long.
Walau begitu Tu Long merasakan aneh di mata dan dirinya sendiri.
Pertama ia seolah bisa melihat siapa yang harus di bunuh, ia juga bisa merasakan siapa yang berpura-pura memihak.
Kini hanya 16 orang saja yang masih tersisa, Tu Long dapat merasakan jika mereka semua di paksa dan seolah ia bisa melihat masa depan.
Dengan wajah bodohnya ia kini menggaruk kepalanya. “Apa yang terjadi denganku? Apa aku bermimpi?”
Karena dalam mode bodoh, Tu Long langsung melesat ke arah tertentu.
Wuss..!!
Tak lama kehancuran di berbagai tempat terdengar.
Bahkan para pasukan Tu Long yang telah di perintahkan menyisir seluruh area Wilayah Tengah untuk memburu yang tersisa di saat Tu Long bertarung beberapa waktu lalu, kini menganga saat melihat sosok pemimpin mereka yang brutal.
Walau mereka brutal dan gemar bertarung, tapi mereka semua masih mempunyai sedikit sisi baik saat membunuh musuh.
Wuss wuss..!!
Beberapa menit kemudian, setelah membunuh mereka semua tanpa menyisakan satu inci tubuh. Tu Long muncul di depan Bai An yang tersenyum ke arahnya.
Tu Long yang melihat itu seketika bangga, tapi ia tidak berani mengucapkan sepatah kata saat melirik Xie'er yang terlelap di pundak kanan Bai An.
Entah mengapa Tu Long memiliki pandangan putih seluruhnya saat melihat Xie'er.
“Eeh, ada apa ini? Tadi mataku seolah ilusi yang mampu melihat masa depan, tapi saat melihat Nona Xie aku hanya melihat cahaya putih tanpa batas?” Gumam Tu Long dalam hati.
__ADS_1
“Itu karena ia memiliki bakat yang jauh lebih tinggi darimu,” ucap Bai An tiba-tiba.
Seolah tahu apa yang di pikirkan Tu Long, tentu Bai An membantu untuk menjawab.
“Eeh,, jadi Tuan muda tahu akan apa yang terjadi dengan mataku?” Tanya Tu Long dengan bersemangat.
“Hmm..!! Itu Surgawi, mata Kehidupan Surgawi mampu melihat masa depan dan dulu aku pernah melihat seseorang memilikinya, ia adalah sosok Dragon yang sesungguhnya, tapi ia menghilang tanpa jejak, ia juga seseorang yang telah mengajarkanku di masa lalu atau aku sebut Guru,” ucap Bai An tiba-tiba mengingat sosok Gurunya yang perkasa. Dan nama lain mata itu adalah Heavenly Life Eyes.
Jika ia tidak melihat bola mata Tu Long, mungkin ia tidak akan mengingat masa lalunya. Gurunya dulu memiliki tingkat kultuvasi yang sampai saat ini ia tidak tahu.
Dulu sebelum ia terkenal dan sebelum mempunyai banyak keluarga, sosok inilah yang membimbingnya.
“Apa benar ada Dimensi Pusat selain Dimensi Pusat ini?” Gumam Bai An dalam benaknya.
“Hmm..!! Terlalu banyak masalah yang belum terpecahkan, lebih baik aku memusatkan kepada sosok siapa yang sebenarnya aku panggil kakak di masa lalu dan apa tujuannya yang sesungguhnya.”
“Jika ini berkaitan dengan Ras Vampire, seperti yang Xie'er tidak sengaja katakan jika di masa lalu ia pernah melawan salah satu keluarganya yang menjadi Vampire,” Bai An termenung selama beberapa detik dengan wajah dingin.
Dugaan Bai An saat ini sosok kakak masa lalunya adalah Ras Vampire.
Tap tap..!!
Duan Du serta Gou Long muncul dengan senyum-senyum tak jelas.
“Hehe dia melarikan diri saat tahu kekuatan kerja sama kami kak, aku hebat bukan,” kekeh Duan Du ingin di puji.
“Bagaimana pendapatmu dengan kedua orang itu?” Tanya Bai An pelan.
“Mereka sangat kuat serta sedang menahan diri, sepertinya mereka takut akan sesuatu jika langsung menggunakan kekuatan mereka,” ucap Gou Long dengan nada serius.
“Hmm..!! Du'er Hukum Bayanganmu mungkin tidak berguna, tapi berbeda dengan Hukum yang selama ini kau belum keluarkan,” ucap Bai An melirik Duan Du yang cemberut karena di abaikan.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama Bai Han, Gou Han, Pixiu dan beberapa keluarga Bai An muncul.
Mereka membawa banyak Ras berbeda di belakang mereka.
“Hmm..!! Kau tahu akan tugasmu bukan?” Ucap Bai An melirik Tu Long.
Tu Long langsung menghilang, tak lama beberapa teriakan terdengar selama satu menit.
Wuss..!!
“Walau mereka semua tidak jahat, tapi aku melihat mereka akan berkhianat dan mengigit kita suatu hari nanti jika di bantu,” ucap Tu Long dengan nada dingin.
Duan Du yang mendengar itu membelalakkan matanya.
__ADS_1
“Ka..Kau bisa melihat masa depan Paman Tu?” Ucap Duan Du tak percaya sama sekali.
Baru kali ini Duan Du terlihat seperti orang bodoh dan Tu Long layaknya sarjana.
Tu Long mengangkat kepalanya dengan santai ia berkata. “Tentu saja, otak saja tidak akan cukup di banding penglihatan spesial.”
Wajah Duan Du langsung jelek mendengar ejekan pamannya.
“Heng,, sombong saja terus, awas saja jika aku lebih kuat suatu hari nanti maka aku akan-”
“Akan apa?” Potong Tu Long menyeringai kejam.
Glek..!!
Duan Du langsung muncul di balik punggung kakaknya saat merasa Tu Long ingin menghajarnya.
“Heng,, kenapa kau mengganggu tidur ku paman,” dengus Xie'er yang merasa terusik oleh Duan Du.
Saat Duan Du ingin menjawab, ia merasa di telanjangi oleh tatapan Tu Long yang muncul di sampingnya.
“Sialan kau, paman mana yang tega memukul keponakannya,” teriak Duan Du saat kerah jubahnya di tarik.
“Hehe,, tentu saja paman Tu Long yang berani,” ejek Tu Long langsung menghilang.
Tak lama teriakan pilu Duan Du terdengar di sertai merengek minta ampun.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepala saja saat melihat tingkah akur paman dan keponakan.
“Lalu apa langkah kita selanjutnya ayah?” Tanya Bai Han kini mendekat.
“Untuk saat ini kalian semua membuat sebuah benteng di area Perbatasan Wilayah Tengah. Ayah akan menuju ke Wilayah Bebas atau tepatnya Wilayah yang di apit oleh Wilayah Inti dan Wilayah Tengah,” ucap Bai An melirik putranya Bai Han.
Bai Han mengangguk santai.
“Bukannya itu namanya Wilayah Perbatasan ya?” Ucap Gou Han saat mendengar ucapan Bai An tadi.
“Bisa di katakan seperti itu, karena wilayah perbatasan ini yang menjaga perdamaian serta selalu low profil,” sambung Gou Long.
“Hmm..!! Apa yang Gou Long katakan setengah kebenaran,” ucap Bai An lalu bangkit.
Crash..!!
Wuss..!!
Bai An merobek ruang dan masuk kedalam celah yang ia robek.
Tak lupa ia menyuruh Tu Long serta Duan Du menjaga yang lainnya selama ia pergi.
Duan Du dan Tu Long yang mendengar suara telepati dari Bai An hanya terdiam saat mendapatkan tugas.
__ADS_1