Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Kedatangan Klon Bai Han Membawa Sebuah Informasi.


__ADS_3

Tap tap..!!


Dengan cepat Bo Wuhan bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah keluar menuju ke arah patung Cen Tian.


Tidak ada yang menyadari Bo Wuhan pergi, karena mereka semua sedang dalam keadaan setengah sadar dan sengaja tidak menghilangkan efek dari pusing mereka dari pengaruh arak tersebut.


Tap tap..!!


Wuss..!!


Bersamaan dengan sampainya Bo Wuhan di depan patung Cen Tian, Klon Bai Han juga langsung muncul di depan Bo Wuhan.


“Kemana Tuan pergi? Kenapa aku tidak mampu merasakan jejak energi maupun jiwanya?” Tanpa basa basi, Klon Bai Han langsung bertanya.


Mendengar itu, Bo Wuhan pun langsung sadar jika di depannya ini memang bukan Tuan mudanya, melainkan klon Tuan mudanya.


“Terahir kali ku lihat sebelum menghilang, Tuan muda pergi ke arah utara, tepatnya ada sebuah batu besar di sana, dari perkiraanku, batu tersebut adalah sebuah gerbang penghubung ke dimensi lain, mungkin Tuan muda masuk kesana untuk mencari yang tersisa dari anggota keluarganya,” ucap Bo Wuhan sambil melirik klon Bai Han.


“Baiklah, terimakasi informasimu, jika begitu aku akan langsung pergi mencari Tuan,” ucap Klon Bai Han terlihat akan pergi.


“Tunggu dulu, dari cara dan tingkahmu, sepertinya ada informasi penting yang ingin kau sampaikan. Jika boleh tahu, informasi apa yang kau dapatkan?” Ucap Bo Wuhan langsung menghentikan klon Bai Han.


Tanpa ragu klon Bai Han pun langsung menceritakan semua yang ia ketahui kepada Bo Wuhan.


Dan terlihat jelas jika Bo Wuhan sangat terkejut akan apa yang ia dengar.


“I..Ini, jika begitu aku harus memberitahu mereka untuk bersiap-siap, akan berbahaya jika mereka datang ke tempat ini, walau terlihat tujuan mereka kembali ke alam yang lebih besar. Karena bisa jadi mereka kembali membawa banyak pasukan nantinya,” ucap Bo Wuhan dengan tergesa-gesa ingin ke tempat Chen Long dan yang lainnya.


Bo Wuhan tentu percaya akan semua yang di ceritakan Klon Bai Han dan tidak akan pernah meragukan ucapannya.


Wuss..!!


Melihat Bo Wuhan telah pergi, Klon Bai Han pun ikut pergi ke tempat yang di maksud Bo Wuhan.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tak lama klon Bai Han muncul di tempat yang di ceritakan Bo Wuhan. “Memang benar ada sedikit jejak Tuan pernah beridiri di sini dan jejaknya hilang, itu artinya memang benar jika ada gerbang penghubung menuju dimensi lain melalui batu ini,” gumam Klon Bai Han langsung memejamkan matanya untuk mencoba menghubungi Tuannya.


Jika lokasi Klon dan tubuh utama tidak terlalu jauh, maka klon Bai Han tentu mampu menghubungi Tuannya dan kini ia mencobanya.


...

__ADS_1


Sementara Bai Han yang kini bercerita banyak tentang jalan kehidupannya saat berpisah dengan Ling Feng dan yang lainnya, tiba-tiba terdiam.


“Hemm..!! Aku merasakan klon ku mencoba menghubungiku, tapi karena jaraknya yang cukup jauh, penghubung kami sedikit terputus,” gumam Bai Han dalam hati.


“Ada apa Han'er? Apakah terjadi sesuatu?” Tanya Mei Yin dan Ariel serempak.


“Ah tidak ada paman, bibi, aku tadi hanya merasakan Klon ku mencoba menghubungiku, tapi karena jaraknya yang jauh, aku hanya merasakannya sedikit lalu kembali menghilang,” ucap Bai Han melirik anggota keluarganya.


Tak lama Bai Han pun bangkit. “Jika begitu akan menemuinya terlebih dahulu, dan sambil menungguku kembali, bersiap-siaplah, karena saat aku kembali kita akan langsung pergi,” ucap Bai Han.


Melihat semuanya mengangguk setuju, Bai Han pun langsung melesat pergi sambil menarik Gisel ikut bersamanya.


Wuss..!!


Tentu Gisel sedikit terkejut saat tiba-tiba tangannya di raih Bai Han dan di ajak ikut pergi.


Saat sedang melesat, Bai Han hanya bisa menggeleng kepalanya melihat wajah Gisel terus malu-malu.


“Kenapa kau berubah menjadi pemalu seperti ini Gisel, ini tidak seperti dirimu yang selalu ganas seperti di masa lalu,” ucap Bai Han dengan nada sedikit mengejek.


Gisel yang mendengar itu seketika mengerucutkan bibirnya.


“Huuhh,, siapa suruh kau pergi tanpa berpamitan denganku dulu, aku merasa seolah-olah aku hanya orang asing bagimu pada saat kau tiba-tiba pergi pada saat itu,” dengus Gisel.


Aahhh..!!


Gisel tentu saja sedikit terkejut saat tiba-tiba di peluk seperti ini. Wajahnya seketika semakin memerah.


“Hei, berhentilah menjadi kucing jinak seperti ini, kembalilah seperti kucing liar,” ucap Bai Han sambil memeluk Gisel.


“Heng,, aku manusia bukan kucing,” dengus Gisel langsung mencubit pinggang Bai Han.


“Aw aw,, sakit,” ucap Bai Han sambil tersenyum kecil.


“Huh,, kau sangat tidak pandai berbohong,” bukannya merasa iba, Gisel semakin keras mencubit pinggang Bai Han sambil memasang wajah ganas.


Bai Han terdengar terus merengek dan diam-diam ia terlihat tersenyum penuh kebahagiaan.


Tap tap..!!


Beberapa menit kemudian, Bai Han dan Gisel pun sampai di depan pintu penghubung ke Benua Inti.


Dengan segera Bai Han menggerakkan tangan kanannya.

__ADS_1


Dret..!!


Blush..!!


Klon Bai Han yang melihat sebuah pusaran tiba-tiba muncul, langsung melesat masuk.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Salam Tuan,” ucap Klon Bai Han langsung membungkukkan badannya.


“Eeeh,, baru kali ini aku melihat sebuah klon yang benar-benar mirip dan mampu berbicara,” ucap Gisel langsung terkejut.


“Ini memang sedikit berbeda dari klon yang biasa orang ciptakan, terlebih aku menciptakan ini menggunakan gabungan dari berbagai kekuatan keluargaku,” ucap Bai Han tersenyum hangat sambil mengusap rambut Gisel.


“Urgh,, aku bukan anak kecil tahu,” dengus Gisel terlihat kesal, tapi dalam hatinya ia sangat menginginkan hal tersebut terus berlanjut.


Bai Han yang melihat tinggal Gisel hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


“Baiklah kau boleh masuk ke dalam tubuhku kembali,” ucap Bai Han melirik klonnya. Dan dengan masukkanya klon Bai Han kembali ke dalam tubuh utama Bai Han, maka secara otomatis Bai Han dapat mengingat atau mengetahui semua informasi apa yang di dapat oleh klonnya.


Klon Bai Han pun dengan cepat memasuki tubuh Bai Han.


Wuss..!!


“Hemm..!! Ternyata begitu, jika asumsiku tidak salah, maka Jin Yuanhu adalah pemimpin Menara yang sesungguhnya, dan ia cukup pintar untuk mencoba mengelabui kami semua dengan sengaja membuat putra paman Chen Long menjadi Pemimpin Menara.” Gumam Bai Han dalam hati setelah melihat semua yang di ketahui oleh Klonnya.


“Dia dan semua bahawannya juga cukup pintar memilih orang untuk di jadikan Bonekanya,” sambung Bai Han.


“Gi'er, kau beritahu yang kau jika mereka semua harus bersiap dalam satu hari, sementara aku akan pergi lebih dulu mencari paman dan para saudaraku. Apakah kau bisa melakukannya?” Ucap Bai Han melirik Gisel.


Gisel tentu sadar jika ada masalah serius saat melihat raut wajah Bai Han.


“Hemm..!! Kembalilah dengan selamat Han Gege,” ucap Gisel terdengar malu-malu.


“Tentu,” jawab Bai Han langsung tersenyum hangat.


Dret..!!


Tak lama, keduanya pun langsung berpisah, Gisel menuju para saudara dan saudaranya di pusat kota. Sementara Bai Han langsung menuju Benua Inti menjemput paman dan para saudaranya.


Wuss..!!

__ADS_1


Wuss..!!


__ADS_2