
Tu Long hanya menyeringai dengan tatapan mengejek saat Duan Du mencercanya.
Melihat itu, Duan Du hanya berdecak kesal. Wajahnya saat ini sedikit memar karena telah di hajar oleh pamannya beberapa saat tadi.
Sementara Bai An dan Bai Han hanya menonton saja tanpa berniat menghentikan. Hal itu yang membuat Duan Du cemberut terus menerus dari tadi.
Wuss..!!
Langkah Bai An langsung terhenti saat merasakan ada 2 monster iblis kuat bersama beberapa pasukan kecil yang memiliki kekuatan setara dengan Bai Han dan Bai Chu Ye.
“Hoho,, kekuatan mereka berdua setidaknya setara dengan Monster iblis yang Tuan muda bunuh tadi,” kekeh Tu Long.
“Jika aku bisa ******* mereka, maka kekuatanku akan meningkat lagi,” sambung Tu Long sambil melirik Duan Du dengan senyum mengejek.
Seketika wajah Duan Du sangat jelek. “Heng, aku juga tak akan kalah darimu.”
Wuss wuss wuss..!!
“Hmm..!! Ternyata kita berdua sangat beruntung kesini, semut-semutnya ada di depan kita,” ucap Monster Iblis dua kepala dan 8 tangan.
“Kau benar bagaimana bisa Hun dan Han mati oleh semut-semut ini,” sambung monster iblis di sebelahnya.
Nada mereka sangatlah sombong dan angkuh, mereka juga sedikit jijik saat melihat Bai An dan keluarganya.
“Woah..!! Apakah ada lagi hewan ternak yang akan paman Tu makan lagi,” dengan seringai mengejek Bai Han maju dan langsung memprovokasi mereka.
Kedua Monster seketika memasang wajah ganas.
“Bunuh bocah itu lalu bawa mayatnya kepadaku,” teriak salah satu dari kedua monster iblis kepada bawahannya yang ada di belakang.
Seketika 20 monster iblis setingkat Bai Han dan Bai Chu Ye langsung berteriak.
Goar..!!
Bai Han, Bai Chu Ye langsung melesat, tak lupa Duan Du dan Tu Long juga ikut menerjang ke arah 20 pasukan kecil milik kedua monster iblis.
Duan Du muncul tepat di bayangan musuh, dengan senyum menyeramkan ia mengayunkan pedang energinya.
Jlep..!!
Tanpa menunggu waktu lama pedang Duan Du langsung menyerap energi musuhnya hingga mengering.
Bom..!!
Di samping Duan Du, Tu Long langsung meledakkan kepala musuhnya setelah itu dengan wajah kejam Tu Long memakannya hidup.
__ADS_1
Bukan hanya Tu Long dan Duan Du.
Bai Han dan Bai Chu Ye juga dengan beringas membunuh musuhnya, Bai Han mencincang seluruh tubuh musuhnya menjadi daging cincang. Sementara Bai Chu Ye menyerap darahnya hingga menjadi mumi.
Kedua monster iblis yang menjadi pemimpin pasukan kecil itu membelalakkan mata mereka.
Saat mereka ingin bergerak untuk membunuh keluarga Bai An.
Bai An lebih dulu muncul dengan wajah datar.
“Beritahu semua temanmu juga aku ada di sini,” ucap Bai An dengan nada datar.
Dengan santai Bai An mengayunkan tangannya, tak lama dua bilah pedang muncul yang telah di selimuti Hukum Api.
Wuss..!!
Kedua monster iblis yang melihat itu langsung membelalakkan mata mereka.
“Sialan, dia menyembunyikan kekuatannya dengan baik, bahkan kekuatannya jauh lebih besar dari pengacau itu,” teriak monster iblis ketakutan.
Blush..!!
Mereka berdua langsung mengerahkan kekuatan penuh mereka untuk membuat pertahanan.
Wuss..!!
Crak..!!
Duar..!!
Dengan mudah bilah pedang energi yang Bai An buat menghancurkan kedua pilar.
Jlep..!!
Bom..!!
Tanpa bisa melakukan perlawanan, kedua tubuh monster iblis langsung hancur.
Tu Long yang melihat masih ada sisa-sisa daging dari keduanya langsung membentuk tubuh sejatinya lalu melahapnya.
Duan Du yang melihat itu seketika memasang wajah jijik untuk memprovokasi Tu Long, tapi Tu Long hanya cuek saja.
Bai Han dan Bai Chu Ye terlihat di kejauhan memejamkan matanya, saat ini mereka berusaha untuk menerobos setelah mendapatkan asupan energi dan darah.
Blush..!!
__ADS_1
Aura di sekeliling Bai Han dan Bai Chu Ye langsung menyebar. Aura dari tubuh Bai Chu Ye terasa seperti energi kematian. Namun itu bukan energi kematian, karena setiap orang yang merasakan langsung energi tersebut merasakan kehangatan.
Sementara aura Bai Han terlihat menyatu dengan alam di sekitar.
“Hmm..!! Kekuatan sejati mereka akhirnya akan muncul sekitar 50% tapi itu sudah cukup mengerikan,” gumam Bai An dalam hati.
Sementara terdengar ledakan di sebelah timur, tepatnya saat ini Tu Long langsung tertidur atau hibernasi setelah menerobos dengan cara tidak wajar.
Bai An langsung melambaikan tangannya.
Jlep..!!
Tu Long, Bai Han dan Bai Chu Ye langsung menghilang.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Kira-kira berapa lama paman Tu akan hibernasi?” Tanya Duan Du penasaran.
“Jika dalam waktu normal maka butuh jutaan bahkan miliaran tahun, karena saat ini ia akan menembus batasan yang akan melebihi potensi milik jiwa utama yang menciptakannya dahulu.” Jawab Bai An dengan santai.
Duan Du mengangguk santai. “Lalu berapa lama waktu yang mampu di singkatkan oleh Dunia Jiwa kakak?” Tanya Duan Du kembali.
“Saat ini jika Tu Long berhibernasi dalam waktu satu juta tahun, maka di dunia jiwa bisa di persingkat kurang lebih sepuluh tahun, tapi jika lebih dari ratusan juta tahun atau miliaran, maka kau bisa menghitungnya, karena jika potensi Tu Long tinggi maka, waktu akan jauh lebih lama,” ucap Bai An santai.
Duan Du seketika memasang wajah sedih, ia saat ini tidak bisa bermain-main lagi bersama pamannya. Tapi di satu sisi ia juga menggenggam erat tangannya karena tak mau kalah.
Melihat tingkah adiknya. Bai An langsung bertanya. “Kenapa kau tidak menggunaka itu? Kau kan telah mengingat semua ingatan masa lalumu saat kita dulu berjuang dan mati bersama?”
“Huuff,, kau tahu saat ini aku masih belum bisa menggunakannya, terlebih benda itu aku simpan tepat di perbatasan Dimensi Inti dengan Dimensi Tengah, di sana adalah tempat yang paling kacau, tapi untuk saat ini kita tidak tahu apakah tempat tersebut masih seperti dulu,” jawab Duan Du menghela nafas berat.
“Hmm..!! Seandainya dulu kau tidak menginginkan mati bersamaku, mungkin kau saat ini sudah bisa mengurangi dari mereka, tapi sampai saat ini aku masih heran siapa dalang di balik pengkhianatan mereka?” Ucap Bai An menghela nafas ringan.
Duan Du juga menggelengkan kepalanya. “Kau tahu kak, dari dulu kau adalah keluargaku satu-satunya yang menganggapku berarti, bahkan sampai saat ini sebelum ingatanmu kembali kau masih menganggapku, hal itulah yang aku kagumi darimu, kau satu-satunya yang paling berarti dalam hidupku.” Ucap Duan Du terdiam sesaat.
“Sementara untuk pengkhianatnya, aku rasa orang yang kita sering panggil kakak, tapi sampai saat ini aku masih tidak bisa mengingat nama serta wajahnya,” sambung Duan Du menghela nafas kecewa.
Sama halnya dengan Bai An, Duan Du pun ingatan masa lalunya telah pulih, tapi mereka berdua sama-sama tidak bisa mengingat orang yang mereka panggil kakak.
Hanya satu orang yang mengingatnya. Tapi orang itu tidak mau memberitahu atau mengungkitnya, karena menurutnya akan lebih baik jika mereka berdua mengetahuinya seorang diri.
Saat mereka berbincang-bincang, terasa banyak sekali energi yang sangat kuat mendatangi tempat Bai An dan Duan Du.
Pandangan Bai An dan Duan Du pun mengarah ke ribuan Monster Iblis yang di pimpin 20 Monster Iblis.
__ADS_1