
Dengan segera Topeng Ungu tersebut membalik badan lalu lari terbirit-birit.
Wuss..!!
Wuss..!!
Jlep..!!
Urgh..!!
Tepat saat Topeng Ungu melarikan diri, Bai Han langsung menarik busur panahnya dan mengarahkannya ke punggung Topeng Ungu.
Melihat anak panahnya sudah menembus punggung Topeng Ungu, Bai Han pun mengangguk ringan sambip berkata. “Tepat beberapa detik setelah ia sampai memberi informasi, maka dia akan langsung mati.”
“Kenapa tidak langsung kita bunuh saja dia secara langsung?” Tanya Du Jiu Nan terlihat penasaran.
“Dasar idiot, tentu saja jika kita membunuhnya di sini maka itu tak akan memberikan keuntungan terhadap kita.” Dengus Meng Le Feng.
“Tapi jika membiarkannya kembali dengan luka parah seperti itu, setidaknya musuh akan sedikit terpancing dan menyerang kita secara membabi buta, itulah kesempatan emas kita untuk meluncurkan Rudal. Benar kan Tuan muda,” sambung Meng Le Feng sambil melirik ke arah Bai Han.
Bai Han pun langsung mengangguk membenarkan.
Du Jiu Nan yang di ejek oleh Meng Le Feng kini terlihat mendengus kesal. Saat ia ingin mendekati Meng Le Feng.
Terlihat Meng Le Feng langsung mendekati Bai Han lalu bersembunyi di balik punggungnya sambil tersenyum tipis.
Du Jiu Nan yang melihat itu, hanya bisa memasang wajah jelek sambil mengumpati Meng Le Feng.
...
Tidak jauh dari tempat Bai Han, terlihat Meng Yusan yang sedang mengawasi kini tersenyum tipis saat ia melihat muridnya mengerjai murid Du Ling.
Entah mengapa klan Du dan klan Meng dari awal memang tidak pernah akur setiap mereka bersama. Jika mereka bersama, maka dapat di pastikan mereka akan selalu ribut.
Anehnya, kedua klan sadar jika mereka tidak pernah akur, tapi mereka tetap selalu bersama.
“Hem..!! Sampai saat ini dia belum muncul, jika dia muncul, maka aku perlu turun tangan, karena aku yakin mereka tidak mampu melawan Pemimpin Menara Gelap.” Gumam Meng Yusan.
Setelah bergumam, ia pun langsung menghilang dari tempatnya.
Wuss..!!
...
Duar..!!
Uhuk uhuk..!!
Topeng Ungu yang melesat dan kini sampai di kapal perang terdepan langsung terjatuh ke dek kapal yang menyebabkan bunyi ledakan yang memekak telinga saat tubuhnya berbenturan.
Tap tap..!!
“Tuan,” teriak beberapa topeng putih kini mendekati Topeng Ungu.
“Mulai, mulailah serang mereka tanpa ampun, mereka telah merendahkan Organisasi Menara Gelap serta merendahkan Pemimpin kita.”
Bruk..!!
__ADS_1
Benar saja apa yang Bai Han pikirkan, tepat setelah Topeng Ungu selesai bicara, ia pun langsung mati dengan mulut di penuhi busa.
“I..Ini, racun, cepat pergi dari kapal ini,” teriak Topeng Ungu yang baru saja muncul.
Wuss..!!
Wuss..!!
Dengan cepat semua penghuni kapal langsung pergi dari kapal perang tersebut saat mendengar perintah Topeng Ungu.
Tap tap..!!
“Sialan, mereka memang benar-benar telah merendahkan Menara Gelap,” ucap Topeng Ungu yang kini mendarat di kapal yang bersebelahan dengan kapal tempat Topeng Ungu mati keracunan.
“Kalian semua, percepat pergerakan, kita hancurkan Benua Langit, jangan sisakan satupun dari mereka semua, karena telah merendahkan Organisasi kita,” teriak Topeng Ungu dengan lantang.
Woaaa...!!
Woaaa..!!
Tepat setelah Topeng Ungu selesai berteriak, suara teriakan dari seluruh anggota Menara Gelap langsung terdengar menggema.
Saking kerasnya mereka berteriak, Bai Han dan kelompoknya dapat mendengarnya.
...
“Hoho,, sudah di mulai,” ucap Meng Le Feng sambil melirik Bai Han.
Bai Han pun mengangguk ringan, pandangannya langsung mengarah ke Yu Fan.
Wuss..!!
Wuss..!!
“Lalu siapa yang akan mengaktipkan Rudal yang tersisa Tuan Yu?” Tanya Meng Le Feng kini muncul di samping Yu Fan.
“Sebentar lagi orangnya akan datang,” jawab Yu Fan.
Tepat setelah Yu Fan selesai menjawab. Bo Wuhan, Long Yuan dan Hei Long pun muncul dari arah Tenggara.
Tap tap..!!
“Apa kami tidak terlambat Tuan muda?” Tanya Bo Wuhan yang kini muncul di samping Bai Han.
“Tidak, malah paman datang di waktu yang tepat,” jawab Bai Han.
“Oh ya, paman Yuan dan paman Hei apakah kalian berdua bisa meluncurkan Rudal yang tersisa itu?” Tanya Bai Han sambil menunjuk ke arah Rudal yang tersisa.
“Hehe,, tentu saja bisa Tuan muda, itu adalah keahlianku,” kekeh Hei Long terdengar bersemangat.
Sementara Long Yuan hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.
“Jika begitu Han'er minta tolong luncurkan Rudal itu, tapi tunggu intruksi dari paman Yu Fan,” ucap Bai Han dengan nada sopan.
Long Yuan dan Hei Long pun mengangguk dan pergi ke arah Rudal yang tersisa.
Kini 3 Rudal yang siap akan di luncurkan oleh Yu Fan, Meng Le Feng, dan Long Yuan serta Hei Long terlihat sudah ada di posisi mereka masing-masing.
__ADS_1
***
Wilayah Perbatasan Barat Benua Langit.
Bai Ha dan Bai Hu yang baru saja selesai membantai semua musuh mereka kini terlihat melayang sambil mengarah ke arah Barat.
“Mereka muncul,” ucap Bai Ha seketika menyeringai tipis.
Bai Hu yang mendengar itu, langsung memfokuskan indranya ke arah Barat, tepat setelah fokus, ia pun dapat melihat ribuan, bahkan puluhan ribu titik-titik kecil di kejauhan.
Titik-titik kecil tersebut tak lain adalah Kapal Perang dari gabungan semua penghuni Benua yang ada di Alam Celestial Huansa ini.
Mereka semua adalah bawahan Organisasi Menara Gelap yang telah di tundukkan.
...
Wung..!!
Tap tap..!!
“Hehe,, adik, apakah kakak mu ini terlambat?” Tanya Bai Da Xing sambil melirik ke arah Bai Ha dan Bai Hu.
Melihat kedatangan Bai Da Xing sambil berteriak tidak jelas. Bai Ha dan Bai Hu pun berpura-pura tidak melihat kedatangan dan tidak mendengar suaranya.
“Eeh,, saudara Yuheng, kapan kau datang?” Sapa Bai Hu kini mendekati Lan Yuheng dan dengan acuh Bai Hu melewati Bai Da Xing.
“Baru saja, jadi, apakah mereka belum datang?” Jawab Lan Yuheng lalu bertanya.
“Tinggal beberapa hari lagi mereka akan datang, saat ini jarak mereka cukup jauh dari sini, lihatlah kesana,” tunjuk Bai Hu.
Lan Yuheng pun langsung memfokuskan penglihatannya, setelah melihat itu, Lan Yuheng pun mengangguk santai.
Sementara Bai Da Xing yang di acuhkan, saat ini terlihat memasang wajah jelek.
“Dasar adik durhaka, awas saja kalian, kalian akan terkena karma karena mengabaikan kakak kalian yang paling baik dan tampan ini,” teriak Bai Da Xing tepat di depan telinga Bai Ha.
“Eeh,, kenapa kuping ku geli ya,” gumam Bai Ha kini menggaruk-garuk kupingnya.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Sudah, berhentilah mengerjai saudara Da Xing, akan lebih jika saat ini kita fokus memulihkan energi kita semabari menunggu kedatangan musuh.”
“Ingatlah, kali ini musuh jauh lebih banyak dari yang kita bayangkan, maupun kita lawan di Dimensi Alam Kegelapan,” sambung Chen Long melirik Bai Da Xing dan Lan Yuheng.
Keduanya pun tersadar dan apa yang Chen Long ucapkan benar adanya.
“Aku rasa saudara Chen ada benarnya, jika begitu, mari kita pulihkan dulu energi kita,” ajak Bai Ha.
Bai Ha, Bai Hu, Bai Da Xing, Lan Yuheng, Lang Zai, Pixiu dan terahir Chen Long, mereka semua langsung menyebar mencari posisi nyaman sebagai tempat untuk memulihkan kondisi mereka.
Dret..!!
Wuss..!!
Wuss..!!
__ADS_1