Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Mendatangi Kuburan Para Saudara Bai An dan Sosok Bertudung


__ADS_3

Gu Sheng terpana saat merasakan kehangatan dan ikatan batin yang tidak biasa.


“I..Inikah yang namanya keluarga yang sesungguhnya, perasaan ini sangat tenang, bahkan hatiku yang selalu di tutupi kebencian, dendam, amarah yang tidak bisa melakukan apa-apa, kini telah hilang sepenuhnya.” Gumam Gu Sheng mulai meneteskan air mata.


Tidak ada dari mereka semua yang mengejek orang tua seperti Gu Sheng menangis, karena mereka pun pernah melakukan hal yang sama dengan Gu Sheng.


Bruk..!!


“Te..Terimaksih telah membuat orang tidak berguna sadar dan terimakasih telah menerimaku sebagai bagian dari kalian,” ucap Gu Sheng langsung menjatuhkan lututnya.


“Hei hei,, apa yang kau lakukan? Kau boleh menangis, karena menangis adalah salah satu kebanggaan dan kebahagiaan. Tapi jangan sampai berlutut seperti itu, kami sangat membenci anggota keluarga kami berlutut kepada anggota keluarganya sendiri,” ucap Tu Long cemberut dan terdengar kesal.


“Ketahuilah, saat ini kita semua adalah keluarga. Kau tidak boleh melakukan hal seperti itu, apalagi terhadap orang luar. Jika itu terjadi, maka mereka pasti akan merendahkan kita dan menindas kita karena terlalu lunak.” Sambung Bai Han mulai maju, ia terlihat tegas lalu membangunkan Gu Sheng.


“Hehe karena kau telah resmi menjadi anggota keluarga utuh kami. Maka mari kita minum.” Ajak Duan Du langsung mengeluarkan arak buatannya.


Blush..!!


Duan Du seketika merasakan tatapan hewan buas menatapnya dengan dingin.


Saat Duan Du membalik badan, ia sadar jika saat ini ia berkumpul bersama istri, anak, ibu, kakak ipar dan yang lainnya.


Glek..!!


Tatapan Duan Du mengarah ke istrinya yang saat ini ingin memakannya hidup-hidup. Bukan hanya mereka saja, melainkan semua wanita yang ada di sana.


Anariel, Ariel, Sintia, Gisel, yang tidak mengerti pun ikut-ikutan mengintimidasi Duan Du, wajah keempatnya terlihat bersemangat karena merasa akan ada tontonan yang menarik.


Namun angan-angan mereka berempat langsung hancur saat sebuah suara familiar terdengar bermatabat.


“Hemm..!! Untuk penghormatan dan pengikat tali persaudaraan, sebagai laki-laki maka itu harus di lakukan. Jadi biarkan ini terjadi untuk hari ini.”


Bai An menatap semua wanita dengan senyum hangat.


Ling Mei, Mu Xia'er, Jia Li Ling, Ni Xian, Chu Jia, Xie'er, Mei Yin, dan semua wanita hanya bisa menggertakkan gigi mereka.

__ADS_1


“Apa maksudmu An'er?” Tanya Ling Mei kini terdengar tidak terima.


“Ayolah bu, kami semua sudah tua. Jadi pahamilah, ini juga bentuk perhomatan. Dan jika kalian tidak ingin kami minum di depan kalian, maka kami bisa mencari tempat lain, ini juga mungkin terahirnya kami bisa menikmati arak dengan tenang sebelum musuh tiba.” Ucap Bai An menatap ibunya penuh kasih sayang.


Ling Mei terdiam, bukan hanya ia saja, semua wanita juga ikut terdiam. Mereka paham maksud yang sebenarnya ucapan Bai An.


Tidak semua dari mereka yang akan bertahan hidup saat invasi datang. Itulah arti yang sebenarnya dari ucapan Bai An.


“Baiklah, untuk kali ini saja. Ibu dan yang lainnya akan pergi ke tempat biasa kami berkumpul.” Ucap Ling Mei langsung mengajak semua wanita pergi dari aula.


...


Satu jam berlalu, saat ini Bai An dan yang lainnya minum dengan tawa dan canda gurau.


Tidak ada satupun dari mereka yang tertekan akan kedatangan musuh kuat.


“Haha setelah ini maka aku akan kembali meningkatkan kekuatanku sampai batas yang ku bisa.” Ucap Gou Long berteriak dengan tawa yang setengah sadar.


“Benar saudara Gou. Aku juga ingin menjadi lebih kuat agar bisa tetap berada di sisi Tuan muda, kau tahu kebahagiaan yang ku inginkan hanya berada di sisi Tuan muda. Itu karena saat aku tidak punya keluarga, dialah orang yang menganggapku sebagai saudara dengan tulus tanpa memaksaku untuk ini itu.” Ucap Long Yuan tersenyum kecil.


Satu persatu dari mereka mengungkapkan perasaan mereka semua.


Bai An, Duan Du, Tu Long, Lang Zai, Pixiu, Bai Han, Bai Chu Ye dan Gu Sheng yang masih bugar hanya bisa tersenyum kecil saat mendengar semua apa yang para saudaranya ucapkan tanpa mereka sadari.


“Aku sampai saat ini seperti bermimpi Tuan muda, tidak bisa ku bayangkan betapa eratnya ikatan kalian, dan bagaimana dengan yang telah meninggal?” Tanya Gu Sheng tanpa sadar menanyai yang tidak seharusnya ia tanyai.


Kini semua orang yang ada di sana membisu, mereka yang sudah mencoba merelakan para saudara mereka yang mati dengan sepenuh hati mulai merasakan kesedihan kembali.


Bai An dan semua keluarga yang tersadar kini mulai meneteskan air matanya.


“Ma..Maafkan aku karena telah mengatakan yang tidak seharusnya,” ucap Gu Sheng sedikit merasa bersalah.


“Tidak, kau bertanya apa yang seharusnya, karena sampai saat ini karena sibuk berlatih dan melawan musuh. Kami sampai lupa untuk memberi penghormatan kepada semua saudara kami yang gugur.” Ucap Bai An langsung mengayunkan tangannya.


Tak lama muncul lubang hitam yang tak lain menuju dimensi jiwa Bai An.

__ADS_1


Tangan Bai An kembali terlambai. Tak lama semua keluarganya yang terkapar mulai tersadar.


“Mari kita berikan penghormatan bagi saudara kita yang telah gugur.” Ajak Bai An langsung masuk.


Wuss..!!


Tak lama yang lain pun mengikuti termasuk Gu Sheng.


Tap tap..!!


“Inikah Dimensi Jiwa Tuan muda, sungguh luar biasa,” gumam Gu Sheng terpana, ia merasa seolah berada di Dimensi yang sebenarnya atau Dimensi yang tercipta karena tatanan alam semesta.


Tap tap..!!


Tak lama semua orang langsung berlutut memberi penghormatan serta tekad yang membara tanda tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan para saudara mereka.


***


Tidak jauh dari Dimensi Inti atau yang biasa di sebut Dimensi Tanpa Nama oleh orang-orang yang berasal dari Dimensi Alam Dewa.


Terlihat ratusan Kapal Surgawi, saat ini Kapal Surgawi jauh lebih sedikit dari pada saat mereka bertemu dulu.


“Hemm..!! Apa tidak apa-apa kita membantai mereka semua?” Terdengar sebuah suara dari pemuda maskulin yang tak lain Ji San, jenius Sekte terkuat ke 7.


“Hemm..!! Apa yang kau takutkan dengan sekte kecil dan klan kecil, kau terlalu banyak pikiran dan rencana yang tidak pasti sehingga membuatmu terlihat seperti pengecut. Aku cukup menyesal telah membuat Aliansi denganmu,” dengus Xin Chen, musuh bebuyutan Ji San.


Wajah Ji San seketika berubah merah. “Kau tahu, aku pun tak ingin membuat aliansi denganmu, jika seandainya si sialan Chen Long itu membuat perubahan drastis saat di perjalanan.” Teriak Ji San kini mulai bangkit.


Xin Chen pun langsung bangkit karena ia memang tidak akan pernah akur dengan Ji San.


Saat keduanya akan bertarung. Sebuah suara terdengar santai.


“Hei,, apa kalian ingin merusak kapal pemberian Masterku, jika kalian ingin menanggung konsekuensinya maka lakukanlah. Aku tidak akan menghentikan kalian, karena itu buang-buang waktuku.”


Tap tap..!!.

__ADS_1


Sosok pemuda dengan jubah hitam dan mengenakan tudung keluar dari lorong kapal.


__ADS_2