Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membuat Putus Asa


__ADS_3

Walau begitu, semua tetua klan Bai saat ini memasang wajah yang sangat jelek.


Pasalnya mereka semua melawan Hukum Bayangan milik Duan Du yang kini membentuk tubuh layaknya manusia.


Jumlahnya pun setara dengan jumlah mereka semua, dan saat mereka menebas tubuh Duan Du, tubuh tersebut berubah menjadi bayangan lalu menyatu lagi.


“Bangs4t jika seperti ini kita sama saja untuk bunuh diri,” teriak salah satu tetua klan Bai yang terkuat.


Ia saat ini bingung bagaimana cara melenyapkan tubuh bayangan Duan Du yang kini terus menerus menekannya.


Tingkat kekuatan bayangan Duan Du yang ia lawan memiliki tingkat yang setara dengan kultivasinya.


Saat pandangan tetua tersebut mengarah ke semua rekannya, ia semakin bingung. Saat ini semua bayangan Duan Du menyesuaikan diri dengan tingkat kultivasi masing-masing yang ia lawan.


Sementara Duan Du yang berdiri seorang diri dalam wujud bayangan kini menyeringai mengerikan.


“Akan aku perlihatkan apa itu keputus'asaan,” ucap Duan Du dengan nada dingin.


Tak lama, semua bayangan yang Duan Du ciptakan langsung mundur, mereka semua langsung memasang kuda-kuda yang sama, setelah itu melesat ke arah musuh yang masih bingung.


Bom bom bom..!!


Pertarungan dahsyat seketika terjadi, udara di sekitar kini mulai berubah mencekam, walau begitu udara tersebut tidak menyebar ke seluruh dimensi. Karena saat ini ada sebuah perisai yang hampir memiliki kekuatan sama dengan perisai dimensi yang telah di hancurkan oleh Bai An dan Jendral Mo Hung.


...


Tidak jauh dari sana, semua keluarga Bai An kini sudah mulai bersiap-siap lagi untuk melakukan pembantaian masal.


“Hehe,, apa yang di ucapkan oleh Paman Tu ternyata benar jika mereka pasti akan mendatangi kita,” kekeh Bai Han menyeringai kejam.


Saat ini semua pasukan klan Bai Inti yang tersisa menjauh mundur, mereka semua tidak akan bisa terus menerus berada di tempat pertarungan Bai An dan Duan Du.


Jika mereka memaksa berada di sana, mereka yakin akan langsung menjadi abu. Jadi satu-satunya pilihan adalah mundur.


Namun mereka tidak sadar jika jalan mundur mereka kini jalan mundur kematian. Dan mau kemanapun mereka tetap saja kematian yang akan mereka temui.


Wuss wuss..!!


Setelah melihat musuh sudah mencapai jarak 500 meter dari tempat keluarga Bai An. Kini Tu Long yang menjadi pemimpin mulai mengangkat tangannya.


Wuss..!!


Sebuah cakar energi yang sangat besar di sertai kekuatan mengerikan muncul.


Tanpa basa basi Tu Long langsung mengibaskan tangannya.

__ADS_1


Wuss..!!


Crash..!!


Bom..!!


Seketika setengah dari mereka yang terlambat menghindar langsung terpotong menjadi dua bagian.


Sementara pasukan klan Bai yang tersisa kini bergetar ketakutan jika sadar saat ini mereka telah di kepung.


“Sialan aku tak ingin mati di sini,” teriak salah satu anggota inti klan Bai langsung melarikan ke arah yang berbeda.


Tu Long yang melihat itu hanya menyunggingkan senyum mengejek.


“Kemanapun kau lari, yang akan kau temui adalah kematian,” ejek Tu Long. “Itulah yang kalian dapatkan jika telah mengusik orang yang tidak seharusnya kalian usik.” Sambung Tu Long dengan nada dingin.


Tak lama tubuh Tu Long mulai membesar ke wujud Ras Half Giant Dragon, setelah itu ia menghilang.


Goar..!!


Bom bom..!!


Seketika tubuh para pasukan klan Bai yang tepat di depan teriakan Tu Long meledak tanpa sisa.


Tangan kanan dan kiri Tu Long yang membentuk cakar panjang kini terayun kesana kemari.


Bom bom bom..!!


“Eeh,, lalu apa gunanya kita di sini jika Tuan Tu Long seorang diri saja sudah mampu membasmi mereka?” Tanya Mo Denshan kepada saudaranya Mo Liang Liu.


“Tentu saja tugas kita untuk melihat cara bertarung Tuan Tu Long, lihat lah dengan jelas. Walau tingkat kultivasi kita jauh lebih tinggi dari Tuan Tu, jika ia bertarung seperti ini maka kita pun akan terluka parah.” Jawab Mo Liang Liu.


“Hm..!! Kau benar, aku baru sadar jika tingkat kekuatan tidak di lihat dari tingkat kultivasi saja, melainkan dari teknik maupun cara bertarung mereka.” Mo Denshan mengangguk-angguk santai.


Di samaping mereka, Bai Han sebenarnya tidak diam, ia membuat miliaran benang energi menggunakan kekuatan penuhnya, ia di bantu oleh adiknya Bai Chu Ye yang menggunakan Hukum darahnya untuk memperkuat benang energi yang Bai Han ciptakan.


Jika ada yang lolos dari jarak pandang Tu Long, maka Bai Han akan langsung mengikatnya dan Hukum darah Bai Chu Ye akan langsung menghisap darahnya.


Benar saja, tak lama banyak teriakan menggema selama beberapa detik, saat pasukan klan Bai yang masih selamat kini mulai melirik ke arah asal teriakan, tubuh mereka semua tidak bisa di gerakkan.


“I..Ini mau melawan mati tanpa bisa melawan, mau melarikan diri juga mati tanpa bisa melawan,” ucap salah satu pasukan klan Bai mulai putus asa.


Wungg..!


Keheningan seketika terjadi saat melihat semua pasukan klan Bai yang sudah mulai putus asa.

__ADS_1


Wajah Tu Long langsung memamerkan giginya dengan bangga.


“Hahaha,, ayo putus asa lah, aku ingin melihat mental kalian semua hancur,” terdengar tawa menggema dari mulut Tu Long.


***


Bom bom..!!


“Sialan apapun cara yang kami lakukan mereka semua tetap saja akan kembali menyatu,” teriak tetua yang terkuat di kelompok mereka saat ini.


Terlihat tubuh tetua klan Bai tersebut di penuhi oleh luka yang sangat parah, tapi saat ini ia masih bisa melayang di udara walau darah terus merebes keluar dari hampir seluruh tubuhnya.


Melihat tekad kuat tetua klan Bai, Duan Du semakin tersenyum lebar. “Aku ingin melihat seberapa lama kau mampu bertahan,” gumam Duan Du dalam hati.


Saat ini hanya beberapa orang saja yang telah putus asa oleh Duan Du. Untuk yang masih memiliki tekad kuat tinggal 6 orang saja.


Artinya lebih dari setengah dari semua tetua klan Bai telah putus asa.


Duan Du tentu tidak ingin membunuh mereka semua, karena kakaknya telah memberitahunya jika jiwa mereka akan di kirim ke penjara jiwa di Dunia Jiwanya.


Wuss..!!


Duan Du asli kini muncul dari bayangan tetua tersenyum, dengan senyum santai Duan Du mengayunkan tinjunya.


Bom..!


Tanpa bisa melakukan perlawanan ia langsung melesat seperti roket ke arah salah satu tetua yang masih bertahan.


Bom..!!.


Tubuh kedua tetua tersebut langsung terbentur hingga menyebabkan daya ledak yang cukup keras.


Bom bom..!!


Tak lama keempat yang masih bertahan ikut terlempar ke tempat yang sama.


Duan Du sengaja menggabungkan mereka karena berniat melawan keenamnya sekaligus.


“Hehe,, kalian bersatulah dan buat aku berkeringat,” kekeh Duan Du.


Keenam tetua tersebut hanya diam saja, saat ini mereka sadar jika tidak akan mampu melawan sosok asli dari bayangan yang mereka lawan sebelumnya.


Duan Du langsung memiringkan kepalanya mengikuti gaya kakaknya.


“Hooh, kalian berencana untuk melarikan diri, maka lakukanlah, aku tidak akan mengejar kalian.” Ucap Duan Du dengan nada bermartabat.

__ADS_1


Tanpa basa basi, lima dari tetua klan Bai melesat ke segala arah setelah mendengar ucapan Duan Du.


Wuss..!!


__ADS_2