
Setelah menyedot mereka pandangan Gou Han mengarah ke beberapa musuh yang berhasil selamat.
“Hehe,, mau lari kemana kalian? Tubuhku masih belum kenyang loh,” kekeh Gou Han.
Dengan segera Gou Han melesat ke arah Raja Iblis Monyet dan Raja Ras Manusia yang tersisa.
Wajah mereka kini sangat jelek saat mendengar ejekan dari Gou Han.
Jika saja mereka masih memiliki sisa energi, mungkin mereka akan membalik badan lalu melawan Gou Han. Tapi sayangnya energi mereka kini telah terkuras habis akibat menahan hisapan dari mulut2 kecil tubuh Gou Han.
Wuss..!!
Gou Han yang melesat langsung mengayunkan tombaknya.
Bom..!!
Pandangan Gou Han langsung mengarah tajam ke arah titik cahaya kecil di kejauhan.
Sementara dua Raja Iblis Monyet dan Raja Ras manusia seketika memasang wajah bahagia karena bantuan mereka telah tiba.
Wuss..!!
Wuss..!!
Dua manusia dengan kekuatan seperti Gou Long muncul.
“Jangan mengira kalian kuat jadi bisa seenaknya menghancurkan Dimensi ini.” Dengan nada dingin pria bertubuh kekar sekitar berusia 50 tahun menatap Gou Han dan yang lainnya dengan dingin.
Tak lama pandangannya mengarah ke Gou Long yang masih berusaha menyerap energi dari serangan gabungan para penguasa wilayah tadi.
Sementara pria paruh baya yang satunya memiliki tubuh gumpal, tapi ia yang jauh lebih kuat dari yang satunya. Semua orang pun tahu itu dari auranya saja.
Tatapan pria gumpal itu mengarah ke Tu Long yang kini tersenyum menyeringai sambil mengkorek kupingnya santai.
“Apa? Apa kau kesini ingin melawanku?” Tantang Tu Long menaikkan alisnya.
Sebenarnya tangan Tu Long sudah tak sabar ingin memukul musuh-musuhnya dari awal. Tapi ia masih belum di izinkan oleh Bai An sehingga hanya bisa menahan diri.
Pria gumpal itu hanya memasang wajah datar tanpa menjawab sama sekali ia melirik ke arah kedua Raja Iblis Monyet dan Raja Ras Manusia.
“Ayo kembali, Wilayah Utara, Barat, Timur sudah di anggap hancur, hanya wilayah Tengah saja yang masih stabil. Aku yakin mereka tidak mungkin berani menyerang dalam waktu dekat,” ucap pria gumpal dengan nada datar.
Dengan santai ia membalik badan mengajak pria bertubuh kekar kembali bersama dua Raja dan pasukan yang tersisa.
Melihat mereka akan pergi, Duan Du, Tu Long serta Gou Han ingin mengejar. Tapi ia di hentikan oleh Bai An.
__ADS_1
“Jangan sekarang, lihat di atas kalian, mereka berdua hanyalah umpan,” ucap Bai An dengan datar.
Sebenarnya Bai An tidak bisa merasakan orang yang berada di atas. Tapi berkat bisikan Xie'er ia jadi mengetahuinya.
Duan Du, Tu Long serta Gou Han langsung memusatkan kesadaran mereka ke arah atas. Tak lama mereka memasang wajah serius.
“Sialan, apakah sekuat ini Wilayah Tengah?” Ucap Tu Long tak percaya sama sekali.
Ada 5 orang yang memiliki kekuatan setara dengan dirinya dan ada 3 orang yang jauh lebih kuat darinya. Sementara sisanya memiliki kekuatan setara dengan Gou Long atau dua manusia yang baru saja datang.
Jumlah mereka juga sekitar kurang lebih 100 orang yang dapat Tu Long rasakan.
Duan Du yang melihat itu tentu mengerutkan keningnya.
“Hmm..!! Bukankah yang terkuat di Wilayah Tengah ini setara dengan Gou Long, tapi mengapa saat ini berbeda dengan yang aku lihat?” Gumam Duan Du berpikir sesaat.
Wuss..!!
“Kak, apa ini ada kaitannya dengan orang itu?” Tanya Duan Du yang baru muncul di depan Bai An.
“Bisa jadi ini ulahnya, bisa jadi juga ini ulah mereka,” balas Bai An dengan santai.
Duan Du mengangguk paham. “Jika begitu apakah kita akan menunda untuk kesana?”
“Tentu saja kita akan berangkat lebih cepat,” senyum licik seketika keluar dari wajah Bai An.
Duan Du dan Tu Long langsung bergidik saat melihat itu. “Jangan bilang kakak ingin mengambil resiko?” Gumam Duan Du dalam hatinya.
Bom bom bom..!!
Tak lama ledakan terdengar menggema di udara.
Pandangan semua orang mengarah ke Gou Long yang kini menerobos beberapa kali.
Saat ini tingkat kultivasi Gou Long meningkat cukup drastis.
“Hmm..!! Dewa Penguasa Immortal ⭐ 5 Awal,” gumam Gou Long tersenyum lebar, ia saat ini merasakan tubuhnya sangat kuat serta jauh lebih ringan.
Wuss..!!
Gou Long muncul di depan Bai An dan yang lainnya. “Hehe terimakasih Tuan Bai, ini berkat arahanmu sehingga aku meningkat secepat ini,” ucap Gou Long ingin menundukkan kepala.
Tapi Tu Long langsung menahannya serta memasang wajah jelek saat mendengar kata terimakasih.
“Lupakan saja, toh dia belum tahu,” ucap Duan Du langsung menepuk pundak Tu Long.
__ADS_1
Tu Long melirik Bai An yang mengangguk santai.
“Baiklah kita mungkin akan mempercepat invasi kita ke Wilayah Tengah jadi aku akan serius kali ini, aku pun akan ikut turun tangan.”
Mendengar itu wajah mereka langsung berubah serius. “Lalu apa rencananya kak?” Tanya Duan Du menatap kakaknya serius.
“Hmm..!! Apa kau bisa melawan atau menahan mereka yang memiliki tingkat kultivasi Dewa Penguasa Immortal Half Suci ⭐ 1 Ahir?” Tanya Bai An melirik Tu Long.
“Hehe jangan meremehkan aku Tuan muda, serahkan saja mereka kepadaku berapapun jumlahnya,” ucap Tu Long dengan nada bangga saat ia kini di percayakan melawan yang terkuat.
Duan Du yang berada di sebelah Tu Long hanya memasang wajah iri, saat ini ialah yang terlemah, kekuatannya masih berada di tingkat Dewa Penguasa Master ⭐ 5 Puncak, ia belum mencapai Dewa Penguasa Berlian karena ada yang menahan perkembangannya.
Duan Du pun tahu akan hal tersebut, hanya benda itu yang mampu membuatnya menerobos ke Dewa Penguasa Berlian. Dan saat ini benda yang ia sembunyikan di masa lalu berada di Wilayah Tengah.
...
Waktu terus berlalu, saat ini Bai An bersama keluarganya dan Tu Long serta pasukannya telah menguasai seluruh Wilayah Utara, Timur, dan Barat.
“Akhirnya butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikan semuanya baru kita sampai di perbatasan Wilayah Tengah,” ucap Duan Du dan Tu Long terdengar bersemangat.
***
Di perbatasan Wilayah Tengah dan Wilayah Inti.
Saat ini Boneka Kelinci atau Mei Yin sedang memegang kepala tiga orang dari Ras yang berbeda.
“Hmm..!! Beritahu aku siapa yang telah memberikan kalian kekuatan ini?” Tanya Mei Yin dengan nada dingin.
“Cuih,, aku tak akan sudi memberitahumu budak Asura,” dengus Ras Manusia memandang Mei Yin dengan jijik.
Bukannya marah, Mei Yin tersenyum kecil. “Aku tak menduga pengaruhnya sangat kuat dan sudah menyebar ke seluruh Dimensi Pusat,” ucap Mei Yin.
Srek..!!
Arghh..!!
Manusia tersebut seketika berteriak keras saat merasakan sakit yang tak pernah ia alami selama ini.
Ras Manusia ini dulunya salah satu anggota keluarga Bai An yang telah berkhianat.
Mei Yin dari dulu ingin membasmi mereka semua, tapi jika ia tidak mengingat pesan Tuannya, ia mungkin sudah mengajak ketiga yang lainnya untuk bertarung habis-habisan di masa lalu.
“A..Ampuni aku,” ucap Ras Manusia kini sangat takut terhadap Mei Yin.
“Hmm..!! Apa yang aku dapat jika mengampunimu?” Mei Yin menaikkan alisnya di sertai senyum tipis.
__ADS_1