Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Membunuh Serigala Biru dan Kemunculan Induknya


__ADS_3

“Setara Dewa Surgawi ⭐ 9 Awal, bahkan bisa lebih kuat dari itu, karena aku merasakan jika ia lebih kuat dari Singa Putih yang kita bunuh memiliki kekuatan Angin tersebut.” Ucap Bai Han terdengar serius.


Dret..!!


“Pulihkan kondisimu terlebih dahulu saudara Yuheng, aku akan menahannya sampai kau sudah siap,” ucap Bai Han langsung bergerak maju saat melihat Serigala Biru melesat ke arah Lan Yuheng yang artinya Serigala Biru tersebut sadar jika Lan Yuheng dalam kondisi lemah dan mudah di bunuh.


Sring..!!


Saat ratusan benang energi muncul, sebuah serangan tak kasat mata langsung menghancurkan benang-benang energi yang Bai Han buat untuk menahan Serigala Biru tersebut.


“Sial, dia juga Serigala Biru yang mempunyai kemampuan Hukum Angin,” kutuk Lan Yuheng mundur saat tahu benang energi yang Bai Han ciptakan untuk menghalangi Serigala Biru agar tidak menyerangnya kini hancur.


Sementara Bai Han yang sudah muncul di atas Serigala Biru langsung mengayunkan pedang kayunya.


Dret..!!


Saat Bai Han mengalirkan energi pinjamannya melalui tangannya, percikan petir langsung muncul.


“Mati,” teriak Bai Han.


Duar..!!


Dret..!!


Mata Bai Han langsung melotot saat di buat mundur dalam sekejap. ”Apa itu tadi? Apakah Hukum Angin yang jauh lebih tinggi dari yang di gunakan oleh Singa Putih yang kami lawan beberapa waktu lalu?” Gumam Bai Han langsung menciptakan perisai energi.


Crash..!!


Bom..!!


Gerr..!!


Serigala Biru langsung menggeram saat serangannya di tahan oleh Bai Han dengan mudah.


“Hehehe,, tubuh yang di selimuti oleh Hukum Angin setebal satu meter ya,” kekeh Bai Han saat melihat cakar milik Serigala Biru bentrok dengan perisai energinya.


Hukum Alam dan Hukum Angin yang di kuasai oleh Bai Han dan Serigala Biru terbilang mirip karena bisa di gunakan sebagai pinjaman, bahkan bisa di buat sebagai serangan maupun bertahan. Namun untuk Hukum Alam mempunyai sedikit kelebihan dari Hukum Angin.


“Hehe,, aku tahu kau pasti mengerti ucapakanku, dan aku akan memberitahumu sesuatu yang menarik di dengar,” kekeh Bai Han langsung melesat ke arah Serigala Biru.


Gerr..!!


Serigala Biru langsung menggeram karena merasa di rendahkan.


Tak lama Serigala Biru membuka mulutnya lalu gumpalan angin mulai terlihat dari mulutnya.


Goar..!!


Bom..!!


Ledakan kecil terdengar saat Serigala Biru memuntahkan bola angin tersebut.


Dret..!!


Dengan cepat Bai Han menghindar dengan memiringkan tubuhnya sambil terus berlari.


“Hukum Alam yang aku kuasai mempunyai kelebihan dari Hukum Angin mu, yaitu aku bisa bertarung tanpa takut kehabisan energi,” ucap Bai Han. “Karena seluruh energi di tempat ini bisa aku pinjam yang artinya ini adalah kemenanganku,” sambung Bai Han dengan nada mengejek.


Goar..!!


Bom..!!

__ADS_1


Serigala Biru langsung meraung, ledakan Hukum Angin langsung muncul dari tubuh Serigala Angin yang menciptakan pusaran di sekelilingnya.


Terlihat mata Serigala Biru melihat ke arah Bai Han dengan tatapan angkuh seolah ia mengatakan jikapun Hukum Alam Bai Han mempunyai kelebihan, ia juga mempunyai kelebihan, yaitu bisa memanipulasi angin yang ada di sekitarnya di sertai jauh lebih kuat.


“Heeh,, aku lupa memberitahumu jika aku juga menguasai sedikit Hukum Bayangan yang telah di ajarkan oleh Pamanku,” ejek Bai Han.


Tak lama bayangan Bai Han muncul tidak jauh dari samping Serigala Biru. Melihat itu, serangan tak kasat mata langsung menghancurkan bayangan Bai Han.


“Kena kau,” gumam Bai Han kini muncul dari bayangan milik Serigala Biru.


“Teknik Pedang Energi.”


“Ledakan Energi,” teriak Bai Han langsung mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Saat Bai Han mengayunkan pedangnya, ia merasakan tangannya di tangan oleh hembusan angin sehingga terasa berat dan lambat.


Dret..!!


Namun tak mau kalah, Bai Han kembali mengalirkan energinya dalam jumlah banyak di kedua tangannya.


“Meledaklah sialan,” teriak Bai Han mendorong pedangnya.


Wuss..!!


Duar..!!


Bom bom bom..!!


Serigala Biru langsung terlempar cukup jauh, terlihat ia kini masih terlempar dan menabrak beberapa pohon di belakangnya.


“Hahaha, akan ku selesaikan dalam satu serangan, lihatkan kekuatan saudaramu ini,” teriak Lan Yuheng tertawa lebar sambil mengangkat kepalanya melihat Serigala Biru yang terlempar menuju ke arahnya.


Merasa dirinya telah di tipu dan di permainkan, Serigala Biru langsung memanipulasi angin di sekitarnya untuk menghentikan tubuhnya.


Goar...!!


Serigala Biru langsung meruang sambil menciptakan bilah angin dari cakarnya dan melesat ke arah Lan Yuheng.


Sring..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


“Terlambat,” ejek Lan Yuheng langsung memasang kuda-kudanya.


“Teknik Spesial Tingkat Tinggi.”


“Langkah Seribu,” teriak Lan Yuheng langsung membalik badan lalu melesat melarikan diri.


Saat melihat Lan Yuheng melarikan diri, awalnya Serigala Biru merasa di atas angin dan semakin angkuh. Namun tak lama ia merasa pandangannya seketika menjadi gelap.


Tak lama, ia melihat tubuhnya berdiri tanpa kepala dan pandangannya menjadi berputar-putar.


Bruk..!!


Sampai ia mati pun, ia masih tidak tahu caranya mati dan siapa yang membunuhnya.


Huh huh..!!

__ADS_1


Bai Han langsung muncul di samping Serigala Biru dengan nafas yang tersengal-sengal.


“Sial, itu menghabiskan energi yang tersimpan di dantianku hingga yang tersisa kini hanya 5%,” ucap Bai Han.


Bruk..!!


Saking lelahnya, ia pun langsung terbaring di samping mayat Serigala Biru yang ia bunuh menggunakan teknik terkuat ayahnya yang ia gabung dengan teknik pamannya Duan Du.


Tap tap..!!


“Saudara Han, aku baru tahu jika saat kau menggunakan energi yang tersimpan di dantianmu, maka seranganmu jauh lebih dahsyat dari pada saat menggunakan energi pinjamanmu,” ucap Lan Yuheng muncul di depan Bai Han sambil menjulurkan tangannya.


Bai Han pun langsung meraih tangan Lan Yuheng.


Tak lama, mereka pun langsung menjauhi tempat mereka bertarung, karena sadar jika pasti akan datang beberapa Binatang Buas karena mencium bau darah dan merasakan pertarungan mereka.


Tap tap..!!


Gerr..!!


Ger..!!


Tak lama ada 3 Serigala Biru muncul dengan tinggi yang jauh lebih besar dari yang Bai Han lawan.


Srek srek..!!


Salah satu Serigala Biru yang paling besar kini mendekati Serigala Biru yang Bai Han bunuh.


Goar..!!


Auuuuuoooo..!!


Serigala Biru langsung meraung lalu melolong tanda memberikan perintah kepada seluruh Serigala Biru yang ada di seluruh Hutan tersebut.


Setelah melolong, ia pun langsung mengigit Serigala Biru yang Bai Han bunuh lalu membawanya.


Wuss..!!


Kedua Serigala Biru yang mengikutinya pun langsung ikut mengejar pemimpin mereka.


Wuss wuss..!!


Beruntung Bai Han dan Lan Yuheng cepat pergi, jika tidak mereka pasti akan langsung mati jika ketiga Serigala Biru muncul saat keduanya masih di sana.


Bahkan jika Gorila muncul membantu mereka, Gorila tidak akan sempat menyelamatkan keduanya.


Karena dua pengikut Serigala Bulan tersebut memiliki tinggi yang sama dengan Gorila, bahkan kekuatan mereka setara. Sementara pemimpinnya sangatlah kuat. Tingginya pun dua kali lebih tinggi dari Gorila.


...


Tap tap..!!


“Bagaimana bisa mereka bisa kesini,” ucap Gorila menggaruk kepalanya saat melihat tiga Serigala Biru yang sebenarnya berasal dari Hutan Wilayah Utara yang di pasang perisai.


Tak lama setelah itu ia kembali pergi.


***


Dret..!!


“Apa kau merasakannya?” Tanya Bai Han melirik ke arah Lan Yuheng dengan wajah sedikit berkeringat dingin.

__ADS_1


__ADS_2